Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Perubahan Kebudayaan

Tugas Pengantar Antropologi Sosial
by

Saskyalaraswati Darmiko

on 14 October 2012

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Perubahan Kebudayaan

Perubahan Kebudayaan Apa itu Perubahan Kebudayaan menurut para ahli ?? Jhon Lewis Glin dan John Philip : Perubahan Budaya adalah suatu variasi dari corak hidup yang diterima, yang disebabkan oleh perubahan kondisi geografis, kebudayaan, material, komposisi penduduk, ideologi, maupun karena adanya difusi penemuan baru dalam masyarakat tersebut.

Samuel Koening : Perubahan Kebudayaan adalah menunjuk pada modifikasi yang terjadi dalam pola kehidupan manusia PENGANTAR ANTROPOLOGI SOSIAL PERUBAHAN KEBUDAYAAN PADA MASYARAKAT Menurut kami, Definisi Perubahan Kebudayaan Masyarakat Kota Cilegon Salah satu kota yang tergabung di Provinsi Banten. Letaknya di ujung barat pulau Jawa dan di tepi selat sunda. Sejak tahun 1999 status cilegon menjadi kota administratif. Kota ini dikenal sebagai kota Industri akhir-akhir ini karena banyaknya industri yang berdiri di kota ini. Perkembangan kota ini termasuk sangatlah cepat, karena pada awalnya kota ini adalah kota kecil yang tidak terolah sumber dayanya. Tapi kini, Cilegon menjadi tempat persinggahan berbagai kapal-kapal industri serta proses perindustrian terpusat di salah satu area di kota ini. Dengan demikian, perkembangan kota ini termasuk tercepat diantara kota lainnya di provinsi Banten. Dari segi pariwisata, Cilegon menyuguhkan keindahan pantai. Dalam perkembangannya Cilegon mengalami berbagai perubahan kebudayaan. Menurut masyarakat asli kota Cilegon Apa kata mereka tentang Perubahan Kebudayaan di Kota Cilegon ? Apa saja yang berubah ? Apa kata remaja kota Cilegon tentang Perubahan Kebudayaan di Kotanya ?! Inilah Perubahan-perubahan Kebudayaan yang terjadi pada masyarakat Kota Cilegon Dulu, masyarakat kota Cilegon hanya berprofesi sebagai petani dan pembuat genteng. Tapi kini, dari lapisan masyarakat menengah kebawah, menengah dan menengah keatas sudah berubah dan berkembang. Profesi masyarakat mulai dari lapisan terbawah sampai teratas kini menjadi buruh industri, pegawai perusahaan dan industri, teknisi industri, pengusaha (restoran, hotel, homestay, bar, tempat hiburan, dan lainnya), dan masih banyak lagi, sedangkan petani dan pembuat genteng justru berkurang dari waktu ke waktu. Profesi Dulu jika ada masyarakat yang mengadakan acara besar atau hajatan, mereka mengandalkan tetangga sekitarnya untuk memasak makanan, mendekor tempat, menyusun acara, dan semuanya tanpa ada campur tangan dari luar lingkungan kampung mereka. Dulu, juga mayoritas warga satu kampung itu masih kerabat dekat. Tapi kini budaya itu sudah mulai memudar, tetangga sekitar jarang bergotong royong membantu mengadakan acara tetangganya, dan hanya akan datang di hari H sebagai tamu undangan. Dulu juga setiap kali ada yang mau membangun rumah, tetangga sekitarnya membantu menjadi kuli dan membantu menyumbang material semampunya, tapi kini warga lebih memilih untuk mempekerjakan kuli bangunan. Dan budaya gotong royong itu lambat laun memudar. Interaksi & Lingkungan Kota Cilegon adalah salah satu daerah yang terkena pengaruh besar dari Kerajaan Banten Lama yang berperan besar dalah hal syiar Islam pada zamannya, sehingga mempengaruhi budaya berpakaian masyarakatnya. Dulu masyarakat kota cilegon memakai kain sarung bagi pria dan penutup kepala/kerudung bagi wanita, tapi kini masyarakat asli justru lebih memilih mengikuti cara berpakaian ala barat, sehingga mulai berkurang pola berpakaian seperti dulu. Pakaian Masyarakat kota Cilegon dulunya membangun rumah dengan material kayu saja dan desainnya pun sangat sangat sederhana, jendela yang tidak berkaca tapi justru tertutup kayu, dan sedikitnya ventilasi udara. Tapi kini, perubahan budaya juga mengubah desain rumah mereka, di pedesaan masyarakat asli kota ini, kini dibangun rumah-rumah berdesain modern, dengan jendela kaca panjang bergaya minimalis dan ventilasi udara yang lebih baik, walaupun masih ada rumah-rumah yang seperti sebelumnya, tapi jumlahnya menjadi minoritas di kota Cilegon. Bangunan Seiring dengan banyaknya pengusaha di bidang restoran, franchise, karaoke, tempat hiburan, dan pusat perbelanjaan modern, gaya hidup masyarakatnya pun berubah. Yang dulu mereka mengambil bahan makanan dari lading dan sawah mereka, kini mereka berbelanja di pasar modern untuk memenuhi kebutuhannya. Dulu sangat sedikit restoran bahkan hamper tidak ada restoran, tapi kini berbagai varian makanan dari berbagai belahan dunia tersaji di banyak restoran di kota ini, mulai dari makanan Korea, Jepang, India, dan China. Mereka yang dulu, tak punya tempat untuk hiburan, kini setiap harinya mereka bisa menikmati hiburan yang berbeda-beda seperti karaoke, billiard, tempat hiburan, bar, dan masih banyak lagi. Jelas bahwa perubahan kebudayaan terjadi di masyarakat kota ini. Gaya Hidup Terdapat beberapa tradisi masyarakat Kota ini yang mulai hilang seiring perubahan zaman, diantaranya Tradisi Setiap ada orang hamil tujuh bulanan, selalu diadakan syukuran tapi dalam masyarakat kota Cilegon hal itu disebut ‘Rujakan’, karena di setiap prosesinya, makanan rujak merupakan hal yang wajib disediakan. Tapi kini, masyarakat mulai meninggalkan tradisi ini, Karena yang pertama, mereka mulai berpikir bahwa ini bukanlah kewajiban agama, dan yang kedua karena adanya perubahan gaya hidup masyarakatnya. Pada saat bulan puasa, warga satu kampung mengadakan acara mengaji bersama dalam satu masjid yang masyarakat Cilegon disebut ‘minikram’, disana ibu-ibu nya menyediakan dan membagikan berbagai macam kue yang masyarakat sebut sebagai ‘jejagur’. Tapi kini, sudah jarang masyarakat Cilegon mengadakan minikram atas kesadarannya sendiri, karena mungkin kini masyarakat sudah mengenal budaya nongkrong, tekhnologi (bbm, twitter, dll) sehingga tradisi ini sudah jarang diadakan. Dulu jika ada yang membangun rumah, dan sudah berdiri fondasi dan tembok juga atapnya, dan akan dipasang genting, masyarakat harus memasang dan meletakan bendera, padi, kelapa, pisang, sarung, dan baju di atas atap, baju dan sarung itu akan dipakai oleh orang-orang yang membangun rumah tersebut, nama tradisi ini adalah ‘Ngadep Payung’. Tapi kini orang-orang yang sedang membangun rumah sudah sangat jarang bahkan tidak ada yang melakukan tradisi ini, mereka hanya akan mengadakan doa bersama atas selesainya pembangunan rumah mereka. Dulu untuk para gadis setelah mereka selesai haid/menstruasi, harus membuat bubur/ketan dan dibagikan ke tetangga-tetangga sekitar. Tapi semakin kesini, tradisi itu pudar bahkan hilang. Dari segi permainan. Dulu, permainan tradisional yang dimainkan yaitu Gatik (permainan dari kayu), bedilan (tembak-tembakan dari bambu, pelurunya adalah biji buah deroak) dan jeblugan. Tapi kini, anak-anaknya lebih suka bermain komputer, ke warnet dan hal-hal lainnya yang jauh lebih canggih dan mulai meninggalkan permainan tradisional ini. Dulu masyarakat asli Cilegon berbicara dengan bahasa Jawanya Cilegon atau biasa disebut Sunda Kasar. Bahasa ini berbeda dengan bahasa Jawa dan Sunda, hanya ada beberapa kemiripan pengucapan tapi sangat berbeda intonasinya. Bahasa ini dulu menjadi bahasa satu-satunya yang diguanakan masyarakat kota ini untuk berkomunikasi. Tapi kini mereka lebih suka menggunakan bahasa Indonesia, bahkan generasi mudanya kini banyak yang tidak bisa berbahasa asli Jawa Cilegon padahal mereka masyarakat asli kota Cilegon. Bahasa Faktor apa sajakah yang menyebabkan terjadinya Perubahan Kebudayaan di Kota Cilegon ?! •Posisi kota ini yang menjadi lalu lalang distribusi barang dari berbagai Negara. Dekatnya pelabuhan Bojonegara dengan kota Cilegon menjadi faktor pendukung banyaknya warga asing singgah di kota ini. Terdapat banyak DUKS atau Dermaga Untuk Keperluan Sendiri kurang lebih 46 dermaga dari Anyer sampai Bojonegara melintasi sepanjang tepi kota ini. Dan dermaga-dermaga tersebut menjadi tempat untuk menampung dan mendistribusikan bahan-bahan kimia, makanan, konstruksi dan lainnya ke kota-kota di seluruh Indonesia yang berasal minimal dari Singapore. •Berkembang pesatnya industri di kota ini. Terdapat banyak sekali industri, mulai dari industri bahan kimia, besi, baja, pipa, karet sintetis, oli, mesin, suku cadang transportasi, materi kaca, konstruksi, kayu, tekstil, famasi, plastik, bahan baku mentah, elektronik & listrik, peternakan, bahan makanan dan lainnya. Hal itu banyak memberikan pengaruh pada perubahan kebudayaan, karena mayoritas industri dan perusahaan di kota ini mendatangkan teknisi dan tenaga ahli dari luar negeri. Dan salah satu perusahaan baja di Cilegon juga bekerja sama dengan beberapa Negara, sehingga jumlah warga asing pun meningkat. •Meningkatnya pendatang dari banyak daerah di Indonesia. Melihat kesempatan yang bagus untuk membuka usaha, membuat kota ini menjadi tempat usaha yang strategis. Berbagai usaha berdiri seperti restoran (mulai dari masakan khas berbagai daerah di Indonesia seperti Jogja, Semarang, Padang, Lampung, Surabaya, Jakarta, dan lainnya, sampai masakan luar negeri seperti Jepang, Korea, India, dan lainnya), tempat hiburan malam yang semakin merajalela, Karaoke yang semakin menjamur, dan pusat perbelanjaan modern yang sedikit demi sedikit menggeser peran dan posisi pasar tradisional. Banyaknya pendatang mengharuskan masyarakat kota Cilegon untuk menghadapi berbagai tantangan dalam perubahan kebudayaan. Banyaknya warga asing dan pendatang dari banyak daerah di Indonesia menjadi faktor utama terjadinya perubahan kebudayaan. Setiap warga asing membawa kebudayaan yang berbeda-beda, ketika mereka datang, masyarakat pendatang melihat kesempatan untuk membuka usaha untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli asing tersebut, dari segi kebutuhan makanan, hiburan dan lainnya. Sehingga dibangunlah banyak tempat hiburan ala budaya barat yang jelas-jelas berbeda dengan budaya asli masyarakat kota Cilegon. Dan dengan mudah, budaya tersebut tersebar ke seluruh penjuru kota, dan perlahan menjadi kebiasaan masyarakat asli kota ini. Bagaimana mengenai hubungan perubahan budaya tersebut dengan Karakteristik Budaya secara umum ? ‘Culture is Shared’ terbukti bahwa kebudayaannya memang tersebar dan dibagi ke berbagai lapisan masyarakat, pada saat warga asing banyak yang menetap di kota Cilegon, budaya mereka tersebar dan mereka bagi kepada penduduk asli kota ini, sehingga tersebarlah budaya tersebut. Budaya juga dipelajari masyarakat asli kota Cilegon secara sadar karena pada saat budaya itu mulai memasuki kota ini, mereka ikut membantu dalam hal sarana dan prasarana yang mendukung kebudayaan mereka. Budaya asing yang masuk ke kota ini juga perlahan mulai dipelajari oleh masyarakat asli, sampai akhirnya mereka terbawa budaya-budaya yang lebih mengarah ke budaya barat. Budaya yang masuk ke kota ini lama-lama menjadi symbol yang menjadi kebanggaan masyarakat asli Cilegon itu sendiri, seperti menggunakan produk-produk dan brand mancanegara, dan mulai melupakan kerajinan dan seni dari Cilegon itu sendiri. Bagaimana mengenai hubungan Perubahan Budaya tersebut dengan Fungsi Budaya secara umum ? Budaya menjadi sebuah alat komunikasi, terbukti dengan komunikasi yang terjalin dengan baik antara masyarakat asli kota ini dengan para warga asing yang bekerja dan menetap di kota ini, beberapa masyarakat asli kota ini bahkan menikah dengan warga asing yang menetap untuk bekerja di Cilegon, hal itu menunjukan budaya menjadi alat komunikasi diantara keduanya. Budaya juga menjadi sebuah identitas, seperti masyarakat Cilegon yang dulunya dikenal sebagai masyarakat yang islami, kini dengan banyaknya budaya luar yang masuk secara bebas mengakibatkan identitas dari budaya itu lambat-laun berubah. Perubahan kebudayaan merupakan adanya beberapa unsur yang mempengaruhi kebudayaan sehingga terjadi perubahan dalam berbagai aspek di masyarakat. Setiap lingkungan masyarakat pasti mengalami perubahan sosial karena adanya pengaruh dari luar yang harus mereka terima. Dan setiap lingkungan masyarakat pasti memiliki hubungan dengan dunia diluar, disitulah terjadi pertukaran makna dan budaya yang hasilnya menjadi suatu perubahan kebudayaan. Kesimpulan 1601271942 ARVI ALFIOLITA ARVI 1601283330 HENDIK SYAHIDUL H HENDIK 1601284314 M RAMA FAISHAL RAMA 1601225091 NADIRA RIZANTI NADIRA 1601283122 SASKYALARASWATI SASKY 01 PEO MARKETING COMMUNICATION BINUSIAN 2016 Selo Soemardjan : Perubahan Budaya adalah segala perubahan pada lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosial nya.

Kingsley Davis : Perubahan Budaya adalah yang terjadi dalam struktur masyarakat.

William F. Agbarn : Perubahan Budaya adalah mencakup unsur-unsur kebudayaan material maupun non material.
Full transcript