Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

SISTEM KOLOID

No description
by

fade zedairukax

on 23 April 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of SISTEM KOLOID

SIFAT KOLOID
SIFAT KOLOID
PEMBUATAN KOLOID
FASE - FASE PADA SISTEM KOLOID
SISTEM DISPERSI
Dispersi : penyebaran merata 2 fase yaitu fase zat yg terdispersi (fase dalam) dan fase pendispersi (fase luar).
Terdapat 3 jenis campuran, yaitu : Larutan, Suspensi dan Koloid
SISTEM KOLOID
Perbedaan
PERBEDAAN LARUTAN,KOLOID DAN SUSPENSI
Dialisis adalah proses penyaringan partikel koloid dari ion yang teradsorpsi sehingga ion tersebut dapat dihilangkan dan zat terdispersi terbebas dari ion yang tak diinginkan. Koloid yang mengandung ion dimasukkan ke dalam kantung penyaring yang merupakan selaput semipermeabel yang hanya dapat dilewati ion dan air, lalu dicelupkan ke dalam medium pendispersi (air). Ion keluar melewati penyaring sehingga partikel koloid terbebas dari ion. Ginjal juga berfungsi sebagai penyaring semipermeabel yang menyarig darah dari urea.
DIALISIS
Ukuran Partikel
Penampilan fisik
Kestabilan
Larutan
Suspensi
Koloid
<100nm
>100nm
1nm - 100nm
Hanya dapat diamati menggunakan mikroskop ultra
dapat diamati tanpa menggunakan mikroskop
Hanya dapat diamati menggunakan mikroskop ultra
Cara pemisahan
Tidak terpisah
Mudah terpisah (mengendap)
Sulit terpisah
Tidak dapat disaring
Filtrasi
Filtrasi dengan saringan ultra
PADAT - CAIR (SOL)
Sistem koloid fase padat-cair disebut juga sol. Sol terbentuk dari fase terdispersi berupa cairan. Sol yang memadat disebut gel.
Contohnya : agar-agar, Pektin, Gelatin Cairan kanji, air sungai,cat tembok dan tinta, cat kayu dan cat besi, gel kalsium asetat didalam alkohol, sol arpus
PADAT - PADAT (SOL PADAT)
Sistem koloid fase padat-padat terbentuk dari fase terdispersi dan fase pendispersi yang sama-sama berwujud zat padat sehingga dikeal dengan sol padat. Sol digunakan untuk menyatakansistem kolid yang terbntuk dari frase terdispersi berupa zat padat didalam medium pendispersi berupa zat cair sehingga perlu digunakan istilah sol cair
PADAT - GAS (AEROSOL PADAT)
Sistem koloid fase padat-gas terbentuk dari fase terdispersi berupa padat dan fase pendispersi yang berupa gas. Anda sering menjumpai asap pembakaran sampah atau dari kendaaan bermotor. Asap merupakan partikel padat yang terdispersi didalam medium pendispersi berupa gas (udara). Partikel padat diudara disebut partikulat padat. Sistem dispersi zat padat dalam medium pendispersi gas disebut aerosol padat. Sebenarnya istilah aerosol lazim digunakan untuk menyatakan sistem dispersi zat cair didalam medium gas seingg tidak perlu disebt aerosol cair.
CAIR - GAS (AEROSOL)
Sistem koloid fase cair-gas terbentuk dari fase terdispersi berupa zat cair dan fase pendispersi berupa gas,yang disebut aerosol. Contoh sistem koloid ini adalah kabut dan awan. Partikel-Partikel zat cair yang terdispersi di udara(gas) disebut partikular cair. Contoh aerosol adalah hair spray,obat nyamuk semprot, parfum, cat semprot, dll. Pada produk-produk tersebut digunakan zat pendorong (propellant) berupa senyawa klorofluorokarbon (CFC)
GERAK BROWN
Gerak Brown adalah geraktidak beraturan, acak, atau zig-zag partikel koloid disebabkan benturan tidak teratur partikel koloid dan medium pendispersi. Gerak ini pertama kali diamati Robert Brown pada 1827 saat mengamati serbuk sari. Kemudian dijelaskan Albert Einstein pada 1905 bahwa suatu partikel mikroskopis yang melayang dalam suatu medium pendispersi akan menunjukan suatu gerakan acak atau zig-zag disebabkan medium pendispersi menabrak partikel terdispersi dari berbagai sisi dalam jumlah yang tidak sama untuk setiap sisi. Dari gambar (4) terlihat bahwa arah gerak partikel koloid bergantung jumlah partikel medium pendispersi yang menabrak. Setiap gerak disertai getaran karena dari sisi lain ada tabrakan dari medium pendispersi tetapi jumlah molekulnya sedikit. Gerak zig-zag akibat tabrakan menyebabkan sistem koloid tetap stabil, tetap homogen, dan tidak mengendap. Pada larutan, partikel terdispersi memiliki ukuran yang hampir sama dengan ukuran molekul pendispersi. Gerakan partikel terdispersi bukan karena ditabrak partikel pendispersi, melainkan karena gerakan molekulnya sendiri. Pada suspensi, ukuran partikel terdispersi sangat besar. Partikel pendispersi yang menabrak tidak menyebabkan partikel terdipersi bergerak dan tidak menimbulkan getaran. Partikel terdispersi banyak dipengaruhi gaya gravitasi bumi sehingga partikel terdispersi lebih banyak bergerak ke bawah dan membentuk endapan.
EFEK TYNDALL
Cahaya yang dilewatkan ke dalam sistem koloid terlihat lebih terang karena efek Tyndall, yaitu efek penghamburan cahaya oleh partikel koloid yang memantulkan dan menghamburkan cahaya yang mengenainya sehingga terlihat lebih terang. Jika kemudian cahayanya ditangkap layar, cahaya pada layar tampak buram. Pada larutan, zat terdispersi dan zat pendispersi berbentuk partikel yang bersifat homogen. Jika larutan dilewatkan cahaya, tidak akan terlihat perbedaan. Cahaya yang tampak pada layar tidak menjadi buram karena tidak terhalang. Dalam kehidupan, contoh gejala efek Tyndal adalah:
1) Pada sinar matahari yang masuk melalui celah ke dalam ruangan akan terlihat debu-debu beterbangan
2) Saat memproyeksikan sesuatu menggunakan proyektor, jika ada asap yang melewati cahaya proyektor, cahayanya terlihat lebih terang dan gambar pada layar jadi buram
3) Sorot lampu mobil pada malam berkabut atau jalan berdebu terliha lebih jelas, tetapi jalan tidak terlihat jelas
Muatan Koloid ditentukan oleh muatan ion yang terserap permukaan koloid. Elektroforesis adalah gerakan partikel koloid karena pengaruh medan listrik.
Karena partikel koloid mempunyai muatan maka dapat bergerak dalam medan listrik. Jika ke dalam koloid dimasukkan arus searah melalui elektroda, maka koloid bermuatan positif akan bergerak menuju elektroda negatif dan sesampai di elektroda negatif akan terjadi penetralan muatan dan koloid akan menggumpal (koagulasi).
Contoh: cerobong pabrik yang dipasangi lempeng logam yang bermuatan listrik dengan tujuan untuk menggumpalkan debunya.

MUATAN KOLOID DAN ELEKTROFORESIS
Koagulasi koloid adalah penggumpalan koloid karena elektrolit yang muatannya berlawanan.
Contoh: kotoran pada air yang digumpalkan oleh tawas sehingga air menjadi jernih.
Faktor-faktor yang menyebabkan koagulasi:
 Perubahan suhu.
 Pengadukan.
 Penambahan ion dengan muatan besar (contoh: tawas).
 Pencampuran koloid positif dan koloid negatif.
Koloid akan mengalami koagulasi dengan cara:
1. Mekanik
Cara mekanik dilakukan dengan pemanasan, pendinginan atau pengadukan cepat.
2. Kimia
Dengan penambahan elektrolit (asam, basa, atau garam).
Contoh: susu + sirup masam —> menggumpal
Lumpur + tawas —> menggumpal
Dengan mencampurkan 2 macam koloid dengan muatan yang berlawanan.
Contoh: Fe(OH)3 yang bermuatan positif akan menggumpal jika dicampur As2S3 yang bermuatan negatif.

KOAGULASI KOLOID
Koloid pelindung adalah suatu sistem koloid ditambahkan pada sistem koloid lain agar diperoleh koloid stabil. Contohnya gelatin yang merupaka koloid padatan dalam medium air yang digunakan pada pembuatan es krim untuk mencegah pembentukankristal es yang kasar sehingga diperoleh es krim yang lembut
KOLOID PELINDUNG
Adsorbsi Koloid adalah penyerapan zat atau ion pada permukaan koloid. Sifat adsorbsi digunakan dalam proses:
1. Pemutihan gula tebu.
2. Norit.
3. Penjernihan air.
Contoh: koloid antara obat diare dan cairan dalam usus yang akan menyerap kuman penyebab diare.
Koloid Fe(OH)3 akan mengadsorbsi ion H+ sehingga menjadi bermuatan +. Adanya muatan senama maka koloid Fe(OH), akan tolak-menolak sesamanya sehingga partikel-partikel koloid tidak akan saling menggerombol.
Koloid As2S3 akan mengadsorbsi ion OH- dalam larutan sehingga akan bermuatan – dan tolak-menolak dengan sesamanya, maka koloid As2S3 tidak akan menggerombol.

ADSORSI KOLOID
Kondensasi dilakukan melalui reaksi2 kimia seperti redoks, penggaraman,hidrolisis dan juga penjenuhan

a. Reaksi redoks. Merupakan reaksi pembentukan partikel koloid melalui mekanisme perubahan bilangan oksidasi

Contohnya:
Pembuatan sol belerang dengan mengalirkan gas hidrogen sulfida (H2S) kedalam larutan belerang dioksida (SO2)
2H2S(g) + SO2(aq)  3S(s) + 2H2O(l)

b. Reaksi Hidrolisis. Menggunakan air uantuk pereaksinya

Contohnya:
Pembuatan sol Al(oh)3 dari larutan AlCl3, Al2(SO4)3, PAC (tawas)
AlCl3(aq) + 3H2O(aq)  Al(OH)3(s) + 3HCl(aq)
c. Reaksi penggaraman. Garam2 yg sukar larut bisa dibuat koloid juga loh menggunakan reaksi penggaraman. Tapiii untuk menghindari pengendapan..digunakan zat pemecah.

Contohnya:
AgNO3(aq) + NaCl(aq)  AgCl(s) + NaNO3(aq)

d. Penjenuhan larutan.
Contohnya:
Kalsium asetat adalah contoh oembuatan koloid menggunakan cara penjenuhan. Caranya adalah ditambahin pelarut alkohol sehingga akan menghasilkan koloid gel.
Dispersi adalah cara merubah partikel besar menjadi partikel kolid. Cara2nya : mekanik (penggerusan), busur bredig dan cara peptisasi (pemecahan)
a. Cara mekanik. Caranya dengan digiling dengan alat yg bernama....colloid mil sini sampai terdidapatkan ukuran partikel yg diinginkan

b. Cara busur Bredig. Cara ini dipake untuk membuat sol logam. Caranya logam yg akan dibuat sol digukan sebagai elektrode yg dicelupkan ke mdeium pendispersi, lalu ujung keduanya dihubungkan dengan arus listrik. Nah uap logam yg terjadi akan terdispersi ke dalam medium pendispersi. Jadi deh koloid.

c. Cara peptisasi. Caranya partikel kasar yg mengendap dipecah menggunakan elektrolit ion sejenis zat pemecah. Contohnya: agar2 dipeptisasi dengan air

d. Cara homogenisasi. Cara ini mirip dengan mekanik dan biasanya untuk membuat emulsi. Dengan cara ini..partikel lemak dihaluskan lalu didispersikan ke dalam medium air dengan menggunakan emulgator. Selanjutnya emulsi yg terbentuk dimasukan ke alat homogenizer. Caranya dengan melewatkan emulsi pada pori2 dengan ukuran tertentu sehinggu terbentuk emulsi yg homogen.

Fase Cair-Cair
Sistem koloid fase cair-cair terbentuk dari fase terdispersi yang juga beruba zat cair dan dan medium pendispersi yang juga beupa cairan.Campuran yang terbentuk bukan berupa larutan,melainkan bersifat heterogen.Sistem koloid cair-cair disebut emulsi.Zat penghubung yang menyebabkan pembentukan emulsi disebut emulgator (pembentuk emulsi).Jadi,tidak ada emulsi tanpa emulgator.
Fase Cair-Padat
Sistem koloid fase-cair padat terbentuk dari fase terdispersi berupa zat cair dan medium pendispersi berupa zat padat sehingga dikenal dalam nama emulsi padat.Sebenarnya,istilah emulsi hanya digunakan untuk system koloid fase cair-cair (tidak ada istilah emulsi cair-cair).Contoh emulsi padat.yaitu keju,mentega,dan mutiara.
Fase Cair-Gas (Busa)
Sistem koloi fase gas-cair terbentuk dari fase terdispersi berupa gas dan medium pendispersi berupa zat cair.Jika anda mengocok larutan sabun,akan timbul busa.Di dalam busa sabun terdapat rongga yang terlihat kosong.Busa sabun merupakan fase gas dalam medium cair.Contoh-contoh zat yang dapat dapat menimbulkan busa atau buih,yaitu sabun,deterjen,protein,dan tannin.
Pada proses pencucian,busa yang ditimbulkan oleh sabun dan deterjen dapat mempercepat proses penghilangan kotoran.Busa atau buih pada zat pemadam api berfungsi memperluas jangkauan (voluminous) dan mengurangi penguapan air.Pada proses pemekatan bijih logam,sengaja ditimbulkan busa agar zat-zat pengotor didalam busa tersebut.
Didalam suatu proses industry kimia,misalnya proses fermentasi,kadang-kadang pembentukan busa tidak diiginkan sehingga ditambahkan zat anti busa (anti foam),seperti silicon,eter,isoamil alcohol,dan lain-lain.

GAS - PADAT
Sistem koloid fase gas-padat terbentuk dari fase terdispersi berupa gas dan medium pendispersi berupa zat padat,yang dikenat dengan istilah busa padat,sedangkan dispersi gas dalam medium cair disebut busa dan tidak perlu disebut busa cair.Didalam kehidupan sehari-hari,anda dapat menemui busa padat yang dikenal dengan istilah karet busa dan batu apung.Pada kedua contoh busa padat ini terdapat rongga atau pori-pori yang dapat diisi oleh udara.
Fade Khalifah R
M. Farras G
M. Dzaki N
Dimas Adityo
Budhi Wicaksono
M. Hadyan A
BUDHI - DIMAS - FADE - DZAKI - FAIZ - HADYAN
Full transcript