Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

TEKANAN dan TUNTUTAN

No description
by

erenya jasmine

on 4 April 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of TEKANAN dan TUNTUTAN

TEKANAN dan TUNTUTAN
Tingkatan - Tingkatan Analisis
Organisasi Media dalam Kekuatan Sosial


Westley
dan
MacLean
memperlihatkan model komunikasi massa berpengaruh yang menyatakan bahwa tugas komunikator seperti
perantara
, yaitu sebagai penasihat hukum dan sebagai
pemuas kebutuhan informasi dan komunikasi masyarakat
.

Sementara
Gerbner
menggambarkan komunikator massa sebagai pelaksana di bawah tekanan berbagai faktor eksternal kekuasaan seperti
klien (iklan), kompetitor(media lain), penguasa (khususnya para penegak hukum dan politisi), para ahli dan institusi, serta khalayak.
Metode dan
Perspektif Riset
Pengaruh Karakteristik Individu dari Komunikator Massa
Ada asumsi bahwa
karakteristik individu
yang berhubungan dengan
proses produksi media
, akan mempengaruhi fungsi media tersebut. Ada sebuah harapan bahwa media dapat merefleksikan masyarakat. Media akan menyajikan apa yang diinginkan oleh audiens.
Perempuan dalam Organisasi Berita
Ada hubungan empiris antara
jumlah wartawan perempuan yang rendah dalam organisasi
berita dengan keterwakilan atau
stereotype
perempuan dalam berita. Isi berita membedakan antara perempuan feminis dan perempuan biasa. Korelasi antara dominasi laki- laki organisasi media dan nilai- nilai patriarki membuat perbedaan di konten media.
Tidak ada satupun isu berargumen melawan fakta adanya perbedaan
gender
, atau melawan kesetaraan bagi pekerja perempuan, dan tidak ada pula yang menentang perubahan.
Berbagai isu yang ada saling terpisahkan dan tidak dapat disatukan dalam kerangka umum tentang banyaknya perempuan dalam organisasi berita.
Banyaknya perubahan-perubahan yang dilakukan oleh media, termasuk usaha untuk
menambah jumlah pembaca perempuan, menyebabkan kekuatan perempuan dalam organisasi berita kian bertambah, dan menyebabkan terjadinya tren feminis
. Sehingga, perempuan pun menjadi semakin independen, yang meningkat posisi dan kekuatannya dalam organisasi media.

Konflik Peran dan Dilema
Menurut
Bantz
, kultur organisasional dari organisasi berita itu sendiri berorientasi konflik. Hal ini didasarkan pada faktor-faktor ketidakpercayaan terhadap sumber-sumber eksternal, konflik antara norma-norma profesional versus norma bisnis dan hiburan, dan kompetensi berita.

Murel
mengklasifikasikan tiga tipe utama pada sekelompok pekerja produksi yang membuat film, tipe pertama yaitu
film makers
, tipe kedua
kelompok penulis-produser
, dan tipe yang ketiga
didominasi oleh orang- orang yang lebih tua
.
Bidang media
SANGAT LEMAH
dalam bidang kelembagaan bila dibandingkan dengan bidang profesi lain seperti
kesehatan
dan
hukum
, karena kesuksesannya ditentukan oleh naik turunnya minat masyarakat. Namun media sangat menghargai kebebasan, kreativitas, dan pendekatan kritikal. Sangat sulit mengidentifikasi pola dasar profesi komunikasi massa. Dilema utamanya kemungkinan adalah kebebasan VS aturan yang ada pada lembaga
(secara ideologi menghargai
keaslian dan kebebasan
,
secara organisasional punya
kontrol yang mengikat
).
Lebih mengarah pada
media-sentris
bukan
socio-sentris
. Riset media biasanya menggunakan gabungan pengukuran
kualitatif
dan
kuantitatif
. Metode riset utamanya adalah pengamatan partisipatif atau wawancara.
Masalah-Masalah Utama
Derajat kebebasan dalam hubungan dengan masyarakat dan kemungkinan terjadinya.
Rutinitas kerja organisasi media, prosedur pemilihan, proses produksi.
Shoemaker dan Reese (1991) menyebutkan 5 hipotesis utama tentang pengaruh
faktor struktural dan organisasi
pada
isi media:
1. Isi media merupakan
refleksi dari kenyataan sosial
(media massa sebagai cermin masyarakat).
2. Isi media dipengaruhi oleh
sosialisasi dan sikap
para pekerja media.
3. Isi media dipengaruhi oleh
rutinitas kerja
organisasi media.
4. Isi media dipengaruhi oleh
lembaga-lembaga sosial
dan kekuatan di luar media.
5. Isi media adalah
fungsi dari posisi ideologi
dan memelihara
status quo
.
PS: Organisasi media tidak berjalan secara
otonom
, melainkan ditekan sumber kekuatan lain (khususnya ekonomi dan politik).
KESIMPULAN
Tidak ada
organisasi media yang bisa disebut
ideal
. Awalnya dikembangkan dari dua model surat kabar yang independen. Keberagaman bentuk pengorganisasian media disesuaikan dengan kelompok penguasa yang disebut
komunikator massa
.
Kategori seperti ini dapat dibagi menurut
tipe media, ukuran, status
dari organisasi kerja, status karyawan dan lain lain. Selain itu dikenal juga
media profesional
(seperti para
freelancer
yang membuat produksi tunggal namun tidak berinstitusi). Sehingga, konsep komunikator massa dan media profesional hampir mirip dengan organisasi media.
Hubungan dengan Masyarakat
Ambiguitas Tujuan Organisasi Media
Menurut teori organisasi, perbedaan tujuan organisasi terjadi antara tujuan organisasi yang
utilitari
(memiliki kegunaan) dengan tujuan organisasi yang
normatif
(Etzoni,1961).
Organisasi utilitari
bertujuan menghasilkan atau menyediakan barang dan jasa untuk tujuan finansial, sedangkan
organisasi normatif
bertujuan memajukan nilai-nilai atau mencapai kondisi yang berharga berdasarkan komitmen sukarela dari para anggota.
Menurut Padioleau, beberapa surat kabar bergengsi berupaya merebut pengaruh melalui pemantapan kualitas informasi atau otoritas pandangan mereka.


Tujuan utama dari organisasi media:
- Keuntungan.
- Pengaruh sosial dan prestis.
- Memaksimalkan khalayak.
- Tujuan-tujuan bidang (politik, agama, budaya).
- Pelayanan kepentingan umum.
Peran Jurnalis
Cohen membagi peran reporter menjadi
reporter netral
, sebagai pencari informasi, penerjemah, dan alat pemerintah; dan
partisipan
atau yang dikenal dengan istilah tradisional "pilar keempat" (
fourth estate
) sebagai wakil masyarakat, pengkritik pemerintah, pendukung kebijakan, dan sebagai "anjing penjaga".
Keterikatan atau Netralitas?
Dalam dikotomi "neutral" versus "participant", Weaver dan Wilhoit lebih memilih membedakan peran reporter sebagai:
1.
Interpreteur
(penafsir):
menganalis dan menafsirkan masalah kompleks, meneliti tuntutan yang dikeluarkan pemerintah, membahas kebijakan nasional yang berlaku.
2.
Disseminator
(penyebar):
penyampaian informasi kepada publik secepatnya, dan pemusatan perhatian pada khalayak terbesar.
3.
Advesary
(penentang):
berpetan bagi pemerintahan bisnis, perannya lemah tapi masih diakui keberadaannya oleh kebanyakan jurnalis.
Jurnalisme sebagai Profesi
Sebuah profesi yang memiliki beberap kunci utama, yaitu peran
publik yang signifikan dalam masyarakat
;
sebuah keahlian yang dilatih dalam proses yang panjang
;
kontrol mandiri terhadap regulasi
; dan
memiliki kode etik
.
Dalam analisis menyeluruh dari budaya jurnalistik,
Hanitsch
(2007), merinci elemen elemen dari objektivisme, empirisme dan kecenderungan etis alternatif baik idealisme maupun relativitas. Ideologi jurnalis yang dapat diterapkan: elemen dasar (Deuze, 2005):
1. Pelayanan publik
2. Objektifitas
3. Otonomi
4. Kecepatan
5. Etika
Jurnalisme Online
Terbentuk dengan berdirinya organisasi organisasi pemberitaan, walaupun masih diadaptasi dari versi cetak. Juga terdapat beragam sumber yang independen. Jurnalisme online dapat diinterpretasikan secara
positif
maupun
negatif
.
Deuze (2003) membedakan empat jenis
jurnalisme online
, yaitu:
Mainstream
(arus-trauma) - ex: detik.com, kompas.com, tempo.co
Indexing and category
(pelabelan dan kategori) - ex: google, yahoo
Meta-journalism and comment
(meta-jurnalisme dan komentar) - ex: mediachannel.org
Share and discussion
(berbagi dan diskusi) - ex: kaskus, kompasiana

Bardoel (2002) menyatakan karateristik jurnalisme online menjadi
interaktivitas, hipertekstual,
multimodality
, dan
asynchronicity

(ketidak-singkronan)
Hubungan dengan
Kelompok Penekan dan Kelompok Kepentingan
Hubungan antara media dan masyarakat adalah
hubungan informal, tetapi terorganisir
.
Kelompok penekan mencari pengaruh langsung apa yang media lakukan, terutama dengan mencoba membatasi yang ditayangkan oleh media tersebut. Dibeberapa negara, masyarakat dapat menekan media secara legal untuk memberikan perhatian secara positif kepada kelompok tertentu. Media berhati-hati menangani segala
tekanan
dan
keberatan
, serta mengalah pada aturan tersebut, terkadang kesuksesan ini juga karna pengaruh dari luar. Media berhati-hati pada tindakan balas dendam dan condong untuk
menghindari kontroversi
yang tidak pasti dalam lingkup domain masyarakat.
Hubungan antara Pemilik
dan Klien
Untuk memperluas organisasi media agar dapat terbentuk hubungan yang mampu mengarah kepada otonomi media, dimana yang pertama ditujukan pada pemilik media, dan yang kedua pada agen agen ekonomi lain yang berada dalam lingkungan organisasi media.


Pemilik media bebas menggunakan medianya untuk propaganda, tetapi resikonya adalah kehilangan pembaca dan kredibilitas surat kabar itu sendiri.



Struktur dari kebanyakan industri media massa di negara negara kapitalis mencerminkan ketertarikan pada pengiklan, dan bukanlah sebuah ketidaksengajaan. Pengiklan dapat langsung mempengaruhi keputusan publikasi mereka secara signifikan sesuai dengan ketertarikan mereka masing masing.
Pengaruh Pemilik
Pengaruh Pengiklan
Hubungan dengan
Khalayak
Khalayak adalah bagian terpenting dari klien dan mempengaruhi organisasi mesia manapun. Khalayak memiliki penonjolan yang lambat untuk banyak komunikator.
Musuh Khalayak
Kriteria yang paling dominan diaplikasikan oleh organisasi media adalah
rating
. Kebanyakan organisasi media dengan beberapa pembenaran tidak mengenal
rating
sebagai alat ukur yang sangat handal.
Rating
adalah kriteria dominan bagi organisasi media, namun bukan yang terpenting bagi
professional media
.

Keterasingan dan Ketidakpastian
Sebagian besar komunikator di media yang sudah didirikan tidak mengkonsentrasikan diri pada respon khalayak dan mereka dapat membuat keputusan tentang isi media secara matang dari respon apapun.
Citra Khalayak
Menurut
Gans
, partisipasi khalayak dalam pembuatan film berdasarkan
citra khalayak
sudah dimengerti oleh pembuatnya. Harus diingat bahwa berkomunikasi dengan khalayak luas memiliki permasalahan tentang mendapatkan pesan silang. Khalayak hanyalah
penonton
, yang mengobservasi dan menghargai, tetapi tidak berinteraksi dengan pengirim pesan dan penampilnya. Umpan balik dari
rating
tidak dapat memberi tahu bagaimana cara memperbaiki sebuah program televisi.
Aspek Struktur dan
Dinamika Internal
Keberagaman Tujuan Internal
Engwall
menyatakan bahwa surat kabar memiliki karakteristik sebagai "
hybrid organization
". Organisasi yang memproduksi surat kabar terlibat dalam dua aspek, yaitu menghasilkan suatu produk, serta memberikan pelayanan, dengan tidak terlepas dari keberagaman teknologi produksi, dari yang sederhana hingga yang kompleks.
Menurut
Engwall
ada beberapa budaya kerja, tergantung keberagaman tujuan, diantaranya berorientasi pada
berita
(
news oriented
), berorientasi pada
politik
(
politically oriented
), berorientasi pada
ekonomi
(
economically oriented
), dan berorientasi pada
teknis
(
technically oriented
). Dapat dikatakan bahwa organisasi media secara internal terbagi dalam tujuan- tujuan yang berbeda antara satu dengan lainnya.
Andi Muhammad Alby
Anggraini
Bella Adriany
Erenya Jasmine
Stephany
Full transcript