Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Akar Konflik Kamboja

No description
by

nyoman kieran

on 19 August 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Akar Konflik Kamboja

Jalannya Konflik Kamboja
Latar Belakang
Konflik Kamboja
Latar Belakang
Dampak Konflik Kamboja
Penyelesaian
Konflik Kamboja
Dampak Diplomatik
Kemenangan Vietnam atas Amerika Serikat menimbulkan ketakutan bagi ASEAN akan tersebarnya komunisme di Asia Tenggara. Pada saat itu ASEAN bebas dari pengaruh komunisme dan takut Vietnam akan menanamkan pengaruh komunisnya di Asia Tenggara.

Karena kedekatan kawasan regional dan semakin solidnya ASEAN dalam membantu menyelesaikan masalah-masalah negara-negara di kawasan Asia Tenggara, maka banyak negara yang berada di kawasan Asia Tenggara masuk ke dalam keanggotaan ASEAN. Hal tersebut juga menunjukkan kepercayaan negara-negara di kawasan Asia Tenggara kepada ASEAN sebagai organisasi yang bisa membawa mereka pada kondisi yang lebih baik.

Dampak Konflik Kamboja
Dampak Ekonomi
Dari segi ekonomi, Vietnam lah yang paling mengalami keterpurukan. Sebelumnya Vietnam tidak pernah menaksir berapa saja dana yang akan dikeluarkan untuk membiayai perang, sehingga Vietnam terus melakukan peminjaman ke negara seperti Uni Sovyet, padahal pinjaman tersebut memiliki bunga yang cukup besar karena kebijakan baru Gorbachev. Sehingga Vietnam kesulitan dalam mengembalikan pinjaman tersebut. Ditambah lagi kondisi Vietnam yang sedang krisis, akhirnya terjadilah bencana kelaparan di Vietnam. Di Kamboja juga terjadi krisis ekonomi, namun tidak seburuk yang ada di Vietnam. Sedangkan perang ini tidak begitu berdampak bagi perekonomian negara-negara ASEAN.
Dampak Konflik Kamboja
Dampak Sosial
1. Dalam perang tersebut Vietnam kehilangan tentara lebih banyak dari pada saat perang melawan Amerika Serikat. Vietnam juga kehilangan banyak dana untuk membiayai perang ini, sehingga menyebabkan bencana kelaparan di Vietnam.


Kelompok 3
M. Ilham D.P. (17)
Madonna (18)
Megawati (21)
Nur Islamiahti (24)
Valensia (29)


Akar Konflik Kamboja
Keterlibatan pihak asing yang cenderung mengambil keuntungan dari Kamboja.
Konflik yang terjadi di Kamboja diawali sejak diangkatnya pangeran Norodom Sihanouk sebagai raja di Kamboja pada tahun 1953. Dalam pemerintahannya Norodom Sihanouk ternyata cenderung memihak Blok Timur, hal tersebut ternyata tidak disenangi oleh golongan militer di bawah pimpinan Jendral Lon Nol yang mendapat dukungan dari AS. Lon Nol kemudian melakukan kudeta terhadap pemerintahan Sihanouk, hingga akhirnya Lon Nol pun dapat berkuasa di Kamboja dan Sihanouk pun melarikan diri ke RRC.
Perancis
Sejak 1863, Kamboja resmi menjadi bagian dari Protectorate Perancis bersama–sama dengan Laos dan Vietnam (French Indochina), hingga Kamboja merdeka pada tahun 1953.
Thailand

Sejak abad ke 14 bergantian menjajah Kamboja bersama-sama dengan Vietnam hingga tahun 1863 Kamboja berada dalam perlindungan Perancis.
Thailand memandang bahwa Kamboja memiliki pangsa pasar yang sangat potensial bagi perdagangan kedua negara.
Mengkhawatirkan penetrasi komunis Vietnam masuk ke Thailand, sehingga mengharapkan agar Kamboja dapat bertahan sebagai negara non komunis guna berfungsi sebagai buffer zone.
Amerika Serikat

Memandang Kamboja sebagai wilayah strategis untuk membendung paham komunis Vietnam Utara (Perang Vietnam/ Indochina 1965-1975).
Mendukung Kudeta Lon Nol terhadap pemerintahan Sihanouk yang terindikasikekiri-kirian (1970).
Membangun aliansi dengan negaranegara di kawasan Indochina (Vietnam Selatan, Thailand, dan Kamboja di bawah Lon Nol) untuk membendung pengaruh komunis di kawasan.
China

Politik China di kawasan Indochina dan Kamboja pada khususnya disebabkan oleh kekhawatiran terhadap ancaman Uni Soviet. Untuk membendung pengaruh Uni Soviet, China menghendaki agar ketiga negara di kawasan Indochina masing-masing berdiri tanpa pengaruh dari pihak luar. Oleh sebab itu, China mendukung DK untuk mengusir Vietnam yang didukung Uni Soviet keluar dari Kamboja.
2. Dari pihak Kamboja, banyak penduduknya yang mengungsi ke perbatasan Kamboja-Thailand. Tentara dan penduduk Kamboja pun banyak terbunuh akibat perang tersebut.
3. Dampak bagi masyarakat ASEAN sendiri, mereka lebih banyak tergerak untuk memberikan bantuan. Banyak negara-negara di ASEAN yang berinisiatif untuk membantu menyelesaikan konflik. Berbagai bantuan juga telah diusahakan oleh ASEAN seperti bantuan diplomasi untuk menghentikan konflik, bantuan logistik dan bahan makanan untuk membantu para korban perang.
Golongan Komunis Kamboja yang didukung RRC melakukan perlawanan terhadap pemerintahan Lon Nol dan berhasil merebut kekuasaan pada tahun 1975. Golongan Komunis Kamboja yang dipimpin oleh Pol Pot ini disebut Khmer Merah. Pada masa Khmer Merah terjadi pembantaian besar-besaran terhadap 2 juta rakyat Kamboja yang anti Komunis.
Pada 1953,
Kamboja memperoleh kemenangan dari Prancis
menjadi sebuah kerajaan konstitusional di bawah pimpinan Raja Norodom Sihanouk.
Lon Nol dan
Pangeran Sirik Mata yang didukung oleh AS,
dapat menggulingkan Sihanouk dan menghapus bentuk kekerajaan menjadi Republik Khmer. Sihanouk sendiri tersingkir ke Beijing dan
bersekutu dengan Khmer
Merah (Komunis).
Pada April 1975,

pasukan Khmer Merah berhasil
menggulingkan Republik Khmer dan
menggantinya menjadi Republik
Pot, Pangeran Sihanouk diangkat menjadi
kepala negara. Tetapi pada 4 April 1976, kekuasaannya di ambil kembali sehingga
Utara. Selama kekuasaan Khmer
Merah, diperkirakan telah memus-
Republik Rakyat Tiongkok dan Korea
Sihanouk mencari suaka politik kepada
nahkan sekitar 2 juta orang
yang anti komunis.
Demokratik Kamboja yang dipimpin Pol
Pada November 1978,
Vietnam menyerbu Republik
Demokratik Kamboja untuk meng-
hadapi Khmer Merah yang anti-Vietnam.
Lalu, pada 7 Januari 1979, Vietnam berhasil menduduki Phnom Penh dan Pol Pot melarikan diri ke perbatasan Thailand. Meskipun begitu, Pol Pot tetap melancar-kan serangan gerilya terhadap Vietnam.

Vietnam juga membentuk PRK yang
pro-Vietnam.
Untuk mengusir
pasukan Vietnam di Kamboja sekaligus menandingi pem-
erintahan PRK, dibentuklah CGDK (Coalition Goverment of Democratic
pemerintahan yang bekuasa di Kamboja.
Kampuchea). Maka dari itu, terdapat dua
Dilakukanlah konsiliasi antara PRK dan CGDK, yang didatangi oleh Hun Sen
(wakil dari PRK) dan Sihanouk (wakil
dari CGDK).
Pertemuan
Saint-Germain-en Laye
bagi perdamaian Kamboja.
yang radikal merupakan ancaman
Menurutnya, citra Khmer
Khmer Merah.
apabila dalam CGSK masih tergabung
Sen tidak bersedia berkonsiliasi
mengalami jalan buntu karena Hun
tanggal 20-21 Januari 1988 pun
dekat Paris yang berlangsung
Merah
Indonesia melalui ASEAN membantu Kamboja dengan mengadakan Jakarta Informal Meeting (JIM).JIM 1 berlangsung di Bogor pada tanggal 25-28 Juli 1988 yang di hadiri oleh 6 negara ASEAN dan 4 faksi yang bertikai.
JIM 1 hanya menghasilkan kesepakatan untuk menyelesaikan segera konflik tanpa ada tindakan konkrit dari 4 faksi yang bertikai.
Walaupun tidak menghasilkan tindakan konkrit 4 faksi yang berktikai terus berusaha untuk mewujudkan perdamaian Kamboja.

Hal ini di perkuat dengan adanya JIM 2 di Bogor pada tanggal 19-21 Februari 1989. Perjanjian Paris 1 di La Celle-Saint-Cloud (24 Juli-30 Agustus 1989), Pertemuan Informal Meeting On Cambodia 1 (IMC 1, Jakarta 26-28 Februari 1990), IMC 2 (Jakarta, 9-10 September 1990, Perjanjian Paris 2 (Oktober 1991).
Setelah JIM 2, pasukan Vietnam menarik diri dari Kamboja atas persetujuan Uni Soviet, dan saat berlangsung IMC 1, lima anggota tetap PBB menetapkan akan menyelenggarakan pemilu atas pengawasan United Nations Transitional Authority in Cambodia (UNTAC), yaitu badan khusus yang mengisi kekosongan pemerintah saat transisi Kamboja.
Setelah Konferensi Paris II pada Oktober 1991, maka disepakatilah perdamaian antara keempat faksi yang bertikai dari tahun 1979. Lalu dimulailah Pemilu pertama yang digelar tanggal 23-28 Mei 1993.
Tetapi adanya kecurangan pada saat pemilu memicu keprihatinan ASEAN. ASEAN kemudian menunjuk Indonesia, Thailand, Filipina (Troika ASEAN). Sehingga terjadilah kesepakatan pelaksanaan pemilu nasional pada 26 Juli 1998 secara demokratis dan jujur serta diikuti oleh semua partai politik. Tetapi hasil dari para pemgamat internasional yang memantau pemilu ulang di Kamboja banyak sekali menemukan kecurangan. Hal ini memicu ketidakpuasan para partai. Akhirnya, disepakatilah koalisi antara 2 partai terkuat yaitu CPP dan FUNCINPEC. Meski pun banyak yang dilalui oleh Kamboja, konflik masih mewarnai Kamboja. Tercatat konflik terbaru pada tahun 2011 yaitu perebutan Kuil Preah Vihear di perbatasan Kamboja dan Thailand hingga meletus pertikaian senjata antara kedua negara.
Full transcript