Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Seni Barok dan Rococo

No description
by

Anisya Rachmiati

on 20 August 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Seni Barok dan Rococo

Seni Barok dan Rococo
SENI BAROK
SENI ROCOCO
Istilah Barok (Baroque) sebenarnya semula diberikan sebagai suatu kritik.
Berasal dari bahasa Italia ‘barocco’ yang bermakna bandul kalung dari abad Pertengahan yang bentuknya berlekuk-lekuk. Selain itu juga diperkirakan berasal dari bahasa Portugis ‘barrocco’ yang bermakna mutiara dengan bentuk tidak biasa.
Dari kedua makna dapat disimpulkan sebagai bentuk seni yang tidak beraturan, penuh lekukan dan cenderung berlebihan.

Pengertian
Istilah Rococo berasal dari bahasa Perancis ‘rocaille’ dan ‘coquille’ yang bermakna batu dan kerang- yang digunakan untuk menghias bagian dalam gua buatan pada taman bergaya Barok.
Para ahli masih mempertimbangkan apakah Rococo merupakan suatu gaya tersendiri atau hanya merupakan improvisasi dari gaya Barok.

Latar Belakang Seni Barok
Seni Barok muncul di Roma, Italia berkembang sekitar tahun 1580-1710. Pada masa tersebut di Eropa terjadi perpecahan dalam agama Kristen yang membawa pembaharuan pada Gereja Katolik, hingga munculah ketidakpuasan yang melahirkan Protestanisme. Gaya Barok dikaitkan dengan menguatnya kekuasaan kepausan sebagai pimpinan tertinggi agama Katolik di dunia, dalam hal agama, politik, dan juga kesenian.


Karakteristik
Kecenderungan inspirasi religius masih berlanjut, terutama dengan patron dari kalangan Gereja. Tema lain adalah lukisan potret, landscape dan still life.
Tampilan gaya Barok cenderung penuh emosi dan gerak yang energik. Aspek gerak dan ruang menjadi perhatian utama.
Masih mengejar kesempurnaan bentuk yang naturalistik, namun digambarkan dengan cara yang lebih dramatis, penuh emosi dengan beragam ekspresi.
Untuk menghasilkan suasana dramatis, digunakan pencahayaan dan warna-warna kontras, serta permukaan yang kaya tekstur.
Arsitektur dan interior tampil sangat megah, berat yang melanjutkan masa klasik namun lebih kaya akan ornamen.
Ornamen diterapkan secara penuh dan diinspirasi dari masa klasik yang banyak mengolah sulur-suluran, bunga-bunga, tetumbuhan dan lekukan-lekukan yang diterapkan secara agak berlebih dan seolah bergerak dinamis.

Anisya Rachmiati
Hanin Fadillah
Istie Maulydina
Rahman Yudistira
Perkembangan
Gaya Barok berkembang di seluruh Italia dan Perancis, Spanyol, Eropa Utara (Belgia, Jerman) dan Inggris dengan patron kalangan kerajaan.

Di Belanda perkembangan seni cenderung sekular (non religius).

Perkembangan
Di wilayah Eropa lainnya, terutama Jerman, seni Rococo masih berkembang pesat di kalangan istana.

Karakteristik
Tema lukisan biasanya para bangsawan yang sedang berkumpul di taman (fete galante – adegan hiburan yang elegan), atau dewa-dewa masa Klasik yang sedang bertemu.
Tema-tema ini dikemas dalam pemaknaan yang ringan, indah, suasana damai, penuh fantasi dan keanggunan yang penuh gerak.
Teknik lukis masih menggunakan pendekatan naturalistik.
Berbeda dengan Barok yang menggemari pewarnaan kontras yang cenderung gelap untuk dramatisasi, maka Rococo banyak menerapkan warna-warna pastel untuk penggambaran suasana yang lembut.
Ornamen cenderung melebihi Baroque, kaya akan lekuk-lekuk sulur yang seolah bergerak sangat dinamis.
Antoine Watteau | The Love Song|1717

Terdapat sentuhan eksotis dari belahan dunia lain, seperti China. Karya yang mendapat pengaruh seni budaya China disebut juga ‘Chinoiserie’. Ini muncul, baik pada arsitektur, desain taman, karya lukisan, fashion,furniture, kerajinan maupun ornamen.
Kegemaran akan Chinoiserie berkembang di Perancis dan Inggris sekitar 1720.

Chinoisserie

Francois Boucher |An Autumn Pastoral
|1749

Seni Lukis Rococo
Jean Honore Fragonard
| Happy Accidents of The Swing |1767

Elisabeth Vigee Lebrun
| Self portrait|1790

Seni Lukis Barok
Caravaggio
|Judith Slaying Holofernes | 1598/Italia
Rembrandt van Rijn
The Anatomy Lesson of Dr. Nicolaes Tulp | 1632/Belanda
Seni Patung (Italia)
Gianlorenzo Bernini | 1645-62
The Ecstasy of St. Teresa

Gianlorenzo Bernini | 1632 David
Sir Christopher Wren
| St. Paul’s Cathedral
|1675-1710 /Inggris
ARSITEKTUR DAN INTERIOR
Gianlorenzo Bernini | 1632
Baldacchino, St. Peter’s Bassillica
/Italia


Hardouis Mansart, Louis le Vau
| Versailles Palace
|1669-85/ Prancis
Inspirasi Ornamen
Teknik Marquetry
Monogram yang menjadi identitas kepemilikan
Pengertian
Latar Belakang Seni Rococo
Pada 1648 Louis XIV mendirikan Royal Academi of Painting and Sculpture untuk pembinaan kesenian Perancis. Muncul ‘salon’, yaitu tempat bersosialisasi bagi kaum menengah atas yang bercita rasa tinggi. Salon biasanya dikelola oleh seorang ‘hostess’(nyonya rumah). Tempat-tempat ini biasanya didesain dengan mewah yang menyediakan jamuan, musik serta atmosfer kalangan atas. Di tempat ini juga dipamerkan lukisan-lukisan yang dihasilkan seniman


Karena biasa tinggal di kastil yang berdesain mewah, sementara rumah di perkotaan biasanya biasa saja dan kurang teratur, maka kaum terpandang berusaha mendesain rumahnya dengan taman yang indah, tata letak dan dekorasi yang sangat dipertimbangkan. Sehingga profesi arsitek dan desainer interior sangat berkembang pesat.

ARSITEKTUR DAN INTERIOR
Catherine Palace, Tsarkoye Selo|
Rusia
Cermin Rokoko dan pekerjaan plesteran di Schloss Ludwigsburg menampilkan karakter serta cara penggabungan material dan bentuk yang anti-arsitektural
Inspirasi Ornamen
Rocaille
Bentuk organik yang berlekuk-lekuk.

Stilasi daun Achantus

Tokoh Terkenal
Johan Sebastian Bach (Komponis)
Lahir tanggal 21 Maret 1685 di Eisenach Jerman, meninggal tanggal 28 Juli 1750 di Lipzig Jerman. Hasil karyanya yang amat indah dan terkenal:

1. St. Mathew Passion.
2. Misa dalam b minor.
3. 13 buah konser piano dengan orkes
4. 6 buah Konserto Brandenburg

Gubahan-gubahannya mendasari musik modern. Sebastian Bach menciptakan musik Koral (musik untuk Khotbah Gereja) dan menciptakan lagu-lagu instrumental. Pada akhir hidupnya Sebastian Bach menjadi buta dan meninggal di Leipzig

Seni Musik
Musik Barok adalah musik klasik barat yang digubah pada Zaman Barok (Baroque), kira-kira antara tahun 1600 dan 1750. Kata "Barok" berarti "mutiara yang tidak berbentuk wajar", hal ini sangat cocok dengan seni dan perancangan bangunan pada era itu. Kata “Barok” pada akhirnya juga dipakai untuk jenis musik pada saat itu.
Ciri-ciri dari musik Barok, antara lain:
Melodi cenderung lincah.
Banyak menggunakan ornamen.
Ada dinamik forte dan piano.
Harmoni dua nada atau lebih berbunyi bergantian (polifonik/kontrapung).
Lazimnya hanya mencerminkan satu jenis emosi saja.
Beberapa Komponis zaman Barok dan Rococo:
George Fredrick Haendel
Lahir di Halle Saxony 23 Februari 1685 di London, meninggal di London tanggal 14 April 1759. Semasa kecilnya dia sudah memperlihatkan bekat keahlian dalam bermain musik. Pada tahun 1703,ia pindah ke Hamburg untuk menjadi anggaota Orkes Opera. Tahun 1712 ia kembali mengunjungi Inggris. Hasil ciptaannya yang terkenal adalah ;

1. Messiah, yang merupakan Oratorio (nama sejenis musik) yang terkenal.
2. Water Musik (Musik Air).
3. Fire Work Music (Musik Petasan).
Kemajuan musik pada zaman pertengahan ditandai dengan munculnya aliran-aliran musik baru, diantaranya adalah aliran Barok dan Rokoko. Kedua aliran ini hamper sama sifatnya, yaitu adanya pemakaian Ornamentik (Hiasan Musik). Perbedaannya adalah bahwa musik Barok memakai Ornamentik yang deserahkan pada Improvisasi spontan oleh pemain, sedangkan pada musik Rokoko semua hiasan Ornamentik dicatat.
SMA NEGERI 1 CILEUNGSI
2014/2015
12 IPS 2
Full transcript