Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

PERENCANAAN DALAM MANAJEMEN LOGISTIK

No description
by

Alivia Maulida

on 5 February 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of PERENCANAAN DALAM MANAJEMEN LOGISTIK

MANAJEMEN LOGISTIK
"SIMULASI DISKRIT UNTUK EVALUASI DAN PERBAIKAN MANAJEMEN
LOGISTIK OBAT DI RUMAH SAKIT
(STUDI KASUS RUMAH SAKIT XYZ)"

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
BAB 3. TINJAUAN KASUS
BAB 4. PEMBAHASAN
oleh
kelompok 5
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMBER
2013

Secara singkat, logistik adalah bagian dari kegiatan pengadaan yang terkait dengan fungsi pengendalian, sediaan, penggudangan, transportasi, penjaminan dan pengendalian mutu.
Agar dapat terselenggara dengan baik dan dapat berjalan dengan efektif dan efisien maka logistik harus dikelola dengan baik melalui managemen logistik.
Managemen logistik dapat didefinisikan sebagai Planning ,Organizing, Staffing, Leading, dan Controlling dalam kegiatan yang terkait dengan pengadaan, pendistribusian, penggunaan, pemeliharaan dan penghapusan barang dan jasa untuk mendukung kegiatan fungsi-fungsi utama dalam pencapaian tujuan organisasi (Adiatama, 2002).
Menurut Muninjaya (1999), keberhasilan pengelolaan logistik rumah sakit tergantung pada kompetensi dari manajer logistik rumah sakit.
Pengelolaan obat di rumah sakit sangat penting karena ketidakefisienan akan memberikan dampak negatif terhadap rumah sakit, baik secara medis maupun ekonomis.
Pengelolaan obat berhubungan erat dengan anggaran dan belanja rumah sakit. Secara nasional biaya obat sebesar 40-50% dari jumlah operasional pelayanan kesehatan.
Pengelolaan perbekalan farmasi merupakan suatu siklus kegiatan dimulai dari pemilihan, perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, penghapusan, administrasi dan pelaporan serta evaluasi yang diperlukan bagi kegiatan pelayanan.
Salah satu logistik yang dibutuhkan dalam perjalanan rumah sakit adalah mengenai obat-obatan.
Dengan meningkatnya pengetahuan dan ekonomi masyarakat menyebabkan makin meningkat pula kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kefarmasian.
Untuk mengoptimalkan penggunaan obat, diperlukan perencanaan agar dapat menjamin ketersediaan, keamanan dan keefektifan penggunaan obat.
Hamid (2005) menyatakan bahwa pembekalan barang farmasi memerlukan suatu pengelolaan secara cermat dan penuh tanggung jawab.
Lebih dari 90% pelayanan kesehatan di RS menggunakan perbekalan farmasi (obat-obatan), dan 50% dari seluruh pemasukan RS berasal dari pengelolaan perbekalan farmasi.
Bagian logistik farmasi adalah bagian dari Unit Pelayanan Farmasi Rumah Sakit yang berfungsi sebagai sarana pengelola perbekalan farmasi yang digunakan di rumah sakit.
1.2 RUMUSAN MASALAH

1.3 TUJUAN
Beberapa hal penting yang belum dilakukan oleh Rumah Sakit XYZ:
1. pengambilan keputusan penting terkait manajemen persediaan seperti misalnya kapan harus memesan kepada pemasok, kapan harus mengirim ke unit-unit lain dalam rumah sakit, dan sebagainya;
2. keputusan terkait dengan tingkat stok minimal yang seharusnya selalu ada di tempat penyimpanan sehingga ketika persediaan sudah mencapai tingkat stok minimal pihak rumah sakit dapat segera melalukan pemesanan kepada pemasok.
Logistik merupakan penunjang keberhasilan pelayanan kesehatan di rumah sakit, karena logistik merupakan subsistem yang bertugas menyediaan barang dan bahan yang diperlukan untuk kegiatan operasional rumah sakit dalam jumlah, kualitas, dan pada waktu yang tepat sesuai kebutuhan dengan harga yang efisien (Darmanto, 1997)
Karena itu dibutuhkan MANAJEMEN LOGISTIK YANG TEPAT
Kegagalan manajemen logistik akan menurunkan kualitas pelayanan rumah sakit sehingga kepuasan pasienpun juga akan menurun.
Terjadi pada Rumah sakit XYZ
Salah satu tujuan manajemen logistik
Manajemen logistik dapat dicapai dengan biaya yang rendah
Rumah Sakit XYZ juga tidak mampu mencapai tujuan operasional dimana rumah sakit tidak mampu menyediakan material dalam jumlah yang tepat dan kualitas yang baik pada waktu yang di butuhkan.
Peneliti: Rumah Sakit XYZ seringkali tidak bisa memenuhi kebutuhan pasien sehingga pasien harus membeli sendiri di luar rumah sakit.
MEMPENGARUHI KUALITAS PELAYANAN
Pada dasarnya pengelolaan obat di farmasi rumah sakit meliputi
(Pudjaningsih & Santoso, 2006):
1. PERENCANAAN
2. Pengadaan
3. Penyimpanan
4. Distribusi
FUNGI PERENCANAAN: mencakup aktivitas dalam menentukan sarana-sarana, pedoman, pengukuran penyelenggaraan bidang logistik.
Rangkaian proses pembuatan daftar kebutuhan obat sejak dari pemilihan macam dan jumlah obat serta menghitung dana yang dibutuhkan kalau perlu sampai pada penyesuaian dengan dana yang ada, kemudian hasil akhir perencanaan adalah sebuah daftar perencanaan kebutuhan obat (Pudjaningsih & Santoso, 2006).
3 skenario yang ada pada penelitian merujuk pada penggunaan obat masa yang lalu atau permintaan rata-rata obat tiap unitnya. Hal ini jelas menunjukkan bahwa metode perencanaan yang digunakan adalah metode konsumsi.
Penelitian:
Metode perencanaan yang digunakan adalah metode konsumsi, yaitu dilakukan dengan mengevaluasi penggunaan obat masa yang lalu sebagai dasar penentuan perkiraan kebutuhan, kemudian disesuaikan dengan rencana strategis dari rumah sakit maupun farmasi rumah sakit, sehingga hasil akhir adalah suatu daftar kebutuhan obat.
Rumah Sakit XYZ tidak mempunyai dasar perencanaan kebutuhan obat. Maka disimpulkan bahwa rumah sakit tidak mampu memanajemen logistik terkait obat-obatan.
BAB 5. PENUTUP
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
Full transcript