Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Hubungan Berat Tas dan Bentuk Tas pada Siswa Sekolah Dasar N

No description
by

felicia susanti

on 19 November 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Hubungan Berat Tas dan Bentuk Tas pada Siswa Sekolah Dasar N

Main Idea
FOR YOUR ATTENTION
THANK YOU
copy and paste as needed and take advantage of an infinite canvas!

Pendahuluan

BAB III
BAB IV
BAB VI
BAB II
Hubungan Berat Tas dan Bentuk Tas pada Siswa Sekolah Dasar Negeri dan Swasta dengan Faktor Ketidaknyamanan dan Kelengkungan Tulang Belakang
Sidang Karya Tulis Ilmiah
Rabu, 20 November 2013
Felicia Susanti

Latar Belakang
Peningkatan jam belajar siswa SD (kurikulum SD 2013)
Berat tas sekolah >5-20% berat tubuh menyebabkan: - keluhan ketidaknyamanan seperti nyeri bahu, pinggang dan punggung bawah
- memicu perubahan postur tubuh secara permanen seperti kifosis torak dan lordosis lumbar
Rumusan Masalah
Bagaimana Hubungan Berat Tas dan Bentuk Tas pada Anak Sekolah Dasar Negeri dan Swasta dengan Faktor Ketidaknyamanan dan Kelengkungan Tulang Belakang?
Tujuan Penelitian

Mengetahui hubungan berat tas dan bentuk tas pada anak Sekolah Dasar Negeri dan Swasta dengan faktor ketidaknyamanan dan kelengkungan tulang belakang.
Manfaat Penelitian
Akademik: menambah pengetahuan tentang hubungan berat tas dan bentuk tas pada siswa Sekolah Dasar Negeri dan Swasta dengan faktor ketidaknyamanan dan kelengkungan tulang
Masyarakat: Memberikan informasi dan acuan untuk evaluasi pengaturan jam belajar bagi masyarakat khususnya, orang tua murid dan pihak sekolah.
Pengembangan Penelitian: dapat dijadikan sebagai salah satu acuan untuk pengembangan penelitian lebih lanjut.
BAB I
Tinjauan Pustaka
Tulang Belakang
Terdiri dari tulang-tulang vertebra:


Bagian luar : tulang kortikal
Bagian dalam: tulang trabekuler dan pembuluh darah
Dihubungkan dengan diskus intervertebralis
Spinal Column
Elemen saraf dan sumsum tulang belakang
:
* sumsum tulang belakang:
memanjang dari dasar otak ke bawah melalui tulang belakang
dan berujung di bawah L1-L2 --> akar saraf cauda equina

* akar saraf:
Pada setiap tingkat tulang belakang terdapat
sepasang akar saraf.
Struktur Pendukung
(otot dan ligamen)
* penegak dan batang tubuh
* memungkinkan tubuh bergerak dengan posisi
yang berbeda-beda
* Ligamen: menghubungkan tulang dan untuk menjaga stabilitas tulang belakang.
Berat Tas
Penelitian di Milan, Italia pada siswa kelas 6 SD:
* Rata-rata berat tas : 9,3 kg - 12,5 kg
* Rata-rata per hari : 11,5 kg

Tas dorong:
- 80% lebih berat dari tas ransel
- Siswa akan mengangkat tas tersebut
Dampak:

Subluksasi vertebra: satu/lebih tulang vertebra keluar dari posisi seharusnya

penekanan pada nervus spinal

keluhan sakit leher, sakit punggung, dan sakit kepala
Penelitian di Houston, Amerika Serikat:

*
60% pelajar

memiliki keluhan

ketidaknyamanan

karena membawa tas
dari sekolah dan menuju sekolah.

* Prevalensi keluhan nyeri meningkat pada:
- siswa perempuan usia 12-13 tahun
- siswa laki-laki usia 13-14 tahun
Bentuk Tas
Korovesis
et al:
tas 1 lengan/ 2 lengan memepengaruhi tingkat nyeri.


Pascoe
et al:
tas 2 lengan mengurangi risiko perubahan bentuk tulang belakang dikemudian hari.
Ketidaknyamanan
Penenelitian di Southern California, Amerika Serikat (2004) pada anak usia 10-19 tahun:
*
41.3% -->merasa nyeri ketika membawa ransel
Penelitian di yunani pada siswa usia 9-15 tahun:
* angka tertinggi -->
usia 11 tahun
Penelitian di Malaysia pada siswa kelas 2 dan 5 SD:
*
semakin tinggi kelas maka keluhan nyeri semakin tinggi di punggung bawah
American Chiropractic Association:

Nyeri yang berkepanjangan --> tanda dari perubahan postural seperti skoliosis, kifosis dan masalah muskuloskeletal lainnya yang akan timbul ketika anak tersebut sudah dewasa
Etiologi lain:

- Cara duduk
- Bentuk kursi
Kifosis
Journal of Pediatric Orthopaedics:
kelengkungan ekstrim dari punggung bagian atas yang kemudian dikenal sebagai punggung bungkuk.


Jika kurva melebihi 50 derajat dianggap tidak normal karena standar kelengkungan normal adalah 20 derajat -50 derajat
Jenis-jenis
1. Kifosis postural
* kifosis yang paling banyak ditemui
* disebabkan kelengkungan yang berlebih pada lengkung normal tulang belakang
2. Kifosis Scheuermann
* mempengaruhi bagian atas tulang belakang dan dapat terjadi di bagian bawah punggung
* menyebabkan nyeri khususnya di puncak/apex curve.
3. Kifosis kongenital
* tulang belakang tidak berkembang dengan baik pada saat janin masih dalam kandungan


Faktor Risiko
Usia: semakin tua usia --> semakin besar resiko

Jenis kelamin: wanita > pria, dengan perbandingan 2:1

Obesitas: memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami surgical site infection jika menjalani terapi pembedahan
Tata laksana:
* Pembedahan
* Terapi fisik
Diagnosa:
* Radiologi
* Fisik: menggunakan Debrunner Kyphometer, goniometer, inklinometer, dan penggaris fleksibel
Cara Pengukuran
Metode Cobb:
menggunakan perhitungan melalui tegak lurus dari bagian tengah tulang T4 (atas) dan T9 (bawah), kemudian sudut diantara kedua garis yang terbentuk dihitung
Metode Harrison Tangent Posterior:
mengukur kelengkungan tulang belakang T1 dan T12 di bagian posterior dengan menarik garis sejajar dari tulang tersebut Sudut dihitung dengan goniometer
Kerangka Teori
Kerangka Konsep
Definisi Operasional
Hipotesis
Terdapat hubungan antara berat tas dan bentuk tas pada siswa Sekolah Dasar Negeri dan Swasta dengan faktor ketidaknyamanan tulang belakang dan kelengkungan tulang belakang.

Definisi: Wadah tertutup yang dapat dibawa ke sekolah dan digunakan untuk membawa buku, alat tulis, dan keperluan sekolah lainnya
Tas Sekolah
Definisi: Berat dari tas sekolah dengan satuan kilogram

Cara ukur: Menimbang

Alat Ukur: Timbangan berat badan manual (analog)

Hasil Ukur: a. <=20% dari berat badan
b. >20% dari berat badan
Berat Tas
Bentuk Tas
Definisi: dapat berupa
Backpack
Messenger bag
School trolley bag
Cara Ukur: Pengamatan
Hasil :
a. Backpack
b. Messenger bag
c. School trolley bag
Definisi: Adanya rasa tidak nyaman di punggung bawah, leher, bahu, dan bagian tubuh lainnya.

Cara Ukur: Wawancara

Alat Ukur: Kuesioner Muskuloskeletal Nordic

Hasil Ukur:
A. Tidak sakit (dapat melaksanakan aktivitas tanpa keluhan)
B. Agak sakit (dapat melaksanakan aktivitas meskipun kadang-kadang sakit)
C. Sakit (tetap dapat melakukan aktivitas meskipun tidak sempurna)
D. Sangat sakit (merasakan sakit dan tidak dapat melakukan aktivitas)
Ketidaknyamanan
Definisi: Kelengkungan torakal tulang belakang

Cara Ukur:
meminta siswa untuk menunduk agar teraba C7
menentukan T1 yang berada satu processus spinosus di bawah C7. Posisi T1 ditentukan sebagi titik 0 derajat
Kemudian menghitung processus spinosus dari T1 hingga T12
Ujung goniometer lainnya diletakan di T12

Alat ukur: Goniometer

Hasil Ukur:
normal: 20o-50o
kifosis: >50o
lainnya: <20o


Kelengkungan Tulang Belakang
Metodologi Penelitian
Lokasi: SDN 01 Pagi Pluit dan SD Pluit Raya

Waktu: 19-20 Juli 2013 dan 22-24 Juli 2013
Lokasi dan Waktu Penelitian
Metode yang digunakan:

*penelitian cross sectional retrospektif dengan statistik deskriptif dan observasi analitik dengan mencari besar masalah.

*Penelitian dilaksanakan dengan wawancara dengan menggunakan kuesioner, pengukuran serta pengamatan.
Disain Penelitian
Populasi target
siswa Sekolah Dasar Negeri dan Swasta kelas 1 s/d 6 di Jakarta Utara

Populasi terjangkau
siswa SDN Pluit 01 Pagi dan SD Pluit Raya kelas 1 s/d 6 pada tahun ajaran 2013/2014

Sampel
siswa kelas 1,3, dan 6 SDN Pluit 01 Pagi dan SD Pluit Raya yang sesuai dengan kriteria inklusi yang sudah ditentukan.
Populasi dan Sampel
Pemilihan sampel dilakukan dengan cara non-probability sampling yaitu purposive sampling.

Mengetahui jumlah populasi terjangkau siswa sekolah dasar kelas 1 s/d 6 pada tahun ajaran 2013/2014.

Mengetahui jumlah sampel siswa sekolah dasar kelas 1,3, dan 6 pada tahun ajaran 2013/2014.

Menentukan secara spesifik kelas yang akan digunakan sebagai sampel.

Seluruh siswa pada kelas yang terpilih akan menjadi sampel penelitian.
Cara Pengambilan Sampel
Perhitungan Jumlah Sampel
Menggunakan rumus Slovin menurut Notoadmojo, 2005
Maka diperoleh:
SDN Pluit 01 Pagi = 79,167 = 80 siswa
SD Pluit Raya = 67,532 = 68 siswa

Untuk mencegah drop out dalam penelitian ini maka responden ditambah 25% dari jumlah responden yang ada

SDN Pluit 01 Pagi: 80 + (0,25 x 80) = 80 + 20 =
100 siswa
SD Pluit Raya : 68 + (0,25 x 68) = 68 + 17 =
85 siswa

Total sampel siswa kelas 1, 3, dan 6 yang diambil adalah
185 siswa.
Jumlah Sampel pada Penelitian
* SDN 01 Pagi Pluit :

85 siswa
* SD Pluit Raya :

75 siswa
Kriteria Responden
Kriteria Inklusi
Mendapat ijin orang tua sebelum dimulai penelitian.
Memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dua arah dengan pewawancara.
Kriteria Eksklusi
Tidak dapat membawa tas sekolahnya ke sekolah.

Memiliki penyakit kongenital pada tulang belakang.

Tidak mendapat ijin orang tua.

Mengalami keterbatasan untuk diwawancarai (tunarungu dan tunawicara).
Cara Pengambilan Data
Wawancara --> pendataan secara lengkap tentang responden

Responden menimbang berat badan

Responden menimbang berat tas selama 5 hari

Bentuk tas tidak diganti selama penelitian

Dihitung sudut tulang belakangnya

Peneliti melakukan penilaian ketidaknyamanan dan kelengkungan tulang belakang --> dibandingkan dengan skala yang sudah ada untuk menilai keadaan responden
Menggunakan program SPSS versi 15.0

Pemasukan data menggunakan tabel dan pengolahan data dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
* Pengolahan data: Editing (memeriksa kelengkapan data)
* Coding (memindahkan data ke dalam kartu kode)
* Data Entry ( pemasukan data)
* Cleaning (pembersihan data)
* Analisis data:
Uji univariat: data deskriptif
Uji bivariat : Uji Chi Square (data kategorik) atau uji alternatifnya uji Kolmogorov-Smirnov
Pengolahan dan Analisis Data
BAB V
Hasil
dan
Pembahasan

Data Deskriptif
Hasil Analisis Bivariat SDN 01 Pagi Pluit
Analisis Bivariat SD Pluit Raya
Analisis Bivariat
Data SDN 01 Pagi Pluit dan Data SD Pluit Raya
Hubungan berat tas dengan faktor ketidaknyamanan tulang pada siswa Sekolah Dasar Negeri dan Swasta
SDN 01 Pagi Pluit: p=0.188
p>0.05
SD Pluit Raya : p=0.56


Tidak terdapat hubungan berat tas dan faktor ketidaknyamanan pada kedua sekolah tersebut.
97,5% siswa --> membawa tas yang beratnya <= 20% BB

Perbedaan jam belajar yang nyata --> Indonesia: 675 jam pembelajaran/tahun
--> Amerika : 900 jam pembelajaran/tahun

Ketidaknyamanan
--> kebiasaan duduk di depan televisi ataupun komputer selama lebih dari dua jam per hari (University Putra Malaysia)
--> lebih banyak ditimbulkan ketika seseorang duduk atau berdiam pada waktu yang lama (Systematic review Int Arch Occup Environ Health)
--> faktor psikososial: kelelahan, stres, dan memiliki sifat yang cenderung mudah marah, hiperaktif
Hubungan berat tas dengan kelengkungan tulang belakang pada siswa Sekolah Dasar Negeri dan Swasta
SDN 01 Pagi Pluit: 1.000
p>0.05
SD Pluit Raya : 1.000


Tidak terdapat hubungan antara berat tas dengan kelengkungan tulang belakang pada responden

Kelengkungan tulang belakang normal: 86.9%
Kelengkungan tulang kifosis: 10% responden Kelengkungan tulang <20 o : 3,1% responden


Responden dalam penelitian ini, tidak ditemukan memiliki kelainan kongenital tulang belakang.



Mendukung kesimpulan tidak adanya keterkaitan antar berat tas dengan kelengkungan tulang belakang khususnya kifosis,
Hubungan bentuk tas dengan faktor ketidaknyamanan
pada siswa Sekolah Dasar Negeri dan Swasta
SDN 01 Pagi Pluit: p=1.000
p>0.05
SD Pluit Raya : p=0.906




Tidak terdapat hubungan antara bentuk tas dengan faktor ketidaknyamanan pada responden
Backpack : 92.5%
School trolley bag: 5.6%
Messenger bag : 1.9%

Penggunaan jenis tas yang berbeda memberikan dampak yang berbeda pula terhadap ketidaknyamanan

Penggunaan backpack 2 lengan akan mengurangi ketidaknyamanan karena keseimbangan beban dapat dibagi sama rata pada kedua bahu.
Ketidaknyamanan dapat diturunkan jika backpack memiliki ikat pada pinggang --> 90% beban tas akan dipindahkan ke panggul

Penggunaan messenger bag --> beban tas hanya ditanggung oleh 1 sisi bahu

Ketidaksimetrisan batang tubuh

Professor Gregory Kolt (University of Western Sydney):
penggunaan backpack yang tidak sesuai akan membuat otot menjadi cepat lelah karena spasme dan nyeri --> mengalami cidera pada saat dewasa kelak
Hubungan bentuk tas dengan kelengkungan tulang belakang pada siswa Sekolah Dasar Negeri dan Swasta
SDN 01 Pagi Pluit: p=1.000
p>0.05
SD Pluit Raya : p=1.000
Tidak adanya hubungan antara bentuk tas dengan kelengkungan tulang belakang pada responden
Pernyataan tersebut senada dengan fakta bahwa mayoritas responden yang menggunakan jenis tas backpack --> kelainan kelengkungan tulang belakang pada responden menjadi lebih minimal atau tidak ada sama sekali.

Penggunaan backpack --> menurunkan risiko ketidaknyamanan --> kelainan kelengkungan tulang belakang dibandingkan dengan jenis tas messenger bag.
Hubungan Sekolah Dasar Negeri dan Swasta mengenai berat tas, bentuk tas, faktor ketidaknyamanan, dan kelengkungan tulang belakang
Berat tas : p=1.000
Bentuk tas : p=0.937 p>0.05
Kelengkungan tulang belakang: p=0.598
Faktor ketidaknyamanan : p=0.000 p<0.05


Tidak terdapat perbedaan berat tas, bentuk tas, dan kelengkungan tulang belakang, tetapi terdapat perbedaan faktor ketidaknyamanan pada siswa Sekolah Dasar Negeri dan Swasta
Mayoritas siswanya membawa tas <=20% berat badan
SDN 01 Pagi Pluit: 98.8%
SD Pluit Raya : 96%


Keseragaman kurikulum Sekolah Dasar yang ditetapkan oleh Kementrian Pendidikan melalui Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta

mempengaruhi jumlah barang yang dibawa oleh para siswa untuk menunjang aktivitas belajar di sekolah.
Berat Tas
Tas Backpack:
SDN 01 Pluit Pagi: 97.6%
SD Pluit Raya : 96%

Kecenderungan penggunaan tas jenis backpack ini dipengaruhi oleh kepopuleran jenis tas backpack dibandingkan jenis tas lainnya di kalangan siswa Sekolah Dasar
Bentuk Tas
SDN 01 Pagi Pluit: 81.2%
SD Pluit Raya : 93%
memiliki kelengkungan tulang belakang yang normal.
Kelengkungan Tulang Belakang
SDN Negeri 01 Pagi Pluit: 18.8%
SD Pluit Raya : 60%

Menurut Kamus Oxford:
ketidaknyamanan merupakan keadaan yang
tidak menyenangkan
baik dipengaruhi oleh psikologis maupun somatis yang
bersifat subjektif
sehingga terdapat perbedaan perspektif pada setiap orangnya
Ketidaknyamanan
Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
1. Tidak terdapat hubungan berat tas dengan faktor ketidaknyamanan pada siswa Sekolah Dasar Negeri dan Swasta.

2. Tidak terdapat hubungan berat tas dengan kelengkungan tulang belakang pada siswa Sekolah Dasar Negeri dan Swasta.

3. Tidak terdapat hubungan bentuk tas dengan faktor ketidaknyamanan pada siswa Sekolah Dasar Negeri dan Swasta.

4. Tidak terdapat hubungan bentuk tas dengan kelengkungan tulang belakang pada siswa Sekolah Dasar Negeri dan Swasta.

5. Tidak terdapat perbedaan antara Sekolah Dasar Negeri dan Swasta mengenai berat tas, bentuk tas, dan kelengkungan tulang belakang.

6. Terdapat perbedaan antara Sekolah Dasar Negeri dan Swasta mengenai keluhan ketidaknyamanan.

Saran
Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan perbaikan berupa:

1. Penelitian dilakukan secara berkelanjutan dengan responden yang sama sejak kelas 1 sampai dengan kelas 6 untuk melihat perubahan yang terjadi (Studi Kohort).

2. Jumlah sampel lebih besar sehingga dapat dilakukan pengambilan sampel dengan teknik random sampling agar hasil penelitian lebih representatif.

3. Jumlah sekolah yang digunakan sebagai sampel lebih banyak dan variatif.

4. Jumlah sampel dibedakan antara laki-laki dan perempuan.

5. Menggunakan metode pengukuran kelengkungan tulang belakang yang lebih sahih untuk mengurangi bias peneliti.
KUESIONER
Daftar Pustaka (1)
Kurikulum 2013: Waktu Sekolah SD Tambah 10 Jam | nasional | Tempo.co [Internet]. [cited 2013 Mar 28]. Available from: http://www.tempo.co/read/news/2012/12/10/173446969/Kurikulum-2013-Waktu-Sekolah-SD-Tambah-10-Jam
2. Rateau MR. Use of Backpacks in Children and Adolescents: A Potential Contributor of Back Pain. Orthop Nurs. 2004 Apr;23(2):101–5.
3. Dockrell S, Simms C, Blake C. Schoolbag weight limit: can it be defined? J Sch Health. 2013 May;83(5):368–77.
4. O’Day K. Researchers explore backpack connection to back pain. Biomechanics. 2008 Sep;15(9):39–40,42,44–5.
5. Pinto D, Cleland J. Authors’ Response to Dr. Simons. J Man Manip Ther. 2007;15(3):E70–E71.
6. Moore MJ, White GL, Moore DL. Association of Relative Backpack Weight With Reported Pain, Pain Sites, Medical Utilization, and Lost School Time in Children and Adolescents. J Sch Health. 2007 May;77(5):232–9.
7. Spine Injuries and Disorders [Internet]. [cited 2013 Mar 29]. Available from: http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/spineinjuriesanddisorders.html
8. Spinal Anatomy | Vertebral Column [Internet]. SpineUniverse. [cited 2013 May 21]. Available from: http://www.spineuniverse.com/anatomy/vertebral-column
9. Schroeder K. Backpack safety. Educ Dig. 2002 Nov;68(3):71–3.
10. Cottalorda J, Bourelle S, Gautheron V. Effects of Backpack Carrying in Children. Orthopedics. 2004 Nov;27(11):1172–7.
11. Negrini S, Politano E, Carabalona R, Tartarotti L, Marchetti ML. The backpack load in schoolchildren: clinical and social importance, and efficacy of a community-based educational intervention: A prospective controlled cohort study. Eur Medicophysica. 2004 Sep;40(3):185–90.
12. Korovessis P, Koureas G, Zacharatos S, Papazisis Z. Backpacks, back pain, sagittal spinal curves and trunk alignment in adolescents: a logistic and multinomial logistic analysis. Spine. 2005 Jan 15;30(2):247–55.
13. Two Weeks Until National School Backpack Awareness Day; Studies Show 6 in 10 Students Suffer Chronic Back Pain Related to Backpacks. PR Newswire. New York, United States; 2006 Sep 6;n/a.
14. Ismail SA, Tamrin SBM, Hashim Z. The Association between Ergonomic Risk Factors, RULA Score, and Musculoskeletal Pain among School Children: A Preliminary Result. Glob J Heal Sci. 2009 Oct;1(2):73–84.

Daftar Pustaka (2)
Fitriningsih, Haryono, Widodo. Hubungan Umur, Beban Kerja dan Posisi Duduk Saat Bekerja dengan Keluhan Nyeri Punggung Pada Pengemudi Angkutan Kota di Kabupaten Womosobo Jawa Tengah. 2011 Jun;
16. Denny Nurkertamanda, Singgih Saptadi, Dani Dwi Herviyani. Perancangan Meja dan Kursi Anak Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QDF) dengan Pendekatan Athropometri dan Bentuk Fisik Anak. 2006 Jan;
17. Crawford JO. The Nordic Musculoskeletal Questionnaire. Occup Med. 2007 Jun 1;57(4):300–1.
18. Kyphosis - Definition and More from the Free Merriam-Webster Dictionary [Internet]. [cited 2013 May 21]. Available from: http://www.merriam-webster.com/dictionary/kyphosis
19. Determination of “Normal” Thoracic Kyphosis: A Roentgenograp... : Journal of Pediatric Orthopaedics [Internet]. [cited 2013 Mar 29]. Available from: http://journals.lww.com/pedorthopaedics/Fulltext/2000/11000/Determination_of__Normal__Thoracic_Kyphosis__A.19.aspx
20. Kyphosis. 2012 Jun 17 [cited 2013 May 21]; Available from: http://emedicine.medscape.com/article/1264959-overview
21. Ristolainen L, Kettunen JA, Heliövaara M, Kujala UM, Heinonen A, Schlenzka D. Untreated Scheuermann’s disease: a 37-year follow-up study. Eur Spine J. 2012 May;21(5):819–24.
22. McMaster MJ, Singh H. Natural history of congenital kyphosis and kyphoscoliosis: A study of one hundred and twelve patients. J Bone Joint Surg Am. 1999 Oct;81(10):1367–83.
23. Tsirikos AI, McMaster MJ. Congenital Anomalies of the Ribs and Chest Wall Associated with Congenital Deformities of the Spine. J Bone Joint Surg Am. 2005 Nov;87(11):2523–36.

Daftar Pustaka (3)
24. Roussouly P, Pinheiro-franco JL. Biomechanical analysis of the spino-pelvic organization and adaptation in pathology. Eur Spine J. 2011 Sep;20:609–18.
25. Scheuermann Kyphosis. 2012 Oct 12 [cited 2013 May 21]; Available from: http://emedicine.medscape.com/article/1266349-overview
26. Kyphosis (Roundback) of the Spine-OrthoInfo - AAOS [Internet]. [cited 2013 May 21]. Available from: http://orthoinfo.aaos.org/topic.cfm?topic=A00423
27. Korovessis P, Petsinis G, Papazisis Z, Baikousis A. Prediction of thoracic kyphosis using the Debrunner kyphometer. J Spinal Disord. 2001 Feb;14(1):67–72.
28. Lee SW, Hong JT, Son BC, Sung JH, Kim IS, Park CK. Analysis of accuracy of kyphotic angle measurement for vertebral osteoporotic compression fractures. J Clin Neurosci Off J Neurosurg Soc Australas. 2007 Oct;14(10):961–5.
29. Harrison DE, Cailliet R, Harrison DD, Janik TJ. How do anterior/posterior translations of the thoracic cage affect the sagittal lumbar spine, pelvic tilt, and thoracic kyphosis? Eur Spine J. 2002 Jun;11(3):287–93.
30. Notoadmojo, S. Metodologi Penelitian Kesehatan. PT. Rineka Cipta; 2005.
31. Jim Hull. Time in school: How does the U.S compare? 1680 Duke St., Alexandria: The Center for Public Education; 2011.
32. Chen S, Liu M, Cook J, Bass S, Lo SK. Sedentary lifestyle as a risk factor for low back pain: a systematic review. Int Arch Occup Environ Health. 2009 Jul;82(7):797–806.
33. McAviney J, Schulz D, Bock R, Harrison DE, Holland B. Determining the relationship between cervical lordosis and neck complaints. J Manipulative Physiol Ther. 2005 Apr;28(3):187–93.
34. Congenital Spinal Deformity. 2012 Dec 8 [cited 2013 Oct 29]; Available from: http://emedicine.medscape.com/article/1260442-overview
35. FED: School bag style can be damaging: expert. AAP Gen News Wire [Internet]. Sydney, Australia; 2008 Jan 29 [cited 2013 Oct 29]; Available from: http://search.proquest.com/docview/448791555/14169E87EED35FD87E4/4?accountid=48149

Ketidaknyamanan
Full transcript