Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Saliva

No description
by

meirian purnomo

on 17 February 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Saliva

TUJUAN CARA KERJA CARA KERJA KESIMPULAN CARA KERJA 2. Protein SALIVA 6. Phospat Dari percobaan tersebut dapat disimpulkan
bahwa pH saliva berkisar antara 5,2 – 8,0.
didalam saliva terkandung protein, mucin, khlorida, sulfat, fosfat, kalsium, nitrit, dan thiocianat. Selain itu enzim ptyalin mengubah polisakarida menjadi monosakarida dan disakarida. Pencernaan Makanan > Mengetahui kandungan zat yang terdapat pada saliva
> Untuk mengetahui fungsi saliva yang diintegrasikan dalam pencernaan tubuh manusia ALAT 1. Corong
2. Tabung Reaksi
3. Pipet
4. Erlenmeyer
5. Kapas
6. Kain kasa
7. Water bath BAHAN 1. 20 ml saliva
2. Indikator Litmus
3. Indikator Phenolphetalein
4. Indikator merah congo
5. Fehling A & B
6. CH3COOH 5%
7. CuSO4 1%
8. NaOH 10%
9. HgCl 2%
10. Ferrichlorida 2%
11. HNO3 5% 1 2 3 4 5 6 7 12. Amonium Molibdat 2%
13. Amonium Oxalat Jenuh
14. AgNO3 1%
15. HCl 2% & 5%
16. Amilum 1%
17. BaCl2
18. H2SO4 5%
19. Lugol
20. Aquades
21. KI 1. pH dari saliva a. b. c. > PP : 8,3 - 10,00 --> tidak berwarna - merah
> Litmus : 5,0 - 8,0 --> merah - biru > Merah congo : 3,0 - 5,2 --> biru - ungu - merah
> pH dari saliva berkisar antara 6,0 dan 7,9 3. Mucin 4. Khlorida 5. Sulfat Jika endapan tidak segera terbentuk, diamkan kira-kira 10 menit dengan kadang-kadang diaduk dan dipanaskan 7. Kalsium 8. Nitrit CARA KERJA 9. Thiocianat CARA KERJA CARA KERJA Ptyalin 1. 1ml amilum + 2 tetes Fehling A & B
2. 1ml amilum + 2 tetes Fehling A & B lalu
panaskan
3. 2ml amilum + 0,5 ml saliva +
2 tetes Fehling A & B, lalu panaskan
4. 1ml amilum + 2 tetes lugol
5. 2ml amilum + 0,5 ml saliva + 2 tetes lugol HASIL KERJA 1. pH dari saliva
a. PP --> tidak berwarna --> pH 8,3
b. Litmus --> merah keburuan --> pH 5,0 -8,0
c. Merah congo --> merah --> pH 5,2 2. Protein
menjadi ungu, karena 2 ikatan
polipeptida bertemu protein
ikatan polipeptida. 3. Mucin
a. Larutan menjadi keruh
b. Larutan bening 4. Khlorida
terdapat endapan putih AgCl 5. Sulfat
terdapat endapan
putih 6. Phospat
terdapat endapan
kuning 7. Kalsium
terdapat endapan
putih 8. Nitrit
menjadi biru,
menandakan adanya iodium. 9. Thiocianat
menjadi orange HASIL KERJA HASIL KERJA Ptyalin 1. Perubahan warna jadi biru
2. Perubahan warna jadi biru
setelah dipanaskan. (-) tidak ada gula
pereduksi
3. Ada endapan setelah dipanaskan. (+)
ada gula pereduksi.
4. Perubahan warna jadi biru.
(+) memiliki monosakarida
5. Perubahan warna kuning
kecoklatan. (-) tidak memiliki
monosakarida, karena amilum
sudah dipecah untuk
ptyalin. PEMBAHASAN Pada percobaan khlorida, fungsi HNO3 untuk melarutkan garam-garam Ag. Pada percobaan sulfat, fungsi HCl2 untuk melarutkan garam barium selain BaSo4. Ptyalin adalah amilase yang terdapat dalam saliva. Ptyalin berfungsi untuk membuktikan enzim pada saliva. 1. Tuliskan reaksi kimia untuk pembuktian adanya nitrit dalam saliva.
2 NaNo2 + I2So4 --> Na2SO4 + 2 HNO3
2 KI + H2SO4 --> K2SO4 + 2H
2 HNO3 --> H2O + NO + On
2 HI + On --> H2 + I2
I2 + amilum --> Yodium amilum (biru)
-------------------------------------------------------------
2 NaNo2 + 2H2SO4 + 2KI --> Na2SO4 + K3SO4 + H2O + 2NO + I2 PERTANYAAN PERTANYAAN 2. Fenolftalein adalah suatu asam lemah :
HA H+ + A-
Mengingat pp mempunyai range 8,3-10 (ta berwarna s/d merah). Kesimpulan apa yang dapat diambil mengenai warna HA dan A- dari pp ?
Fenolftalein pp mempunyai range 8,3-10 yaitu warna HA dan A- dari pp menunjukkan sifat asam lemah. Hal ini terjadi karena adanya perubahan warna saliva menjadi merah. Saliva mempunyai pH berkisar 5,2-8. Jadi, pp dikatagorikan asam lemah. 3. Dalam percobaan saudara pp sebagai asam lemah bereaksi dengan apa dan kapan reaksi ini terjadi ?
Pp sebagai asam lemah bereaksi dengan saliva dalam percobaan. Reaksi berlangsung saat tabung reaksi berisi 1 ml saliva ditetesi 1 tetes larutan pp untuk pengukuran pH dari saliva. 4. Bagaimanakah hubungan normalitas dengan molaritas ?
Normalitas merupakan banyaknya zat dalam gram ekuivalen dalam 1 liter larutan, sedangkan molaritas adalah jumlah mol zat terlarut dalam 1 liter larutan. Maka, hubungna antara normalitas dengan molaritas dapat di tulis sebagai berikut
N = M x n
Ket : N = Normalitas
M = Molaritas
n = Valensi PERTANYAAN PERTANYAAN -ian- Saliva merupakan cairan yang sangat penting di rongga mulut yang dihasilkan oleh kelenjar saliva mayor dan minor. Saliva dapat membantu proses digestif (pencernaan makanan) dengan mencerna polisakarida menjadi monosakarida dengan bantuan enzim amilase. Saliva terdiri atas 99,5% air dan 0,5% substansi lainnya. Komposisi saliva terdiri dari komponen organik dan anorganik. Komponen organik yang terkandung di dalam saliva seperti urea, uric acid, glukosa, asam amino, asam laktat dan asam lemak. Makromolekul yang juga ditemukan di dalam saliva seperti protein, amilase, peroksidase, thiocyanate, lisozym, lemak, IgA, IgM, dan IgG. PEMBAHASAN Protein tersusun dari peptida-peptida sehingga membentuk suatu polimer yang disebut polipeptida. Setiap monomernya tersusun atas suatu asam amino. Asam amino adalah molekul organik yang memiliki gugus karboksil dan gugus amino yang mana pada bagian pusat asam amino terdapat suatu atom karbon asimetrik. Protein PEMBAHASAN Protein diperoleh dari makanan. Di sistem pencernaan protein akan diuraikan menjadi peptid peptid yang strukturnya lebih sederhana terdiri dari asam amino. Hal ini dilakukan dengan bantuan enzim. Protein PEMBAHASAN Mucin menyebabkan saliva kental sehingga viskositasnya lebih tinggi. Molekular tinggi mucin (MG1) dan molekular rendah mucin (MG2) telah diisolasi dari karakteristik biokimia merupakan glikpoprotein. MG1 dan MG2 adalah mucin yang dominan di dalam saliva, memberikan perlindungan sebagai pelumas dan anti mikroba jaringan mulut. Mucin PEMBAHASAN Enzim ptialin terdapat di dalam air ludah, dihasilkan oleh kelenjar ludah. Fungsi enzim ptialin untuk mengubah amilum (zat tepung) menjadi glukosa . Enzim ptialin dihasilkan oleh glandula parotis yang juga berada di sekitar kelenjar ludah. Ptyalin PEMBAHASAN Salah satu enzim yang diperlukan untuk pertumbuhan adalah amilase. Amilase dapat diartikan sebagai segolongan enzim yang merombak pati, glikogen dan polisakarida yang lain. Tumbuhan mengandung dan amilase, hewan memiliki hanya amilase, dijumpai dalam cairan pankreas dan juga (pada manusia dan beberapa spesies lain) dalam ludah. Amilase memotong rantai polisakarida yang panjang, menghasilkan campuran glukosa dan maltosa. Amilosa merupakan polisakarida yang terdiri dari 100-1000 molekul glukosa yang saling berikatan membentuk rantai lurus. Ptyalin PEMBAHASAN
Full transcript