Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Sistem Pernapasan manusia

No description
by

angela lky

on 23 February 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Sistem Pernapasan manusia

Apa itu Pernapasan
penggunaan gas (oksigen) untuk pembakaran atau oksidasi senyawa organik di dalam sel & menghasilkan energi, penggunaan energi serta pengeluaran zat sisa
Mekanisme Pertukaran O2 dan CO2
Mekanisme Pernapasan Manusia
Pernapasan Perut
Udara yang Digunakan dalam Pernapasan
Organ Pernapasan Manusia
Sistem Pernapasan manusia
Macam-macam pertukaran udara:
Pernapasan Secara Langsung
pertukaran gasnya langsung dari udara bebas (udara luar) dengan sel melalui permukaan tubuh.
misalnya: cacing tanah
Pernapasan Secara Tidak Langsung
pertukaran gasnya berlangsung dari udara bebas ke saluran pernapasan dan dari saluran pernapasan dengan bantuan sistem transpor yaitu darah, gas tersebut diangkut ke sel-sel jaringan tubuh
misalnya: manusia
Rongga Hidung
merupakan tempat masuknya udara pernapasan yang dilapisi selaput lendir, banyak ditumbuhi rambut dan banyak ujung saraf pembau
Penyaringan
adanya penyaringan ditujukan kepada benda-benda asing yang tidak berbentuk gas (debu) yang dibantu oleh rambut-rambut yang tumbuh ke arah luar hidung
adanya indra pembau memungkinkan gas-gas yang berbau tidak enak dan membahayakan tubuh dapat dihindari masuk ke dlam saluran pernapasan
Penghangatan
mengubah suhu udara agar sesuai dengan suhu tubuh dengan menggunakan
konka
yang banyak mengandung kapiler darah.
Laring / Pangkal Tenggorokan
Batang Tenggorokan
Paru-Paru
Laring tersusun oleh beberapa keping tulang rawan membentuk jakun. Keping tulang ini terdiri atas tulang lidah, katup, perisai, gelang, dan piala tulang rawan
Pada laring terdapat celah menuju batang tenggorok
glotis
Laring tertutup oleh katup pangkal tenggorok
epiglotis
Batang tenggorokan atau trakea merupakan pipa yang dindingnya terdiri atas 3 lapis:
Lapisan Luar terdiri atas jaringan ikat
Lapisan Tengah terdiri atas otot polos dan cincin tulang rawan
Lapisan Dalam terdiri atas jaringan epitel bersilia
Note

Jaringan epitel menghasilkan banyak lendir. Fungsi utamanya adalah untuk
menangkap
dan
mengembalikkannya
ke hulu saluran pernapasan benda-benda asing yang akan masuk ke paru-paru bersama udara pernapasan.
Paru-paru dibungkus oleh selaput pembungkus yaitu
pleura
(selaput tipis rangkap dua). Mengembang dan mengempisnya paru-paru disebabkan perubahan tekanan dalam rongga dada.
Bronkus
bronkiolus
Alveolus
cabang batang tenggorok
terdiri atas lapisan jaringan ikat, lapisan otot polos, cincin tulang rawan yang tidak berbentuk lingkar sempurna, serta lapisan jaringan epitel
merupakan cabang dari bronkus. salurannya lebih kecil dan dindingnya tipis. cincin tulang rawan juga semakin tipis dan lingkarannya tidak sempurna. sel-sel epitel bersilianya berubah menjadi sisik epitel
Frekuensi Pernapasan
Gangguan pada Sistem Pernapasan
Pernapasan pada Hewan
Udara Pernapasan -> udara yang masuk/keluar paru-paru sebagai akibat pernpasan biasa, disebut tidal volume (500 cc)
Udara Komplementer -> udara yang masih dimasukkan ke dalam paru-paru secara maksimal setelah inspirasi norma (1.500 cc)
Udara Cadangan -> udara yang masih dapat dikeluarkan secara maksimal setelah melakukan ekspirasi normal (1.500 cc)
Udara Residu -> udara yang masih tersisa di dalam paru-paru setelah melakukan ekspirasi maksimal (1.000 cc)
Kapasitas Vital Paru-Paru -> udara yang dapat ditembuskan semaksimal mungkin setelah melakukan inspirasi secara maksimal (jumlah udara pernapasan+udara komplementer+udara cadangan)
Volume Total Paru-Paru -> volume udara yang dapat tertampung secara maksimal di dalam paru-paru (kapasitas vital + volume residu)
Umur -
> makin bertambah umur seseorang akan makin rendah frekuensi pernapasannya, berhubungan dengan makin berkurangnya proporsi kebutuhan energi
Jenis Kelamin -
> proses metabolisme pada pria jauh lebih tinggi daripada wanita dikarenakan pria lebih banyak memerlukan energi, oksigen dan produksi CO2
Suhu Tubuh
-> makin tinggi suhu tubuh, semakin cepat frekuensi pernapasannya, berhubungan dengan peningkatan proses metabolisme
Posisi Tubuh
-> pada saat tubuh berdiri lebih diperlukan banyak oksigen dan diproduksi banyak CO2, maka frekuensi pernapasan meningkat dan sebaliknya pada keadaan duduk
Kegiatan Tubuh
-> orang yang lebih banyak melakukan aktivitas memerlukan banyak energi sehingga tubuh perlu meningkatkan frekuensi pernapasannya
Pernapasan Eksternal
Pernapasan dada
Yang berperan adalah otot-otot antarrusuk atau interkostal untuk menggerakkan tulang-tulang rusuk.


Inspirasi
Otot tulang rusuk bagian luar berkontraksi maka tulang rusuk terangkat sehingga volume rongga dada membesar. Akibatnya tekanan dalam paru-paru mengecil sehingga udara diluar mempunyai tekanan yang lebih besar masuk ke dalam paru-paru.
Ekspirasi
Bila otot-otot tulang rusuk bagian luar berelaksasi yaitu tulang rusuk dan tulang dada turun kembali sehingga volume rongga dada mengecil. Oleh karena itu tekanan bagian luar paru-paru lebih kecil daripada bagian dalam sehingga udara keluar dari paru-paru.
Yang berperan dalam pernapasan ini adalah otot diafragma (sekat antara rongga dada dan rongga perut)
Inspirasi
bila otot diafragma berkontraksi sehingga mendatar, maka rongga dada membesar. Oleh karena itu tekanan uara menjadi kecil sehingga udara masuk ke dalam paru-paru.
Ekspirasi
bila otot diafragma berelaksasi, maka rongga dada mengecil. Akibatnya tekanan di paru-paru membesar sehingga udara keluar dari paru-paru.
Merupakan saluran akhir dari sistem pernapasan. Alveolus berupa gelembung-gelembung udara. Pada bagian alveolus ini
terjadi pertukaran oksigen dari udara bebas ke sel-sel darah dan karbondioksida dari darah ke udara bebas.
Pertukaran ini terjadi secara difusi yang berhubungan dengan kapiler-kapiler darah. Pada paru-paru terdapat kurang lebih 300 juta alveolus.
Pernapasan Internal
pertukaran O2 dari udara bebas dalam rongga alveolus dengan CO2 dalam darah kapiler alveolus.
pertukaran oksigen dari kapiler darah dan karbon dioksida dari sel-sel jaringan tubuh
Darah yang telah dijernihkan hemoglobinnya dengan oksigen (oxihemoglobin), mengitari seluruh tubuh dan akhirnya mencapai kapiler, dimana darah bergerak sangat lambat. Sel jaringan memungut oksigen dari hemoglobin untuk memungkinkan sel melakukan oksidasi pernafasan, sebagai gantunya hasil dari oksidasi yaitu karbondioksida.
Bagaimana Prosesnya
Kelainan pada Saluran Pernapasan
Gangguan pada Dinding Alveolus
Gangguan pada Sistem Transpor
Bahaya Rokok
Pembengkakan Kelenjar Limfa
Beberapa kelenjar limfa yang cukup besar seperti amandel, polip, dan adenoid dapat mengalami pembengkakan sehingga terjadilah penyempitan saluran pernapasan dari rongga hidung hingga tekak
Penyempitan Saluran Pernapasan
Dapat terjadi karena bronkitis dan asma. Bronkitis adalah peradangan padatrakea, bronkus, maupun bronkiolus . Asma adalah menyempitnya saluran pernapasan yang terjadi karena otot polos penyusun dinding saluran berkontraksis terus-menerus yang berakibat pelebaran saluran pernapasan terganggu.
Rinitis dan Sinusitis
Rinitis adalah radang pada rongga hidung. Sinusitis adalah peradangan pada sebelah atas rongga hidung
Pleuritis
Pleuritis adalah pembengkakan yang terjadi pada selaput pembungkus paru-paru
Pneumonia
Pneumonia atau radang dinding alveolus disebabkan oleh infeksi bakteri
Diplococcus pneumonia
, ruangan alveolus terisi oleh cairan limfa
Tuberkulosis (TBC)
TBC adalah tumbuhnya bintil-bintil kecil pada dinding alveolus, disebabkan oleh infeksi
Mycobacterium tuberculosis
. Adanya bintil-bintil akan menghambat proses difusi oksigen & karbondioksida
Kemasukan Air
Bila alveolus kemasukan air (paru-paru basah/karena tenggelam), maka permukaan alveolus tempat terjadinya difusi akan tertutup oleh air, akibtaya pemaan oksigen ke dalam jaringan terganggu
Asfiksi adalah gangguan dalam proses transportasi oksigen ke jaringan atau penggunaan oksigen oleh jaringan. Penyebab asfiksi bisa jadi terletak dalam paru-paru, pembuluh darah ataupun sel / jaringan tubuh.Pada kasus tenggelam misalnya, alveolus bisa terisi air sehingga akan mengganggu transportasi oksigen ke dalam sel / jaringan.
Asfiksi
Difteri merupakan penyakit infeksi pada saluran pernapasan bagian atas yang disebabkan oleh
Corynebacterium diphtheriae.
Racun bacteri yang menyebar melalui aliran darah dapat merusak selaput jantung, menimbulkan demam, kelelahan dan kadang lumpuh bahkan bisa sampai menyebabkan meninggal dunia.
Difteri
Emfisema merupakan suatu kondisi non infeksi dimana permukaan alveolus menjadi meluas berlebihan dan mengakibatkan penggelembungan paru-paru yang berlebihan akibatnya pernapasan menjadi bertambah sulit.
Emfisema
Faringitis berupa peradangan pada faring yang disebabkan oleh infeksi bacteri atau virus tertentu. Peradangan dapat juga terjadi akibat terlalu banyak merokok. Tanda umum, rasa sakit saat menelan makanan, dan kerongkongan terasa kering sekali.
Faringitis
Kanker paru-paru merupakan tumor ganas yang sering terbentuk di dalam epitel bronkhial. Banyak dialami oleh laki-laki usia tengah tua yang banyak merokok.
Kanker Paru-Paru

Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida.
Tar

adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket & menempel pada paru-paru.
Nikotin

adalah zat adiktif yang mempengaruhi sarafdan perderan darah (mampu memicu kanker paru-paru)
Karbon monoksida

adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.

Pernapasan pada Hewan Bersel Satu
Pernapasan Melalui Permukaan Tubuh
Pernapasan Pada Serangga
Pernapasan Pada Katak
Pernapasan Pada Burung
Pernapasan pada Ikan
Ikan memiliki alat pernapasan berupa insang. Insang digunakan dikarenakan ikan hidup di dalam air. Insang terdapat di sisi kanan dan kiri kepala. Insang juga berfungsi sebagai alat ekskresi dan alat transportasi garam-garam.

Fase
inspirasi
diawali dengan membukanya mulut ikan. Kemudian air masuk ke dalam rongga mulut. Insang akan menutup seningga air akan mengalir ke dalam insang. Fase
ekspirasi
ikan terjadi pada waktu mulut ikan tertutup. Air akan masuk melalui celah insang dan terjadi pertukaran gas disana. Darah akan mengikat oksigen dan melepas karbon dioksida ke dalam air.
Sistem pernapasan burung terdiri dari lubang hidung, paru-paru, trakea, kantung udara depan, dan kantung udara belakang. Kantung udara berfungsi sebagai alat pernapasan pada saat terbang, membantu memperbesar ruang siring sehingga memperkeras suara, mengatur berat jenis tubuh, dan mengatur suhu tubuh.
Saat Terbang
Fase inspirasi saat terbang terjadi pada waktu sayap diangkat. Pada saat sayap terangkat, kantung udara pada pangkal lengan mengembang, sehingga udara masuk ke kantung udara perut. Kemudian, udara dialirkan ke paru-paru dan sebagian masuk ke dalam kantung udara, sehingga darah dapat mengambil oksigen dari paru-paru.

Fase ekspirasi saat terbang terjadi pada waktu sayap diturunkan. Pada saat sayap diturunkan, kantung udara pada pangkal lengan mengempis, sehingga kantung udara dada mengembang dan mendorong udara keluar, sehingga terjadi pergantian udara.
Saat Istirahat
Fase inspirasi saat istirahat terjadi dengan diawalinya pergerakan tulang rusuk ke depan sehingga rongga dada membesar dan paru-paru mengembang. Hal tersebut menyebabkan udara dapat masuk ke paru-paru. Sebagian udara yang kaya oksigen ini akan diambil paru-paru dan sebagian lagi akan masuk ke kantung udara belakang. Udara yang miskin oksigen akan masuk ke kantung udara depan.

Fase ekspirasi saat istirahat terjadi saat rongga dada mengecil dan diikuti mengecilnya paru-paru, sehingga udara di dalam kantung udara akan dikeluarkan melalui paru-paru.
Alat pernapasannya berupa paru-paru, kulit, dan insang. Katak pada waktu masih larva bernapas dengan insang luar. Pada masa berudu terbentuk insang dalam. Katak dewasa bernapas dengan paru-paru dan kulit.

Paru-paru pada katak berupa dua kantung berdinding tipis dan elastis yang banyak mengandung kapiler darah, serta terletak dalam rongga badan. Paru-paru berhubungan dengan rongga mulut melalui sebuah lubang yang disebut glotis. Kedua kantung paru-paru tersebut saling berhubungan dengan bronkus pendek.


Saat bernapas, terjadi penambahan udara dengan keadaan otot rahang bawah mengendur. Otot sterno hioideus berkontraksi sehingga udara masuk ke rongga mulut. Udara masuk ke paru-paru dan terjadi pertukaran gas.

Saat udara keluar, terjadi kontraksi otot hioideus dan otot perut sehingga rongga perut mengecil dan udara keluar melalui koane.
Alat pernapasan pada serangga adalah berupa pembuluh trakea. udara masuk dan keluar melalui lubang kecil yang disebut spirakel/stigma. Dari stigma, udara terus masuk ke pembuluh trakea memanjang dan sebagian ke kantung hawa. Trakea memanjang ini selanjutnya bercabang-cabang menjadi saluran hawa halus yang masuk ke seluruh jaringan tubuh.
Keke, Deri, Willy A.
Oksigen berdifusi ke dalam kapiler darah yang terdapat pada kulit melalui permukaan kulit yang lembab. Oksigen akan diikat oleh hemoglobin yang terkandung dalam darah cacing untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Gas hasil respirasi yaitu karbondioksida dikeluarkan dari tubuh juga melalui permukaan kulitnya. Karena respirasi cacing dilakukan melalui permukaan tubuhnya. . Pertukaran gas-gas pada cacing lebih mudah terjadi pada kulit yang lembab, sehingga cacing hidup di tempat yang lembab.
Ketika kita menghirup udara dari lingkungan luar, udara tersebut akan masuk ke dalam paru-paru. Udara masuk yang mengandung oksigen tersebut akan diikat darah lewat difusi. Pada saat yang sama, darah yang mengandung karbondioksida akan dilepaskan. Proses pertukaran oksigen (O2) dan karbondioksida (CO2) antara udara dan darah dalam paru-pru.
Bagaimana Proses
Pada hewan satu sel, misalnya
Amoeba
dan Par
amaecium
, proses pertukaran oksigen dan CO2 berlangsung melalui seluruh permukaan tubuhnya secara difusi. Proses difusi dan gerakan sitoplasma akan mengantarkan oksigen menuju ke mitokondria. Di dalam mitokondria oksigen digunakan untuk memecah senyawa organik, sehingga dihasilkan energi dan zat sisa berupa air dan CO2.
Thank you!
Pertukaran
Oksigen dan Karbondioksida
Pertukaran gas antara oksigen dan karbon dioksida terjadi di alveolus dan di sel jaringan tubuh melalui proses difusi. Oksigen akan berdifusi masuk ke darah dalam kapiler darah yang menyelubungi alveolus. Kemudian, oksigen akan diikat oleh hemoglobin. Hemoglobin adalah zat warna merah pada sel darah merah.
Proses difusi berlangsung sederhana, yaitu hanya dengan gerakan molekul-molekul secara bebas melalui membran sel dari tekanan tinggi ke tekanan rendah. Kemudian oksigen diangkut oleh plasma darah dan hemoglobin (Hb). Oksigen yang diangkut hemoglobin dalam bentuk oksihemoglobin dan oksimioglobin. Makin tinggi tekanan parsial oksigen di alveolus, maka semakin banyak oksigen yang terikat oleh hemoglobin. Sementara hanya 2-3% oksigen yang larut ke dalam plasma darah. Karbon dioksida berdifusi ke aliran darah karena perbedaan tekanan darah.
Hemoglobin akan mengangkut oksigen ke jaringan tubuh yang kemudian akan berdifusi masuk ke sel-sel tubuh untuk digunakan dalam proses respirasi. Proses difusi ini terjadi karena tekanan parsial oksigen pada kapiler tidak sama dengan tekanan parsial oksigen di sel-sel tubuh. Di dalam sel-sel tubuh, oksigen digunakan untuk proses respirasi di dalam mitokondria. Hasil dari respirasi menghasilkan karbon dioksida dan dibawa ke dalam kapiler vena melalui difusi.
Full transcript