Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

MANAJEMEN JASA BANK

No description
by

Tikah Hani

on 29 October 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of MANAJEMEN JASA BANK

MANAJEMEN JASA BANK
EKSPOR DAN IMPOR

Impor
Impor adalah perdagangan dengan cara memasukkan barang dari luar negeri kedalam wilayah pabean Indonesia dengan memenuhi ketentuan yang berlaku

Perdagangan Impor dilakukan oleh perusahaan yang memiliki Angka Pengenal Importir Sementara (APIS) atau Angka Pengenal Importir (API) Umum atau Angka Pengenal Importir Terbatas (APIT) yang dikeluarkan oleh Departemen Perindustrian dan Perdagangan.

Transaksi Impor di Bank Devisa
Di Indonesia impor barang dapat dilakukan tanpa menggunakan L/C maupun dengan L/C baik secara tunai (sight) atau berjangka (usance). Jangka waktu penangguhan pembayaran untuk usance L/C Impor paling lama 360 hari setelah pengapalan barang (Bill of Lading Date).

Pembiayaan Impor (Import Loan)
Secara umum dapat kita katakan bahwa pembiayaan impor digunakan untuk membiayai pembelian/penyediaan barang/inventory yang berasal dari impor.
EKSPOR
Ekspor adalah perdagangan dengan cara mengeluarkan barang dari dalam keluar wilayah Pabean Indonesia dengan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Ekspor dapat dilakukan oleh setiap pengusaha yang telah memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau mendapat izin usaha dari Departemen teknis atau Lembaga Pemerintah Non Departemen
Transaksi Ekspor di Bank Devisa di Indonesia
Dalam transaksi ekspor Bank Devisa bertindak sebagai Bank pihak Eksportir atau beneficiary.
Menteri Perindustrian dan Perdagangan menetapkan kelompok barang impor dibagi menjadi :
Barang yang dilarang untuk diimpor
Barang-barang yang boleh diimpor
Barang yang diatur Tata Niaga Impornya
Barang - barang yang dikecualikan Tata Niaga Impornya/tidak perlu pakai PIB
Kewenangan pemeriksaan barang-barang impor berada pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, sesuai undang-undang Kepabeanan No.10 tahun 1995

Impor barang bisa melalui:
Impor Barang Melalui Entreport Partikelir
Impor Barang Melalui Pelabuhan Bebas dan Kawasan Berikat
Impor Barang Melalui Terminal Peti Kemas
Pemasukan Kembali Barang Ekspor Asal Indonesia
Kemudahan Impor

Pembukaan Letter of Credit (L/C) – Impor hanya dapat dilakukan oleh Bank Devisa. Bank Umum Devisa adalah bank yang memperoleh surat penunjukkan dari Bank Indonesia untuk dapat melakukan kegiatan usaha perbankan dalam valuta asing dan atau melakukan

Bank Devisa dapat memperhitungkan sendiri besarnya biaya provisi untuk pembukaan suatu L/C.

Formulir aplikasi pembukaan L/C dapat diatur dan dicetak sendiri oleh Bank sepanjang mengikuti Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia, No.29/33/KEP/DIR tanggal 4 Juni 1996.

L/C dibuka selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sebelum tanggal pengapalan barang.
Bentuk pembiayaan impor dapat diatur/di-strukturisasi:
Pembelian hanya menggunakan fasilitas letter of credit, baik sight L/C maupun usance.
Pembelian inventory yang menggunakan L/C juga diberikan pembiayaan inventory berupa Trust Receipt (TR).
L/C Refinancing, yaitu suatu bentuk pembiayaan melalui Bank luar negeri atas dasar L/C sight atau usance impor yang di buka.

Menteri Perindustrian dan Perdagangan menetapkan barang tertentu yang dilarang, diawasi, diterapkan pengawasan mutunya dan diatur tata niaga ekspornya:

Barang yang dilarang ekspor
Barang-barang yang diawasi ekspornya
Barang-barang yang diawasi mutunya
Barang-barang yang diatur tata niaga ekspornya

Kewenangan pemeriksaan barang-barang ekspor Indonesia berada pada Direktorat Jenderal Bea & Cukai. Untuk memperlancar ekspor, atas barang-barang ekspor tidak dilakukan pemeriksaan, kecuali untuk barang tertentu dan hal tertentu yang mencurigakan.


Ketentuan umum dalam mengekspor barang antara lain:

Pelabuhan Ekspor
Terminal Peti Kemas
Pajak Ekspor dan Pungutan Lainnya
Ekspor Dalam Rangka PMA
ASEAN Preferential Trading Arrangement (ASEAN PTA)

Syarat-syarat Umum untuk Melakukan Transaksi Ekspor di Bank Devisa adalah sebagai berikut :

Mempunyai rekening koran di Bank Devisa.
Menyerahkan copy dan asli SIUP atau ijin usaha dari Departemen teknis/Lembaga non Departemen dan NPWP

Untuk pengambilalihan/negosiasi dokumen ekspor, nasabah harus mempunyai fasilitas PDE (Pengambil-alihan Dokumen Ekspor) di Bank Devisa.
Menyerahkan surat kuasa bagi karyawan perusahaan eksportir yang ditugaskan untuk mengurus dokumen ekspor di Bank Devisa.
Menandatangani “Syarat-syarat Umum untuk Pengoperan Wesel oleh Bank Devisa” diatas meterai yang cukup dan tandatangan tersebut harus dapat diverifikasi oleh Bank Devisa.

Resiko dan Kontrol/Pengamanan dari Transaksi Ekspor
Resiko Operasi
Kontrol/Pengamanan

Pembiayaan Ekspor (Export Financing)
Secara umum, Export Financing adalah bentuk pembiayaan baik secara langsung maupun tidak langsung. Pembiayaan yang diberikan Bank kepada Eksportir untuk keperluan modal kerja maupun investasi dalam rangka pembiayaan barang-barang dan jasa ekspor.

Klasifikasi Pembiayaan Ekspor
Berdasarkan jenis dan tipe strukturisasi, pembiayaan ekspor dibagi menjadi:
Pembiayaan Pra-Ekspor atau Pra Pengapalan (Pre Export Financing)
Pembiayaan Pasca Ekspor atau Pasca Pengapalan (Post Export Financing)
Full transcript