Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Chris Edit MENGGALI MAKNA CABE-CABEAN DALAM BUDAYA PATRIARKI BERDASARKAN INTERAKSI SIMBOLIK

No description
by

yemima aprilia yoali

on 2 October 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Chris Edit MENGGALI MAKNA CABE-CABEAN DALAM BUDAYA PATRIARKI BERDASARKAN INTERAKSI SIMBOLIK

PROSES BERPIKIR INDIVIDU MENGHASILKAN PERBEDAAN PEMAKNAAN
MENGGALI MAKNA CABE-CABEAN DALAM BUDAYA PATRIARKI BERDASARKAN INTERAKSI SIMBOLIK
ANALISIS DATA
Wanita 18 tahun bekerja sebagai biduan dangdut, berpakaian dan dandan yang mencolok. Berhenti sekolah sejak 2 SMP.
Patriarki merupakan dominasi atau kontrol laki-laki atas perempuan, atas badannya, seksualitasnya, pekerjaannya, peran dan statusnya, baik dalam keluarga maupun masyarakat dan segala bidang lainnya pada kehidupan yang berpusat pada laki-laki dan perempuan.
(Manurung. 2002. hlm. 95)

SALAH SATU KEBUTUHAN POKOK MANUSIA ADALAH KEBUTUHAN SIMBOLISASI ATAU PENGGUNAAN LAMBANG
(Sussane K. Langer dalam Mulyana 2008)



PERILAKU MANUSIA PADA DASARNYA ADALAH PRODUK DARI INTERPRETASI MEREKA ATAS DUNIA SEKELILING MEREKA. SUATU PERILAKU DIPILIH SEBAGAI HAL YANG LAYAK DILAKUKAN BERDASARKAN CARA INDIVIDU MENDEFINISIKAN SITUASI YANG ADA
(Mulyana 2004).
Karya: Muhammad "Mice" Misrad
diunggah: 18 September 2013
Video Clip "Cabe-cabean"
Karya Imey-mey
Sumber: Youtube
Karya: Muhammad "Mice" Misrad
Tayang di Harian Kompas 22 Des 2013
Makna Cabe-Cabean
OBSERVASI
METODE PENGUMPULAN DATA
Observasi merupakan teknik pengumpulan data, dimana Peneliti melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan.
(Riduwan, 2004 : 104)
CABE-CABEAN HARAPAN KELOMPOK

Perilaku cabe-cabean merupakan cerminan harapan kelompok terhadap dirinya.

MAKNA CABE-CABEAN BAGI WANITA (CABE-CABEAN)

Perilaku cabe-cabean bagi mereka adalah aib yang ingin ditutupi, menghancurkan kehidupannya, dan merupakan bentuk perjuangan atas kebutuhan popularitas.

BUDAYA PATRIARKI
MENURUT HERBERT BLUMER
Laki-laki 18 tahun, putus sekolah sejak 3 SMA dan telah menikah, seorang joki motor balap liar, bergabung dengan dunia motor sejak 1 SMP dimulai dari bergaul di bengkel
Wanita 17 Tahun, berhenti sekolah kelas 3 SMA, mengenal dunia malam sejak kelas 1 SMP. Pernah terlibat di kegiatan balap liar, merokok, menggunakan tatto, seks bebas, diskotik, menggunakan sabu-sabu, perdagangan seks ke hotel
CABE-CABEAN YANG TIDAK BERMAKNA
Makna tidak melekat pada benda, makna tidak lahir dalam keadaan alami. Makna dinegosiasikan melalui penggunaan bahasa - maka istilah interaksionisme simbolik. (Griffin, 2012)

Cabe-cabean merupakan bentuk pertunjukkan kekuasaan dominasi laki-laki terhadap wanita di lingkungan balap liar.
Cabe-cabean sekaligus sebagai bentuk perjuangan wanita dalam memperoleh popularitas.
Cabe-cabean merupakan representasi wanita sebagai pelengkap dan aksesoris laki-laki.
Cabe-cabean menjadi sebuah bentuk solusi terhadap masalah yang mereka hadapi di lingkungan keluarga dan sekolah.
Cabe-cabean merupakan sebuah bentuk cerminan harapan kelompok terhadap dirinya (diri cabe-cabean).

Joki motor memandang rendah wanita cabe-cabean, menganggap cabe-cabean sebagai pengagumnya, seorang susah, suka meminta-minta rokok, murahan, kotor.

MAKNA CABE-CABEAN BAGI PRIA (JOKI MOTOR)
MENGGALI MAKNA MELALUI PERILAKU INDIVIDU DALAM LINGKUNGAN SOSIAL
INTERAKSI SIMBOLIK

Wanita dengan penampilan baju ketat, celana pendek, tata rias mencolok, kawat gigi, dan blackberry serta perilakunya mendekati pemilik motor sport, perilaku seks bebas, serta keluar rumah malam hari dengan penampilan khas direpresentasikan dengan istilah cabe-cabean.

TANDA CABE-CABEAN MEREPRESENTASIKAN SESUATU

Istilah cabe-cabean sebagai sebuah simbol diinterpretasikan secara berbeda-beda bagi setiap orang. Interpretasi dipengaruhi oleh latar belakang.

CABE-CABEAN
Remaja dalam proses entropy, mencari jati diri, popularitas, figur. Proses remaja secara intens lebih dekat dengan lingkungan di luar rumah.
BERAWAL DARI PROSES PENCARIAN JATI DIRI

Keberadaan geng motor di lingkungan tersebut begitu populer. Motor yang bagus serta joki motor menjadi lambang popularitas seseorang dalam geng motor.

MEMANDANG GENG MOTOR SEBAGAI FIGUR POPULER
ADANYA KETIMPANGAN KEMAMPUAN ANTARA PRIA DAN WANITA DALAM BALAP LIAR
Pria sebagai pemain utama dalam balap liar yang memiliki kemampuan dalam bidang permesinan serta mengendalikan motor dalam balap, menganggap cabe-cabean tidak memiliki kemampuan tersebut dan tidak punya hak menjadi pemain utama di dalamnya.
Cabe-cabean berusaha mendekati joki motor yang terkenal. Namun dengan ketidakmampuannya di dunia motor, mereka menggunakan pendekatan seksual untuk berkencan dengan orang yang mereka inginkan.
KURANGNYA KEMAMPUAN, WANITA MELAWAN
FAKTOR EKONOMI, BERTUMBUH MENJADI BENTUK PELACURAN
Seiring bertambahnya usia, tanggung jawab dalam keuangan memaksa cabe-cabean menjadikan perilakunya sebagai pemenuh kebutuhan ekonominya
INTERAKSI SIMBOLIK
PRINSIP DASAR
INTERAKSI SIMBOLIK
Humans act toward people or things on the basis of the meanings they assign to those people or things
[perilaku manusia didasarkan oleh makna yang mereka berikan terhadap sesuatu]
[makna muncul dari interaksi sosial satu sama lain. Makna diberikan melalui persamaan pemahaman (negosiasi) tentang sesuatu melalui sebuah penamaan (bahasa / language)]
Meaning arises out of the social interaction that people have with each other. Meaning is not inherent in objects, it’s not pre-existent in a state of nature. Meaning is negotiated through the use of language – hence the term symbolic interactionism.
An individual’s interpretation of symbols modified by her or his own thought process.
[Interpretasi simbol dimodifikasi oleh proses minding dirinya.]
we paint our self potrait with brush strokes that come from taking the role of the other - imagining how we look to another person. To extent that we interact with new acquaintances or have novel conversations with significant others, the self is always in flux. We are not born with sense of self. Rather, selves arise in interaction to others.
[Cerminan diri dari pandangan orang lain dapat mengikis kebiasaan tertentu yang akan membentuk pribadi dirinya. Proses pembentukan ini bukan hanya mempengaruhi pada kenampakan diri, tetapi juga pemikiran walaupun hal tersebut kontradiktif dari kebiasaan pribadi.]
The "generalized other" is an organized set of information that the individual carries in his head about what the general expectation and attitudes of the social group are. We refer to this generalized other whenever we try to figure out how to behave or how to evaluate our behavior in a social situation. We take the position of the generalized other and assign meaning to ourselves and our actions.
[harapan kelompok yang diadaptasi menjadi sebuah kebiasaan. Individu akan mengacu pada pengetahuannya tentang harapan kelompok terhadap dirinya dalam proses evaluasi atau berperilaku dalam kehidupan kelompok sosial]
Dikutip dari: http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/18639/4/Chapter%20II.pdf

Banister, dkk mengungkapkan wawancara adalah percakapan dan proses tanya jawab yang diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu.
(dalam Poerwandari, 2007)
WAWANCARA
LOKASI PENELITIAN : JAKARTA BARAT
SUBJEK PENELITIAN
BUNGA
BENI
ELIS
Wanita 18 tahun, aktif mengikuti balap liar sejak 1 SMP, berhenti sekolah sejak 2 SMK.
MAWAR
Wanita 14 tahun, berhenti sekolah sejak 2 SMP, mulai menonton balap sejak 6 SD, ibunya bekerja di sebuah tempat billiard.
LITA
Wanita 20 tahun, berhenti sekolah sejak 1 SMA karena malas sekolah. Ia menjajakan dirinya dengan nilai Rp. 500.000,- hingga Rp. 800.000,-
META
Wanita 21 tahun, pernah menjadi wanita simpanan, mengaku sering menemani pria untuk karaoke.
NIAR
Ini merupakan proses pemilihan data kasar dan masih mentah yang berlangsung terus menerus selama penelitian berlangsung melalui tahapan pembuatan ringkasan, memberi kode, menelusuri tema dan menyusun ringkasan.
REDUKSI DATA
Pada tahap ini data yang telah dipilah-pilah diorganisasikan dalam kategori tertentu dalam bentuk matriks (display data) agar memperoleh gambaran secara utuh.
PENYAJIAN DATA
Melalui tahap ini peneliti ingin melihat kebenaran hasil analisis untuk melahirkan kesimpulan yang dapat dipercaya dengan cara membandingkannya dengan bukti-bukti yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya.
VERIFIKASI DATA
TRIAGULASI
Triangulasi menekankan digunakannya lebih dari satu metode dan banyak sumber data termasuk di antaranya adalah sejumlah peristiwa yang terjadi untuk menguji keabsahan data.
Grafik berita tentang cabe-cabean
diakses tanggal: Kamis, 3 April 2014

FENOMENOLOGI
Konsep utama dalam fenomenologi adalah makna. (Smith, etc., 2009: 11).
Fenomenologi bertujuan mengetahui bagaimana kita menginterpretasikan tindakan sosial kita dan orang lain sebagai sebuah yang bermakna (dimaknai) dan untuk merekonstruksi kembali makna dari tindakan yang bermakna pada komunikasi intersubjektif individu dalam dunia kehidupan sosial. (Rini Sudarmanti, 2005)
KUALITATIF
Metode penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis / lisan dari orang-orang atau perilaku yang dapat diamati. Pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu secara holistik.

(Koyan, 2012)
Peneliti kualitatif memfokuskan dirinya pada makna subjektif, pendefinisian, metapora, dan deskripsi pada kasus-kasus yang spesifik

(Neuman, 1997: 329)
PERILAKU CABE-CABEAN CERMINAN LINGKUNGANNYA
Individu menilai dan mengevaluasi diri dengan menempatkan diri ke peran orang lain sehingga perilaku individu dapat mencerminkan lingkungannya.
Full transcript