Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Untitled Prezi

No description
by

Keyne Kadir

on 2 May 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Untitled Prezi

1. Kerajaan Samudra Pasai Perkembangan Masyarakat, Kebudayaan dan Pemerintahan pada Masa Islam di Indonesia 2. Kerajaan Aceh 3. Kerajaan Demak 4. Kerajaan Pajang 5. Kerajaan Mataram Islam 6. Kerajaan Cirebon 7. Kerajaan Banten 8. Kerajaan Makasar 9. Kerajaan Ternate dan Tidore Kerajaan Samudra Pasai adalah kerajaan pertama dan tertua di Indonesia. Kerajaan ini terletak di Pantai Timur, Sumatra Utara. Didirikan oleh Marah Silu (1285) = Sultan Malik al Saleh Pada tahun 1297, Raja Malik al Saleh wafat dan digantikan oleh putranya, bernama Sultan Muhammad al Thahir. Sumber – sumber sejarah Kerjaan Samudra Pasai Kerajaan Samudra Pasai mulai mengalami kemunduran pada masa pemerintahan Sultan Mahmud Malik az Zahir Puncak runtuhnya Samudra Pasai ketika dipimpin oleh Zainal Abidin karena diserang oleh Majapahit. Samudra Pasai sempat dikuasai Portugis selama kurang lebih 3 tahun. Berita Cina dari Dinasti Yuan, Kerajaan Samudra Pasai pernah mengirim utusan ke Cina pada masa pemerintahan Malik al Saleh. Berita dari Marcopolo, pada tahun 1292, Marcopolo pernah singgah di Perlak, waktu ia pulang dari Cina ia menyatakan masyarakatnya banyak memeluk agama Islam. Berita dari Ibnu Battuta, pada tahun 1345 ia pernah berkunjung ke Samudra Pasai dalam perjalanannya ke Cina Berawal dari sebuah kerajaan kecil yang bernama Lamuri Terletak di sebelah barat laut Samudra Pasai Kerajaan Aceh berdiri sendiri setelah Ali Mughayat Syah berhasil melepaskan Kerajaan Aceh dari Kerajaan Pidie (Pedir) Kerajaan Aceh mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1601-1637) Karya sastra besar adalah buku sejarah Aceh yang berjudul “Bustanu’ssalatin” atau “Kitab Raja – raja” Berkali – kali kerajaan Aceh mengirim armadanya untuk menyerang Portugis, kerajaan Aceh juga bekerjasama dengan Demak pada masa pemerintahan Pangeran Sabrang Lor dan Ratu Kalinyamat Faktor – faktor yang mendukung Aceh untuk mencapai puncak kejayaan Letak Aceh strategis dekat Selat Malaka Aceh memiliki pelabuhan transit menuju Eropa Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis tahun 1511 Aceh kaya komoditas perdagangan seperti lada, emas, dan kapur barus. Setelah Sultan Iskandar Muda wafat, digantikan oleh Sultan Iskandar Thani (1637 – 1642) Kuatnya pengaruh Islam di Aceh, membuat daerah ini dijuluki, “ Negri Serambi Mekkah” Aceh mengalami kemunduran setelah wafatnya Sultan Iskandar Thani. Kerajaan Demak adalah kerajaan tertua di Pulau Jawa. Terletak di pantai utara Pulau Jawa. Awalnya Demak termasuk wilayah kekuasaan Majapahit. Pada tahun 1478M, kerajaan Majapahit runtuh dan situasi ini dimanfaatkan Kerajaan Demak untuk memproklamasikan diri sebagai kesultanan Islam yang merdekaKerajaan Demak didirikan oleh Raden Patah, sekaligus dia menjadi raja pertama. Kerajaan Demak didirikan oleh Raden Patah, sekaligus dia menjadi raja pertama. Menurut Babad Tanah Jawi, Raden Patah adalah keturunan raja Brawijaya yang menikah dengan seorang putri Cina. Pada tahun 1513, Demak pernah mengerahkan armadanya dibawah pimpinan Dipati Unus untuk menyerang kedudukan portugis di Malaka. Setelah Raden Patah wafat (1518), dia digantikkan oleh Dipati Unus. Dipati Unus dikenal dengan sebutan Pangeran Sabrang Lor. Dipati Unus memerintah hanya 3 tahun dan tidak meninggalkan keturunan, sehingga terjadi kemelut politik dan persaingan antara Pangeran Seda Lepen dan Raden Trenggana. Persaingan antara Pangeran Sekar Seda Lepen dan Raden Trenggana berakhir dengan terbunuhnya Pangeran Sekar Seda Lepen oleh Sunan Prawoto (Putra Trenggana). Akhirnya, Pangeran Trenggana naik tahta Kerjaan Demak. Dibawah pemerintahan Sultan Trenggana, Demak mencapai puncak kejayaannya. Pada abad ke – 16, Demak memiliki beberapa peran penting Sebagai kerajaan Islam terbesar di Pulau Jawa Demak menjadi bandar transit perdagangan rempah – rempah dari Maluku dengan pusat perdagangan di Malaka Demak menjadi pusat penyebaran Islam di nusantara Setelah Sultan Trenggana wafat, Demak kembali dilanda konflik politik antara Arya Penangsang (keturunan Sekar Seda Lapen) dan Sunan Prawoto (keturunan Sultan Trenggana) Kemelut politik tersebut akhirnya melemahkan posisi Demak. Akhirnya, Kerajaan Demak dipindahkan dari Bintaro ke Pajang oleh Jaka Tingkir. Pada tahun 1568, Hadiwijaya naik tahta menjadi raja di Kerajaan Pajang.
Pada tahun 1568, Hadiwijaya naik tahta menjadi raja di Kerajaan Pajang. Pada tahun 1568, Hadiwijaya naik tahta menjadi raja di Kerajaan Pajang. Hadiwijaya mengembalikan sistem pemerintahan dari pesisir kepedalaman. Tindakan ini menandai kembalinya pemerintahan bercorak agraris Perpindahan sistem pemerintahan tersebut memiliki dampak (+) = Situasi politik relatif lebih stabil karena musuh dari luar butuh waktu yang lama untuk menguasai ibukota / pemerintahan (-) = Corak pemerintahan agraris mengucilkan Kerajaan Pajang dari dunia perdagangan. Pada tahun 1582, Sultan Hadiwijaya wafat dan Demak dilanda kemelut politik yang meruntuhkan Kerajaan Pajang. Pada tahun 1586, Kerajaan Pajang runtuh kemudian timbul kerajaan Mataram Kesultanan Mataram dirintis oleh Sutawijaya, putra Ki Angeng Pemanahan. Sutawijaya dinobatkan sebagai raja Mataram pertama dengan gelar Panembahan Senopati Ibukota Mataram dibangun di Kota Gede, Yogyakarta. Masa pemerintahan Panembahan Senopati merupakan masa perjuangan memebangun kerajaan Mataram. Panembahan Senopati bercita – cita untuk mempersatukan seluruh Pulau Jawa, maka ia melakuka ekspedisi militer dan berhasil menaklukkan beberapa daerah di Pulau Jawa. Untuk memperkuat kedudukkannya, Panembahan Senopati mengangkat Ki Juru Martani sebgai penasihat Raja. Setelah Panembahan Senopati wafat pada tahun 1605, ia dimakamkan di Kota Gede. Beliau digantikan oleh Mas Jolang yang juga disebut Panembahan Seda Krapyak, ia bergelar Sultan Anyokrowati. Pada tahun 1610, Mataram berusaha mengadakan ekspidisi militer ke Jawa Timur untuk menduduki daerah Surabaya. Pada waktu pulang pertempuran, Mas Jolang wafat di desa Krapyak, Jawa Timur. Setelah Panembahan Seda Krapyak wafat, Mataram dipimpin oleh Raden Rangsang yang bergelar Sultan Agung Hanyokrokusumo. Sultan Agung berhasil membawa Mataram pada puncak kejayaan.Jasa – jasa Sultan Agung yang terkenal Jasa – jasa Sultan Agung yang terkenal Menetapkan tradisi Grebekan Maulud dan perayaan Sekaten untuk memperingati lahirnya Nabi Muhammad SAW. Menciptakan Kalender Jawa yang merupakan perpaduan antara kalender Saka dan kalender Hijriyah. Mengarang kitab Satra Gending yang berisi ajaran filsafat Jawa. Sultan Agung wafat pada tahun 1645 dan dimakamkan di Imogiri. Pengganti Sultan Agung adalah Amangkurat. Ia banyak melakukan kerjasama dengan VOC sehingga Mataram mengalami kemunduran. Pada tahun 1755, VOC membagi Mataram menjadi dua wilayah melalui Perjanjian Gianti, yaitu Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta. Pada tahun 1757, VOC kembali memecah belah Mataram melalui Perjanjian Salatiga, yaitu Yogyakarta dibagi menjadi dua, yaitu Kesultanan dan Paku alam, sedangkan Surakarta dibagi menjadi Kasunanan dan Mangunegara. Kerajaan Makasar merupakan gabungan antara kerajaan Gowa dan Tallo. Raja pertama kerajaan Makasar adalah Daeng Manariba. Kemudian bergelar menjadi Sultan Alauddin. Sultan Hassanudin Kerajaan mecapai kejayaan pada masa ini. Dengan letak yang strategis ini. VOC menjalankan strategi Devide et Impera untuk menghancurkan Makasar Hasanudin menandatangani "Perjanjian Bongaya" Makasar berada dalam kekuasaan VOC. Julukannya adalah "Ayam Jantan dari Timur" atau "de Haan van de Oasten". Karena ia ditakuti oleh VOC. Terdapat 4 kerajaan yaitu Jailolo, Ternate, Tidore, dan Bacan. Yang terutama yaitu Ternate dan Tidore. Ternate dan Tidore selalu terlibat dalam persaingan menjadi penguasa yang tinggal di Maluku. Tahun 1526, Fatahilah berhasil menduduki Sunda Kelapa dan Banten Hassanudin Raja Banten pertama Memerintah Banten dengan damai Memajukan politik perkawinan dengan daerah-daerah lain Penmbahan Yusuf dan Maulana Muhammad Pengganti Hassanudin Berhasil merebut kerajaan Pajajaran Sultan Agung Tirtayasa Menolak sistem monopoli VOC dengan tegas Voc menaku mengadu domba antara sultan Agung Tirtayasa dan putranya Sultan Haji Mulanya daerah kekuasaan kerjajaan Pakuan Pajajaran Fatahilah Dikirim untuk merebut Cirebon & menyebarkan agama islam Wafat di tahun 1570, dimakamkan di Gunung Jati Kerajaan Cirebon dan Mataram menjalin hubungan yang baik Merupakan keturunan Sunan Gunung Jati Menjadi penghubung antara Mataram dan Banten Penembahan Ratu dianggap sebagai guru atau penasihar Raja Sutan Agung Pengganti Fatahillah Cirebon pecah menjadi 2 pada tahun 1679 Kesepuhan Kanomam Abad 17 Cirebon berada di bawah kekuasaan VOC Persekutuan Uli Lima mendapat dukungan Portugis Persekutuan Uli Siwa, mendapat dukungan Spanyol GRANIA JENNIFER KEYNE NAFTALI
Full transcript