Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

PENERAPAN TRANSAKSI EKONOMI DAN KERJASAMA EKONOMI DALAM ISLAM

No description
by

Alif M Reza

on 19 November 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of PENERAPAN TRANSAKSI EKONOMI DAN KERJASAMA EKONOMI DALAM ISLAM

PENERAPAN TRANSAKSI EKONOMI DAN KERJASAMA EKONOMI DALAM ISLAM
Jual - Beli
Jual beli adalah persetujuan saling mengikat antara penjual (yakni pihak yang menyerahkan/ menjual barang) dan pembeli (pihak yang membayar/ membeli barang yang dijual).

Jual beli sebagai sarana tolong menolong sesama manusia, di dalam Islam mempunyai dasar hukum dari Al-Qur’an dan Hadist. Seperti dalam Al-Qur’an Surah An-Nisa, 4: 29.
PENGERTIAN
RUKUN
dan
SYARAT
Rukun dan syarat jual beli adalah ketentuan-ketentuan dalam jual beli yang harus dipenuhi agar jual belinya dihukumi sah menurut syara’.

Syarat bagi orang yang melaksanakan akad jual beli:
1)      Berakal
2)      Balig
3)      Berhak menggunakan hartanya.
Syarat barang yang diperjualbelikan :
1)      Barang yang diperjualbelikan sesuatu yang halal.
2)      Barang itu ada manfaatnya.
3)      Barang itu ada di tempat, atau tidak ada tetapi sudah tersedia di tempat lain.
4)      Barang itu merupakan milik si penjual atau di bawah kekuasaannya.
5)      Barang itu hendaklah di ketahui oleh pihak penjual dan pembeli dengan jelas, baik zatnya, bentuk dan kadarnya, maupun sifat-sifatnya.

Syarat bagi nilai tukar barang yang dijual :
1)      Harga jual yang disepakati penjual dan pembeli harus jelas jumlahnya.
2)      Nilai tukar barang itu dapat diserahkan pada waktu transaksi jual beli, walaupun secara hukum, misalnya menggunakan cek atau kartu kredit.
3)      Apabila jual beli dilakukan secara barter atau Al-Muqayadah, maka nilai tukarnya tidak boleh dengan barang haram.
LAFALD
Ijab = Perkataan si penjual
Co: Saya jual barang ini sekian


Qabul = perkataan si pembeli
Co: Saya beli barang ini sekian
HUKUM
Mubah (asal hukum jual beli)
Wajib (Jika terpaksa)
Haram (menggunakan cara terlarang)
Sunnah (jika kepada kerabat yang dikasihi dan kepada orang yang sangat berhajat pada barang tersebut)
Khiyar
PENGERTIAN
Khiyar ialah hak memilih bagi penjual dan pembeli untuk meneruskan jual-belinya atau membatalkan karena adanya suatu hal. Hukum Islam membolehkan hak khiyar agar tidak terjadi penyesalan bagi penjual maupun pembeli.
PEMBAGIAN
Khiyar majlis
Khiyar syarat
Khiyar aibi (cacat)
Simpan Pinjam
Rukun dan Syarat

1)      Yang berpiutang dan yang berutang, syaratnya sudah balig dan berakal sehat. Yang berpiutang, tidak boleh meminta pembayaran melebihi pokok piutang. Sedangkan peminjam tidak boleh melebihi atau menunda-nunda pembayaran utangnya.
2)      Barang (uang) yang diutangkan atau dipinjamkan adalah milik sah dari yang meminjamkan. Pengembalian utang atau pinjaman tidak boleh kurang nilainya, bahkan sunah bagi yang berutang mengembalikan lebih dari pokok hutangnya.
Ijarah
PENGERTIAN

Ijarah berasal dari bahasa Arab yang artinya upah , sewa, jasa, atau imbalan. Definisi ijarah menurut ulama mazhab Syafi’I adalah transaksi tertentu terhadap suatu manfaat yang dituju, bersifat mubah dan bisa dimanfaatkan dengan imbalan tertentu.
DASAR HUKUM
Dasar hukum ijarah berasl dari Al-Qur’an dan Hadist. Al-Qur’an yang dijadikan dasar hukum ijarah adalah Q.S Az-Zukhruf, 43:32, Q.S At-Talaq, 65:6, Q.S Al-Qasas, 28:26.
Allah SWT berfirman dalam Q.S Al-Qasas ayat 26 yang artinya :
“Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: “Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), Karena Sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang Kuat lagi dapat dipercaya”.

Hadist yang dijadikan dasar hukum ijarah adalah hadist dari Ibnu Umar r.a yang artinya “Berikanlah upah/ jasa kepada orang yang kamu pekerjakan sebelum kering keringatnya” (H.R. Abu Ya’la, Ibnu Majah, Tabrani, dan Tirmizi).
Macam - Macam
1)      Ijarah yang bersifat manfaat, seperti sewa-menyewa. Apabila manfaat itu termasuk manfaat yang dibolehkan syarat untuk dipergunakan, maka ulama fikih sepakat boleh dijadikan objek sewa-menyewa.
2)      Ijarah yang bersifat pekerjaan ialah dengan cara mempekerjakan seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan.
Rukun dan Syarat
Syarat-syarat akad (transaksi) Ijarah adalah sebagai berikut :
1)      Kedua orang yang bertransaksi sudah balig dan  berakal sehat.
2)      Kedua pihak bertransaksi dengan kerelaan, artinya tidak terpaksa atau dipaksa.
3)      Barang yang akan disewakan diketahui kondisi dan manfaatnya oleh penyewa.
4)      Objek ijarah bisa diserahkan dan dipergunakan secara langsung dan tidak bercacat.
5)      Objek ijarah merupakan sesuatu yang dihalalkan syara’.
6)      Hal yang disewakan tidak termasuk suatu kewajiban bagi penyewa.
7)      Objek ijarah adalah sesuatu yang bisa disewakan.
8)      Upah/ sewa dalam transaksi ijarah harus jelas, tertentu, dan sesuatu yang bernilai harta.
Rukun-rukun ijarah menurut jumhur ulama adalah sebagai berikut :
1)      Orang yang berakal
2)      Sewa/ imbalan
3)      Manfaat
4)      Sigat atau ijab Kabul
Syirkah
Arti asli bahasa Arab (makna etimologis), syirkah berarti mencampurkan dua bagian atau lebih sedemikian rupa sehingga tidak dapat lagi dibedakan satu bagian dengan bagian lainnya. Adapun menurut makna syariat, syirkah adalah suatu akad antara dua pihak atau lebih, yang bersepakat untuk melakukan suatu usaha dengan tujuan memperoleh keuntungan.
Syirkatul Inan = persekutuan modal berwujud harta
Syirkatul Mudharobah = persekutuan modal berupa barang atau benda
Syirkatul Khairiyah = kerjasama sosial kemasyarakatan
Syirkatul Allahmal = Persekutuan modal berupa tenaga (berburu, mencari ikan, dll)
Qirad = Peminjaman modal untuk perdagangan dengan keuntungan dibagi sesuai perjanjian
Ijarah = Sistem pemberian upah
MACAM - MACAM
Semua anggota harus sudah balig, berakal, merdeka, dan bukan mahjur
Tidak ada unsur paksaan
Pembagian keuntungan dibagi menurut akad
Wujud dan jumlah modal hasil persetujuan bersama
Harus benar-benar ada usaha
Semua anggotanya harus jujur, dapat dipercaya, dan terbuka
Syarat dan Rukun
Mudharabah
Mudharabah adalah bentuk kerja sama antara dua atau lebih pihak di mana pemilik modal mempercayakan sejumlah modal kepada pengelola dengan suatu perjanjian di awal. Bentuk ini menegaskan kerja sama dengan kontribusi seratus persen modal dari pemilik modal dan keahlian dari pengelola.
HUKUM
Mubah, bahkan dianjurkan dalam Al-Quran surat Al Maidah ayat 2
Muqrid (pemilik modal) dan Muqtarid (yang menjalankan) sudah balig, berakal sehat, dan jujur
Uang yang dijadikan modal hendaknya diketahui jumlahnya
Jenis dan tempat usaha sebaiknya disepakati bersama
Besar keuntungan sesuai dengan kesepakatan saat akad
Muqtarid harus amanah (tidak menggunakan modal untuk kepentingan sendiri)
RUKUN
Kerjasama Dalam Pertanian
Muzaraah
Musaqoh
Mukhabaroh
BENTUK - BENTUK
SYARAT
Ada akad
Ada yang akan dipeliharanya
Ada hasil yang akan dipetik, saling menguntungkan
Masing-masing yang berkorban harus dewasa, berakal sehat, dan merdeka
Sistem Perbankan Islam
Bank dalam perekonomian memiliki fungsi perekonomian negara dan bukan lembaga yang lahir dari cita-cita islam
Umat tidak bisa lepas dari perbankan yang menguasai perekonomian umat islah. Padahal bunga menjadi sistem perbankan
Sistem Asuransi Islam
Jaminan atau pertanggungjawaban yang diberikan oleh penanggung
Asuransi Menurut Pandangan Para Ulama
Haram (secara komersial)
Mubah (bersifat sosial)
Subhat (meragukan)

Alasan terjadi perselisihan:
Ada unsur ketidakpastian (garar)
Ada unsur untung-untungan (maisir)
Ada unsur riba
Unsur - Unsur
Asuransi Jiwa
Asuransi Beasiswa
Asuransi jaminan hari tua
Asuransi barang
Alif Azfar Badaruddin
Alif Muhammad Reza
Cri Irsyad Ibnu Fajar
Fajrian Sapri
Fakhri Hanifan
Finlan Adhitya Aldan
Ganesha Aji Pratama
Muhammad Daffa Robbani
Full transcript