Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Strategi Indonesia dalam Menyelesaikan Ancaman Terhadap Nega

No description
by

alfiana miranda

on 17 October 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Strategi Indonesia dalam Menyelesaikan Ancaman Terhadap Nega

Strategi Indonesia dalam Menyelesaikan Ancaman Terhadap Negara
1. Strategi Menghadapi Ancaman Militer
2. Strategi menghadapi ancaman nir militer
Bentuk partisipasi warga negara yang diharapkan dalam mengatasi ancaman-ancaman terhadap persatuan dan kesatuan berada di dalam UUD NKRI Tahun 1945 yang secara tersirat sudah menentukan bentuk partisipasi.
Bentuk Bela Negara
Image by goodtextures: http://fav.me/d2he3r8
A. Strategi Mengatasi berbagai ancaman dalam membangun persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia
Pengertian
Ancaman yang menggunakan kekuatan bersenjata yang terorganisasi dan dinilai memiliki kemampuan yang membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa.
Untuk mengatasi ancaman militer, Indonesia menggunakan sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata).
Keterpaduan antar unsur militer diwujudkan dalam keterpaduan 3 kekuatan militer RI, yaitu
Kekuatan darat
Kekuatan laut
Kekuatan udara.

3 Komponen dalam Sishankamrata :
Komponen utama :
Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia.
Komponen cadangan
: warga negara, sumber daya alam, dan sarana serta prasarana nasional yang telah disiapkan.
Komponen pendukung
: dari warga negara, sumber daya alam, dan sumber daya buatan, serta sarana dan prasarana
Sishankamrata bersifat semesta, bercirikan :
Kerakyatan

: kepentingan dan keamanan negara oleh dan untuk kepentingan seluruh rakyat
Kesemestaan
: seluruh SD digunakan untuk upaya pertahanan NKRI
Kewilayahan
: kekuatan pertahanan dilaksanakan secara menyebar di wilayah NKRI
Pengertian
ancaman yang tidak bersifat fisik serta bentuknya tidak terlihat seperti ancaman militer, karena ancaman ini berdimensi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi, informasi serta keselamatan umum.
Strategi dalam menghadapi ancaman di bidang ideologi
Strategi dalam Mengatasi Ancaman di Bidang Politik
Strategi dalam Mengatasi Ancaman di Bidang Ekonomi
Strategi dalam Mengatasi Ancaman di Bidang Sosial Budaya
Menurut NoorMS. Bakry
Kondisi mental bangsa Indonesia yang berlandaskan keyakinan kebenaran ideologi Pancasila yang mengandung kemampuan untuk menggalang dan memelihara persatuan dan kesatuan nasional dan kemampuan untuk menangkal penetrasi ideologi asing serta nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.
Strategi menghadapi ancaman ini dihadapi dengan konsep pertahanan berlapis berikut
1. Unsur-unsur pertahanan nirmiliter
2. Kementerian serta unsur pemerintahan yang membidangi politik dalam negeri dan luar negri.
3. Unsur pemerintah yang membidangi informasi
4. Unsur pemerintah yang membidangi pendidikan
5. Unsur pemerintah yang membidang agama
6. TNI
Menurut NoorMs Bakry
Terwujud dengan adanya kehidupan politik bangsa yang berlandaskan demokrasi Pancasila yang telah mampu memelihara stabilitas politik yang sehat dan dinamis serta mampu Melaksanakan politik luar negeri yang bebas aktif.
Langkah-langkah yang ditempuh untuk melaksanakan strategi dalam menghadapi ancaman berdimensi politik
Pendekatan ke dalam
Penguatan penyelenggaraan pemerintahan negara yang sah, efektif, bersih, berwibawa, bebas KKN (korupsi, kolusi, nepotisme) dan bertanggung jawab
Penguatan lembaga legislatif sehingga menjadi lembaga yang berkualitas dan profesional pada bidangnya
Penguatan kekuatan politik nasional baik partai politik maupun organisasi masyarakat sebagai alat untuk memberdayakan masyarakat sebagai subjek politik dan pembangunan nasional
Pendekatan ke luar
Pada lingkup internal, yaitu melalui penciptaan, pembangunan, dan peningkatan kondisi dalam negeri yang semakin mantap dan stabil, yang dibarengi dengan upaya-upaya peningkatan dan perbaikan pertumbuhan ekonomi yang sehat dan kuat serta penguatan dan peningkatan kehidupan sosial kemasyarakatan
Pada lingkup regional, politik dan diplomasi Indonesia diarahkan untuk selalu aktif dan berperan dalam membangun dan meningkatkan kerja sama dengan negara lain dalam kerangka prinsip saling percaya, saling menghargai, dan tidak saling mengintervensi urusan dalam negeri
Pada lingkup supraregional, politik luar negeri dikembangkan untuk berperan dalam penguatan ASEAN plus Enam yang terdiri atas 10 negara anggota
Pada lingkup global, politik luar negeri harus memainkan perannya secara maksimal dalam memperjuangkan kepentingan nasional melalui keberadaan Indonesia sebagai anggota PBB, Gerakan NonBlok, Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan Forum Regional ASEAN (ARF).
Menurut Noor Ms Bakry
Kondisi tersebut dapat tercipta apabila negara kita mempunyai strategi yang tepat untuk menghadapi berbagai macam ancaman di bidang ekonomi.
Strategi untuk menghadapi ancaman di bidang ekonomi
Ancaman berdimensi ekonomi dari internal, prioritas kebijakan dapat berupa penciptaan lapangan kerja padat karya sebagai solusi memberantas kemiskinan
Ancaman berdimensi ekonomi dari eksternal, Indonesia harus membangun dan menjaga hubungan baik dengan negara-negara utama dalam tatanan ekonomi-politik dunia
Unsur pertahanan militer, mengembangkan pilihan strategis untuk membantu unsur utama dari pertahanan nir-militer
Pengertian
Ancaman yang berdimensi sosial budaya dapat dibedakan atas ancaman dari dalam dan ancaman dari luar. Ancaman dari dalam didorong oleh isu kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dan ketidakadilan. Ancaman dari luar berupa penetrasi nilai budaya dari luar negeri yang sulit dibendung mempengaruhi tata nilai sampai pada tingkat lokal.
Bangsa Indonesia berusaha memelihara keseimbangan dan keselarasan fundamental, yaitu keseimbangan antara manusia dengan alam semesta, manusia dengan masyarakat, manusia dengan Tuhan, keseimbangan kemajuan lahir dan kesejahteraan batin.
B. Partisipasi Warga Negara dalam Mengatasi Ancaman guna Membangun Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia
Pasal-Pasal yang berisi bentuk partisipasi warga negara dan bela negara :
Pasal 27 Ayat (3)
Pasal 30 Ayat (1) dan (2)
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia Pasal 68
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara Pasal 9 Ayat (1)
Pendidikan Kewarganegaraan
Pelatihan Dasar Kemiliteran
Pengabdian Sebagai Tentara Nasional Indonesia
Pengabdian sesuai dengan Keahlian atau Profesi
Anggota Kelompok
Alfiana Miranda Nur A.

Daffa Rafif G.

M. Adib Z.

Raisya Pasha A.
MIA
Full transcript