Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Presentasi PKN Infrastruktur Politik

No description
by

Laksamana Zeisar Adhito

on 27 February 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Presentasi PKN Infrastruktur Politik

Giri Adila Pradana (15)
Laksamana Zeisar A (19)
M. Fauzan Fikri (22)
Rifqy Nadhmy Dhia (32) Unsur Infrastruktur politik Fungsi Artikulasi Kepentingan a.Partai Politik
b.Kelompok Kepentingan (Interest Group)
c.Kelompok Penekan (Pressure Group)
d.Media Komunikasi Politik
e.Tokoh Politik A. Partai Politik Sekelompok warga negara yang terorganisasi, anggota-anggotanya memiliki cita-cita, tujuan, dan orientasi yang sama. Ada lima fungsi dasar dari keberadaan partai politik :
1.Fungsi Artikulasi Kepentingan
2.Fungsi Agregasi Kepentingan
3.Fungsi Sosialisasi Politik
4.Fungsi Rekrutmen Politik Artikulasi kepentingan adalah suatu proses masuknya
berbagai kebutuhan, tuntutan dan kepentingan melalui wakil-wakil kelompok dalam lembaga legislatif agar kepentingan, tuntutan, dan kebutuhan kelompoknya dapat terwakili dan terlindungi. Bentuk dari artikulasi yang paling umum pada semua sistem adalah pengajuan permohonan secara individual kepadapara anggota dewan (legislatif) kepala daerah, kepala desa, dan stafnya. Pengertian Infrastruktur politik Infrastruktur politik adalah kelompok masyarakat yang merupakan
kekuatan sosial dan politik riil di dalam masyarakatnya. Infrastruktur politik menjalankan fungsi :

a. Interest aggregation, yaitu pemaduan atau pengajuan kepentingan. Dalam hal ini berarti lembaga infrastruktur berfungsi memadukan aspirasi rakyat yang disampaikan oleh lembaga seperti LSM dan Ormas. Lembaga yang memiliki fungsi ini adalah lembaga partai politik.

b. Interest articulate, yaitu perumusan dan pengajuan kepentingan.
Dalam hal ini lembaga infrastruktur berfungsi menyampaikan aspirasi rakyat Fungsi Agregasi kepentingan Agregasi kepentingan adalah cara tuntutan-tuntutan yang
dilancarkan oleh kelompok-kelompok yang berbeda digabungkan
menjadi alternatif-alternatif pembuatan kebijakan publik.
Agregasi kepentingan dalam sistem politik di Indonesia
berlangsung dalam diskusi lembaga legislatif. DPR berupaya
merumuskan tuntutan-tuntutan dan kepentingan-kepentingan
yang diwakilinya. Infrastruktur Politik Fungsi Sosialisasi Politik Sosialisasi politik merupakan suatu cara untuk memperkenalkan nilai-nilai, sikap-sikap, dan etika politik yang berlaku atau yang dianut oleh suatu negara. Sosialisasi politik yaitu melaksanakan pendidikan politik dengan menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran atas hak serta kewajiban politik rakyat
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Fungsi Komunikasi Politik Komunikasi politik adalah salah satu fungsi yang dijalankan
oleh partai politik dengan segala struktur yang tersedia, yaitu
dengan mengadakan komunikasi informasi, isu, dan gagasan
politik. Media massa banyak berperan sebagai alat komunikasi
politik dan membentuk kebudayaan politik
Jenis-Jenis Kelompok Kepentingan Jenis kelompok kepentingan menurut Gabriel A. 1.Almond sebagai berikut :
2.Kelompok Anomic
3.Kelompok Non Assosiasional
4.Kelompok Assosiasional
5.Kelompok Institusional
Kelompok Kepentingan (Interest Group) Kelompok kepentingan adalah setiap organisasi yang berusaha mempengaruhi kebijaksanaan pemerintah, tanpa ingin memperoleh jabatan publik. Latar belakang perlunya kelompok kepentingan adalah karena setiap individu, kelompok, organisasi, dan masyarakat memiliki kepentingan yang sama untuk empertahankan kelangsungan kehidupan dalam suatu negara. Contoh kelompok kepentingan adalah LSM, Organisasi sosial seperti serikat buruh, himpunan pengusaha, kelompok petani .
Kelompok non assosiasional Kelompok assosiasional Kelompok anomic Kelompok anomic adalah kelompok yang terbentuk di antara unsur-unsur dalam masyarakat secara spontan dan hanya seketika. Oleh karena itu, kelompok kepentingan ini tidak memiliki nilai-nilai dan norma-norma yang mengatur. Kelompok ini sering tumpang tindih dengan bentuk-bentuk partisipasi politik nonkonvensional, seperti demonstrasi, kerusuhan, dan tindak kekerasan politik.
Kelompok non assosiasional adalah kelompok yang termasuk kategori kelompok masyarakat awam (belum maju) dan tidak terorganisir rapi dan kegiatannya bersifat temporer. Wujud kelompok kepentingan ini adalah kelompok keluarga, keturunan, etnik, regional yang menyatakan kepentingan secara kadangkala melalui individu-individu, kepala keluarga, atau pimpinan agama.
Kelompok assosiasional adalah kelompok yang terbentuk dari masyarakat dengan fungsi untuk mengartikulasi kepentingan anggotanya kepada pemerintah atau perusahaan milik modal. Contoh kelompok ini adalah serikat buruh, KADIN, Paguyuban,
MUI, NU, Muhammadiyah, dan KWI.
Kelompok institusional Kelompok institusional adalah kelompok formal yang memiliki struktur, visi, misi, tugas, dan fungsi, serta sebagai artikulasi kepentingan. Contoh kelompok ini adalah partai politik, korporasi bisnis, badan legislatif, militer, dan birokrasi.
Kelompok Penekan (Pressure Group) Kelompok penekan hampir sama dengan kelompok kepentingan. Kelompok penekan merupakan kelompok yang
menghimpun sejumlah individu atas dasar kesamaan kepentingan atau isu tertentu. Tujuan dari kelompok penekan yaitu untuk lebih menekankan pada kepentingan masyarakat luas dan memosisikan organisasi sebagai media artikulasi kepentingan masyarakat. Contoh dari kelompok penekan adalah Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia(GMNI).
Media massa Peranan media massa sangat penting yaitu sebagai publisitas politik terhadap masyarakat luas. Tujuan media komunikasi politik agar khalayak mengetahui agenda politik, setelah itu simpati dan menjatuhkan pilihannya kepada partai politik tertentu. Komunikator atau aktivis politik akan berusaha untuk menguasai media, dan biasanya yang berhasil menguasai media massa akan memenangkan pertarungan politik.
Menurut G.Lesigman Menurut Letser G. Seligman, proses pengangkatan tokoh politik akan berkaitan dengan beberapa aspek, yaitu :
a. Legitimasi elit politik,
b. Masalah kekuasaan,
c. Representativitas elit politik, dan
d. Hubungan antara pengangkatan tokoh-tokoh politik dengan perubahan politik.
E. Tokoh Politik Tokoh politik adalah orang-orang yang lalu lalang, atau yang bekerja di dunia politik, dan eksis di kalangan masyarakat, berperang penting dalam mengambil keputusan-keputusan yang berpengaruh dalam suatu wilayah. Pengangkatan tokoh politik akan berakibat pada pergeseran sektor infrastruktur politik, organisasi, asosiasi, kelompok kepentingan serta derajat politisasi dan partisipasi masyarakat.
Full transcript