Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

“Penerapan Standar Kegiatan K3 di Rumah Sakit Berdasarkan K

No description
by

Rizqaria Muflikhah

on 19 May 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of “Penerapan Standar Kegiatan K3 di Rumah Sakit Berdasarkan K

Pendahuluan
Selain dituntut mampu memberikan pelayanan dan pengobatan yang bermutu, Rumah Sakit juga dituntut harus melaksanakan dan mengembangkan program K3 di Rumah Sakit (K3RS) seperti yang tercantum dalam buku Standar Pelayanan Rumah Sakit dan terdapat dalam instrumen akreditasi Rumah Sakit.

2. Pembudidayaan perilaku kesehatan dan keselamatan kerja
Pelaksanaannya harus diawali dengan komitmen dari semua pihak, seluruh karyawan dibekali pengetahuan dan kompetensi, manajemen membuka seluruh jaringan komunikasi, dan seluruh karyawan bertanggung jawab, disiplin, proaktif, serta memiliki motivasi sebagai pendorongnya.

3. Pengembangan Sumber Daya Manusia kesehatan dan keselamatan kerja
RS Kelas A
RS Kelas B
RS Kelas C

4. Pengembangan pedoman, petunjuk teknis dan Standard Operational Procedure (SOP) K3RS
Penyusunan pedoman praktis ergonomi di Rumah Sakit.
Penyusunan pedoman pelaksanaan pelayanan kesehatan kerja.
Penyusunan pedoman pelaksanaan keselamatan kerja.
Penyusunan pedoman pelaksanaan tanggap darurat di RS.
Penyusunan pedoman pelaksanaan pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

6. Pelayanan Kesehatan kerja bagi pekerja di Rumah Sakit
Melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum kerja bagi pekerja di RS baik secara medis maupun non medis.
Melakukan pendidikan dan penyuluhan/ pelatihan tentang kesehatan kerja.
Melakukan pemeriksaan berkala dan pemeriksaan khusus.
Meningkatkan kesehatan badan, kondisi mental (rohani) dan kemampuan fisik pekerja
Memberikan pengobatan dan perawatan serta rehabilitasi bagi pekerja yang menderita sakit
Melakukan pemeriksaan kesehatan khusus bagi pekerja di rumah sakit yang telah mengalami kecelakaan atau penyakit yang memerlukan perawatan yang lebih dari dua minggu.
Dll.
Permasalahan
Bahaya-bahaya potensial di Rumah Sakit dapat mengakibatkan penyakit dan kecelakaan akibat kerja.
Penyebab tersebut terbagi atas beberapa faktor, diantaranya;
Biologi : kuman patogen
Kimia : antiseptik pada kulit
Ergonomi : cara mengangkat pasien salah
Fisik : panas pada kulit
Psikologis : ketegangan antara profesi kesehatan
Mekanik : tersayat
Listrik : sengatan listrik
Kecelakaan : kecelakaan benda tajam
Limbah RS : limbah medis (jarum suntik,dll)


5. Pemantauan dan evaluasi K3
“Penerapan Standar Kegiatan K3 di Rumah Sakit Berdasarkan Kepmenkes No. 1087 tahun 2010”
Kelompok 4
Rizky Amalia Yuswa (2013710045)
Marcelina Ayu Vandini (2013710007)
Rizqaria Mufkhlikhah (2013710081)
Febby Octavia (2013710022)
Ahmad Makky (2013710044)


Pendahuluan
Rumah Sakit, harus menjamin kesehatan dan keselamatan baik terhadap pasien, penyedia layanan atau pekerja maupun masyarakat sekitar dari berbagai potensi bahaya di Rumah Sakit. Oleh karena itu, Rumah Sakit dituntut untuk melaksanakan Upaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang dilaksanakan secara terintegrasi dan menyeluruh sehingga risiko terjadinya Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan Kecelakaan Akibat Kerja (KAK) di Rumah Sakit dapat dihindari.


K3RS
K3RS Merupakan salah satu upaya peningkatan mutu pelayanan Rumah Sakit, khususnya dalam hal kesehatan dan keselamatan bagi SDM Rumah Sakit, pasien, pengunjung/ pengantar pasien, masyarakat sekitar Rumah Sakit.

Tinjauan Penerapan UU K3 di RS
Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan no 1087/MENKES/SK/VIII/2010 tentang standar keselamatan dan kesehatan kerja di Rumah Sakit, objek K3 yang seharusnya dalam Rumah Sakit adalah sebagai berikut :
1. Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja
Kebijakan yang berada di RS hanya baru kebijakan secara umum, sedangkan untuk kebijakan yang khusus untuk K3RS belum ada, akan tetapi secara pendanaan dari pihak manajemen sudah menyediakan anggaran untuk keperluan yang berkaitan dengan K3RS,dan fasilitas RS yang berkaitan dengan K3 sudah ada seperti : safety sign, APAR, dan APD. Untuk sistem keamanan tanggap darurat RS belum menggunakan alarm, alarm akan direalisasikan bersamaan dengan adanya K3RS. Hal ini dikarenakan RS masih baru sehingga dari manajemen RS masih berfokus pada penetapan kelas untuk RS. Fasilitas RS terkait K3 yang diberikan belum lengkap, fasilitas akan dilengkapi sesuai anggaran yang sudah dianggarkan untuk kegiatan yang berhubungan dengan K3.




Pencatatan dan pelaporan K3 terintegrasi ke dalam sistem pelaporan RS (SPRS), seperti Pencatatan dan pelaporan K3.
Inspeksi K3 di rumah sakit dilakukan secara berkala, terutama oleh petugas K3 rumah sakit sehingga kejadian PAK dan KAK dapat dicegah sedini mungkin. Kegiatan lain adalah pengujian baik terhadap lingkungan maupun pemeriksaan terhadap pekerja berisiko seperti biological monitoring (pemantauan secara biologis).
Melaksanakan audit K3.
Tinjauan ulang dan peningkatan oleh pihak manajemen.
7. Pelayanan Keselamatan kerja
Pelayanan Keselamatan kerja erat kaitannya dengan keselamatan fisik pekerja. Maka perlu adanya rehabilitasi, pengobatan dan perawatan bagi pekerja rumah sakit yang menderita sakit.


8. Pengembangan program pemeliharaan pengelolaan limbah padat, cair, dan gas
Penyediaan fasilitas untuk penanganan dan pengelolaan limbah baik dalam bentuk padat, cair, ataupun gas.
Pengelolaan limbah medis dan non medis.


9. Pengelolaan Bahan Beracun dan Berbahaya (B3)
Pengelolaan bahan berbahaya perlu disertakan lembar data keselamatan material safety data sheeet (MSDS).
Apabila terjadi kontaminasi bahan berbahaya dan beracun akibat pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya, wajib dilakukan penanggulangan terhadap resiko dengan cara atau ketentuan sesuai yang telah ditentukan untuk setiap jenis bahan berbahaya dan atau beracun.


10. Pengembangan manajemen tanggap darurat
Manajemen K3 RS merupakan upaya terpadu dari seluruh SDM RS, pasien, serta pengunjung atau pengantar orang sakit.
SMK3 adalah bagian dari sistem manajemen yang meliputi: struktur organisasi, perencanaan, pelaksanaan, prosedur, sumber daya, dan tanggungjawab organisasi. Tujuan dari SMK3 RS adalah menciptakan tempat kerja yang aman dan sehat supaya tenaga kerja produktif disamping dalam rangka akreditasi rumah sakit itu sendiri.

11. Pengumpulan, pengolahan, dokumentasi, data dan pelaporan kesehatan dan keselamatan kerja.
Pencatatan dan pelaporan adalah pendokumentasian kegiatan K3 secara tertulis dari masing-masing unit kerja rumah sakit dan kegiatan K3RS secara keseluruhan yang dilakukan oleh organisasi K3RS, yang dikumpulkan dan dilaporkan /diinformasikan oleh organisasi K3RS, ke Direktur Rumah Sakit dan unit teknis terkait di wilayah Rumah Sakit.
Pelaporan terdiri dari; pelaporan berkala (bulanan, semester, dan tahunan).

12. Review program tahunan
Melakukan internal audit K3.
Mengikuti akreditasi Rumah Sakit.
Full transcript