Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesi

No description
by

Olivia Nuralyza

on 3 September 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesi

Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia
1. Perbedaan kolonialisme dan Imperialisme
a) Kolonialisme
o Secara bahasa kolonialisme berasal dari kata koloni yang artinya tanah jajahan yang dikuasai oleh sebuah kekuasaan asing
o Secara etimologi kolonialisme adalah pengembangan kekuasaan sebuah negara atas wilayah dan manusia di luar batas negaranya, seringkali untuk mencari dominasi ekonomi dari sumber daya, tenaga kerja, dan pasar wilayah tersebut

b) Imperialisme
o Secara bahsa imperialisme berasal dari kata Latin "imperare" yang artinya "memerintah"
o Secara etimologi imperialism adalah politik untuk menguasai (dengan paksaan) seluruh dunia untuk kepentingan diri sendiri yang dibentuk sebagai imperiumnya.

2. Perbedaan kolonialisme dan imperialism dari
A. Portugis
Ekspedisi pertama untuk mencari jalan langsung ke Indonesia dirintis oleh bangsa Portugis dan Spanyol. Bangsa-bangsa lain seperti Inggris, Prancis, dan Belanda baru melakukan ekspedisi setelah kedua bangsa ini menemukan jalan ke Indonesia.
Orang Portugis pertama yang mencoba mencari jalan baru ke Indonesia adalah Bartholomeus Diaz. Ia meninggalkan Portugal pada tahun 1486. Ia menyusuri pantai barat Afrika hingga tiba di Tanjung Harapan baik, namun ia gagal mencapai Indonesia. Setelah Bartholomeus Diaz menemukan jalan ke timur di Tanjung Harapan Baik (Afrika Selatan), upaya mencari jalan ke Indonesia diteruskan oleh armada-armada Portugis berikutnya.
Armada Portugis berikutnya yang mencoba berlayar ke Indonesia dipimpin oleh Vasco da Gama. Mereka berangkat pada tahun 1497 dan berhasil melewati Tanjung Harapan Baik. Sewaktu tiba di Pelabuhan Malinda (Afrika Timur), mereka bertemu dengan pedagang-pedagang Arab dan India. Namun, jalan ke Asia Tenggara tetap dirahasiakan oleh para pedagang tersebut. Oleh karena itu, orang-orang Portugis melanjutkan perjalannya menyusuri pantai timur Afrika. Mereka harus melewati perairan dengan ombak yang sangat besar. Daerah itu terletak di timur laut Afrika terutama di sekitar Ujung Tanduk. Oleh karena itu, daerah ini disebut Guadafui (berhati-hatilah).

Latar belakang lahirnya kolonialisme dan imperalisme di dunia dan Indonesia
• Latar belakang pelayaran orang-orang eropa ke dunia timur dimulai dengan peristiwa dikuasainya kota Konstantinopel(ibukota Romawi Timur) oleh bangsa Turki dalam perang salib (1453) membawa perubahan besar bagi bangsa eropa. Kesultanan Turki melarang orang kristen membeli rempah-rempah dari Konstantinopel yang waktu itu menjadi satu-satunya pusat perdagangan rempah-rempah di eropa. Hal inilah yang akhirnya memaksa orang orang eropa untuk berlayar ke dunia timur dengan tujuan mencari sendiri pusat rempah-rempah dunia.
Selain latar belakang di atas ada juga beberapa faktor yang mempercepat keinginan dari bangsa eropa untuk mengadakan pelayaran samodera, yaitu :
• Keinginan untuk membuktikan teori Copernicus (heliosentris)
• Keinginan untuk membuktikan teori Galileo Galilei yang menyatakan bahwa bumi itu bulat
• Keinginan untuk membuktikan kisah perjalanan Marcopolo dalam bukunya “Imago Mundi” yang menceritakan keajaiban dan kemakmuran di dunia timur (Cina)
• Ditemukannya kompas sebagai alat penunjuk arah dalam perjalanan
Soal
1. Perbedaan kolonialisme dan imperalisme secara etimologi dan bahasa

2. Perbedaan kolonialisme dan imperalisme dari
A. Portugis
B. Belanda
C. Inggris

3. Latar belakang lahirnya kolonialisme dan imperalisme di dunia dan Indonesia ?
a. Faktor Internal
b. Faktor eksternal

Ekspedisi ini kemudian berhasil melewati selat di ujung selatan Laut Merah yang disebutnya Bab el Mandeb (Gapura Air Mata). Pada tahun 1498, Vasco da Gama tiba di Kalikut (India). Sejak saat itu, perdagangan antara orang Eropa dan India tidak lagi melalui jalur Laut Tengah melainkan melalui pantai timur Afrika.
Namun, penemuan ini belum juga memuaskan bangsa Portugis. Mereka ingin menjelajahi daerah timur lainnya yakni Malaka dan Maluku.
Pada waktu itu, di Asia Tenggara terdapat salah satu daerah pusat perdagangan yang sangat ramai dikunjungi. Daerah tersebut adalah Malaka sedangkan daerah sumber rempah-rempahnya adalah Maluku. Bagi Portugis, cara termudah menguasai perdagangan di sekitar Malaka termasuk di Maluku adalah dengan merebut atau menguasai Malaka. Kolonialisme Portugis di Indonesia dimulai sejak kedatangan Alfanso d’Albuquerque di Maluku. Pada tahun 1511, ekspedisi Portugis di bawah pimpinan Alfonso d’Albuquerque berhasil menaklukkan Malaka. Dari sana, mereka menuju Maluku dan diterima dengan baik oleh raja Ternate. Mereka diperkenankan berdagang dan membangun benteng di ternate.

Belanda
Keberhasilan bangsa Spanyol dan Portugis dalam melakukan penjelajahan samudra mendorong bangsa Belanda untuk turut dalam penjelajahan. Pada ahun 1594 Barents berangkat dari Belanda untuk menemukan dunia Timur. Namun perjalanan ini gagal karena kapal Barents terjebak di Pulau Nova Zembla di Kutub Utara.
Setelah mempelajari buku tentang perjalanan Portugis ke Timur atau Hindia Portugis, bangsa Belanda menyempurnakan perbekalan untuk penjelajahan ke dunia Timur. Pada tahun 1595 rombongan ekspedisi Belanda pertama yang berbekal 4 kapal, 294 awak kapal, dan 64 pucuk meriam siap berlayar ke dunia Timur di bawah komando Cornelis de Houtman.

Pada tahun 1596 rombongan ekspedisi Belanda tiba di Banten, namun mereka ditolak karena sikap Cornelis de Houtman yang tidak menghormati masyarakat setempat. Sejak mendarat di Banten, bangsa Portugis berusaha menghalangi Belanda berdagang di Banten dengan cara menghasut masyarakat setempat. Akhirnya rombongan Cornelis de Houtman diusir dari Banten dan melanjutkan perjalanan menyusuri pantai utara Jawa. Pada tahun 1597 rombongan Belanda memutuskan untuk kembali ke Belanda dengan membawa banyak rempah-rempah sebagai tanda bahwa mereka telah berhasil menemukan pulau rempah-rempah.
Pada tahun 1598 rombongan ekspedisi Belanda tiba lagi di Banten di bawah pimpinan Jacob van Neck yang dibantuk oleh van Waerwijck dan van Heemskerck. Mereka bersikap lebih ramah dan menghargai masyarakat setempat sehingga diterima oleh masyarakat Banten. Setelah menguasai Banten, Belanda berhasil mencapai Kepulauan Maluku dan menggeser kekuasaan Portugis sehingga Portugis pindah ke wilayah Nusa Tenggara dan Papua.

Inggris
Bangsa Inggris meniru jejak bangsa Spanyol dalam melakukan penjelajahan samudra, yaitu dengan berlayar kearah barat. Rombongan pertama berangkat pada tahun 1577 dibawah pimpinan Francis Drake. Rombongan ini berhasil sampai di Ternate pada tahun 1597. Di Ternate mereka memborong rempah-rempah untuk dibawa pulang ke Inggris, dan kembali pada tahun 1580.
Kedatangan Inggris pada awal abad XVII bertujuan untuk memperluas kekuasaan politik Inggris di wilayah Asia. Pada saat Inggris datang, Jayakarta sedang berseteru dengan Banten akibat politik adu domba yang dijalankan VOC. Penguasa Jayakarta yang menyadari kelicikan VOC mengizinkan Inggris membangun gudang kayu di dekat kantor dagang VOC, dan meminta bantuan Inggris untuk menghadapi serangan VOC.
Puncak perseteruan antara Jayakarta dan VOC adalah perang laut yang terjadi pada tahun 1619. Armada Inggris membantu Jayakarta meraih kemenangannya dengan lima belas kapal laut pimpinan Sir Thomas Dale. Namun pada hari berikutnya VOC berhasil merebut Jayakarta.
Setelah berhasil menjalin kerjasama dengan Banten pada tahun 1628, Inggris mendirikan pangkalan dagang utama Asia Tenggara di Banten dengan tujuan menjamin perdagangan lada dan keamanan wilayah akibat blockade VOC di Banten.

• Adanya semangat penaklukan (reconquista) terhadap orang-orang islam di seluruh dunia
• Secara umum kedatangan bangsa barat di Indonesia dilatar belakangi oleh adanya kebutuhan mendesak mencari rempah-rempah, yang kemudian diikuti oleh mencari kejayaan dan menyebarkan agama (Glory, Gold, Gospel)
Gold : kekayaan
bangsa barat pergi ke timur untuk mencari rempah-rempah,karena rempah-rempat di barat sangat mahal,jadi mereka mencari ke asia untuk mendapatkan keuntungan yang melimpah dengan mencari rempah-rempah itu,jadi bangsa barat menganggap rempah-rempah sebagai gold(emas),karena dengan menjual rempah-rempah mereka bisa menjadi kaya
Glory : kejayaan
bangsa barat pergi ke daerah asia untuk mencari rempah-rempah,tetapi mereka ingin mendapatkan yang lebih jadi mereka melakukan penjajahan dan kolonialisme agar wilayahnya bertambah luas dan medapatkan kejayaan
Gospel : agama
bangsa barat selain ingin mencari rempah-rempah di daerahnya mereka juga ingin menyebaran agamanya yaitu kristen,dengan memaksa para pendutuh berpindah agama sambil menjajah,jadi penduduk indonesia terpaksa menurut

Anggota Kelompok
Affandi Infar P.
Badiul Masudah
Lily Sondya A.
M. Nofan Kahfi
Olivia Nuralyza
Full transcript