Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Kapasitas Produksi IMTA (STRANAS 2012-2013)

No description
by

sumoharjo Lam Paga

on 20 May 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Kapasitas Produksi IMTA (STRANAS 2012-2013)

PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI AKUAKULTUR BERBASIS MULTITROFIK TERPADU
Tahap 2
Uji Potensi Kiambang (Lemna minor) sebagai organisme biofilter
Tahap 3
Uji Potensi Lumut Keset (Spirogyra sp) sebagai organisme biofilter
SISTEM AKUAKULTUR RESIRKULASI MULTITROFIK TERPADU
Siap diaplikasikan sebagai teknologi akuakultur tepat guna, efektif dan efisien, dapat diaplikasi pada lahan terbatas, dan dekat dengan target pasar
1. Top-Down with 10 litres reservoir
TAHUN 2
Sumoharjo, S.P.,M.Si
Dr. Ir. Asfie Maidie, M.Fish.Sc
Qoriah Shaleha, S.Pi.,M.Si
Dr. Erwiantono,S.Pi.,M.Si

2. Top-Down tanpa reservoir
Top-Down With Reservoir
KONFIGURASI FINAL DARI SISTEM IMTA RESIRKULASI
Kelebihan
Air mengalir dapat tiga tingkat secara grafitasi
Dari Reservoir, air dapat ditarik dengan hanya pompa 13 watt
Penanaman organisme biofilter lebih mudah karena posisinya yang rendah (hanya 30 cm) dari permukaan tanah
Kekurangan
Ketika listrik padam, reservoir akan meluap sehingga sistem akan kehilangan air sebanyak 150 liter.
Ukuran reservoir tidak dapat dikembangkan lagi
Diperlukan lahan untuk meletakkan wadah filter
Tindakan teknis sulit dilakukan jika terjadi kebocoran karena letaknya yang terlalu rendah
Kelebihan
Tidak ada air yang terbuang ketika lampu padam
Monitoring dan perawatan lebih mudah karena posisinya yang lebih tinggi, sehingga mudah diketahui dan cepat dilakukan tindakan teknis jika terjadi kebocoran.
Kekurangan
Tinggi pipa 1,5 kali lebih tinggi sehingga debit aliran air lebih kecil (< 2 lpm).
Monitoring dan perawatan lebih sulit, karena posisi bioreaktor berada 1,5 meter dari tanah.
Masih diperlukan lahan untuk letak wadah filter
A
D
B
C
E
Keterangan : A. Bak Ikan lele (Trofik I); B. Outlet Bak lele=inlet bioreaktor; C. Outlet bioreaktor; D. Bak Ikan Nila (Trofik II); E. Outlet bak nila=inlet bak lele
Kelebihan
Aliran air secara grafitasi dan terkontrol
Tidak terjadi luapan air ketika lampu padam
Bak ikan untuk level trofik II juga berfungsi sebagai reservoir.
Filter ditempatkan setinggi 1 meter dari permukaan tanah sehingga memudahkan dalam perawatannya.
Kekurangan
Masih diperlukan tambahan lahan (1 x 2 m) untuk meletakkan wadah filter.
Diperlukan pipa 6 meter lebih banyak untuk menyalurkan air, sehingga kurang efisien
Tahap 1
Konfigurasi dan Skema Aliran Air Sistem IMTA resirkulasi
Kelebihan
Filter diletakkan di atas bak level trofik II sehingga tidak memerlukan lahan tambahan.
Dapat menggunakan pompa 13 watt untuk menarik air dari outlet bak ikan trofik 1.
Air dapat bergerak secara grafitasi secara terus menerus dari masing-masing bak
Kekurangan
Bak ikan skala komersial berukuran 2 x 3 dengan kepadatan 250 ekor/m3 ikan lele, maka kebutuhan Kebutuhan area biofilter harus dua kali lipat dari dimensi awal.
Bak ikan nila (Bak II) hanya untuk pendederan agar beban pakan tidak besar sehingga bak ikan lele tidak menerima beban limbah terlalu besar yang dapat mempercepat memburuknya kualitas air.
Metode Percobaan : Eks-Post-Facto (Riset Tindakan)
TAHAP IV
Aplikasi Sistem IMTA Skala Komersial
Metode : Pelatihan & Pendampingan
Pembangunan sistem bersama masyarakat mitra
Persiapan bahan & alat
Pembangunan rangka bak
Penempatan ranka dilokasi
Briefing tentang konfigurasi & desain sistem
Pemasangan dinding dan finishing
Tampilan sistem IMTA lengkap
Penebaran bibit
Pemberian pakan
Ikan lele setelah umur 4 minggu pemeliharaan
Kegiatan seleksi/grading ukuran ikan
Pemanenan dilakuan setelah 8 minggu
Produksi 60 kg, FCR = 0,8; SR = 70%, masalah utama adalah kanibalisme
RANCANGAN PERCOBAAN
Rancangan Acak Kelompok (RAK)
3 perlakuan
2 lpm
5 lpm
7 lpm
3 Kelompok -> alas Bak
Flat
Limas
Prisma
Hasil
Produksi TAN = 0.552 g/hari
Konsumsi Pakan = 281,25 g
Performa Lemna Setelah 15 hari
Analisis keragaman (F10%)
Kiambang (Lemna minor) yang digunakan sebagai biofilter dalam sistem akuakultur ini mampu mengkonversi 7,1 2,3% N dan 27,08 ± 9,93% P dari TAN dan PO4-P yang dihasilkan oleh ikan.
Pertumbuhan populasi tidak berbeda nyata untuk setiap perlakuan. Namun, berbeda nyata untuk kelompok percobaan dengan kelompok II memberikan laju pertumbuhan tertinggi, yakni 8±1 kali dari populasi awal
Secara kelompok rata-rata kiambang mampu meretensi protein hingga 44,33 ±14,3% dan fosfor 61,55±22,57% dari limbah akuakultur.
Penggunaan kiambang juga akan potensial sebagai pakan alami, karena memiliki kandungan protein hingga 25,7 1,7 %
Kesimpulan
Rata-rata nilai kualitas air selama 16 hari
Rancangan Percobaan
Rancangan Acak Kelompok (RAK)
3 Perlakuan
3 Kelompok bak
2 lpm
5 lpm
7 lpm
flat
limas
prisma
Data pertumbuhan biomassa Spirogyra
HIBAH STRATEGIS NASIONAL 2013
Indikator keberhasilan adopsi teknologi
adanya panen perdana dengan produksi 60 kg ikan lele dengan masa pemeliharaan 8 minggu SR = 70 %, FCR = 0,8
KESIMPULAN
Laju pertumbuhan Lemna minor > Spirogyra
Tingkat filtrasi TSS lemna < Spyrogira
Kesimpulan
Saran
Penempatan Spirogyra lebih efektif jika diletakkan pada jalur awal bioreaktor kemudian diikuti dengan Lemna minor
Konfigurasi Final yang siap diaplikasikan ke skala komersial
Bagan alir Tahun I
Prinsip Kerja Sistem Akuakultur Multitrofik Terpadu
Latar Belakang
Nomor : 103/SP2H/PL/Dit.Libmas/III/2013, Tanggal 13 Mei 2013
Wadah akuakultur
PARADIGMA USAHA AKUAKULTUR
Profit oriented, berkelanjutan, dan Ramah lingkungan
Ikan (Kepadatan Tinggi)
Pakan Meningkat
Lahan Terbatas
Sumber Air Terbatas
Limbah Metabolit
Juga
Meningkat
PRODUKSI MENINGKAT
??
DAYA DUKUNG (Carrying Capacity)
MENURUN
REKAYASA SISTEM TEKNOLOGI
AKUAKULTUR
IMTA
Full transcript