Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

BAB III METODE PENELITIAN

TUGAS PROF
by

bagus tirto

on 13 December 2012

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of BAB III METODE PENELITIAN

3.8 Prosedur Penelitian
Peneliti merasa perlu untuk mencantum­kan langkah-langkah penelitian yang dilakukan yang dikenal dengan istilah prosedur penelitian. Untuk itu penulis merujuk pada Moechid (1992) mengenai prose­dur penelitian yang seharusnya dilalui oleh seorang peneliti mengikuti lang­kah-langkah yang diuraikan pada Gambar 3.2.
Pada Bab III di atas, kiranya telah jelas bagaimana prosedur penelitian dan langkah-langkah yang dilakukan secara detail dalam penelitian yang berjenis quasi eksperimental ini. Sehingga analisis dan perhitungan hasil temuan dari pengumpulan data lapangan yang dibahas pada Bab IV siap untuk dilakukan. Mengajukan pertanyaan kepada subyek yang diteliti dalam rangka untuk mencari informasi tentang ada tidaknya siswa saling tukar informasi tentang pokok bahasan yang akan dieksperimenkan. Siswa yang bertukar informasi akan dianulir dari fungsinya sebagai sampel.
Melakukan pengamatan terhadap sikap dan perlakuan guru pengampu mata diklat PHP, untuk mengetahui muncul tidaknya sikap guru yang wajar, jujur dan sesuai dengan instruksi penelitian, serta tidak melakukan hal-hal yang dapat mempengaruhi siswa atau proses perlakuan terhadap eksperimen hasil belajar siswa, misalnya dengan merubah model pembelajaran yang dilakukan, atau meniadakan evaluasi kelompok tiap akhir pertemuan untuk model pembelajaran Cooperative Learning, dan lain sebagainya.
Melakukan tes evaluasi setelah siswa mempelajari materi yang diajarkan sesuai alokasi waktu yang telah ditentukan.
Mengumpulkan hasil tes evaluasi untuk dianalisis dalam rangka mencari perbedaan perolehan hasil belajar siswa sebagai efek dari penggunaan beberapa model pembelajaran dan pengelompokan siswa berdasarkan prestasi belajar dengan kategori laki-laki dan perempuan. Melakukan pembelajaran selama sepuluh kali tatap muka. Jadwal penelitian beserta agenda/jurnal pembelajaran selengkapnya disertakan pada lampiran 3, dalam setiap tatap muka dilakukan instruksi penelitian yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing model. Untuk instruksi model pembelajaran yang diberikan selengkapnya terdapat pada lampiran 4, pada pertemuan kesebelas dilakukan tes evaluasi.
Melaksanakan pembelajaran yang sama untuk kelas laki-laki dan perempuan dan dilakukan secara paralel yaitu pada waktu dan hari yang sama, oleh guru yang berbeda. Dalam pembagian jadwal guru mengajar yang hanya berjumlah empat orang, peneliti mengkonsultasikan kepada bagian kurikulum untuk dapat mengacak jadwal mengajarnya, sehingga dalam waktu yang sama ada dua orang guru yang mengajar mata diklat sama.
Melakukan kontrol selama perlakuan dengan cara sebagai berikut:
Mengisolasi masing-masing kelompok agar tidak saling menukar informasi tentang pokok bahasan yang sedang dieksperimenkan, dengan cara menempatkan waktu pembelajaran pada akhir jam pelajaran sehingga selesai pembelajaran siswa langsung dipulangkan. 3.6 Pengumpulan Data
Pada pelaksanaan pengumpulan data ini dilakukan dengan mengikuti prosedur/langkah-langkah sebagai berikut:
Membagi sampel secara acak menjadi enam kelompok eksperimen yaitu CL/L, CL/P, IL/L, IL/P, CTL/L, CTL/P.
Mengkoordinasikan kepada guru pengampu mata diklat Pemrograman Web PHP untuk memberikan pembelajaran sesuai dengan arahan dan konsep dari peneliti seperti yang diharapkan dalam penelitian eksperimen.
Meminta kepada guru pengampu mata diklat Pemrograman Web PHP untuk merahasiakan eksperimen ini dihadapan siswa untuk menjaga kesungguhan dalam belajar. Oleh karena itu guru diminta untuk bersikap sewajarnya, dan meng-informasikan kepada siswa tentang penggunaan model baru dalam pembelajaran yang akan dilakukan, ada tes akhir yang akan menjadi nilai ujian tengah semester (UTS). Berdasarkan uraian diatas penelitian ini menggunakan validitas empiris dari keempat guru yang mengajarkan mata diklat sama yaitu PHP, sehingga didapat instrumen yang berupa soal penelitian.
 
3) Reliabilitas Instrumen
Apabila Reliabilitas penelitian diperoleh dengan cara menganalisis data dari hasil satu kali pengetesan, menurut Arikunto dalam Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (edisi revisi VI; 2006:180) disebut sebagai reliabilitas internal. Pada tahap ini reliabilitas instrumen dilakukan dengan mencermati validitas isi soal yang akan diujikan pada siswa. Soal yang diujikan berjumlah 25 soal pilihan ganda dalam waktu 100 menit, dengan melibatkan empat orang guru yang mengajar mata pelajaran PHP sebagai validator. Peneliti mengkaji lembar jawaban dari keempat validator tersebut, untuk mengetahui akan perlu tidaknya soal tes direvisi. Variabel terikat adalah hasil belajar. Variabel bebas atau variabel perlakuan adalah penggunaan tiga model pembelajaran untuk mata diklat pemrograman web PHP. Sedangkan variabel moderator berupa kelompok siswa berprestasi tinggi dan berprestasi rendah.
Instrumen yang digunakan untuk mengukur prestasi siswa adalah nilai akhir dari mata diklat Desain Web dengan Macromedia Dreamweaver. Sedangkan instrumen untuk mengukur hasil belajar menggunakan soal tes. Jumlah tes disusun sebanyak 25 soal, selanjutnya dikonsultasikan kepada empat orang ahli bidang diklat untuk mengetahui butir-butir tersebut sudah layak untuk mengukur hasil belajar siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Instrumen penelitian ini meliputi: (a) sintaks dasar pemrograman PHP, (b) variabel dan tipe data, (c) operator, (d) fungsi kontrol, (e) basis data (database), (f) ko-neksi ke basis data (database). Agar lebih jelas jumlah soal pada cakupan ini setiap topik bahasan dapat dilihat pada Tabel 3.3. Pengambilan sampel menurut saran yang diberikan oleh Arikunto (dalam Prosedur Penelitian,1998) adalah jika jum­lah populasi penelitian kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi, sedangkan apabila populasi penelitian besar dapat diambil antara 10–15% atau 20-25% atau lebih tergantung kemampuan peneliti, luas wilayah pengamatan dan besar kecilnya resiko peneliti.
Dari pernyataan tersebut, untuk mendukung penelitian yang akan dilaku-kan terdapat populasi sebesar 152. Apabila diambil seluruhnya, maka karak-teristik yang peneliti inginkan yaitu berdasarkan prestasi tinggi tidak akan terpenuhi. Sehubungan dengan hal tersebut maka peneliti menentukan karakteristik siswa berprestasi tinggi yaitu dengan nilai >7.50 untuk mata diklat Desain Web dengan Macromedia Dreamweaver pada semester sebelumnya yaitu semester tiga, sehingga jumlah sampel yang terjaring terkumpul sebesar 108 orang. Dari 108 siswa tersebut akan dikelompok-kan/dimasukkan kedalam 6 sel mean, sehingga masing-masing sel berisi 18 orang siswa untuk mendapat perlakuan. Bab ini menyajikan tentang: (a) rancangan penelitian, (b) populasi dan sampel, (c) teknik sampling, (d) uji homogenitas, (e) instrumen penelitian, (f) pengumpulan data, (g) analisis data dan (h) prosedur penelitian.

3.1 Rancangan Penelitan
Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental, yaitu Desain Faktorial Dua Jalur (3 x 2). Variabel bebas A merupakan variabel bebas kolom, yaitu model pembelajaran, dengan memiliki tiga kategori yaitu, Independent Learning (IL), Cooperative Learning (CL), dan Contextual Teaching and Learning (CTL). Sementara itu variabel bebas B berupa variabel bebas baris, yaitu faktor prestasi belajar tinggi, dengan memiliki dua kategori yaitu siswa laki-laki dan perempuan. Sedangkan variabel terikatnya berupa hasil belajar siswa.
Untuk membedakan masing-masing cell mean (sel mean) diberikan penamaan sesuai dengan variabel yang dipergunakan, yaitu dengan menggunakan kodifikasi sebagai berikut. Untuk model pembelajaran Independent Learning disingkat IL, model pembelajaran Cooperative Learning disingkat CL, dan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning disingkat CTL. Untuk variabel dengan kategori laki-laki disingkat L, sedangkan kategori perempuan disingkat P. Sehingga rancangan penelitian tampak seperti Tabel 3.1. Pengembangan instrumen penelitian berupa soal, dirujuk dari buku PHP & MySQL dengan Dreamweaver (Firdaus, 2007) dan Buku Pintar Pemrograman PHP (Dodit Suprianto, 2008), yang dipergunakan sebagai referensi pembelajaran di sekolah. Dari contoh soal yang diberikan, dilakukan beberapa modifikasi soal disesuaikan dengan silabus teknik komputer jaringan dari Dikmenjur tahun 2007-2008. Dalam pembuatan instrumen penelitian diperlukan beberapa hal sebagai berikut: Tabel 3.3 Jumlah soal pada cakupan isi sub kompetensi Gambar 3.1 Teknik Sampling 3.3 Teknik Sampling
Randomisasi atau acak digunakan sebagai teknik sampling penelitian ini. Cara ini dilakukan dengan membagi kelas menjadi dua, dan dibedakan berdasarkan gender atau jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan, dengan memperhatikan faktor karakteristik siswa berprestasi tinggi yang diambil dari nilai mata diklat Desain Web dengan Macromedia Dreamweaver yang telah diajarkan di semester tiga, sehingga terdapat dua kelas. Dari dua kelompok tersebut kemudian di lotre untuk memperoleh masing-masing kelas menjadi tiga kelompok untuk mendapatkan perlakuan model pembelajaran yang sama, yaitu: 1) Independent Learning; 2) Cooperative Learning; dan 3) Contextual Teaching and Learning, sehingga didapat enam kelas. Gambar 3.1 adalah gambaran teknik sampling yang dipergunakan. Oleh :
Adi Waskito (110403020065)
Candra Apri A.S (110403020066)
Bagus Tirto B (110403020067) BAB III
METODE PENELITIAN 3.2 Populasi dan Sampel

Populasi penelitian ini adalah siswa-siswi SMK Negeri 8 Malang. Jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) Kelas XI Tahun Pelajaran 2008/2009 yang berjumlah 152 siswa, terbagi atas 80 siswa laki-laki dan 72 siswa perempuan. Dari rancangan diatas, peneliti membagi sejumlah kelompok perlakuan seperti ditunjukkan pada Tabel 3.2.

Tabe1 3.2 Rancangan Jumlah Siswa yang Mengalami Perlakuan Penelitian Tabe1 3.1 Rancangan Penelitian 3.7 Analisis Data
Analisi data yang dimaksudkan adalah untuk menganalisis data hasil belajar dan menguji hipotesis yang telah dirumuskan pada hipotesis pada Bab I. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis varian dua jalur (Ardhana, 1990:49; Kerlinger, 1990:353).
Untuk mengetahui signifikansi pengaruh dan interaksi perlakuan yang diberikan dalam proses pembelajaran tersebut, peneliti menggunakan teknik analisis statistik Anava dua jalur (3 x 2). Selanjutnya untuk mengetahui kekuat­an interaksi dari perlakuan yang telah diberikan, peneliti menggunakan Post Hoc Test (Scheffe), yang dirumuskan sebagai berikut:

(3-4)

Dimana SSA Comp1 = Jumlah kuadrat komparasi 1 (Sum Of Sequence), , = varians Karena jumlah soal dalam instrumen penelitian berjumlah ganjil, maka rumus yang dapat dipergunakan terkait reliabilitas instrumen adalah rumus K - R20 (Suharsimi, 2006: 185) yaitu:



Dimana r11= reliabilitas instrumen, Vd = varians (varian difference), Vt = varians total atau varian skor total, d = skor pada belahan awal dikurangi dengan skor pada belahan akhir, dan k = jumlah soal.
Hasil dari perhitungan keempat guru sebagai validator dapat dilihat dalam lampiran 2 dengan hasil sebagai berikut:


(3-3)
r11 = 0,98
rtabel (dengan N= 4) = 0,95

sehingga didapat r11 > rtabel = instrumen reliabel. 2. Validitas Instrumen
Untuk memperoleh instrumen yang valid, Arikunto dalam Prosedur Penelitian (2006), mengemukakan bahwa diperlukan suatu usaha hati-hati melalui cara-cara yang benar sehingga menurut logika akan dicapai suatu tingkat validitas yang dikehendaki. Selain itu peneliti juga menguji validitas instrumen yang sudah disusun melalui pengalaman. Dengan mengujinya melalui pengalaman akan diketahui tingkat validitas empiris atau validitas berdasarkan pengalaman. 1. Variabel Penelitian
Variabel-variabel dalam penelitian ini dapat dijabarkan dalam Tabel 3.4

Tabel 3.4 Variabel dan Jenis Perlakuan Dengan ketentuan diatas dan berdasarkan Data hasil penelitian tes hasil belajar dalam lampiran 6, didapatkan hasil sebagai berikut:

= = = 77,24 3.4 Uji Homogenitas
Analisis varian dilakukan dengan asumsi-asumsi: (1) sampel diambil secara acak dari populasi, (2) skor pada variabel terikat berdistribusi normal, dan (3) varian antara kelompok-kelompok yang dibandingkan adalah homo-gen. Untuk uji homogenitas peneliti menggunakan tes Hartley dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Hitung varian ( ) untuk masing-masing kelompok dengan menggunakan rumusan
sebagai berikut:
(3-1)

Dimana = varians, = kuadrat jumlah nilai per kelompok, dan = derajat ke-bebasan masing-masing kelompok.
2. Pilih varian terbesar dan terkecil dengan menggunakan rumusan berikut.

(3-2)

Dimana = maximum varians
3. yang dihitung tersebut dibandingkan dengan kritis yang dapat dilihat dalam tabel
(Gravetter & Wallnau, 1985), dengan catatan k = jumlah kelompok perlakuan, n = jumlah subyek tiap kelompok, sedangkan harga α ditentukan 0,05 atau 0,01. Dari perhitungan diatas diketahui (terbesar) adalah 84,79 dan (terkecil) adalah 77,24, sehingga didapat harga = = 1,10 sedangkan harga kritis dengan k = 6 dan n–1 = 17 dapat dilihat pada tabel = 3,76. Berdasarkan perhitungan diatas maka < kritis = 1,10 < 3,76 maka Ho: tidak ada perbedaan varian, gagal ditolak/diterima. Jadi tidak ada perbedaan varian antara kelompok-kelompok yang dibandingkan.

3.5 Instrumen Penelitian
Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari (1) Variabel bebas, yaitu variabel perlakuan dan diprediksi sebagai penyebab yang mempengaruhi kepada variabel terikat, (2) Variabel moderator, yaitu variabel yang tidak dimanipulasi yang diprediksi memiliki pengaruh untuk mengubah hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat, dan (3) Variabel terikat yaitu variabel yang diprediksi akan muncul sebagai akibat dari variabel bebas. Variabel-variabel dalam penelitian ini, yaitu satu variabel yang digunakan sebagai unsur perlakuan dan dua variabel moderator. 4.





5.





6.
a. b. c. 7. 8. Gambar 3.2 Skema Prosedur Penelitian TERIMA KASIH 3. 2. 1.
Full transcript