Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

PENGELOLAAN LIMBAH B3 DENGAN STUDI KASUS

No description
by

reny yulianti

on 1 December 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of PENGELOLAAN LIMBAH B3 DENGAN STUDI KASUS

PENGELOLAAN LIMBAH B3
DENGAN STUDI KASUS

PT. INDOMINCO MANDIRI

design by Dóri Sirály for Prezi
MAKALAH LIMBAH B3
KELOMPOK 3
- FADHIL ADZANINO PRAYOGO (1109045011)
- AMIRUL IRDIANSYAH (1109045012)
- RENY YULIANTI (1109045013)
- DYAH CATUR RATNASARI (1109045014)
- MUHAMMAD BAYU ADINEGORO (1109045015)

Teknik Lingkungan 2011
Latar Belakang
Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) merupakan salah satu penghasil batubara terbesar di Indonesia. Deposit batubara di Kalimantan Timur mencapai sekitar 19,5 miliar ton (sekitar 54,4%) dari seluruh total produksi batubara di Indonesia), dengan temuan cadangan yang dapat dieksploitasi mencapai 2,4 miliar ton.



Gambaran Umum PT. Indominco Mandiri
PT Indo Tambangraya Megah Tbk merupakan salah satu perusahaan pertambangan batubara yang terintegrasi dengan pengolahan batubara yang berada di pulau Kalimantan. PT Indo Tambangraya Megah Tbk memiliki enam anak perusahaan dan lima diantaranya sudah dalam tahap produksi. Anak perusahaannya yaitu PT Indominco Mandiri, PT Trubaindo Coal Mining, PT Jorong Barutama Greston, PT Kitadin (Embalut) dan PT Kitadin (Tandung Mayang).

PT Indominco Mandiri merupakan anak perusahaan yang 99,99% dimiliki oleh PT Indo Tambangraya Megah Tbk yang didirikan pada tanggal 11 November 1988 dan mulai berproduksi pada tahun 1997. Luas area awal PT Indominco Mandiri ini yaitu 100.000 hektar, secara bertahap luas areanya diperkecil hingga menjadi 25.121 hektar. Luas area PT Indominco Mandiri ini dibagi menjadi dua blok yaitu Blok Barat yang luas areanya sebesar 18.100 hektar dan Blok Timur yang luas areanya sebesar 7.021 hektar. PT Indominco Mandiri berada di daerah Bontang, Kutai Kertanegara dan Kutai Timur di provinsi Kalimantan Timur.

SUMBER DAN JENIS LIMBAH B3
PT. INDOMINCO MANDIRI
Areal pertambangan PT Indominco Mandiri yang merupakan suatu lingkungan aktivitas penambangan
beserta bengkel-bengkel dan areal perumahannya menghasilkan limbah yang beragam. Dengan semakin
berkembangnya kegiatan penambangan PT Indominco Mandiri dan makin banyaknya kegiatan
yang dilakukan maka akan semakin besar pula timbulan limbah yang terjadi. Tambang PT Indominco
Mandiri menggunakan lebih dari 36000 ton bahan bakar solar per tahun dan sejumlah besar oli, pelumas
(grease), dan minyak. Penggunaan hidrokarbon yang sangat besar dilebih dari 30 bengkel di area
pertambangan ini akan menghasilkan limbah hidrokarbon, khususnya oli dan pelumas bekas yang sangat
banyak pula, sehingga perlu dilakukan pengelolaan yang baik dan benar agar tidak memberikan dampak
yang merugikan terhadap manusia dan lingkungan hidup,
Pengelolaan limbah B3 dengan Studi Kasus PT. Indominco Mandiri
Pemberian Simbol dan Label Limbah B3 sesuai dengan karakteristiknya
Pengemasan Limbah B3 (dengan menggunakan drum logam banghole vol. 200 lt, drum logam open top vol. 200 lt, drum plastik banghole 200 lt, kontainer 20 m3)
Penyimpanan Limbah B3 (untuk mencegah terlepasnya limbah B3 ke lingkungan sehingga potensi bahaya terhadap bahaya manusia dan lingkungan)
Pengangkutan Limbah B3
Pengolahan Limbah B3 (PT. Indominco Mandiri menghasilkan beberapa jenis limbah B3 dari usaha pertambangan batubara, terdapat 23 jenis limbah B3)
Namun bila tidak dikelola dengan baik, limbah B3 itu terkadang dibuang begitu saja ke perairan/lahan terbuka.
Ada juga yang ditimbun/ditampung dalam kontainer yang mudah rusak menyebabkan limbahnya masuk ke tanah atau terbawa oleh aliran air hujan ke sistem air permukaan dan air bawah tanah.
Sementara limbah yang dibakar secara tidak terkendali,
juga akan menimbulkan uap/gas beracun di udara.
Oleh karena itu diperlukan penanganan yang tepat
agar dampak limbah yang dihasilkan terhadap lingkungan dapat di minimalisir.
Oleh karena itu, pada makalah ini akan dibahas mengenai bagaimana pengelolaan limbah bahan berbahaya dan
beracun (B3) pada suatu industri pertambangan yakni dengan menggunakan studi kasus PT. Indominco Mandiri.
PT. Indominco Mandiri adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara yang merupakan salah satu dari ketujuh anak perusahaan
PT. Indo Tambangraya Megah yang terletak
di Bontang, Kalimantan Timur.
• Lingkungan perkantoran (Toner, Cartridge bekas, Household baterai)
• Lingkungan bengkel ( Material terkontaminasi oli (filter oli bekas, majun, sarung tangan, selang hidrolik, dan lumpur dari perangkap oli), Oli bekas (oli bekas bersih, dan oli bekas kotor), Grease bekas, Aki bekas, Kaleng cat)
• Perumahan (Kaleng cat, Household baterai)
• Lingkungan/area kerja (Limbah medis dari klinik perusahaan, dan limbah abu batu bara dari pembangkit listrik tenaga uap, limbah kimia dari laboratorium)

Sumber dan Jenis Limbah
Karakteristik Limbah B3
a. Mudah terbakar :
1. Pelumas bekas
2. Filter Oli bekas
3. Hose oli bekas
4. Toner bekas
5. Abu insinerator (fly ash dan bottom ash)
6. Limbah Medis
7. Limbah Kimia
8. Komponen elektronika dan listrik
9. Limbah laboratorium

b. Reaktif :
1. Barang terkontaminasi hidrokarboon
2. Limbah hidrogen peroksida

e. Beracun :
1. Sludge cat
2. Lumpur ber-oli
3. Limbah medis
4. Baterai bekas (Aki)
5. Limbah kimia
6. Cartridge tinta
7. Household baterai
8. Serat asbes
9. Silica glass
10. Limbah laboratorium

c. Infeksius : Limbah Medis
d. Korosif :
1. Drum bekas
2. Wadah B3
3. Kaleng cat

Kesimpulan
Pada PT. Indominco Mandiri ini penanganan yang dilakukan antara lain untuk limbah bahan berbahaya dan beracun yang dapat diolah (pelumas bekas, barang terkontaminasi hidrokarbon, filter oli bekas, hose oli bekas, sludge cat, toner bekas, limbah kimia, kaleng cat, silica glass, limbah laboratorium, dan pestisida) terlebih dahulu diolah dengan metode yang sesuai dengan sifat dan karakteristik limbah B3 tersebut dan hasil sisa dari pengolahan limbah B3 tersebut kemudian dikirim ke Perusahaan Pengolahan Limbah Industri (PPLi) sedangkan untuk limbah B3 yang tidak dapat terolah (abu insenerator, limbah medis, battery bekas aki, limbah medis, catridge tinta, Household Baterai, serat asbes) dilakukan pelabelan, pengemasan, disimpan kemudian dikirim ke Perusahaan Pengolahan Limbah Industri untuk pengolahan lebih lanjut.
Thanks for the attention ^.^
-------------------------------------------
Full transcript