Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

teks novel sejarah

No description
by

ivara mutia

on 6 September 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of teks novel sejarah

latar belakang teks cerita sejarah
Teks cerita sejarah merupakan suatu bacaan yang memuat tentang penjelasan dari suatu fakta – fakta yang telah terjadi pada masa lampau. Latar belakang cerita yang tergolong dalam teks cerita sejarah, memiliki nilai kesejarahan. Teks cerita sejarah menunjukkan bahwa ceriata yang disampaikan bukanlah cerita biasa atau cerita yang berdasarkan pada imajinasi seseorang, melainkan merupakan cerita yang bernilai sejarah. Hal tersebut menunjukkan bahwa cerita yang disampaikan memiliki bukti yang nyata, sebab pernah terjadi di masa lampau.
kaidah kebahasaan teks
1. Pronomina (kata ganti), adalah kata yang digunakan untuk mengganti benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung.
Contoh : Mohammad Hatta lahir pada 12 Agustus tahun 1902 di Aur Tajungkang Mandianin, Bukittinggi. Bisa dibilang, dia adalah pemimpin bangsa Indonesia yang paling banyak menghasilkan tulisan.

2. Verba Material, adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan suatu aktivitas yang menggunakan fisik dalam melakukannya, misalnya membaca, melempar, mendorong, dan lainnya.
Contoh :Sejak kecil, Hatta sudah ikut mengaji dan belajar agama, dengan Syekh Mohammad Djamil Djambek. Selalu disiplin mengaji setiap habis belajar di Europeesche Lagere School (ELS), sekolah dasar Belanda.




ciri-ciri teks cerita sejarah
 Cerita yg disampaikan secara berurutan dari awal sampai akhir.
 Teks dalam cerita sejarah berbentuk teks yang dibaca ulang.
 Struktur teksnya : orientasi, urutan peristiwa, dan reorientasi

struktur teks cerita sejarah
1. orientasi
2. urutan kejadian
3. reorientasi
pengertian teks sejarah
Teks cerita sejarah adalah teks yang berisi atau menjelaskan mengenai fakta-fakta yang terjadi pada masa lalu yang asal muasal atau latar belakang terjadinya sesuatu yang memiliki nilai kesejarahan.
jenis-jenis teks cerita sejarah
1. Cerita sejarah fiksi, yaitu cerita sejarah yang tidak nyata. Jalan cerita pada teks sejarah fiksi disusun berdasarkan kisah dari dunia nyata dan disajian berdasarkan sudut pandang pribadi pengarangnya. Karakter tokoh yang terdapat pada cerita tidak digambakan sepenuhnya. Jenis-jenis cerita sejarah fiksi adalah:
1. Novel
2. Cerpen
3. Legenda
4. Sage

2. Cerita sejarah non fiksi, yaitu cerita sejarah yang benar-benar pernah terjadi atau nyata. Jenis-jenis cerita sejarah non fiksi adalah:
1. Biografi
2. Autobiografi


teks novel sejarah
1. Anggitya Azzahra ( panelis )
2. Farhan imanullah ( moderator )
3. ivara meutia fatimah ( notulis )
4. mochammad jihan naufaldy ( koordinator)

3. Konjungsi Temporal, merupakan konjungsi yang berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan. Konjungsi temporal dibagi 2, yaitu konjungsi temporal sederajat dan konjungsi temporal tidak sederajat.

a. Konjungsi temporal sederajat
Merupakan konjungsi yang bersifat sederajat. Misalnya sebelumnya, sesudahnya, lalu, dan selanjutnya.
Contoh :Sepulangnya ke tanah air, selanjutnya ia mendirikan Partai Nasionalis Indonesia bersama Sutan Sjahrir.

b. Konjungsi temporal tidak sederajat, merupakankonjungsi yang mempunyai kedudukan bertingkat atau tidak sederajat dan biasanya digunakan pada kalimat majemuk dan boleh diletakkan di sembarang pola kalimat (awal, tengah, dan akhir kalimat) (apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, tatkala dan sebagainya)
Contoh : Sejak pengunduran dirinya sebagai presiden, ia hanya menerima penghasilan dari uang pensiun negara dan royalti menulis buku.

4. Frasa Adverbial, merupakan kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.
Contoh :Mohammad Hatta lahir pada 12 Agustus tahun 1902 di Aur Tajungkang Mandianin, Bukittinggi.

Teks cerita sejarah non fiksi harus berdasarkan bukti dan data-data yang objektif. Penggambaran tokoh di dalam cerita harus ditulis berdasarkan fakta dan data.

contoh cerita teks sejarah
Mohammad Hatta
jejak yang melampaui zaman
Mohammad Hatta lahir pada 12 Agustus tahun 1902 di Aur Tajungkang Mandianin, Bukittinggi. Bisa dibilang, dia adalah pemimpin bangsa Indonesia yang paling banyak menghasilkan tulisan. Bung Hatta dikenal sebagai orang yang serius. Dua sifat lainnya yang juga paling menonjol dalam dirinya adalah pecinta buku dan tepat waktu. Kecintaannya pada buku membuatnya kaya akan ilmu pengetahuan dan penuh kebijaksanaan. Sifat disiplinnya juga tercermin dalam kehidupan sehari-harinya sampai ia wafat pada 14 Maret 1980.

Sejak kecil, putra Minang yang dilahirkan di Aur Tajungkang, Bukittinggi pada tanggal 12 Agustus 1902 ini telah menunjukkan keseriusan dalam belajar. Ia lahir dari kalangan bangsawan, perpaduan keluarga ulama dan saudagar. Namun sejak kecil, ia telah hapal dengan kesewenang-wenangan kolonial yang salah satunya pernah menangkap kerabat sang kakek, Rais, yang mengkritik seorang pejabat Belanda.

Lingkungannya telah membentuknya menjadi seorang yang religius.Sejak kecil, Hatta sudah ikut mengaji dan belajar agama, dengan Syekh Mohammad Djamil Djambek. Selalu disiplin mengaji setiap habis belajar di Europeesche Lagere School (ELS), sekolah dasar Belanda. Hasilnya, Hatta tumbuh menjadi sosok yang pandai dan religious. Dia tulus, sederhana, dengan pemikiran yang dalam. Pribadinya adalah perpaduan antara kesalehan dan intelektualitas. Ia dikenal sebagai salah satu bapak bangsa yang kualitas intelektualitasnya paling cemerlang. Ia mendapat kesempatan belajar di Rotterdamse Handelshogeschool, sebuah sekolah ekonomi bergengsi pada 1921.Selama bersekolah di sana, ia masuk organisasi sosial Indische Vereniging yang kemudian menjadi organisasi politik dengan adanya pengaruh Ki Hadjar Dewantara,Cipto Mangunkusumo, dan Douwes Dekker. Pada tahun 1923, Hatta menjadi bendahara dan mengasuh majalah Hindia Puterayang berganti nama menjadi Indonesia Merdeka. Pada tahun 1924, organisasi ini berubah nama menjadi Indische Vereniging(Perhimpunan Indonesia). Selama masa studinya, ia berkenalan dengan beberapa mahasiswa asal Hindia Belanda dan mulai terlibat dalam diskusi-diskusi kecil.Selain berdiskusi, organisasi ini juga melakukan penerbitan yang berujung pada penangkapan Hatta tahun 1927. Ini akibat tulisannya yang mengkritik pemerintah kolonial. Saat menjalani siding, ia membacakan pembelaannya selama tiga setengah jam di depan pengadilan dengan judul “Indonesia Vrij” atau “Indonesia Merdeka”.


Sepulangnya ke tanah air, selanjutnya ia mendirikan Partai Nasionalis Indonesia bersama Sutan Sjahrir. Partai ini menekankan pada aspek pendidikan politik dan pemberdayaan rakyat terjajah. Aspek ini berseberangan dengan Soekarno. Dalam konsep pembentukan partai dan keanggotaannya, Soekarno lebih memilih penggalangan kekuatan massa. Dwitunggal ini memang tidak selamanya akur. Mereka berdua sering berseberangan pendapat yang puncaknya ketika Sukarno menolak mengesahkan Maklumat X yang diteken Hatta untuk meletakkan sistem multipartai dan demokrasi parlementer. Tahun 1956 Sukarno malah mencanangkan Demokrasi Terpimpin sambil berseru, “Marilah sekarang kita kubur semua partai.”Dalam menentang sistem Demokrasi Terpimpin, Hatta menulis “Demokrasi Kita”, yang sempat dinyatakan sebagai bacaan terlarang padahal relevansinya dengan zaman sekarang masih nyata terpapar. Namun keduanya tetaplah dua sahabat yang saling menghormati. Soekarno sempat meminta Hatta untuk menjadi wali nikah putra sulungnya, Guntur, yang disanggupi oleh Hatta. Pertemuan terakhir dua bung ini terjadi saat Soekarno dirawat di rumah sakit. Hatta hadir menjenguk dan menurut Meutia Farida Hatta, putri sulung Hatta, keduanya memang tidak bercakap-cakap banyak namun keduanya seperti saling mengerti dan memaafkan satu sama lain.
Hatta memang dikenal sebagai pemikir dan orator ulung. Ia mungkin tidak sehebat Soekarno dalam berorasi, namun tulisan-tulisannya berbicara senyaring orasi Soekarno. Ia adalah seorang deep reader yang menuangkan gagasannya lewat sebuah proses pemikiran penuh pertimbangan dan dilandasi dengan landasan yang kuat. Hatta dikenal sebagai seorang sosialis, namun ia juga rasionalis. Ia tak membiarkan dirinya terjebak dalam hingarbingar pengerahan fisik massa. Visinya sangat berorientasi pada kerakyatan dan pemberdayaan hal-hal lokal.
Periode tanah pembuangan adalah masa yang digambarkan sedikit berbeda dalam hidup Hatta. Hatta dibuang karena kegiatan politiknya yang dinilai membahayakan pemerintah kolonial. Hatta pernah dibuang di tiga tempat. Yang pertama di daerah Boven Digul, Papua. Tempat ini sering disebut sebagai Siberianya Hindia Belanda. Memang tidak ada rantai dan kerja paksa, namun orang bisa tidak tahan secara mental karena dirongrong kebosanan. Akhirnya Hatta dan Sjahrir pada tahun 1936 dipindahkan ke Banda Neira. Periode ini mungkin merupakan periode cukup menyenangkan dalam tahun-tahun perjuangan Hatta. Keberadaan anak-anak di sekitar tempat tinggalnya serta alam yang indah seperti memberi semangat baru. Ia tetap rajin membaca dan menulis sambil sesekali ikut bermain dengan anak-anak. Des Alwi adalah salah satu anak Banda Neira yang kemudian diangkat anak oleh Sjahrir dan Hatta. Saat keduanya diminta pulang oleh pemerintah kolonial ke Jakarta tahun 1942, mereka membawa serta empat orang anak Banda bersama mereka. Tempat pembuangan ketiga adalah Menumbing, Bangka. Saat Belanda menyerbu Yogyakarta pada Desember 1948, Hatta dan Soekarno ditangkap dan dibuang. Mereka dibuang di tempat berbeda sebelum akhirnya ditempatkan di Bangka.
Meski tidak lagi di pemerintahan, Hatta tak kehilangan kekritisannya. Lewat forum-forum dan tulisan-tulisannya di media massa ia mengkritik sikap politik Sukarno dan pengelolaan Negara yang tidak semestinya. Akibatnya pada tahun 1960 sejumlah surat kabar dibredel penerbitannya. Selanjutnya Hatta menggunakan cara menulis surat pribadi kepada Sukarno agar tak menyusahkan orang lain. Ini dilakukannya pada tahun 1957-1965, saat Sukarno menjadikan dirinya sendiri sebagai presiden seumur hidup.
Di luar segala perbedaan tersebut, Hatta dan Sukarno adalah teman satu sama lain. Pertemuan terakhir mereka adalah saat Hatta menjenguk Sukarno yang diopname di rumah sakit pada 19 Juni 1970. “Hatta, kamu di sini?” Tanya Sukarno. “Ah, apa kabarmu, No?” jawab Hatta sambil menyalami tangan Sukarno dengan hangat.
Hatta terdiam, dan Sukarno berlinangan air mata. Ketika saatnya berpisah, Hatta masih berat melepaskan tangan Sukarno. Dua hari setelah pertemuan itu, Sukarno meninggal dunia.

Masa senja Hatta memang memprihatinkan. Sejak pengunduran dirinya sebagai presiden, ia hanya menerima penghasilan dari uang pensiun negara dan royalti menulis buku. Sempat ia kesulitan membayar tagihan listrik rumahnya. Beberapa perusahaan menawarinya menjadi komisaris perusahaan, namun ia menolak karena prinsip dan keteguhan hatinya membela rakyat.

Mohammad Hatta memang sosok yang sangat mengagumkan. Semua daya upaya serta pemikirannya demi eksistensinya bangsa ini sudah sangat tidak diragukan lagi, bahkan dunia juga mengenalnya. Sejarah telah menyaksikan bahwa Mohammad Hatta adalah seorang orator besar. Beliau memang tidak berbicara lewat pidato dengan suara bariton yang berwibawa seperti halnya Sukarno. Namun ia berjuang dan berbicara lewat tulisan-tulisannya yang tajam dan menggetarkan.

isi teks cerita sejarah
Isi dari novel yang berjudul “Mohammad Hatta : Jejak yang melampaui zaman” merupakan buku yang menjelaskan watak dan sifat dari Mohammad Hatta serta menjelaskan perjalanan hidupnya saat menjabat sebagai wakil presiden hingga mengundurkan dirinya sebagai wakil presiden


nilai-nilai teks cerita sejarah
Nilai-nilai yang terkandung dalam Teks (Novel) Sejarah yang berjudul “Mohammad Hatta : Jejak yang melampaui zaman” ialah:

• Nilai Pendidikan :Karena adanya novel sejarah kita jadi tahu bagaimana watakdari seorang tokoh kemerdekaan serta mengetahui perjalanan hidupnya

• Nilai Sosial : Kita dapat lebih menghargai jasa para pahlawan terdahulu karena berkat mereka kita dapat menikmati apa yang sudah mereka perjuangkan tanpa ikut merasakan penderitaan mereka

kesimpulan
Teks cerita sejarah adalah teks yang berisi atau menjelaskan mengenai fakta-fakta yang terjadi pada masa lalu yang asal muasal atau latar belakang terjadinya sesuatu yang memiliki nilai kesejarahan. novel sejarah juga menjadikan peristiwa sejarah sebagai objeknya.
Full transcript