Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Kisah Pilot Bejo

Bahasa Indonesia, kisah pilot bejo
by

Deandra Michella

on 14 November 2012

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Kisah Pilot Bejo

Analisis Cerpen "Kisah Pilot Bejo"
Karya: Budi Darma
Oleh: Deandra-10B Tokoh unsur ekstrinsik 1. Tokoh protagonis: Pilot Bejo
Pilot Bejo berwajah kocak, ia baik, lucu, dan tidak gampang menyerah (selalu optimis).

2. Tokoh tritagonis:
-Waluyo (Ayah Bejo): Sangat sayang pada Bejo dan sangat mendukung pekerjaan Bejo.
-Paman Bablas (Pamannya Bejo)
-Dokter Gemblung
-Penumpang dan Kopilot Latar tempat: Sebagian besar latar dan waktu di cerita tersebut terdapat di kantor Sontholoyo di Bandara dan di dalam pesawat terbang.

Latar waktu: Ada beberapa latar waktu di cerpen tersebut. Kita bisa melihat di paragraf 12 baris pertama, “Demikianlah, sejak pagi sekali dia sudah menunggu di rumah, dan akhirnya, memang jemputan datang.” Kalimat tersebut menunjukan latar waktu di pagi hari. Di paragraf ke-18 kita bisa melihat, “Awan hitam benar-benar pekat. Hujan selama beberapa jam menolak untuk berhenti.” Kalimat tersebut menunjukan latar waktu pada sore/malam hari yang gelap. Latar tempat&waktu 1. Pengenalan cerita
Bejo adalah seorang pilot berwacah kocak dan selalu sejuk. Dari nenek moyangnya, memang keturunan keluarga Bejo bekerja untuk membawa orang dari satu tempat ke tempat lainnya. Alur Cerpen ini menggunakan sudut pandang orang ke-tiga karena penulis tidak menggunakan kata “Saya” atau “aku, melainkan menyebut nama tokoh utama yaitu Bejo. Dari kalimat pertama dalam cerpen tersebut, kita sudah bisa melihat bahwa sang penulis menggunakan sudut padang orang ke-3. “Barang siapa ingin menyaksikan pilot berwajah kocak, tengoklah Pilot Bejo.” Sudut Pandang Dalam cerpen ini, penulis ingin menyampaikan bahwa negara Indonesia kurang bisa mengatur keadaan lalu lintas di udara dan banyak perusahaan-perusahaan maskapal pesawat terbang yang kurang professional. Sang penulis sebenarnya ingin menyindir bahwa pilot-pilot di Indonesia kurang professional sehingga banyak terjadi kecelakaan pesawat terbang di Indonesia. Mereka juga kurang bisa mengontrol jalur lalu lintas pesawat terbang, sehingga terjadinya keterlambatan jadwal terbang. Latar Sosial Latar sosial di cerpen tersebut sangat kacau dan tidak terkendali. Suasananya sangatlah kacau dan berantakan.“Selama tiga tahun AA berdiri, tiga pesawat telah jatuh dan membunuh semua penumpangnya, dua pesawat telah meledak bannya pada waktu mendarat dan menimbulkan korban-korban luka, dan paling sedikit sudah lima kali pesawat terpaksa berputar-putar di atas untuk menghabiskan bensin sebelum berani mendarat, tidak lain karena rodanya menolak untuk keluar.” 2. Awal Konflik
Bejo adalah orang yang beruntung, karena Bejo itu artinya “selalu beruntung”. Bejo bekerja di suatu perusahaan maskapal Amburadul Airlines yang bekerja semaunya, sering mengalami kecelakan dan sebagainya. 3. Menuju Konflik
Bejo akhirnya berpindah kerja ke perusahaan Sontholoyo Airlines. Ia bekerja sebagai pilot, tetapi tidak teratur jadwal jam terbangnya. Semuanya kacau tidak terkontrol, suka mengambil arah yang salah, jam terbang selalu telat, dan sebagainya. 4. Konflik mencapai titik puncak
Pada suatu hari, ia terbang ia merasa bahwa pesawat yang sudah tua dan tidak pernah di periksa keadaanya itu tidak sanggup lagi untuk terbang. Pesawat menukik tajam ke bawah, halilintar dimana-mana. Pemecahan masalah
Bejo tau bahwa hidupnya bejo dan penumpangnya bejo, walaupun ia merasa bahwa pesawatnya terasa benar akan pecah berantakan. Penulis menggunakan gaya bahasa naratif di cerpen tersebut. Penulis menceritakan kisah perjalanan seorang pilot Bejo dengan jelas dan detail. Gaya Bahasa Tema Cita-cita seseorang untuk menggapai pekerjaan yang ia mau, tetapi ia tidak layak untuk mendapatkannya (terlalu memaksakan kehendak). Unsur Ekstrinsik Nama: Budi Darma
Lahir: Rembang, Jawa Tengah, 25 April 1937
Karier:
-Dekan Fakultas Keguruan Sastra/Seni IKIP Surabaya
-Anggota Dewan Kesenian Surabaya,
-Rektor IKIP Surabaya
(1984 - 1988)
-Guru Besar Pascasarjana UNESA (Universitas Negeri Surabaya)
Pendidikan :
Jurusan Sastra Barat Fakultas UGM (1963),
Universitas Hawaii, USA
(1970 - 1971),
Universitas Indiana, Bloomington, USA (1976) Kondisi masyarakat di Indonesia kurang percaya
terhadap perusahaan pesawat terbang di Indonesia
karena mereka takut akan terjadinya kecelakaan
pesawat terbang, yang memang banyak terjadi di
Indonesia. Beberapa orang lebih memilih untuk
membayar sedikit lebih mahal untuk menaiki pesawat luar negri ataupun pesawat dalam negri tetapi di jamin lebih aman keselamatannya. Banyak juga yang memilih untuk naik kereta/mobil/kapal laut. Budi Darma adalah seorang sastrawan. Ia memang sudah menyukai menulis sejak muda. Ia menulis beberapa novel fiksi dan juga cerpen. Ia menulis cerita seperti: "Orang-Orang Blomingtoon", kumpulan cerpen (1980)
"Solilokui", kumpulan esei (1983),
"Olenka" (1983), Sejumlah Esai Sastra (!984),
"Rafilus" (1988)
"Harmonium", kumpilan esai (1995)
"Ny Talis" (1996),
"Kritikus Adinan:, kumpulan cerpen (2002) Latar Suasana Suasana di cerpen ini kebanyakan rusuh, tidak terkontrol, kacau karena perusahaan pesawat terbang yang tidak bertanggung jawab. Unsur psikologis yang di tampilkan adalah dimana kondisi penulis yang merasa bahwa Indonesia kurang bisa mengontrol keadaan lalu lintas di udara dan perusaan pesawat terbang. Ada juga banyak pilot yang terlalu memaksakan kehendaknya untuk menjadi pilot padahal mereka kurang professional. Latar belakang penciptaan adalah dimana kondisi sang penulis melihat banyaknya kecelakaan pesawat terbang yang terjadi di Indonesia dikarenakan kurangnya tanggung jawab dan pilot-pilotnya juga kurang professional. Amanat Telitilah jika kita ingin membeli sesuatu, supaya kita mendapatkan barang yang berkualitas.
Janganlah memaksakan kehendak bila kita tidak mampu, kita harus belajar lebih lagi sehingga kita benar-benar bisa menguasai sesuatu. TERIMA KASIH :D
Full transcript