Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Untitled Prezi

No description
by

lucky hermawan

on 20 April 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Untitled Prezi

sistem reproduksi pada pria kelompok 6 Quisss euy !! cekidot..!! Sistem Reproduksi Pada Pria Pada sistem reproduksi pria, hormone memegang peranan yang sangat penting. Hormon reproduksi pria ini, mempengaruhi ciri sekunder pria dan stimulasi organ untuk berfungsi secara normal. Proses spermatogenesis (pembuatan sperma) distimulasi oleh sejumlah hormon, yaitu testoteron, LH (Luteinizing Hormone), FSH (Follicle Stimulating Hormone), estrogen dan hormon pertumbuhan. HORMON REPRODUKSI PRIA Gangguan pada sistem reproduksi laki-laki dapat meliputi gangguan pada testis, epididimis, skrotum, dll. Berikut ini adalah beberapa diantaranya : Kelainan atau Gangguan pada Sistem Reproduksi Pria Khusus buat yang belum ngacung ! SISTEM REPRODUKSI PADA PRIA Assalamualaikum Wr.Wb., Secara umum cara perkembangbiakan makhluk hidup dapat digolongkan menjadi reproduksi aseksual (perkembangbiakan vegetatif) dan reproduksi seksual (perkembangbiakan generatif). Reproduksi merupakan proses terbentuknya individu baru. Manusia tergolong makhluk hidup yang melakukan reproduksi seksual. Oleh karena itu, dalam melakukan perkembangbiakan melibatkan dua induk (orang tua) yang masing-masing mempunyai alat reproduksi yang mendukung proses perkembangbiakan tersebut. Fenomena reproduksi manusia akan kita pelajari pada pertemuan kali ini. tentang organ reproduksi pada manusia serta kelainan dan penyakit pada sistem reproduksi.

Reproduksi merupakan proses terbentuknya individu baru. Reproduksi bertujuan untuk melestarikan spesies agar tidak punah. Reproduksi pada manusia tergolong reproduksi seksual. Sistem reproduksi manusia melibatkan induk jantan dan induk betina. Dalam sistem reproduksi manusia, tiap-tiap induk mempunyai organ reproduksi. Sistem reproduksi pria adalah organ-organ reproduksi pria dan sistem hormonal (kelenjar) yang bekerja sama sebagai satu kesatuan membentuk sebuah sistem reproduksi pada pria. Organ-organ dan sistem hormonal pada pria sangat berbeda dengan sistem reproduksi pada wanita dilihat dari segi strukturnya. Tetapi, dilihat dari segi fungsi, sistem reproduksi pria maupun sistem reproduksi pada perempuan adalah sama, yaitu untuk menghasilkan keturunan.
Pada sistem reproduksi pria ini akan dijelaskan mengenai alat-alat reproduksi pria, Sistem kelenjar reproduksi pada pria serta sistem hormonal yang berhubungan dengan sistem reproduksi pada pria.

ALAT–ALAT REPRODUKSI PRIA
Secara anatomis, alat-alat reproduksi pada pria bisa di bedakan menjadi alat reproduksi luar dan alat reproduksi dalam. Alat repruduksi luar:
Penis
Penis (dari bahasa Latin yang artinya “ekor”, akar katanya sama dengan phallus, yang berarti sama) adalah alat kelamin jantan. Penis merupakan organ eksternal, karena berada di luar ruang tubuh. Pada manusia, penis terdiri atas tiga bangunan silinder berisi jaringan spons.
Fungsi penis secara biologi adalah sebagai alat pembuangan sisa metabolisme berwujud cairan (urinasi) dan sebagai alat bantu reproduksi. Penis sejati dimiliki oleh mamalia. Reptilia tidak memiliki penis sejati karena hanya berupa tonjolan kecil serta tidak tampak dari luar, sehingga disebut sebagai hemipenis (setengah penis). Skrotum
Skrotum adalah kantung (terdiri dari kulit dan otot) yang membungkus testis atau buah zakar. Skrotum terletak di antara penis dan anus serta di depan perineum. Pada wanita, bagian ini serupa dengan labia mayora. Skrotum berjumlah sepasang, yaitu skrotum kanan dan skrotum kiri. Di antara skrotum kanan dan skrotum kiri dibatasi oleh sekat yang berupa jaringan ikat dan otot polos (otot dartos). Otot dartos berfungsi untuk menggerakan skrotum sehingga dapat mengerut dan mengendur. Di dalam skrotum juga tedapat serat-serat otot yang berasal dari penerusan otot lurik dinding perut yang disebut otot kremaster.
Fungsi utama skrotum adalah untuk memberikan kepada testis suatu lingkungan yang memiliki suhu 1-8oC lebih dingin dibandingkan temperature rongga tubuh. Fungsi ini dapat terlaksana disebabkan adanya pengaturan oleh sistem otot rangkap yang menarik testis mendekati dinding tubuh. Testis
Testis adalah kelenjar kelamin jantan pada hewan dan manusia. Testis berjumlah sepasang (testes = jamak). Testis dibungkus oleh skrotum, kantong kulit di bawah perut. Pada manusia, testis terletak di luar tubuh, dihubungkan dengan tubulus spermatikus dan terletak di dalam skrotum.
Pada tubulus spermatikus terdapat otot kremaster yang apabila berkontraksi akan mengangkat testis mendekat ke tubuh. Bila suhu testis akan diturunkan, otot kremaster akan berelaksasi dan testis akan menjauhi tubuh. Fenomena ini dikenal dengan refleks kremaster.
Selama masa pubertas, testis berkembang untuk memulai spermatogenesis. Ukuran testis bergantung pada produksi sperma (banyaknya spermatogenesis).
Testis berperan pada sistem reproduksi dan sistem endokrin. Fungsi testis yaitu memproduksi sperma (spermatozoa) dan memproduksi hormon seks pria seperti testosteron. Epididimis
Epididimis berupa saluran panjang yang berkelok yang keluar dari testis. Epididimis berjumlah sepasang di sebelah kanan dan kiri. Epididimis berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara sperma sampai sperma menjadi matang dan bergerak menuju vas deferens. Vas Deferens
Vas deferens, berupa saluran panjang dan lurus mengangkut sperma ke vesika seminalis. Vas deferens atau saluran sperma (duktus deferens) merupakan saluran lurus yang mengarah ke atas dan merupakan lanjutan dari epididimis. Vas deferens tidak menempel pada testis dan ujung salurannya terdapat di dalam kelenjar prostat. Vas deferens berfungsi sebagai saluran tempat jalannya sperma dari epididimis menuju kantung semen atau kantung mani (vesikula seminalis). Saluran Ejakulasi
Saluran ejakulasi merupakan saluran yang pendek dan menghubungkan vesikula seminalis dengan urethra. Saluran ini berfungsi untuk mengeluarkan sperma agar masuk ke dalam uretra. Uretra

Uretra merupakan saluran panjang terusan dari saluran ejakulasi dan terdapat di penis. KELENJAR REPRODUKSI PRIA
Kelenjar-kelenjar reproduksi pada pria ada beberapa macam, diantaranya:
Kelenjar Prostat
Kelenjar prostat adalah penghasil cairan basa untuk melindungi sperma. Kelenjar prostat melingkari bagian atas uretra dan terletak di bagian bawah kantung kemih. Kelenjar prostat adalah kelenjar pensekresi terbesar. Cairan prostat bersifat encer dan seperti susu, mengandung enzim antikoagulan, sitrat (nutrient bagi sperma), sedikit asam, kolesterol, garam dan fosfolipid yang berperan untuk kelangsungan hidup sperma. Kelenjar bulbouretra/cowper
Kelenjar bulbouretra/cowper adalah penghasil lendir untuk melumasi saluran sperma. Kelenjar bulbouretralis adalah sepasang kelenjar kecil yang terletak disepanjang uretra, dibawah prostat. Kelenjar Cowper (kelenjar bulbouretra) merupakan kelenjar yang salurannya langsung menuju uretra. Kelenjar Cowper menghasilkan getah yang bersifat alkali (basa). Kelenjar vesikula seminalis
Kelenjar vesikula seminalis adalah tempat penampungan sperma. Vesikula seminalis atau kantung semen (kantung mani) merupakan kelenjar berlekuk-lekuk yang terletak di belakang kantung kemih. Dinding vesikula seminalis menghasilkan zat makanan yang merupakan sumber makanan bagi sperma.
Hormon Testoteron
Testoteron disekresi oleh sel-sel Leydig yang terdapat di antara tubulus seminiferus. Hormon ini penting bagi tahap pembelahan sel-sel germinal untuk membentuk sperma, terutama pembelahan meiosis untuk membentuk spermatosit sekunder. Hormon LH (Luteinizing Hormone)
LH disekresi oleh kelenjar hipofisis anterior. LH berfungsi menstimulasi sel-sel Leydig untuk mensekresi testoteron. Hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone)
FSH juga disekresi oleh sel-sel kelenjar hipofisis anterior dan berfungsi menstimulasi sel-sel sertoli. Tanpa stimulasi ini, pengubahan spermatid menjadi sperma (spermiasi) tidak akan terjadi. Hormon Estrogen

Estrogen dibentuk oleh sel-sel sertoli ketika distimulasi oleh FSH. Sel-sel sertoli juga mensekresi suatu protein pengikat androgen yang mengikat testoteron dan estrogen serta membawa keduanya ke dalam cairan pada tubulus seminiferus. Kedua hormon ini tersedia untuk pematangan sperma. Walaupun kadar hormone strogen ini tidak sebanyak yang ada pada wanita. Hormon Pertumbuhan

Hormon pertumbuhan diperlukan untuk mengatur fungsi metabolisme testis. Hormon pertumbuhan secara khusus meningkatkan pembelahan awal pada spermatogenesis. Kanker testis
Termasuk jarang terjadi. Umumnya hanya terjadi pada rata-rata pria berusia 29-35 tahun yang berasal dari ras kaukasia. Meski jarang, penyakit ini sangat mematikan.Kanker ini memiliki dua jenis yaitu seminoma dan nonseminoma. Biasanya hanya menghantam satu testis saja. Gejala pertama dirasa dari munculnya sel-sel tumor adalah nyeri dan bengkak.
Hingga kini penyebab kanker testis masih belum pasti. Pria yang memiliki testis tidak berkembang sempurna berisiko tinggi terkena kanker. Demikian pula mereka yang terlahir dari ibu yang mengkonsumsi hormon tambahan selama kehamilan.
Meskipun tergolong jenis kanker langka namun mematikan. Perawatan selanjutnya termasuk operasi yang juga membersihkan jaringan lymphatic yang dicurigai sebagai sarang sel kanker.
Pada stadium awal atau pria dengan jenis kanker testis seminoma dilakukan terapi radiasi. Jika kanker telah menyebar sedemikian rupa umumnya dilakukan kemoterapi.
Efek samping dari setiap jenis upaya menghalangi sebaran kanker bervariasi. Paling umum adalah stres. Sementara itu kemoterapi umumnya menyebabkan mual dan muntah-muntah, mengganggu sistem kekebalan tubuh, infertil dan botak.
Efek samping ini bisa bersifar temporer atau permanen. Namun yang paling penting adalah memperhatikan tanda-tanda tubuh, apakah sel kanker telah mati, masih ada, atau tumbuh kembali. Epididimitis
Epididimitis adalah peradangan pada epididimis, yaitu saluran berkelok-kelok yang menghubungkan testis dengan vas deferens. Epididimitis biasanya disebabkan oleh infeksi atau oleh penyakit menular secara seksual ( PMS ) yang mengakibatkan rasa nyeri dan pembengkakan pada salah satu testis. Hernia Inguinal
Hernia Inguinal adalah gangguan atau kelainan yang ditandai dengan sebagian usus terdorong menembus dinding abdominal dan masuk ke selangkangan atau skrotum. Hernia terlihat sebagai suatu pembengkakan di daerah selangkangan. Kelainan ini dapat diperbaiki dengan cara pembedahan. Ambiguous Genitalia ( Alat Kelamin Ganda )
Ambiguous Genitalia merupakan kelainan yang sangat jarang terjadi. Kelainan ini ditandai dengan seorang bayi lahir dengan alat kelamin yang tidak jelas apakah laki-laki atau perempuan. Sebagian besar anak laki-laki yang lahir dengan kelainan seperti ini memiliki penis yang sangat kecil atau tidak ada, tetapi memiliki jaringan testis. Pada sejumlah kecil kasus, seorang anak memiliki jaringan testis dan ovarium. Mikropenis
Mikropenis merupakan kelainan lainnya yang juga sangat jarang. Pada kelainan seperti ini, penis terbentuk secara normail, tetapi dengan ukuran di bawah ukuran rata-rata, yang ditunjukkan dengan pengukuran standar. Sterilitas/Infertilitas
Jika seorang laki-laki steril atau mandul, tubuhnya tidak mampu membentuk sperma sama sekali atau tidak mampu menghasilkan sperma dalam jumlah yang cukup. Hal itu terjadi sebagai akibat tidak normalnya organ-organ reproduksi, peradangan pada alat kelamin, kecanduan alkohol, atau akibat penyakit menular seksual. Beberapa laki-laki juga mengalami masalah ejakulasi. 1. Sperma yang matang disimpan dalam …

a. tubulus seminiferus
b. uretra
c. epididimis
d. vas deferens
e. saluran prostat 2. Gangguan yang terjadi pada sistem reproduksi pria yang disebabkan oleh virus herpes adalah …

a. uretritis
b. prostatitis
c. epididimitis
d. orkitis
e. hipogonadisme 3. Fungsi testis adalah . . . .

a. penghasil sperma
b. penghasil ovum
c. saluran sperma
d. alat kopulasi 4.Cairan yang dihasilkan oleh salah satu kelenjar pria yang kaya akan fruktosa dan asam amino adalah dari kelenjar ……………..

a.Prostat
b.Cowper’s
c.Bulbourethra
d.Vesikula seminalis 5.Kulit pada organ reproduksi pria yang dipotong atau dibuang adalah kulit pada organ ………

a.Testis
b.Penis
c.Scortum
d.Vesikula seminalis ada yang akan ditanyakan ?? Disusun Oleh :
- Hedyarti Nur Asyah
- Novia Dwi Cahyani
- Pebri Ramdani
- Rifa Sabila Fitriani
mangga di intip ! Spermatogenesis
Perhatikan gambar & video Spermatogenesis berlangsung di tubulus seminiferus. Pada membran tubulus seminiferus terdiri sel epitel germinal yang disebut spermatogonium.
Spermatogonium primer (2n) selanjutnya akan membelah secara meiosis (meiosis I) membentuk spermatosit skunder (n) yang mempunyai kromosom tunggal (tidak berpasangan) berjumlah 23. Perubahan spermatid menjadi sperma ini disebut dengan spermiasi. Struktur sperma
Struktur sperma terdiri atas:
· Kepala sperma, terdiri atas akrosom, nucleus dan sentriol. Akrosom mengandung enzim hialuronidase dan protease yang berfungsi menembus membrane ovum.
· Leher sperma
· Bagian tengah badan sperma, banyak terdapat mitokondria berfungsi menghasilkan energy untuk pergerakan sperma
· Ekor sperma, berfungsi untuk pergerakan sperma
Full transcript