Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Copy of Tugas Power Point PKN

Prepared by Yuko
by

Bella Savitri

on 16 December 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Copy of Tugas Power Point PKN

Pancasila di Era
Globalisasi

Memasuki abad XXI dunia termasuk Indonesia dihadapkan pada gerakan yang disebut globalisasi. Perlu kita cermati bahwa esensi globalisasi adalah keterbukaan dan kebebasan; yang merupakan pencerminan hak asasi individu. Setidaknya ada tiga bidang kehidupan yang mempunyai pengaruh besar sebagai akibat adanya globalisasi, yaitu bidang ekonomi, politik, dan teknologi informasi.
Setelah bangsa Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, berbagai perkembangan kearah kehidupan kebangsaan dan kenegaraan mengalami kemerosotan dari segi identitas nasional. Pada masa kemerdekaan bangsa Indonesia dihadapkan pada kemelut kenegaraan sehingga tidak membawa kemajuan bangsa dan Negara. Setelah dekrit Presiden 5 Juli 1959 bangsa Indonesia kembali ke UUD 1945. Pada saat itu periode Orde Lama dengan penekanan pada pemerintahan yang sifatnya sentralistik.
Problematika Identitas Nasional
Identitas Nasional Indonesia
Terkait dengan kebudayaan, kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai (values) yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal. Atau kebudayaan juga dapat didefinisikan sebagai wujudnya, yang mencakup gagasan atau ide, kelakuan dan hasil kelakuan (Koentjaraningrat), dimana hal-hal tersebut terwujud dalam kesenian tradisional kita
Globalisasi merupakan koneksi global ekonomi, sosial, budaya dan politik yang semakin mengarah ke berbagai arah diseluruh penjuru dunia dan merasuk kedalam kesadaran kita
Menurut Para pakar terdahulu
Menurut Barker
Menurut
Edison A. Jamli
Untuk mengetahui pengaruh globalisasi terhadap kebudayaan bangsa dan untuk megetahui peranan pancasila dalam menghadapi pengaruh globalisasi.
dan Sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran remaja agar menjunjung tinggi eksistensi pancasila sebagai pedoman hidup masyarakat Indonesia.
Globalisasi & Budaya
Globalisasi adalah fenomena dimana batasan-batasan antar negara seakan memudar karena terjadinya berbagai perkembangan di segala aspek kehidupan,khususnya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.Dengan terjadinya perkembangan berbagai aspek kehidupan khususnya di bidang iptek maka manusia dapat pergi dan berpindah ke berbagai negara dengan lebih mudah serta mendapatkan berbagai informasi yang ada dan yang terjadi di dunia.
Disusun oleh : Misda Dewi Utari
Mardhatillah
Bella Savitri Widyanti
Anjanita Aspi Andaru
Aulia Religia
3
2
1
Ekonomi
perwujudannya tampak dalam bentuk perdagangan bebas atau liberalisasi perdagangan. lembaga-lembaga pendukung liberalisasi perdagangan ini pun muncul yakni WTO, Nafta, APEC, MEE, AFTA dan sebagainya.
Politik
Dalam bidang politik, globalisasi akan tampak dalam bentuk gerakan demokrasi dan hak asasi manusia. Dewasa ini, dunia dilanda gerakan demokrasi dan HAM. Negara yang tidak melaksanakan demokrasi dalam pemerintahannya dan tidak menjunjung HAM akan dinilai tidak beradab dan dikucilkan oleh masyarakat dunia.
Informasi
globalisasi terwujud dalam bentuk internet, cybernatic society, dan web society yaitu suatu jaringan antar manusia yang bebas tidak dihambat oleh batas-batas antar negara dalam mengadakan tukar menukar informasi. Manusia, bangsa dan negara memiliki kebebasan untuk meng-akses informasi dari mana saja sesuai dengan keinginan dan kemampuan teknologi yang dikuasainya.
a.Bahasa Nasional atau Bahasa Persatuan yaitu Bahasa Indonesia
b.Bendera negara yaitu Sang Merah Putih
c.Lagu Kebangsaan yaitu Indonesia Raya
d.Lambang Negara yaitu Garuda Pancasila
e.Semboyan Negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika
f.Dasar Falsafah negara yaitu Pancasila
g.Konstitusi (Hukum Dasar) negara yaitu UUD 1945
h.Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat
i.Konsepsi Wawasan Nusantara
j.Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai Kebudayaan Nasional
Faktor-Faktor Pendukung Kelahiran Identitas Nasional
Faktor-faktor yang mendukung kelahiran identitas nasional bangsa Indonesia meliputi:
Keterkaitan Identitas Nasional dengan Globalisasi
a. Faktor Objektif, yang meliputi faktor geografis-ekologis dan demografis
b. Faktor Subjektif, yaitu faktor historis, social, politik, dan kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia (Suryo, 2002).
Identitas Nasional itu merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang sudah tumbuh dan berkembang sebelum masuknya agama-agama besar di bumi nusantara ini dalam berbagai aspek kehidupan dari ratusan suku yang kemudian dihimpun dalam satu kesatuan Indonesia menjadi kebudayaan Nasional dengan acuan Pancasila dan roh Bhinneka Tunggal Ika sebagai dasar dan arah pengembangannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
dalam hubungannya dengan identitas nasional secara dinamis, dewasa ini bangsa Indonesia harus memiliki visi yang jelas, melalui dasar filosofi bangsa dan Negara yaitu Bhineka Tunggal Ika, yang terkandung dalam Filosofi Pancasila. Masyarakat harus terbuka dan dinamis namun harus berkeadaban serta kesadaran akan tujuan hidup bersama dalam berbangsa dan bernegara.
Masalah Pendidikan Di Indonesia
Diantaranya
problem kebijakan pemerintah yang tidak memiliki komitmen dalam menyelenggarakan Pendidikan Nasional. Karena, ketika kita merujuk pada undang-undang dasar 45 pasal 31 ayat 1 yang menyatakan bahwa anggaran penyelengaraan Pendidikan Nasional sekurang-kurangnya 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Namun dalam kenyataannya tidak menunjukkan suatu relevansi yang nyata. Bahkan riil, anggaran pendidikan hanya berkisar 10% dari APBN, dan itu pun hanya untuk membiayai anggaran rutin seperti penyediaan alat-alat belajar, gaji guru dan karyawan dan sebagainya
Bukan hanya itu
Problem visi Pendidikan Nasional yang masih belum bisa berpihak pada rakyat jelata (grass root). Dari kasus-kasus di atas, keluar sebagai pelaku pemenangnya adalah kalangan the have atau mereka yang memiliki uang saja. Kebijakan pemerintah dan visi Pendidikan Nasional kurang bisa menyentuh kepentingan kalangan grass root. Oleh karena itulah, setiap kasus yang terjadi selalu meletakkan posisi rakyat jelata sebagai yang kalah.
Ketiga akar persoalan di atas menjadi problem serius dalam penyelenggaraan pendidikan bermutu di Indonesia. Penyelenggaraan Pendidikan Nasional tidak akan bisa berjalan secara ideal selagi ketiga pokok persoalan di atas belum terpikirkan.
Problematika Nasionalisme
Terjadi karena pergeseran makna terhadap istilah nasionalisme. Ambil sajalah contoh pada konflik-konflik antar suku. Berawal dari rasa bangga mereka yang berlebih terhadap sukunya sendiri bahkan rasa bangga tersebt diiringi dengan memandang rendah suku lain atau yang lebih dikenal dengan chaufimisme.
Karena itulah muncul pergolakan-pergolakan antar suku bahkan sampai terjadi pertumpahan darah diantara mereka sampai menjadi konflik yang tak berkesudahan. Seharusnya kita sebagai bangsa Indonesia yang multicultural dengan sikap berlapang dada harus menghargai suku-suku yang lain.
Maknailah nasionalisme itu kedalam makna nasionalisme dalam arti luas karena kata tersebut mempunyai arti pengabdian seorang warga Negara secara ihlas terhadap negaranya.
Solusi-solusi Dalam Menghadapi Problematika Identitas Nasional, dan Nasionalisme
hal utama yang harus dilakukan adalah penjiwaan Pancasila sebagai ideologi dan identitas nasional Negara kita. Memang secara nyata Pancasila sudah menjadi ideology Negara kita bahkan Pancasila sudah terpampang pada tempat-tempat srategis seperti balai pertermuan, sekolah-sekolah, perusahaan-perusahaan. Namun, secara konsep rohaniah Pancasila belum terpancang dengan kuat pada jiwa warga Negara akibatnya Pancasila hanya dijadikan sebagai pajangan saja. Ini akan sangat sayang sekali apabila Pancasila hanya sebagai sesuatu yang formal. Setiap warga Negara wajiblah menjiwai Pancasila sebagai ideology dan identitas nasional. Perlu juga adanya Integrasi Nasional.
KESIMPULAN
Sedangkan bangsa pada hakikatnya adalah sekelompok besar manusia yang mempunyai persamaan nasib dalam proses sejarahnya, sehingga mempunyai persamaan watak atau karakter yang kuat untuk bersatu dan hidup bersama serta mendiami suatu wilayah tertentu sebagi suatu “kesatuan nasional”.
Oleh karena itu, agar suatu bangsa khususnya bangsa Indonesia tetap eksis dalam menghadapi globalisasi maka harus tetap meletakan jati diri dan identitas nasional yang merupakan kepribadian bangsa Indonesia sebagai dasar pengembangan kreatifitas budaya globalisasi. Sebagaimana terjadi di berbagai negara di dunia, justru dalam era globalisasi dengan penuh tantangan yang cenderung menghancurkan nasionalisme, muncullah kebangkitan kembali kesadaran nasional.
Identitas Nasional secara terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa yang lain. Istilah kepribadian sebagai suatu identitas adalah keseluruhan atau totalitas dari faktor-faktor biologis, psikologis dan sosiologis yang mendasari tingkah laku individu.
Officially prepared by
Bella Savitri W.
Proudly presented our project
Tujuan Penulisan
Latar Belakang Masalah
Pancasila pada era globalisasi dewasa ini mendapat tantangan yang sangat kuat, terutama karena pengaruh globalisasi yang terus berkembang
globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah, globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia.
Perkembangan Globalisasi
Full transcript