Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

PROTEKSI TEGANGAN LEBIH (LIGHTNING ARRESTER) PADA SISTEM TEG

No description
by

Muhammad Rizaldy

on 21 April 2017

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of PROTEKSI TEGANGAN LEBIH (LIGHTNING ARRESTER) PADA SISTEM TEG

Proses Terjadinya Petir
Gelombang Berjalan
Lightning Arrester
Jenis-jenis Lightning Arrester
ARRESTER JENIS TABUNG PELINDUNG (ARRESTER EKSPULSI)
Analisis Perhitungan
1. Jarak Arrester dan Transformator
Ep = Ea + 2 A S/v
650 = 454 + 2.1000.S/300
650 = 454 + 2000S/300
196 = 2000S/300
58800 = 2000S
S = 29,4 m

Keterangan:
Ea = tegangan percik arrester
Ep = tegangan pada jepitan transformator
A = de/dt = kecuraman gelombang datang,
S = jarak antara arrester dan transformator
v = kecepatan merambat gelombang



KESIMPULAN
Penempatan arrester secara tepat dalam jumlah tertentu (lebih banyak) akan menurunkan tegangan lebih di sepanjang salauran (kabel).
Tegangan lebih pada waktu muka petir 1,2/50 μs lebih besar dibandingkan nilai tegangan lebih pada saat waktu muka petir 2/50 μs disebabkan karena semakin kecil waktu muka petir maka waktu yang dibutuhkan untuk mencapai puncak tegangan semakin cepat.
Jarak aman maksimum dari simulasi antara arrester dan transformator yang disarankan sebesar 29,4 m sehingga transformator dapat terlindung dari pengaruh surja petir.

Thanks!
PROTEKSI TEGANGAN LEBIH (LIGHTNING ARRESTER) PADA SISTEM TEGANGAN RENDAH DAN MENENGAH
Created by;
Muhammad Rizaldy NIM: 20140120215
Malik Ash S. NIM: 20140120205
Ahmad Djailani NIM: 20140120211
Su'adi NIM: 20140120203


PROGRAM STUDI S.1 TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2016/2017

Sambaran tidak langsung (sambaran induksi)
pada saluran udara tegangan menengah lebih sering terjadi daripada sambaran langsung, hal itu dikarenakan luasnya daerah sambaran induksi. Bila terjadi sambaran petir ke tanah di dekat saluran, akan terjadi fenomena transien yang diakibatkan oleh medan elektromagnetis yang menyebabkan timbulnya
tegangan induksi pada saluran. Akibatnya timbul tegangan lebih dan gelombang berjalan yang merambat pada kedua sisi kawat di tempat sambaran berlangsung.

Sambaran langsung
adalah petir yang menyambar langsung pada kawat fasa (untuk saluran tanpa kawat tanah)
atau pada kawat tanah (untuk saluran dengan kawat tanah). apabila kilat menyambar langsung pada kawat fasa (untuk saluran tanpa kawat tanah) atau pada kawat tanah (untuk saluran dengan kawat tanah)


Sampai saat ini sebab-sebab dari gelombang berjalan yang diketahui adalah :
1. Sambaran petir secara langsung pada kawat,
2. Sambaran petir tidak langsung pada kawat (induksi),
3. Operasi pemutusan (switching operation),
4. Busur tanah (arching ground),
5. Gangguan-gangguan pada sistem oleh berbagai kesalahan

Arrester Katub
Yaitu arrester yang terdiri atas beberapa sela percik (tanduk api) yang dihubungkan seri dengan resistor tak linier. Sela percik dan resistor tak linier keduanya ditempatkan dalam tabung isolasi tertutup, sehingga kerja arrester ini tidak dipengaruhi udara sekitar. Resistor tak linier disebut juga resistor kran, yang dibuat dari bahan silikon karbid. Salah satu dari jenis arester katup yaitu arester MOV (Metal Oxida Varistor).
Arrester merupakan suatu alat proteksi peralatan dalam sistem tenaga listrik yang bekerja dengan cara membatasi surja tegangan lebih yang datang yang kemudian mengalirkannya ke tanah. Saat normal arrester berlaku sebagai isolator dan bila timbul tegangan surja arrester berlaku sebagai konduktor. Setelah surja hilang arrester harus dengan cepat kembali menjadi isolator sehingga pemutus daya tidak sempat membuka. Pemilihan arrester dimaksudkan untuk mendapatkan tingkat isolasi dasar yang sesuai dengan Basic Impuls Insulation Level (BIL) peralatan yang dilindungi, sehingga didapatkan perlindungan yang baik. Dalam memilih arrester yang paling sesuai untuk suatu keperluan tertentu, harus diperlukan beberapa faktor, antara lain : Protective Need (keperluan proteksi), System Voltage (keadaan sistem tegangan) dan faktor ekonomi.
Lightning arrester jenis expulsion ini mempunyai dua celah api, yang satu berada diluar dan satu lagi berada dalam. Ketika terjadi tegangan lebih pada jaringan maka pada elektroda batang sebagai celah api 1 akan terjadi loncatan busur api (flshover). Loncatan busur api ini akan turun ke dalam tabung fiber (fiber tube) diantara elektroda atas dan bawah yang merupakan celah api 2. Temperatur pelepasan dari busur api akan menimbulkan tekanan dalam tabung fiber, sehingga tabung fiber akan menghasilkan uap gas. Makin tinggi tempe-ratur busur api makin banyak uap gas yang dihasilkan. Uap gas yang dihasilkan oleh tabung fiber akan bercampur dengan busur api, sehingga akan mem-binasakan busur api dan mengusir uap gas yang tak berpenghantar ke luar tabung gas (vent). Dengan demikian daya busur api akan cenderung mengikuti pelepasan peralihan (transient discharge) ke ground tanpa ada kekuatan selama gelombang tegangan lebih terakhir.
Video Proses Terjadinya
Samabran Petir dan Cara Kerja LA
SIMULASI
Akibat Sambaran Petir Berulang Setelah Ditempatkan Arester
Grafik Perbandingan Tegangan dan Arus Dengan Arester
R
S
T
Akibat Sambaran Petir Berulang Sebelum Ditempatkan Arester
R
S
T


Dimana;
I : Arus pelepasan arrester (A)
e : tegangan surja yang datang (kV)
Ua : Tegangan pelepasan arrester (KV)
Ua=0,8 x 1,1 x tegangan nominal
Z : Impedansi surja saluran (Ω)
Full transcript