Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

INDIKATOR KEMISKINAN

No description
by

on 4 September 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of INDIKATOR KEMISKINAN

INDIKATOR KEMISKINAN
design by Dóri Sirály for Prezi
Indikator kemiskinan yang digunakan umumnya menggunakan kriteria garis kemiskinan ( poverty line ) untuk mengukur kemiskinan absolut.
1. Karena biaya hidup di kota dan di desa memang berbeda.

2. Persentase populasi kaum miskin yang tinggal di kawasan perkotaan menurut BPS dalam kenyataan meningkat lebih cepat dari garis kemiskinan perdesaan sejak tahun 1967.

INDIKATOR KEMISKINAN
Garis kemiskinan nasional yang dikeluarkan BPS yang berdasarkan pola konsumsi digunakan Bank Dunia untuk menganalisis profil kemiskinan, penyebab kemiskinan dan tafsir strategi atau program anti kemiskinan di sebuah negara. Namun, parameter kemiskinan yang digunakan oleh suatu negara tidak bisa digunakan oleh negara lain.
Tujuan dibedakannya garis kemiskinan BPS
2 Kriteria:

1. Menggunakan garis kemiskinan nasional yang didasarkan pada pola konsumsi 2.100 kalori per hari.

2. Garis kemiskinan internasional berdasarkan PPP US$1 dan US$2.

B. Garis kemiskinan versi World Bank
Digunakannya PPP dan bukan kurs sebagai dasar perbandingan kemiskinan antarnegara karena konversi kurs nilai mata uang suatu negara terhadap PDB dan komponen-komponennya dapat memberikan hasil yang tidak konsisten.
Dara Kurniawan ( 110318718 / Manajemen )
Edo Charistian W ( 110318745 / Manajemen )
Adolfa Ulansari ( 110318817 / Manajemen )
Elsa Yunita ( 110318848 / Manajemen )

Kelompok 4
A. Garis kemiskinan BPS
penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan. Semakin tinggi garis kemiskinan, semakin banyak penduduk yang tergolong sebagai penduduk miskin.
Dua macam pendekatan dalam menentukan batas miskin
1. Pendekatan kebutuhan dasar ( basic needs approach ).
a. Berkaitan dengan konsep
b. Dari segi metodologi pengukuran standar kebutuhan minimum.
c. Adanya perdebatan tentang pengukuran nilai standar minimum
2. Pendekatan Head Count Index merupakan ukuran yang menggunakan kemiskinan absolut.
Jumlah penduduk miskin adalah, jumlah penduduk yang berada di bawah suatu batas yang disebut batas garis kemiskinan, yang merupakan nilai rupiah dari kebutuhan minimum makanan dan non-makanan.
Hal penting lainnya mengenai garis kemiskinan BPS
Berhubungan dengan tren dalam insidensi kemiskinan perdesaan dan perkotaan.
1. Konversi kurs gagal mencerminkan tingkat volume barang dan jasa yang sebenarnya yang diperbandingkan selama tahun tertentu.
2. Konversi kurs gagal mencerminkan pergerakan dalam volume relatif barang dan jasa sepanjang waktu.

Headcount Index atau Incidence Poverty
proporsi populasi yang memiliki pendapatan atau konsumsi di bawah garis kemiskinan
TREN KEMISKINAN INDONESIA
A. Perkembangan jumlah dan presentase penduduk miskin
Dengan indikator kemiskinan BPS, ada suatu penurunan yang berkesinambungan dalam presentase populasi yang hidup di bawah garis kemiskinan, baik di kawasan perdesaan maupun perkotaan, di Indonesia sejak tahun 1976.
B. Distribusi regional kemiskinan
Secara absolut jumlah penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan di luar Jawa mengalami penurunan namun secara relatif mengalami peningkatan.
3 Tahap distribusi regional
1. Jumlah dan persentase penduduk miskin menurut kelompok pulau

2. Jumlah dan persentase penduduk miskin menurut kelompok provinsi

3. Persentase penduduk miskin perkotaan dan perdesaan per provinsi

PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN DI ERA SBY
A. Kluster 1 yang mencakup bantuan dan jaminan sosial
Raskin
PKH
Jamkesmas
Bos
BLT (Insidental)
B. Kluster 2 mancakup bidang program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM)
1. Dampak positif dari program dianggap kurang signifikan pada kecamatan yang tidak miskin.
2. PNPM mandiri pun belum sepenuhnya menjangkau masyarakat miskin, terutama kelompok rentan dan terpinggirkan.
3. BLM yang diberikan belum dapat menciptakan kesempatan kerja dan menubuhkan ekonomi produktif secara berkelanjutan.
4. Pengembangan kompetensi dan profesi fasilitator masih belum memadahi.
5. Kapasitas pengelolaan lembaga keuangan mikro PNPM mandiri masih terbatas dalam mendukung peningkatan kesejahteraan dan pengembangan ekonomi local.
6. Perhatian Pemda untuk pemeliharaan infrastruktur dan aset PNPM lainnya masih rendah.

Bappenas 2012
C. Kluster 3 mencakup bidang pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)
1. Masih kurang optimalnya layanan lembaga keuangan bukan bank.
2. Kurangnya sosialisasi peluang akses kredit/pembiayaan bank melalui linkage.
3. Masih rendahnya kemauan UMKM untuk memanfaatkan jasa pendampingan.
4. Terbatasnya data-data usaha mikro dan kecil (UMK).
5. Keterbatasan jangkauan cakupan sosialisasi KUR.
6. Kurangnya pemahaman dan kapasitas UMKM untuk berwirausaha.
7. Kurangnya dukungan sarana dan prasarana untuk pemasaran.
8. Masih belum adanya skema peningkatan kelembagaan koperasi.

Full transcript