Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Media dan Analisis Sosiologis

No description
by

Puput Kuspujiati

on 8 May 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Media dan Analisis Sosiologis

Media
dan
Analisis Sosiologis

Motif Informasi
Mencari berita tentang peristiwa dan kondisi yang berkaitan dengan lingkungan terdekat, masyarakat, dan dunia.
Mencari bimbingan berbagai masalah praktis, pendapat, dan hal-hal yang berkaitan dengan penentuan pilihan.
Memuaskan rasa ingin tahu dan minat umum.
Belajar, pendidikan diri sendiri.
Memperoleh rasa damai melalui penambahan pengetahuan.
Alienasi
Tanpa ikatan
Sosiologi
Asal kata :
Socius
(Latin) yang berarti
kawan
,
Logos (Yunani Kuno) yang berarti
ilmu
Penyimpangan
Pola prilaku yang berbeda dari umumnya.
Motif Hiburan
Melepaskan diri dari permasalahan.
Bersantai.
Memperoleh kenikmatan jiwa dan estetis.
Mengisi waktu.
Penyaluran emosi.
Membangkitkan gairah seks.

Media dan Analisis Sosiologis
Dikemukakan pertama kali oleh filusuf Perancis August Comte (1798-1857).
Sosiologi berarti : ilmu yang mempelajari tentang masyarakat.
Tujuannya adalah untuk mengetehui, memprediksi dan mengendalikan masyarakat.
Memiliki banyak konsep dasar, di antaranya adalah :
Orang asing
Terpisah dari kelompok masyarakat tertentu
Kelas
Bawah
Menengah
Atas
Bentuk penyimpangan selalu berubah
Menyebabkan kegelisahan karena masyarakat memiliki konsep yang mereka sebut "normal"
Menemukan penunjang nilai-nilai pribadi.
Menemukan model perilaku.
Mengidentifikasikan diri dengan nilai-nilai lain dalam media.
Meningkatkan pemahaman tentang diri sendiri.
Motif Identitas Pribadi
Memperoleh pengetahuan tentang keadaan orang lain..
Mengidentifikasikan diri dengan orang lain dan meningkatkan rasa memiliki.
Menemukan bahan percakapan dan interaksi sosial.
Memperoleh teman selain dari manusia.
Membantu menjalankan peran sosial.
Memungkinkan diri untuk dapat menghubungi sanak keluarga, teman, dan masyarakat.

Motif Integrasi
dan
Interaksi Sosial
Gaya Hidup
Etnis
Stereotipe
Gender
Cita rasa / selera dalam fashion, mobil, hiburan dll
Sering dihubungkan dengan kelas sosial
Media televisi dan iklan berperan dalam mengajarkan berbagai gaya hidup.
Ciri budaya dan tradisi yang membedakan kelompok masyarakat
Ras
Kategori orang yang memiliki kesamaan warisan genetis
ex: Sunda, Batak, Jawa, Padang, dll
ex: Negroid, Mongoloid, Caucasian
Sebuah image bersama yang dimiliki kelompok tentang kelompok lain.
Stereotipe positif (ex: dokter)
Stereotipe negatif (ex: pelayan kafe)
Penyederhanaan dan generalisasi berlebih, tidak melihat perbedaan individu, bersifat merusak.
Seks BUKAN gender
Seks --> Jenis kelamin biologis
Gender --> Jenis kelamin yang dikonstruksi secara sosial
seperangkat peran, perilaku, kegiatan, dan atribut yang dianggap layak bagi laki-laki dan perempuan yang dikonstruksi secara sosial dalam suatu masyarakat.
ex ; perempuan dikenal dengan lemah lembut, cantik, emosional dan keibuan.
Sementara laki-laki dianggap kuat, rasional, jantan dan perkasa.
Motivasi-motivasi konsumsi media
Diskriminasi
Pembedaan perlakuan atau pengucilan
Dapat memicu alienasi
Biasa dilakukan oleh kelompok dominan atau mayoritas terhadap individu atau kelompok minoritas.
Identitas
Pendefinisian diri seseorang sebagai individu
Merupakan hal yang sangat rumit sehingga seseorang terkadang mempertanyakan siapakah dirinya
Identitas seksual, budaya, agama, etnis, dll.
Budaya Populer
Komunitas
Agama
Kepercayaan, Praktek dan Organisasi sosial
Agama dan nilai keagamaan memainkan peranan dan berpengaruh atas eksistensi dan cara kerja masyarakat.
Agama dapat juga mempengaruhi proses sosial, perubahan sosial, fanatisme dan lain sebagainya.
Agama bukan hanya satu sistem (dogma dan moral), tetapi sebagai fenomena sosial, sebagai fakta sosial yang dapat dilaksanakan dan dialami oleh banyak orang.
Unit sosial yang memiliki
kesamaan
nilai
Dapat berbasis :
- Lokasi --> kampung, desa, kota
- Identitas --> suku, ras, kelas sosial, pekerjaan, hobi
- Organisasi --> partai, serikat buruh, assosiasi
Di dalamnya terdapat interaksi dan kebiasaan-kebiasaan yang mengandung makna tersendiri bagi anggotanya.
Merupakan akibat dari adanya budaya massa.
Memiliki sifat : diproduksi untuk banyak orang, disukai banyak orang, kualitas rendah, murah, mudah didapatkan
Budaya populer (budaya massa) vs Budaya tinggi
Contoh : media massa/hiburan (film, musik, tv), teknologi, fashion
Full transcript