Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Diplomasi Indonesia Setelah Proklamasi Kemerdekaan

No description
by

Rahel Purba

on 24 March 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Diplomasi Indonesia Setelah Proklamasi Kemerdekaan

Diplomasi Indonesia Setelah Proklamasi Kemerdekaan
1. Ardhita Putri Fadhilla Ruku 145120400111049
2. Alya Safira Indra Putri 145120400111066
3. Rahel Cindi Prily Purba 145120407111056


Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Brawijaya
Malang
2015

PERJANJIAN LINGGARJATI
10-15 November 1946 dan 15 Maret 1947
4 diantara 17 pasal hasil Perjanjian Linggarjati
1. Belanda mengakui secara de facto wilayah Republik
Indonesia, yaitu Jawa, Sumatera dan Madura.

2. Belanda harus meninggalkan wilayah Republik
Indonesia paling lambat 1 Januari 1949.

3. Pihak Belanda dan Indonesia sepakat membentuk
Republik Indonesia Serikat.

4. Dalam bentuk Republik Indonesia Serikat, Indonesia
harus tergabung dalam persemakmuran Indonesia-
Belanda dengan raja/ratu Belanda sebagai kepalanya.

Delegasi Indonesia
Sutan Sjahrir

Delegasi Belanda
Prof. Wim Shermerhorn dan H. J. Van Mook

Pemimpin Perundingan
Lord Killearn asal Inggris

PERJANJIAN RENVILLE
8 September 1947 dan 17 Januari 1948
Delegasi Indonesia
Mr. Amir Sjarifudin

Delegasi Belanda
Abdul Kadir Widjojoatmojo

Pemimpin perundingan
Dr. Frank Porter Graham asal Amerika Serikat

Garis besar perundingan Renville
1. Belanda hanya mengakui daerah Indonesia
yang meliputi : Jawa Tengah (Surakarta,
Magelang dan Purwodadi), Jogjakarta, Jawa
Timur (Madiun, Ponorogo dan Kediri), serta
sebagian kecil Jawa Barat (Banten).

2. Disetujuinya sebuah garis demarkasi yang
memisahkan wilayah Republik Indonesia
dengan daerah pendudukan Belanda.

3. TNI harus ditarik mundur dari daerah-daerah
kedudukan Belanda.

PERJANJIAN ROEM-ROYEN
14 April - 7 Mei 1949
Delegasi Indonesia
Mr. Roem
Prof. Dr. Soepomo
Ali Sastroamidjojo
J. Leimena
Latuharhary

Delegasi Belanda
Mr. Van Royen

Hasil Perjanjian Roem-Royen
Pemerintah Republik Indonesia bersedia:

1. TNI segera menghentikan perang gerilya

2. Kerjasama menciptakan perdamaian dan ketertiban serta keamanan

3. Bersedia ikut serta dalam perundingan konferensi meja bundar (KMB) di Denhaag, Belanda

Hasil Perjanjian Roem-Royen
Pemerintah Kerajaan Protestan Belanda bersedia:

1. Menyetujui kembalinya pemerintah Republik
Indonesia ke Yogyakarta
2. Menghentikan aksi militer Belanda kedua dan
membebaskan kembali segenap tahanan politik
3. Tidak mendirikan lagi negara boneka sesudah
sesudah 19 Desember 1984
4. Menyetujui Republik Indonesia sebagai bagian
dari Negara Indonesia Serikat
5. Menyelenggarakan Konferensi Meja Bundar
sesudah pemerintah Republik Indonesia kembali
ke Yogyakarta
KONFERENSI INTER-INDONESIA
Hasil KII pertama di Yogyakarta

1. Nama negara RIS yang merdeka dan berdaulat adalah : “Republik Indonesia Serikat
2. Dalam konstitusi sementara harus diterangkan dari negara-negara apa RIS itu terdiri
3. Kepala RIS adalah seorang presiden
4. Akan diadakan dua badan, yaitu: Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat
5. Berhubung dengan masalah keamanan, BFO akan ikut bersidang dalam badan pusat dan badan cabang yang berkewajiban mengakhiri permusuhan antara pihak Belanda dan pihak Republik

KONFERENSI INTER-INDONESIA
Hasil KII Kedua di Jakarta

1. Bendera Republik Indonesia Serikat
adalah bendera merah putih
2. Lagu Kebangsaan adalah Indonesia
Raya
3. Bahasa Resmi adalah Bahasa Indonesia
4. Presiden Republik Indonesia Serikat
dipilih wakil Republik Indonesia dan
BFO

Hasil Perundingan KMB
1. Serah terima kedaulatan dari pemerintah
Kolonial Belanda kepada Republik
Indonesia Serikat kecuali Irian Barat dan
akan diselesaikan dalam waktu satu tahun
2. Dibentuknya sebuah persekutuan
Belanda-Indonesia, dengan monarki
Nelanda sebagai kepala negara
3. Pengambilalihan hutang Hindia Belanda
oleh Republik Indonesia
KONFERENSI MEJA BUNDAR 23 Agustus - 2 November 1949
Delegasi Indonesia
Drs. Moh. Hatta, Mr. Moh. Roem, dan
Prof. Dr. Mr. Soepomo
Delegasi Belanda
Mr. Van maarseven
Delegasi BFO
Sultan Hamid II dari Pontianak
Delegasi UNCI
Chritchley

Perjanjian New York
Isi Perjanjian New York

1. Penghentian permusuhan.
2. Setelah persetujuan disahkan, Belanda
paling lambat menyerahkan Irian Barat
pada UNTEA pada 1 Oktober 1962. Sejak
saat itu bendera Belanda diganti dengan
bendera PBB.
3. Pasukan Indonesia tetap tinggal di Irian
Barat yang berstatus di bawah UNTEA.

4. Angkatan perang Belanda dan pegawai
sipilnya berangsur-angsur dipulangkan
paling lambat 11 Mei 1963.
5. Bendera Indonesia mulai berkibar 31
Desember 1962 di samping bendera
PBB.
6. Pemerintah Republik Indonesia menerima
pemerintahan atas Irian Barat pada
tanggal 1 Mei 1963.
7. Pada tahun 1969 diadakan Pepera
(Penentuan Pendapat Rakyat).
Full transcript