Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

ANALISA AKTIVITAS OPERASI

No description
by

Indah Basnizar

on 17 October 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of ANALISA AKTIVITAS OPERASI

ANALISIS AKTIVITAS OPERASI
KELOMPOK 5
CHINTANIA ROSALINE 1010532096
INDAH WAHYUNI BASNIZAR 1010533060
MITA DWIRIANI ISMET 1010532067
MORY SAMFIANETA 1010532063
RESTU RAHMAWATI TANI 1010532039
THANK YOU
Apa itu pendapatan?

Panduan Pengakuan Pendapatan
Konsekuensi pendapatan yang tidak diinginkan :
Pendapatan dicatat terlalu dini / terlambat, maka pendapatan diakui pada periode yang salah.
Pendapatan diakui sebelum kepastian realisasi yang wajar, maka kemungkinan dicatat pada satu periode & kemudian dibatalkan / dibalik diperiode berikutnya, akan mencatat kelebihan pencatatan laba pada periode pertama dan kekurangan pencatatan pada periode berikutnya.

Kriteria Pengakuan Pendapatan
Aktivitas laba yang menghasilkan pendapatan telah selesai & tidak dibutuhkan usaha yang signifikan untuk menyelesaikan transaksi
Resiko kepemilikan dalam penjualan telah secara efektif berpindah kepada pembeli
Pendapatan & beban terkait diukur atau diestimasikan dengan tingkat ketelitian yg wajar.
Pengakuan pendapatan menghasilkan kenaikan kas, piutang, atau efek. Dalam kondisi tertentu pengakuan akan menghasilkan kenaikan persediaan atau asset lain, atau penurunan kewajiban.
Transaksi pendapatan yang wajar dengan pihak-pihak independen.
Transaksi pendapatan tidak ada pembatalan (misalnya retur)

Ketidakpastian

Harga telah ditetapkan pada tanggal penjualan
Pembeli membayar barang penjualan (dengan tidak tergantung apa barang dapat dijual kembali)
Kewajiban pembeli terhadap penjual tidak berubah meski terjadi pencurian & kerusakan produk
Pembeli memiliki substansi ekonomi terpisah dar openjual
Penjual tidak memiliki kewajiban signifikan atas kinerja masa depan terkait dengan penjualan
Pengembalian dapat di estimasi secara wajar

Pengakuan pendapatan jika ada hak
pengembalian :
Perjanjian Waralaba / Franchaise :
Pendapatan waralaba & biaya waralaba saat seluruh jasa atau kondisi material yang terkait dengan penjualan sebagai besar telah dilaksanakan / dipenuhi.
Perjanjian Pembiayaan Produk :
Perjanjian yang melibatkan perpindahan / akuisisi persediaan oleh sponsor yang membiayai persediaan (seperti penjualan persediaan).
Pendapatan Kontrak :
Status perikatan sebagai kontrak kerja untuk konstruksi; dll dalam jangka waktu lama, oleh GAAP diwajibkan metode prosentase penyelesaian dengan penilaian wajar.
Pendapatan yang Belum Diterima
Status perikatan adalah kontrak jaminan produk & pemeliharaan seperti pada piranti lunak. Pengakuan pendapatan diakui sepanjang periode masa kontrak tersebut.

Analisis Dampak Pengakuan Pendapatan
Kondisi yang menciptakan timbulnya pertanyaan tentang pengakuan pendapatan :
Kurangnya kecukupan modal ekuitas pada entitas pembeli selain ekuitas yang berasal dr penjual
Adanya kewajiban kontijen, seperti jaminan utang atau perjanjian yang mewajibkan penjual memberikan kas ke entitas pembeli dalam situasi tertentu
Penjualan aset / kegiatan operasi yang secara historis tidak dapat menghasilkan cukup arus kas operasi untuk mendanai layanan utang masa depan & ekspetasi dividen.

Pendapatan belum bisa diakui sampai :
Arus kas operasi
Investasi Perusahaan
Pengakuan Pendapatan
Apa itu beban yang ditangguhkan?
Penelitian dan Pengembangan
Alasan dibalik kesulitan dalam akuntansi litbang :
Tingginya ketidakpastian manfaat akhir yang diperoleh dari aktifitas litbang
Sering kali dibutuhkan waktu yang cukup panjang antara dimulainya aktivitas litbang hingga keberhasilannya dapat ditentukan.
Masalah evaluasi yang disebabkan oleh sifat tidak berwujud aktivitas litbang.

Biaya-biaya yang diidentifikasi sebagai aktivitas litbang:
Bahan baku, peralatan dan fasilitas yang dibeli atau dibuat untuk proyek litbang tertentu atau aset tidak berwujud yang dibeli dan tidak memiliki penggunaan masa depan alternatif
Bahan baku yang digunakan dalam aktivitas litbang dan penyusutan peralatan atau aktivitas, dan amortisasi aset tidak berwujud
Gaji dan pengeluaran lain yang berhubungan dengan karyawan
Jasa yang diberikan pihak lain
Alokasi biaya tidak langsung diluar biaya umum dan administrasi.
Beban Piranti Lunak Komputer
Aktivitas khusus yang tidak sesuai dengan pengeluaran aktivitas litbang normal.
Pengembangan piranti lunak untuk tujuan pemasaran merupakan aktivitas berjalan yang langsung mengarah pada pendapatan berjalan atau masa depan.
Kelayakan teknologi merupakan praktik akuntansi yang berlaku saat ini untuk pengeluaran piranti lunak komputer yang akan dijual, disewakan, atau dipasarkan dengan cara lain mengindentifikasi satu titik.
Biaya Eksplorasi dan Pengembangan
pada Industri Pertambangan
Akuntansi Industri Pertambangan
Penungkapan tambahan untuk perusahaan publik yang memproduksi minyak dan gas:
jumlah cadangan minyak & gas bumi terbukti
biaya yg dikapitalisasi
biaya aktifitas akuisis – explorasi & pengembangan ;
hasil operasi aktivitas prod minyak & gas bumi
diskonto arus kas bersih ms depan utk cadangan yg terbukti

Implikasi Analisis Industri Pertambangan
Ada 2 akuntansi untuk industri ekstatif ini yaitu :
Akuntansi succesful effort : lebih baik dlm mengkaitkan biaya dengan cadangan spesifik yang ditemukan sblm biaya explorasi & pengembangan di kapitalisasi
Akuntansi full costing : memperkenankan perusahaan mengklasifikasi , aktifitas explorasi & pengambangan yang tidak berhasil sebagai asset

Beban yang Ditangguhkan
Penghitungan Bunga
Bunga ditentukan oleh beberapa faktor,dan faktor terpenting adalah risiko kredit (utang tidak dapat dibayar) dari peminjam. Beban bunga ditentukan oleh tingkat bunga,pokok pinjaman,dan jangka waktu.

Kesulitan akan timbul saat perusahaan mengeluarkan utang konversi atau utang dengan waran. Situasi ini menimbulkan tingkat nominal yang lebih rendah dari biaya utang sejenis yang tidak memberikan fitur tambahan ini.
Pada kasus utang konversi,praktik akuntansi menganggap utang tidak terpisah dari fitur ekuitas.
Pada kasus utang yang dikeluarkan bersamaan dengan waran,kas yang diterima terkait dengan nilai waran diakui sebagai modal tambahan.
Beban yang terkait dengan akun diskon utang yang diamortisasi sepanjang masa pengeluaran utang akan menambah biaya bunga efektif.


Kapitalisasi Bunga
Tujuan kapitalisasi bunga adalah :
Mengukur biaya akuisisi aset secara lebih akurat
Mengamortisasi biaya akuisisi terhadap pendapatan yang diperoleh dari aktivitas tersebut

Menganalisis Bunga
Analisis kita harus menyadari bahwa akuntansi kapitalisasi bunga masih tidak jelas sehingga mengarah pada keragaman dalam praktik. Harus diingat bahwa kapitalisasi bunga tercakup dalam biaya aset dan menjadi beban melalui penyusutan dan amortisasi.

Untuk menilai dampak kapitalisasi bunga terhadap laba bersih,analisis kita harus mengetahui jumlah kapitalisasi bunga saat ini yang dibebankan pada laba melalui penyusutan dan amortisasi.

Biaya Bunga
Beban pajak penghasilan merupakan biaya penting dalam usaha. Memahami akuntansi pajak penghasilan penting untuk keberhasilan analisis laporan keuangan.

Akuntansi Pajak Penghasilan
Perbedaan Temporer dan Tetap
Perbedaan antara laba pajak dan GAAP pada intinya terbagi dua,temporer dan tetap.
Perbedaan temporer (temporary differences), merupakan perbedaan yang bersifat sementara (temporer) dan diharapkan akan dibalik dimasa depan.
Perbedaan tetap (permanent differences), merupakan perbedaan yang bersifat tetap. Perbedaan ini terjadi karena peraturan pajak dan GAAP memiliki perbedaan yang fundamental dalam memperlakukan pos-pos tertentu.

Pajak Tangguhan
Dasar penyesuaian pajak tangguhan adalah untuk dapat mengaitkan beban pajak periode dengan laba sebelum pajak yang dilaporkan menurut GAAP secara lebih baik.
Dalam prosesnya,akuntansi pajak tangguhan menciptakan pos neraca yang penting disebut aset pajak tangguhan (deferrede tax assets) atau kewajiban pajak tangguhan (deferred tax liabilities).


Arti Kewajiban (Aset) Pajak Tangguhan
Kita mencatat kewajiban (pajak) tangguhan timbul sebagai kompensasi dari dampak penangguhan pada laba,dan laba ditahan secara tidak langsung.
Seperti semua penangguhan lainnya,mereka bukanlah aset atau kewajiban dalam arti yang sebenarnya.


Kewajiban atau Aset Pajak Tangguhan menunjukkan :
Kewajiban pajak tangguhan : laba GAAP lebih tinggi daripada laba kena pajak di masa lalu, pembayaran pajak di masa lalu relatif (dilihat sebagai persentase dari laba GAAP) lebih rendah sehingga pembayaran pajak di masa depan diperkirakan akan relatif (dilihat sebagai persentase dari laba GAAP) lebih tinggi.

Aset pajak tangguhan : laba GAAP lebih rendah daripada laba kena pajak di masa lalu, pembayaran pajak di masa lalu relatif (dilihat sebagai persentase dari laba GAAP) lebih tinggi sehingga pembayaran pajak di masa depan diperkirakan akan relatif (dilihat sebgai persentase dari laba GAAP) lebih rendah.


Akuntansi Pajak Tangguhan
Beban (cadangan) pajak penghasilan tidak dihitung secara langsung, melainkan dihitung dari selisih antara perubahan aset dan kewajiban pajak tangguhan dengan utang pajak.

Pajak tangguhan dihitung secara terpisah untuk setiap komponen pembayar pajak (tiap entitas atau kelompok entitas yang dikonsolidasi untuk tujuan perpajakan)dalam setiap jurisdikasi pajak.

Pengungkapan Pajak Penghasilan
Penyesuaian Laporan Keuangan
Menghitung Nilai Sekarang Aset dan Kewajiban Pajak Tangguhan
Meramal Arus Kas dan Laba Masa Depan
Menganalisis Perbedaan Tetap dan Temporer
Manajemen Laba dan Kualitas Laba


Pajak Penghasilan
Tinjauan atas Kompensasi Tambahan untuk Karyawan
Kontrak kompensasi yang ditangguhkan (deffered compensation contract)


Hak apresiasi saham

Opsi Saham Karyawan
Opsi saham karyawan (Employee Stock Options – ESO) atau disebut juga kompensasi berbasis saham bisa dikatakan merupakan bentuk kompensasi insentif yang paling populer.

Alasannya :
Perusahaan berpendapat ESO akan meningkatkan kinerja dengan memberikan karyawan kepemilkan pada perusahaan sehingga menyatukan insentif karyawan dan perusahaan.
ESO dipandang karyawan sebagai sarana untuk meraih kekayaan.
Meskipun ESO satu bentuk kompensasi karyawan,ia tidak memiliki dampak arus kas langsung.
Menurut GAAP yang sebelumnya,ESO memberikan tunjangan karyawan tanpa perlu mencatat biaya


Karakteristik Opsi Saham Karyawan
Ilustrasi Pemberian Opsi Kepada Karyawan

Tanggal Tanggal pengakuan Tanggal
Pemberian hak kompensasi eksekusi

Periode
pengakuan hak

Harga Harga Harga
Saham Saham Saham
$ 10 $ 15 $ 21

Biaya Ekonomi dan Manfaat ESO
Manfaat utama ESO adalah potensi kenaikan nilai perusahaan yang berasal dari dampak insentif terhadap perilaku karyawan.


ESO mungkin juga meningkatkan kecenderungan risiko manajer.ESO dapat memotivasi manajer untuk mencoba proyek yang lebih berisiko karena manajer dapat memperoleh bagian dari kenaikan potensi keuntungan, sekaligus mendapatkan manfaat perlindungan terhadap penurunan seperti yang ditawarkan opsi saham.Oleh karena itu,ESO sering diberikan kepada para manajer di industri yang membutuhkan inovasi dan sedang berkembang untuk mendorong lebih banyak pengambilan risiko.

Biaya opsi saham karyawan terletak pada potensi dampak pencairannya.
Ketika harga eksekusi sama dengan harga saham pada tanggal pemberian ataupun ketika harga eksekusi sama dengan harga saham sekarang,maka terdapat 2 jnis biaya yang timbul:

1.Biaya bunga ,yang timbul karena ESO dapat dieksekusi pada suatu tanggal di masa depan dengan harga saham saat ini.
2.Biaya opsi, yaitu biaya pemberian opsi pada karyawan untuk membeli atau tidak membeli saham perusahaan.

Akuntansi dan Pelaporan ESO
Terdapat 2 masalah akuntansi yang berhubungan dengan ESO :

1. Dilusi laba per lembar saham
SFAS 128 mengakui adanya potensi dilusi ESO saat menghitung laba per lembar saham terdilusi.Metode treasury stock menentukan sampai sejauh apa dilusi berdasarkan harga eksekusi dan harga saham berlaku.
2. Beban kompensasi
Akuntansi dan pelaporan ESO diatur oleh SFAS 123 dan penggantinya, SFAS 123(R) mewajibkan perusahaan mengakui biaya amortisasi pemberian ESO dalam laba sebagai beban kompensasi berbasis saham.

Analisis Opsi Saham :
Pemberian opsi akan menimbulkan biaya dan manfaat .
Dampak manfaat akan dicatat dalam laba melaluipendapatan lebih tinggi atau biaya lebih rendah yang timbul dari pekerja yang lebih termotivasi.

ESO (jika dampak insentif dianggap tidak ada) tidak menciptakan komitmen arus kas bagi perusahaan dan alokasi sumber daya dari pemegang saham secara total.


Nilai intrinsik agregat meruapakan keuntungan bersih karyawan jika seluruh ESO yang masih beredar dieksekusi pada tanggal tersebut.
Karena keuntungan karyawan menjadi beban bagi pemegang saham saat ini,jumlah ini mencerminkan potensi perpindahan kekayaan dari pemegang saham saat ini ke karyawan melalui dilusi yang timbul akibat pemberian ESO ini sering disebut overhang opsi.

Nilai intrinsik agregat = (Harga saham – Harga eksekusi rata-rata) (overhang opsi) x Jumlah opsi yang masih beredar


Kompensasi Tambahan Untuk Karyawan
Pos Luar Biasa

1. Konsep laba Akuntansi

2. Konsep laba Ekonomi


Konsep Laba Ekonomi
Laba ekonomi biasanya merupakan arus kas ditambah dengan perubahan nilai wajar aktiva. Berdasarkan definisi ini, laba mencakup komponen yang sudah direalisasi (arus kas) maupun yang belum (laba atau rugi kepemilikan). Konsep laba ini mirip dengan pengukuran tingkat pengembalian suatu efek (surat berharga atau sekuritas) atau portofolio efek – yaitu, tingkat pengembalian mencakup dividen maupun apresiasi modal.

Konsep Laba Akuntansi

Laba akuntansi diukur berdasarkan konsep akuntansi akrual. Meskipun laba akuntansi mencakup baik aspek laba ekonomi maupun laba permanen, namun laba ini bukan merupakan pengukuran laba secara langsung. Laba akuntansi merupakan produk lingkup pelaporan keuangan yang melibatkan standar akuntansi, mekanisme pengaturan, dan insentif manajer.

Mengukur Laba Akuntansi

Pendapatan Dan Keuntungan
Beban Dan Kerugian


Pendapatan Laba
Pendapatan dan Keuntungan
Pendapatan merupakan arus masuk yang diperoleh atau arus kas masuk yang akan diperoleh yang berasal dari aktivitas usaha perusahaan yang masih berlangsung.
Keuntungan merupakan arus masuk yang diperoleh atau arus kas masuk yang akan diperoleh yang berasal dari transaksi dan kejadian yang tidak terkait dengan aktivitas usaha perusahaan yang masih berlangsung.

Beban dan Kerugian

Beban merupakan arus keluar yang terjadi atau arus keluar yang akan terjadi, atau alokasi arus kas keluar masa lampau yang berasal dari aktivitas usaha perusahaan yang masih berlangsung.
Kerugian merupakan penurunan aktiva bersih perusahaan yang berasal dari aktivitas sampingan atau insidental perusahaan.

Alternatif Analis

Laba Berulang Dan Tidak Berulang

Laba Operasi Dan Non Operasi

Pendapatan Komprehensif


Laba Berulang dan Tidak Berulang
Laba Operasi dan non Operasi
Laba operasi merupakan suatu pengukuran laba perusahaan yang berasal dari aktivitas operasi yang masih berlangsung, terdapat tiga aspek penting, yaitu :

(a) Laba operasi terkait hanya dengan laba yang berasal dari aktivitas operasi.
(b) Laba operasi terpusat pada laba perusahaan secara keseluruhan dan bukan hanya untuk pemegang ekuitas.
(c) Laba operasi terkait hanya dengan aktivitas usaha yang masih berlangsung.

Laba nonoperasional mencakup seluruh komponen laba yang tidak tercakup dalam laba operasi. Memisahkan komponen yang terkait dengan aktivitas keuangan dengan komponen yang terkait dengan operasi yang dihentikan sering kali berguna saat menganalisis laba nonoperasi.

Pendapatan Komprehensif
Pendapatan komprehensif dihitung dengan menyesuaikan laba bersih dengan pos kelebihan kotor, yang jika digabung akan menjadi pendapatan komprehensif. Pendapatan komprehensif mencakup, yaitu :
(a) Surplus bersih, mencerminkan semua perubahan ekuitas pemegang saham yang berasal dari sumber selain transaksi pemilik.
(b) Surplus kotor, terjadinya penyesuaian ekuitas.


Pengukuran Laba
(a) Bersifat tidak biasa, suatu kejadian atau transaksi yang sangat tidak normal dan tidak terkait, atau hanya terkait secara kebetulan dengan aktivitas biasa dan umum dilakukan perusahaan.
(b) Tidak sering terjadi, suatu kejadian atau transaksi yang sewajarnya tidak diharapkan terjadi pada masa depan yang dekat.

Akuntansi Pos Luar Biasa

Pos luar biasa dilaporkan pada baris terpisah, setelah pajak, pada laporan keuangan setelah laba usaha yang masih berlangsung. Saat suatu perusahaan melaporkan pos luar biasa, laba usaha yang masih berlangsung dinamakan laba sebelum pos luar biasa.
Analisis Pos-pos Luar Biasa

Pos luar biasa sifatnya tidak berulang, karenanya akan dikeluarkan dari laba saat menghitung laba permanen, perbandingan antar waktu atau antar perusahaan. Pos luar biasa seringkali terkait dengan operasi. Namun pos ini berbeda dengan pendapatan atau beban operasi normal karena sifatnya yang tidak berulang.
Pos Penghentian Segmen

Operasi Yang Dihentikan

Akuntansi Operasi Yang Dihentikan

Analisis Operasi Yang Dihentikan


Perubahan Akuntansi
Perusahaan dapat mengubah metode dan asumsi akuntansinya karena beberapa alasan :

Adanya standar akuntansi baru yang menggantikan
Agar dapat mencerminkan perubahan akuntansi atau usaha secara lebih baik
Tujuan khusus untuk window dressing seperti manajemen laba
 
Untuk mencegah manajer mengubah satu metode akuntansi ke metode lain tanpa alasan yang jelas, standar akuntansi mengharuskan agar dalam penyusunan laporan keuangan terdapat asumsi bahwa setelah diterapkan, maka hendaknya satu prinsip akuntansi tidak diubah dalam mencatat peristiwa serupa.
 
Empat Jenis Perubahan Akuntansi
Perubahan Prinsip Akuntansi
Perubahan Estimasi Akuntansi
Perubahan Entitas Pelapor
Koreksi Kesalahan
Perubahan Prinsip Akuntansi

Perubahan prinsip akuntansi terjadi ketika perusahaan berpindah dari satu prinsip akuntansi yang berlaku umum ke prinsip akuntansi yang berlaku umum lainnya. Istilah prinsip akuntansi mengacu pada standar dan praktik akuntansi yang digunakan serta metode penerapannya.
Contoh : perubahan metode penyusutan dari metode garis lurus menjadi metode saldo menurun.


Menurut standar akuntansi yang berlaku, ketika terjadi perubahan, laba periode berjalan dihitung dengan menggunakan prinsip yang baru. Selanjutnya dihitung dampak kumulatif perubahan prinsip ini (setelah pajak) terhadap laba ditahan pada awal periode ketika perubahan tersebut dilakukan. Dampak kumulatif ini akan disajikan pada laporan laba rugi setelah pos luar biasa. Perhitungan seperti ini disebut penyesuaian berjalan karena laporan keuangan yang diterbitkan sebelumnya tidak direvisi.
Baru-baru ini FASB menerbitkan standar SFAS 154 yang mengganti perlakuan dampak kumulatif yang dijelaskan sebelumnya dengan penerapan retrospektif.

Laporan yang diusulkan mewajibkan dilakukannya penyajian kembali laporan periode sebelumnya steelah standar akuntansi baru telah ditetapkan, berikut penerapan prospektif prinsip tersebut.

Jika penyajian kembali tidak dapat dilakukan perusahaan akan menerapkan prinsip akuntansi ini secara prospektif dari waktu paling awal yang mungkin dilakukan.
Perubahan Estimasi Akuntansi

Akuntansi akrual membutuhkan estimasi berupa hal seperti manfaat aset, biaya garansi, keuangan persediaanm asumsi pensiun dan piutang tak tertagih. Hal ini dapat disebut estimasi akuntansi. Estimasi akuntansi merupakan perkiraan yang didasarkan pada kondisi masa depan yang tidak diketahui. Oleh karena itu sebuah estimasi dapat berubah.

Beberapa persyaratan akuntansi dan pengungkapan yang harus dilakukan ketika terjadi perubahan estimasi akuntansi :

Penerapan prospektif (prospective application) yaitu perubahan ditetapkan pada periode dimana perubahan terjadi dan bila memungkinkan periode-periode masa depan pada dan ketika suatu dampak terjadi (tidak ada penyajian kembali secara retroaktif)
Pengungkapan pada catatan (note disclosure) yaitu mengungkapkan dampak perubahan terhadap laba bersih dan laba sebelum pos luar biasa (termasuk laba per saham) hanya untuk periode berjalan, bahkan meskipun perubahan tersebut memengaruhi periode mendatang

Analisis Perubahan Akuntansi
Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan seorang analis dalam menganalisis perubahan akuntansi :

Perubahan akuntansi yang bersifat “window dressing”dan tidak memiliki konsekuensi arus kas baik saat ini maupun masa depan
Meskipun bersifat kosmetik, perubahan akuntansi terkadang dapat mencerminkan realitas ekonomi yang lebih baik
Seorang analis harus waspada terhadap manajemen laba dan masalah manipulasi laba (berbeda dengan manajemen laba) yang melanggar praktik-praktik akuntansi yang berlaku
Seorang analis harus menilai dampak perubahan akuntansi terhadap lintas waktu
Seorang analis mungkin ingin mengevaluasi dampak perubahan akuntansi terhadap laba ekonomi dan laba tetap


Pos Khusus (special item)
Pos khusus mengacu pada transaksi dan peristiwa yang tidak lazim atau jarang terjadi, tetapi bukan kedua-duanya. Pos ini biasanya dilaporkan sebagai baris terpisah dalam laporan laba rugi sebelum laba dari usaha yang masih berlangsung. Pos khusus merupakan kelompok pos yang tidak berulang yang paling umum dan penting.
Dua Kategori Utama Pos Khusus
Penurunan Nilai Aset Jangka Panjang
Beban Restrukturisasi
Perbedaan antara keduanya :
Beban restrukturisasi berhubungan dengan reorganisasi keuangan terkait dengan perubahan stategi usaha, reorganisasi keuangan atau fisik usaha tersebut sedangkan penurunan nilai aset memiliki lingkup yang lebih sempit yang berhubungan dengan penurunan nilai atau penghapusan kelompok aset
Penurunan nilai aset utama merupakan penyesuaian akuntansi akrual sedangkan beban restrukturisasi sering kali melibatkan komitmen arus kas yang cukup besar baik pada saat bersamaan maupun di mas depan
Tantangan dalam menganalisis Pos Khusus :

Implikasi ekonomi pos khusus seperti beban restrukturisasi bisa menjadi rumit
Banyak pos khusus menjadi dikresi dan akibatnya menguntungkan sasaran manajemen laba.
1. Penurunan Nilai Aset
1. Penurunan nilai Aset Jangka Panjang (long lived assets)
aset jangka panjang dinyatakan mengalami penurunan nilai jika nilai wajarnya lebih rendah dibandingkan nilai tercatat (nilai buku pada neraca)

Alasan penurunan nilai aset :
Penurunan nilai pasar aset
Penurunan permintaan pasar atas produk aset tersebut
Teknologi yang sudah ketinggalan zaman
Perubahan strategi usaha perusahaan

Sedangkan bagi GAAP sendiri tidak memperkenankan dilakukannya penambahan nilai aset.


SFAS 121
SFAS 121 menjelaskan dua tahap prosedur untuk menentukan jumlah penurunan nilai :

1. Penurunan nilai aset diakui ketika nilai tercatat aset lebih rendah dari taksiran arus kas masa depan aset tersebut yang tidak didiskonto.
2. Setelah persyaratan pertama terpenuhi, nilai kerugian dihitung dari selisih yang didiskonto jika nilai wajar aset tidak dapat ditentukan berdasarkan nilai pasar

Standar ini tidak mewajibkan adanya pengungkapan tentang perhitungan jumlah penurunan nilaim maupun kemungkinan penurunan nilai aset. Standar ini juga memperkenankan fleksibiltas dalam menentukan kapan dan berapa besar nilai aset yang akan dihapuskan dan tidak mewajibkan rencana pelepasan aset tersebut.
Penurunan Nilai Aset lainnya

Seperti piutang, persediaan dan goodwill.

Jika nilai persediaan dan piutang dapat ditentukan dengan tingkat akurasi yang layak, penghapusan nilai goodwill merupakan hasil dari proses penilaian sehingga terkadang bersifat subjektif.
2. Beban Restrukturisasi
Berbeda dengan penurunan nilai aset, beban restrukturisasi biasanya berhubungan dengan perubahan besar dalam usaha dan strategi perusahaan. Restrukturisasi biasanya diikuti reorganisasi besar-besaran, termasuk divestasi unit usaha, penghentian perjanjian kontraktual, penghentian lini produk, perampingan karyawan, perubahan manajemen dan penghapusan nilai aset.
Analisis Pos Khusus
Menganalis Pos Khusus adalah tugas penting dan menantang dalam analisis akuntansi. Penggunaaan estimasi menciptakan adanya peluang untuk melakukan manajemen laba. Tantangan lain adalah pemahaman dasar ekonomi suatu pos khusus, khususnya beban restrukturisasi.

Sebagian besar pos khusus, baik itu frekuensi maupun besarannya, merupakan pengurang laba. Lebih jauh proporsi perusahaan yang melaporkan pos-pos pengurang laba semakin meningkat. Kenaikan pos khusus ini semakin mencemaskan dan menjadi perhatian SEC. SEC memperingatkan bahwa teknik manajemen laba seperti big bath akan mengurangi kepercayaan terhadap laporan keuangan.

Motivasi dari Pelaporan Beban Khusus
Biaya yang dibebankan satu kali yang tidak menjadi perhatian para investor berdasarkan asumsi dari beban tersebut tidak berulang sehingga tidak akan terjadi lagi di masa depan.

Apabila analis hanya berfokus pada komponen rutin dari laba dan mengabaikan beban tidak berulang, para manajer termotivasi untuk mengelola laba.
Terkadang beban khusus merupakan investasi untuk memperbaki profitabilitas masa depan.

Salah satu tujuan dari program restrukturisasi adalah perampingan operasi perusahaan sehingga memperbaiki profitabilitas masa depan. Program restrukturisasi yang terdiri atas arus kas keluar seperti pembayaran pesangon dan penyesuaian akrual seperti penghapusan aset merupakan satu bentuk investasi untuk memperbaiki profitabilitas masa depan. Oleh sebab itu, analisis yang kita lakukan hendaknya mengalokasikan bagian beban restrukturisasi tersebut sepanjang periode masa depan yang diharapkan akan merasakan manfaat dari program restrukturisasi.

Penyesuaian pada laporan laba rugi
Biaya yang dibebankan satu kali dapat mendistorsi pola dan tren laba secara serius. Penting bagi seorang analis untuk melakukan penyesuaian dalam menentukan dampak beban khusus, khususnya untuk laba tetap. Laba tetap hendaknya mencerminkan profitabilitas perusahaan dalam kondisi normal.
Penyesuaian pada neraca
Salah satu fokus utama penurunan nilai aset adalah neraca. Karena itu berbeda dengan laba yang terdistorsi oleh biaya yang dibebankan satu kali, beban ini (khususnya penurunan nilai persediaan dan aset jangka panjang) akan meningkatkan kemampuan neraca untuk mencerminkan realitas usaha dengan melaporkan aset yang mendekati nilai realisasi bersihnya.
Pos Yang Tidak Berulang
Fitur utama dalam perhitungan laba per lembar saham adalah pengakuan dampak dilusi potensial.
Dilusi (dilution) merupakan pengurang laba per lembar saham (atau peningkatan kerugian per lembar saham( yang berasal dari efek dilutif yang dikonversi menjadi laba per lembar saham, eksekusi opsi dan waran, atau pengeluaran saham tambahan sesuai dengan kontrak tertentu.
Struktur Modal Sederhana
Struktur modal sederhana (simple capital structure hanya terdiri atas saham biasa dan efek yang tidak dapat dikonversi dan tidak memiliki efek dilusi yang potensial. Untuk perusahaan dengan struktur modal sederhana, diwajibkan satu penyajian laba per lembar saham yang dihitung sebagai berikut:
Laba per saham dasar = Laba bersih - Dividen saham preferen /
Rata-rata tertimbang saham biasa beredar
Struktur Modal Kompleks
Perusahaan dianggap memiliki struktur modal kompleks (complex capital structure) jika perusahaan memiliki efek berpotensi dilusi seperti efek yang dapat dikonversi, opsi, waran, dan perjanjian pengeluaran saham yang sejenis.
Hubungan antara laba per lembar saham dasar dan dilusian untuk perusahaan ini digambarkan sebagai berikut :
Laba Per Lembar Saham
Perhitungan laba per lembar saham untuk perusahaan dengan struktur modal yang kompleks seruupa dengan perhitungan untuk perusahaan dengan struktur modal yang sederhana
Laba Per Lembar Saham Dilusian
Laba per lembar saham dilusian mencerminkan seluruh saham biasa yang berpotensi menurunkan laba per lembar saham.
Laba per lembar saham dilusian dihitung jika kita mengasumsikan bahwa seluruh efek yang dapat dikonversi akan dikonversi dan opsi dieksekusi pada kesempatan pertama (yaitu awal tahun jika efek beredar pada tanggal tersebut).
Penghitungan Laba per lembar saham
Analisis Laba per Lembar Saham
Kewajiban laba per lembar saham dalam akuntansi sering kali dikritik karena berbeda dari perlakuan akuntansi yang sering digunakan.
Faktor-faktor yang harus diperhitungkan dalam perhitungan laba per lembar saham sangat beragam dan membutuhkan data yang cukup banyak sehingga wajar untuk meletakkan tanggung jawab ini kepada manajer dan auditornya.Namun ,analisis kita harus memahami secara menyeluruh dasar perhitungan laba per lembar saham sehingga kita dapat mengambil kesimpulan yang dapat diandalkan.

Pengungkapan laba per lembar saham mensyaratkan rekonsiliasi pembilang dan penyebut penghitung laba per lembar saham dan dilusian.
Selanjutnya ,diikuti oleh pengungkapan setiap laba dan dampak seluruh efek terhadap saham yang akan memengaruhi laba per lembar saham.Pengungkapan tersebut memberikan kita pemahaman tambahan pada perusahaan dengan struktur laba yang kompleks.

Meskipun dilakukan perbaikan pada penghitungan dan kewajiban laba per lembar saham,berikut hambatan serius untuk analisis yang efektif :
Penghitungan laba per lembar saham dasar mengabaikan dampak dilusi potensial dari opsi dan waran.Hal ini dapat “menggelembungkan” laba per lembar saham beberapa perusahaan tertentu sebesar 10% hingga 20% atau lebih ,sambil berpotensi menutupi risiko pengeluaran saham baru.
Perlakuan yang tidak konsisten terhadap beberapa efek yang diperlakukan seperti saham biasa dalam penghitungan laba per lembar saham sementara efek ini tidak dimasukkan sebagai bagian dari ekuitas pemegang saham.Akibatnya ,sulit bagi analisis untuk mengaitkan laba per lembar saham yang dilaporkan dengan posisi leverage-utang yang berhubungan dengan laba tersebut secara efektif.


Dampak dilusian opsi dan waran tergantung dari harga saham perusahaan .Ini dapat menghasilkan “efek berputar/circular effect”, yaitu laba per lembar saham yang dilaporkan dapat mempengaruhi harga saham ,yang selanjutnya memengaruhi laba per lembar saham.Karena itu ,pelaporan laba per lembar saham dapat dipengaruhi oleh harga saham ,dan tidak semata-mata mencerminkan dasar ekonomi perusahaan.

LAMPIRAN 6A LABA PER LEMBAR SAHAM :
PERHITUNGAN DAN ANALISIS
Terdapat dua masalah akuntansi sehubungan dengan opsi saham karyawan,yaitu :
Penghitungan laba per lembar saham dilusian menurut SFAS 128.
Penghitungan beban kompensasi berbasis saham menurut SFAS 123(R) dan dampak yang terkait pada neraca.

Menghitung Laba Per Lembar Saham Dilusian
ESO berpotensi mendilusi kepemilikan ekuitas pemegang saham saat ini,dampaknya harus diperhitungkan saat menghitung laba per lembar saham dilusian.
opsi in the money
out of the money

Menghitung Beban Kompensasi
Menghitung beban kompensasi ESO untuk suatu periode merupakan proses dua tahap :
Menghitung biaya ESO yang diberikan.
Mengamortisasi biaya ESO sepanjang periode pengakuan hak opsi untuk mengitung beban kompensasi setiap periode.
Dampak Neraca :
Menurut SFAS 123 (R),beban kompensasi kumulatif akan dikreditkan pada komponen khusus ekuitas pemegang saham yang disebut “Modal Disetor : Kompensasi Karyawan” yang selanjutnya dipindahkan ke modal saham disetor biasa ketika opsi dieksekusi.

LAMPIRAN 6B: AKUNTANSI OPSI SAHAM KARYAWAN
Pendapatan secara praktis didefinisikan sebagai arus masuk atau peningkatan nilai asset suatu perusahaan atau pengurangan kewajiban yang berasal dari aktifitas utama atau inti yang masih berlangsung
Keuntungan adalah peningkatan asset (ekuitas) bersih yang berasal dari transaksi sampingan atau incidental perusahaan
Membedakan pendapatan dengan keuangtungan bergantung pada aktivitas usaha umum suatu perusahaan
Full transcript