Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Kelompok 1

No description
by

Monica Gunawan

on 16 August 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Kelompok 1

Kelompok 1
Chapter 1 & 2
materi presentasi
Chapter 1
Introduction
Chapter 2
Accounting Theory Construction
Monica Gunawan 2012-012-355
Dhea Putri Yulita 2012-012-333
Maria Loki 2012-012-344
Helena Shelly 2012-012-440

Introduction
Accounting Theory Construction
Chapter 1
Chapter 2
Apa yang dimaksud dengan Theory ?
Menurut Hendriksen Teori didefinisikan sebagai :
Seperangkat prinsip hipotesis,konseptual,dan pragmatis yang membentuk referensi kerangka umum referensi untuk dasar penyelidikan.
Penalaran logis dalam bentuk seperangkat prinsip luas yang (1) memberikan (1) kerangka umum referensi dimana praktik akuntansi dapat dievaluasi dan (2) mengarahkan pengembangan praktek dan prosedur baru.
Chambers berpandangan bahwa akuntansi dikembangkan terutama dalam menciptakan improvisasi daripada menyusun teori secara sistematis terstruktur :
"Akuntansi sering digambarkan sebagai tubuh praktik yang telah dikembangkan dalam menanggapi kebutuhan praktis dari pada dengan pemikiran yang disengaja dan pemikiran yang sistematis."
Goldberg menegaskan :
"Tidak ada teori akuntansi yang terpikirkan dari waktu kemunculan pacioli pada awal abad ke 19. Berbagai saran teori muncul, tetapi tidak sampai pada tingkatan yang menempatkan akuntansi dalam sebuah dasar yang sistematis."
Pragmatic Accounting
Berdasarkan observasi empiris dari praktek
Menyediakan penjelasan dari Praktek Akuntansi (AAA), (AICPA)
Fokus pada Point penting Akuntansi
Normative Accounting (Tahun 1956-1970)

Periode ketika teori akuntansi berusaha untuk membangun 'norma' sebagai 'praktik akuntansi paling baik'

Terdapat 2 (Dua) kelompok yang mendominasi periode normatif
Para Kritikus Akuntansi Biaya Historis : Teori akuntansi dimana pengukuran aset dan penentuan pendapatan bergantung pada inflasi dan atau pergerakan harga tertentu.
Pendukung Kerangka Kerja Konseptual : Teori terstruktur akuntansi yang dimaksudkan untuk mencakup semua komponen pelaporan keuangan dan sebagai panduan praktik.
Kritik terhadap Teori Normative

Henderson, Peirson dan Brown menjabarkan 2 Kritik Utama dari Teori Normative pada awal Tahun 1970 :
Teori Normative tidak melibatkan pengujian hipotesis
Teori Normative didasarkan pada penilaian suatu nilai
Pergeseran ke bentuk 'baru' teori empirisme yang dijalankan dala label baru yaitu teori positif. Berdasarkan pada 'general scientific period'

Tujuan Teori Akuntansi Positive adalah untuk menjelaskan dan memprediksi praktik akuntansi.

Watts dan Zimmerman berpendapat bahwa :
Teori Akuntansi Positive membantu dalam memprediksi reaksi dari 'pemain' dipasar (seperti pemegang saham) terhadap tindakan manajemen dan informasi akuntansi yang dilaporkan.

Literatur Positive melibatkan hipotesis yang berkembang tentang realitas yang kemudian diuji dengan mengamati pengaruh,biasanya berdasarkan pada asumsi maksimalisasi kekayaan. Pendekatan ini telah menuai kritik sebagai pendekatan yang tamopaknya sempit, yang dipusatkan pada teori agensi dan asumsi mengenai pasar efisiensi.
Pendekatan pada teori positive tersebut kembali muncul terutama pada tahun 1980-an, dalam penelitian perilaku.
Penelitian Perilaku terutama berkaitan dengan implikasi sosiologis yang lebih luas dari angka akuntansi dan tindakan terkait 'pemain kunci' seperti manajer, pemegang saham, kreditur, dan pemerintah karena mereka bereaksi terhadap informasi akuntansi.
Recent Development
Perkembangan akademik dan profesional dalam teori akuntansi cenderung untuk mengambil pendekatan yang berbeda.
Penelitian akademik berfokus pada pasar modal, teori agensi, dan aspek perilaku
Profesi mencari lebih banyak pendekatan normatif
Kerangka Kerja Konseptual :
Proyek Kerja Sama antara IASB & FASB
Harmonisasi dari praktek akuntansi dengan melalui IFRS
Salah satu cara untuk mempelajari dan menilai teori akuntansi adalah menggolongkan mereka berdasarkan asumsi, bagaimana mereka dirumuskan, dan pendekatan untuk menjelaskan dan meramalkan peristiwa yang sebenarnya. Beberapa klasifikasi yang telah terbukti sangat berguna adalah Pragmatic, Syntactic, Semantik, Normative, Positive dan Naturalistic.
Teori Pragmatic

Deskripsi Pendekatan Pragmatic
Pendekatan Pragmatis deskriptif terhadap konstruksi teori akuntansi adalah sebuah pendekatan induktif yang didasarkan pada observasi berkelanjutan terhadap perilaku dari akuntan dalam menyalin prosedur dan prinsip-prinsip akuntansi mereka, selanjutnya teori dapat dikembangkan melalui observasi terhadap bagaimana akuntan bertindak pada situasi tertentu.
Teori dapat diuji dengan mengamati apakah akuntan benar-benar bertindak sejalan dengan teori tersebut.

Pendekatan deskriptif ini juga memiliki kritik,antara lain :
Tidak melibatkan judgmentanatik
Tidak memberikan tantangan perubahan pada teknik akuntansi
Fokus pada perilaku akuntan bukan pada pengukuran berbagai atribut pada badan usaha.
Psychologycal Pragmatic Approach
Berbeda dengan Descriptive Pragmatic Approach di mana ahli teori mengamati perilaku akuntan, Psychological Pragmatic Approach memerlukan ahli teori untuk mengamati pengguna dari hasil pekerjaan akuntan seperti laporan keuangan. Reaksi pengguna diambil sebagai bukti bahwa laporan keuangan berguna dan berisi informasi yang relevan.

Masalah dari Psychological Pragmatic Approach adalah bahwa beberapa orang mungkin bereaksi secara logis, namun beberapa mungkin memiliki sebuah respon yang sudah dipersiapkan, dan yang lain mungkin tidak bereaksi ketika mereka harus bereaksi.Sebuah perbaikan dari pendekatan ini menyesuaikan untuk alasan ini dengan berkonsentrasi pada teori keputusan dan bukan tanggapan dari pengambil keputusan individu.
Teori Sintaktis
Teori ini berhubungan dengan struktur proses pengumpulan data dan pelaporan keuangan. Teori sintaktis mencoba menerapkan praktek akuntansi yang sedang berjalan dan meramalkan bagaimana para akuntan harus bereaksi terhadap situasi tertentu atau bagaimana mereka akan melaporkan kejadian-kejadian tertentu.
Teori Akuntansi Semantic

Teori Akuntansi semantik ini menekankan pembahasan pada masalah penyimbolan dunia nyata atau realitas ke dalam tanda-tanda bahasa akuntansi (elemen statement keuangan) sehingga orang dapat membayangkan kegiatan. Oleh karena itu, teori ini banyak membahas pendefinisian, dan penentuan jumlah rupiah elemn sebagai salah satu atribut.
Teori Normative

Teori Normative hanya menyebutkan hipotesis tentang bagaimana akuntansi seharusnya dipraktekkan tanpa menguji hipotesis tersebut.

Teori Normative ini berfokus pada dua hal,yaitu :
True Income
Decision Usefulness
Teori decision-usefulness bersifat normatif karena didasarkan pada beberapa asumsi berikut :
Akuntansi merupakan suatu sistem pengukuran
Laba dan rantai nilai dapat terukur dengan tepat
Akuntansi keuangan bermanfaat dalam membuat keputusan ekonomi
Pasar yang tidak efisien
Akuntansi Konvensional adalah tidak efisien
Terdapat satu pengukuran laba yang unik
Teori Positive
Selama tahun 1970-an,Positivisme atau empirisme berarti menguji hipotesis yang berkaitan dengan teori akuntansi berdasarkan 'pengalaman' atau 'fakta' dari dunia nyata.
Dapat memprediksi peran informasi akuntansi dalam pengambilan keputusan
Perbedaan utama antara Teori Normative dan Teori Positive
Teori Normative bersifat Perspektive
Teori Positive bersifat deskriptive,penjelasan atau prediksi
Perspektif Lainnya
Pendekatan Ilmiah : Sebagai asumsi yang melekat bahwa dunia yang akan diteliti adalah realitas objektif.
Pendekatan Naturalistik : Menyiratkan bahwa tidak ada asumsi yang terbentuk sebelumnya atau teori-teori.
6 dasar asumsi Otologism
Kategori Asumsi
1 Realitas sebagai struktur kongkrit
2 Realitas sebagai proses konkrit
3 Realitas sebagai bidang informasi kontekstual
4 Realitas sebagai wacana simbolik
5 Realitas sebagai konstruksi social
6 Realitas sebagai imajinasi manusia
Perbandingan penelitian ilmiah dan naturalistik

Pendekatan Ilmiah diterapkan dalam Akuntansi
Metode ilmiah tidak mengklaim untuk memberikan 'kebenaran'
Ia mencoba untuk memberikan bukti persuasif yang mungkin menjelaskan atau memprediksi
Isu Konstruksi Teori Audit

Audit adalah sebuah proses verifikasi yang digunakan dalam input dan proses akuntansi. Auditor bukanlah memverifikasi output yang sesuai dengan keuntungan pengukuran ekonomi, tapi memberikan pendapat apakah laporan keuangan sesuai dengan kerangka kerja pelaporan yang berlaku.
Auditor memberikan opini atas :
Apakah laporan keuangan sesuai dengan kerangka pelaporan yang berlaku ?
Apakah laporan memberikan pandangan yang benar dan adil ?
Era Norma akuntansi bertepatan dengan pendekatan normative teori audit
Era positive akuntansi telah menyebabkan pendekatan positive terhadap teori audit
Full transcript