Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

kOMPONEN

No description
by

Ongky Rosanda

on 20 May 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of kOMPONEN

kOMPONEN
AKTIF dan pasif
Kelompok 6 :
Annas Afandi
Mukhammad Sugiarto
Ongky Rosanda
Syayyidatun N. Dina

Komponen Pasif
Komponen Aktif
Dalam elektronika terdapat dua komponen yaitu komponen aktif dan komponen pasif. Komponen aktif merupakan komponen yang dapat bekerja apabila ada catu daya. Sedangkan komponen pasif merupakan komponen yang dapat bekerja tanpa ada catu daya.
Adapun yang termasuk komponen pasif antara lain :
Resistor
Resistor adalah komponen elektronika pasif yang berfungsi untuk menghambat atau membatasi aliran listrik yang mengalir dalam suatu rangkain elektronika.
Sebagaimana fungsi resistor, sesuai dengan namanya yang bersifat resistif.

Jenis – Jenis Resistor
Pada umumnya Resistor dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah Resistor Tetap (Fixed Resistor) dan Variabel Resistor (Variable Resistor).

Resistor Tetap
Resistor tetap merupakan resistor yang nilai resistansinya tidap dapat diubah atau tetap.
Resistor jenis ini biasa sebagai pembatas arus dalam suatu rangkaian elektronika.
Resistor memiliki batas kemampuan daya misalnya : 1/8 watt, ¼ watt, ½ watt dsb. Artinya resitor hanya dapat dioperasikan dengan daya maksimal sesuai dengan kemampuan dayanya.

Kegagalan – Kegagalan Pada Resistor Tetap
Setiap resistor ketika beroperasi akan mendisipasikan dayanya. Umumnya kerusakan terjadi karena daya yang melalui resistor terlalu besar, sehingga menyebabkan resistor menimbulkan efek panas yang berlebihan. tak jarang saat dipegang panas, dan pada kejadian tertentu, sampai ada yang hangus terbakar
Sebaiknya tentukan daya yang di butuhkan resistor tersebut sebelum pemakaiannya.

Ciri – Ciri Resistor yang Sudah Tak Layak
Saat diukur menggunakan multimeter, nilainya tidak sama dengan yang tertera pada resistor.
Badan resistor sudah pecah.
Warnanya menghitam / hangus karena terbakar.

Variabel Resistor
Resistor Variabel adalah jenis Resistor yang nilai resistansinya dapat berubah dan diatur sesuai dengan keinginan.
Pada umumnya Resistor Variabel terbagi menjadi Potensiometer, Rheostat dan Trimpot.



Kerusakan potentiometer
Adakalanya terjadi pada bagian kontak gesernya. Jika dilakukan pengetesan jarum AVO-meter akan terlihat bergerak tersendat-sendat. Kerusakan potentiometer yang seperti ini kadang dapat diatasi sementara dengan menyemprotkan “contact-cleaner” ke bagian dalam potentiometer, namun yang terbaik adalah diganti saja.

Adapun yang termasuk komponen aktif antara lain :
Dioda
Komponen aktif dua kutub yang pada umumnya bersifat semikonduktor, yang menghantarkan arus listrik dan tegangan ke satu arah saja
Bahan pokok untuk pembuatan dioda adalah Germanium (Ge) dan Silikon/Silsilum (Si).

Jenis – Jenis Dioda
Light Emiting Diode (Dioda Emisi Cahaya)
Diode Photo (Dioda Cahaya)
Diode Varactor (Dioda Kapasitas)
Diode Rectifier (Dioda Penyearah)
Diode Zener

Kerusakan Dioda

Dalam sebuah rangkaian jika dioda kelihatan mencurigakan seperti hangus, gosong atau pecah. Bisa jadi Dioda tersebut sudah rusak, karena dioda sendiri jika sudah pecah atau gosong mungkin diakibatkan karena adanya tegangan tinggi dan arus yang mengalir melebihi batas kemampuan dioda itu sendiri. Sehingga mengakibatkan dioda terbakar. Sebab dioda penyearah biasanya dibatasi dengan Arus dalam satuan Ampere tertentu. Namun sebenarnya jarang sekali dioda bisa sampai pecah, meski tidak menutup kemungkinan bisa terjadi.


Transistor
Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya.
Transistor memiliki dua jenis yaitu: Transistor Bipolar dan Transistor Unipolar.



Kerusakan – kerusakan yang sering terjadi pada transistor:

Adanya pemutusan hubungan dari rangkaian elektronik.
Terjadinya konseleting/ hubung singkat antar elektroda transistor.
Terjadi kebocoran diantara electrode – electrode transistor.


Adapun penyebab terjadinya kerusakan pada sebuah transistor adalah:
Penanganan yang tidak tepat saat pemasangan pada rangkaian.
Transistor terlalu panas karena suhunya melebihi batas maksimal kemampuannya. Bagi transistor dari bahan Germanium suhu maksimal ± 750C sedang transistor Silicon suhu maksimal mencapai ± 1500C.
Kesalahan pengukuran.
Pemasangan yang salah pada rangkaian
Kerusakan Transistor

Kerusakan transistor terkadang dapat mengakibatkan resiko berbahaya, karena selain dapat merusak rangkaian lain, transistor yang rusak dapat meledak dan mengeluarkan bau asap beracun yang tentunya berbahaya bagi kesehatan.
TERIMA KASIH
Full transcript