Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Presentasi Tugas Akhir

No description
by

Tissya Chayatunnufus

on 28 June 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Presentasi Tugas Akhir

Analisis Selisih Biaya Overhead Pabrik Sebagai Alat Pengendalian Biaya Overhead Pabrik (Studi Kasus Pada PT. Agronesia Divisi Industri Makanan dan Minuman (BMC))
Analisis Selisih BOP Pabrik
1. Model Satu Selisih
Identifikasi Masalah
a. Apakah perusahaan telah mengklasifikasikan biaya-biaya produksinya?
Pemisahan Biaya Overhead Pabrik Semivariabel
a. Pemisahan Anggaran BOP
Oleh:
Tissya Chayatunnufus
105111062
Latar Belakang
Perusahaan Manufaktur
Biaya Produksi
Pemisahan Biaya Tetap dan Variabel
Biaya Overhead Pabrik
Analisis Biaya Overhead Pabrik
b. Bagaimana perhitungan varians overhead di BMC?
Pembatasan Masalah
a. Pokok pembahasan dalam penelitian ini hanya mencakup anggaran dan realisasi biaya overhead pabrik Milkcup tanpa memperhatikan variasi rasa yang tersedia di departemen Milk Processing-PT Agronesia. Dengan kata lain diasumsikan satu rasa.
b. Data yang digunakan yaitu data anggaran dan realisasi biaya overhead pabrik Milkcup tahun 2012 di departemen Milk Processing-PT Agronesia
Teknik Pengumpulan Data
1. Kepustakaan / Studi Literatur
2. Dokumentasi
3. Wawancara
Alat Analisis Data
1. Perhitungan Tarif Overhead
Rumus : Tarif overhead pabrik = Budgeted Overhead
Activity Level
2. Melakukan pemisahan biaya overhead pabrik yang bersifat semivariabel dengan Metode Kuadrat Terkecil (Least Square Method)
3. Analisis Selisih Overhead: - Model Satu Selisih
- Model Dua Selisih
- Model Tiga Selisih
- Model Empat Selisis
b. Pemisahan Realisasi BOP Semivariabel
Perhitungan Tarif BOP
2. Model Dua Selisih
3. Model Tiga Selisih
4. Model Empat Selisih
Simpulan
1. Perusahan telah mengklasifikasikan biaya-biaya produksinya menjadi biaya produksi langsung dan biaya produksi tidak langsung. Namun, perusahaan belum menerapkan pengklasifikasian biaya berdasarkan perilakunya sehingga masih ditemui biaya yang bersifat semivariabel. Oleh karena itu, biaya semivariabel tersebut harus dipisah terlebih dahulu antara biaya tetap dan biaya variabel agar dapat diperhitungkan lebih lanjut.
2. Perusahaan belum pernah melakukan analisis selisih biaya overhead pabrik. Sehingga setelah dilakukan perhitungan didapatkan besar selisih overhead pabrik adalah sebagai berikut:
a. Selisih Overhead Total (favorable) sebesar Rp 149.347.820.
b. Selisih Terkendali (favorable) sebesar Rp 174.247.464
c. Selisih Volume (unfavorable) sebesar Rp (25.219.122)
Dilihat dari hasil perhitungan diatas, selisih overhead pabrik secara total menguntungkan. Hal ini berarti perusahaan dapat mengendalikan biaya overhead pabrik selama satu periode.

Saran
1. PT Agronesia diharapkan dapat melakukan pengklasifikasian biaya berdasarkan perilakunya. Dengan kata lain, perusahaan dapat memisahkan biaya tetap dan biaya variabel pada elemen biaya overhead pabrik untuk memudahkan dalam mengendalikan biaya overhead pabrik yang seringkali tidak teridentifikasi.
2. Perusahaan juga diharapkan dapat melakukan perhitungan selisih biaya overhead pabrik. Hal ini karena biaya overhead pabrik merupakan biaya yang sulit ditelusuri secara langsung terhadap produk dan mempengaruhi biaya produksi. Dengan adanya analisis selisih BOP, diharapkan perusahaan dapat menganalisis sebab-sebab terjadinya selisih. Kemudian, manajemen dapat melakukan pengendalian atas objek biaya yang mengalami selisih dan pihak mana saja yang harus bertanggung jawab.
Terima Kasih
Full transcript