Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

PENGARUH DOA TERHADAP KUALITAS HIDUP LANSIA DI KOMUNITAS LAN

No description
by

tulus prasetyo

on 24 June 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of PENGARUH DOA TERHADAP KUALITAS HIDUP LANSIA DI KOMUNITAS LAN

BAB II : Tinjauan Pustaka
BAB I : Pendahuluan
BAB III: Metode Penelitian
Seluruh lansia yang menjadi anggota komunitas lansia di Dukuh Joho, Desa Condong Catur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Latar Belakang
Lanjut usia (lansia) adalah seseorang baik wanita maupun laki-laki yang telah berusia 60 tahun ke atas (Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, 2013).
Jumlah kelompok usia ini terus meningkat drastis dan ahli demografi memperhitungkan peningkatan populasi lansia terus meningkat sampai abad selanjutnya (Potter & Perry, 2005).
Indonesia termasuk negara kelima yang akan memiliki populasi lansia yang tinggi setelah China, Amerika Serikat, dan Meksiko (Oktavianus et. al, 2007).
Setiap orang (lansia) akan mengalami kemunduran fisik, mental dan sosial sedikit demi sedikit sampai tidak dapat melakukan tugasnya sehari - hari (Nugroho, 2008).
Peningkatan gangguan atau penyakit pada lansia dapat menyebabkan perubahan pada kualitas hidup lansia (Oktavianus et al., 2007).
Peningkatan jumlah populasi lansia dan umur harapan hidup lansia membuat semakin penting untuk memberikan perhatian lebih pada usaha untuk memperbaiki kualitas hidup lansia.
Penelitian yang dilakukan oleh Paul et al., (2012) melaporkan bahwa kegiatan keagamaan memberikan pengaruh yang positif terhadap peningkatan kualitas hidup. Salah satu dari bentuk kegiatan keagamaan adalah doa.
Rumusan Masalah
Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui pengaruh doa terhadap peningkatan kualitas hidup lansia di Dukuh Joho, Desa Condong Catur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tujuan Penelitian
untuk mengetahui pengaruh doa terhadap kualitas hidup lansia di komunitas lansia Dukuh Joho, Desa Condong Catur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Manfaat Penelitian
Keperawatan;
Bahan masukan dalam upaya meningkatkan profesionalisme dan mutu pelayanan keperawatan khususnya dalam pemanfaatan terapi doa untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.

Bagi Lanjut Usia
Sebagai salah satu pilihan terapi alternative yang dapat digunakan lansia untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

Bagi masyarakat
Memberikan informasi pada masyarakat tentang manfaat doa yang ternyata dapat digunakan sebagai terapi untuk meningkatkan kualitas hidup lansia

Bagi Peneliti
Menambah pengalaman dan meningkatkan keilmuan penulis dalam penelitian selanjutnya.

Keaslian Penelitian
Penelitian yang dilakukan oleh Luluk Masluchah dan Joko Sutrisno (2010) tentang pengaruh bimbingan doa dan dzikir terhadap kecemasan pasien pre-operasi. Subjek penelitian ini adalah pasien pre-operasi di RSUD Swadana, Pare, Kediri.
Persamaan:
variabel doa sebagai intervensi dan metode penelitian quasi experiment.
Perbedaan:
tempat,variabel dan sasaran.
Penelitian Fabio Ikedo et al., (2007) tentang pengaruh doa, teknik relaksasi selama general anesthesiapada saat fase pemulihan setelah operasi bedah jantung.
Persamaan:
variabel penelitian variabel doa.
Perbedaan:
pada tempat, sasaran, dan metode penelitian.
Penelitian yang dilakukan oleh Ellen et al., (2009) dengan judul The benefits of prayer on mood and well-being of breast cancer survivors (Manfaat Doa dalam mempengarui Perasaan dan Kesejahteraan pada Wanita dengan Kanker Payudara).
Persamaan:
variabel doa dan penilaian kesejahteraan yang di dalamnya ada pengukuran kualitas hidup.
Perbedaan:
pada tempat, sasaran, dan metode penelitian.
Undang-undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang kesejahteraan lanjut usia (lansia), menyatakan bahwa lansia adalah seorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas.

Menurut organisasi kesehatan dunia/WHO ada empat tahap pembagian umur pada lansia muda yaitu (middle age): 45-59 tahun, lanjut usia (elderly): 60-74 tahun, lanjut usia tua (old): 75-90 tahun dan usia sangat tua (very old): diatas 90 tahun (Nugroho, 2008).

Menua atau menjadi tua adalah suatu keadaan yang terjadi di dalam kehidupan manusia. Penuaan bukan progresi yang sederhana, jadi tidak ada teori universal yang diterima yang dapat memprediksi dan menjelaskan kompleksitas lansia (Potter dan Perry, 2005).
Teori Penuaan
Teori Biologis
1) Teori radikal bebas
Radikal bebas adalah produk metabolisme seluler yang merupakan bagian molekul yang sangat reaktif. Molekul ini memiliki muatan ekstraseluler kuat yang dapat menciptakan reaksi dengan protein dan mengubah bentuk sifatnya, molekul ini juga bereaksi dengan lipid yang berada dalam membran sel, mempengaruhi permeabilitasnya, atau dapat berikatan dengan organel sel (Christiansen dan Grzybowski, 1993) Teori ini menyatakan bahwa penuaan disebabkan karena akumulasi kerusakan ireversibel akibat senyawa pengoksidasi ini.

2) Teori cross-link
Teori cross-link dan jaringan ikat menyatakan bahwa molekul kolagen dan elastin (komponen jaringan ikat), membentuk senyawa yang meningkatkan regiditas sel, cross-linkage diperkirakan terjadi akibat reaksi kimia yang menimbulkan senyawa antara molekul-molekul yang normalnya terpisah (Ebersole dan Hess, 1994). Seiring berjalanya waktu, sisi aktif pada molekul kolagen yang berdekatan mengakibatkan molekul lebih berikatan erat, sehingga jaringan menjadi lebih kaku (Christiansen dan Grzybowski, 1993). Kulit yang menua merupakan contoh cross-linkage elastin.

3) Teori imunologis
Mekanisme seluler tak-teratur diperkirakan menyebabkan serangan pada jaringan tubuh melalui autogresi atau imunodefisiensi (penurunan imun) (Ebersole dan Hess, 1994). Tubuh kehilangan kemampuan untuk membedakan protein asing sehingga sistem imun menyerang dan menghancurkan jaringannya sendiri pada kecepatan yang meningkat secara bertahap.
Teori Psikologis
1) Teori disengagement
Teori disengagement dari Cummings dan Henry (1961) menyatakan bahwa orang yang menua menarik diri dari perannya dan terikat pada aktivitas yang lebih introspektif dan berfokus diri-sendiri.
2) Teori aktivitas
Teori aktivitas tidak menyetujui teori disengagement dan menegaskan bahwa kelanjutan aktivitas dewasa tengah penting untuk keberhasilan penuaan. Lemon et al., (1972) mengusulkan bahwa orang tua yang aktif secara sosial lebih cenderung menyesuaikan diri terhadap penuaan dengan lebih baik.
3) Teori kontinuitas
Teori kuntinuitas atau teori perkembangan (Neugarten, 1964) menyatakan bahwa kepribadian tetap sama dan perilaku menjadi lebih mudah diprediksi seiring penuaan. Kepribadian dan pola perilaku yang berkembang sepanjang kehidupan menentukan derajat keterikatan dan aktivitas pada lansia.
Lansia
Kualitas Hidup
Pengertian dari kualitas hidup sangat general dan memiliki konsep yang abstract sehingga harus diukur dengan berbagai dimensi (Lawton, 1991).
Kualitas hidup dalam bidang kedokteran digunakan dalam dua hal, yaitu kualitas hidup secara umum (feeling of well-being), dan kualitas hidup terkait kesehatan (health-related quality of life).
Kualitas hidup merupakan konsep dengan skala yang luas, meliputi berbagai sisi kehidupan seseorang dari segi kesehatan fisik, kondisi psikologis, kepercayaan pribadi dan hubungan sosial untuk berinteraksi dengan lingkungan (WHOQOL, 1998 cit Irfan, 2012).
Faktor yang mempengaruhi
1) Kesehatan fisik (biologis) dan kemampuan fungsional merupakan faktor yang berasal dari kondisi internal kesehatan tubuh individu secara biologis.
2) Kesehatan psikologis, kesejahteraan diri serta kepuasan hidup merupakan faktor internal manusia yang menekankan kepada faktor psikis, hal ini akan bersifat subjektif.
3) Jaringan sosial, aktivitas, dan partisipasi merupakan faktor eksternal yang datang dari interaksi individu dengan komunitas di sekitarnya.
4) Keadaan lingkungan hidup dan kondisi sosioekonomi adalah faktor eksternal yang datang dari keadaan lingkungan sekitar secara umum, status sosiodemografi, kondisi alam, kondisi ekonomi serta budaya yang ada dalam lingkungan akan mempengarui kualitas hidup seseorang.
(Vaarama et al., 2008)
Alat Ukur
World Health Organiztion Quality of Life-100 (WHOQOL-100) yang dikembangkan jadi WHOQOL-BREF (World Health Organiztion Quality of Life-Bref ) (Oktavianus et al., 2007).
Doa
Doa dalam bahasa inggris diartikan dengan prayer, kata prayer berasal dari bahasa latin “precarious” yang artinya mendapatkan apa yang diharapakan, dan dari kata “precari” yang artinya memohon dengan sangat. Definisi sederhana tentang doa adalah membawa hati dan jiwa ke Yang Maha Kuasa atas makhluk atau AllahTa’ala (Maria, S., 2010).
Maria, S., (2010), menyebutkanbeberapa tipe doa, diantaranya yang sering digunakan adalah (1)Adoration or praise, (2)Colloqual, (3)Directed, (4)Intercessory,(5)Lamentation, (6)Nondirected, (7)Petition, (8)Ritual, (9)Thanksgiving.
“Ya Allah, selamatkan tubuhku (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan pengelihatanku. Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau.” (Dibaca 3 X)
Kerangka Teori
Kerangka Penelitian
Hipotesis
Doa berpengaruh terhadap kualitas hidup lansia pada komunitas lansia Dukuh Joho, Kelurahan Condong Catur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Tempat dan Waktu
Penelitian dilakukan di Dukuh Joho, Desa Condong Catur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai Juni 2014.
Populasi dan Sampel
Purposive sampling,
kriteria inklusi
; Anggota komunitas lansia dukuh joho, tempat tinggal di Dukuh Joho, beragama islam, bisa membaca huruf latin.
Kriteria eksklusi
; sedang mengikuti program atau memiliki agenda hal yang bisa menganggu jalanya penelitian (pengobatan yang membutuhkan rawat inap, pelatihan atau training spiritual, berpergian ke luar kota), dan terganggu kesehatan seperti pendengaran, mobilitas, komunikasi dan pengelihatan.

Variabel Penelitian
Variabel independent (bebas) berupa doa pagi dan petang dan variabel dependent (terikat) yaitu kualitas hidup lansia.
Definisi Operasional
Lansia
: seorang laki-laki maupun perempuan yang berumur lebih dari 45 tahun dan menjadi anggota komunitas lansia di Dukuh Joho, Desa Condong Catur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Doa :
permohonan dalam bahasa Arab atau bahasa Indonesia atau bahasa Jawa yang dimunajatkan oleh lansia kepada Allah Ta’ala sebagai sarana komunikasi spiritual diantara hamba (beliver) dengan Allah.
Kualitas Hidup Lansia :
persepsi lansia terhadap kehidupan mereka baik dalam konteks internal (fisik dan psikologi) dan konteks eksternal (hubungan sosial dan lingkungan) yang diukur dengan instrumen WHOQOL-BREF.
Alat dan Instrument Penelitian
1. Kuesioner pengukur kualitas hidup; WHOQOL-BREF.
2. Poster doa pagi dan petang.
Jalannya Penelitian
Analisa Data
Uji yang digunakan;

1. Uji Normalitas : Shapiro-Wilk

2. Uji t berpasangan : t-test Shapiro Wilk

3. Uji Wilcoxon
Hambatan Penelitian
1. Tidak semua responden bersedia dan mampu mengisi sendiri kuesioner WHOQOL-BREF yang telah diberikan.
2. Banyak responden yang tidak menggunakan hand phone pribadi sehingga tidak bisa memonitoring pengamalan doa secara langsung melalui pesan singkat atau telepon.
3. Tidak adanya rencana untuk mengantisipasi kejadian di luar kemampuan. Hujan abu vulkanik gunung Kelud membuat penelitian ini berhenti sebentar dan dijadwalkan ulang.
4. Manajemen administrasi data anggota komunitas lansia yang kurang baik sehingga menyulitkan untuk mengakses informasi yang berkaitan dengan dinamika keanggotaan komunitas secara pasti.
5. Asisten penelitian yang berstatus sebagai mahasiswa menyulitkan peneliti untuk menentukan kesepaktan berkaitan dengan jadwal jam dan hari untuk menjalankan proses penelitian yang membutuhkan bantuan asisten penelitian.
Kekurangan Penelitian
1. Jumlah responden sedikit dikarenakan kemampuan dan biaya penelitian terbatas.
2. Tingkat kemampuan responden berbeda – beda dalam memahami doa yang diberikan di karena tingkat pendidikan yang berbeda – beda.
3. Kontrol doa tidak bisa dilakukan secara maksimal pada respondenyang tinggal sendiri karena tidak ada keluarga yang mengingatkan responden untuk mengamalkan doa yang telah diberikan.
4. Jumlah asisten penelitian kurang sehingga tidak semua responden mendapatkan post test di hari ke empat secara bersamaan.
Sebelum Intervensi
- Mengumpulkan data umum (tentang dukuh, komunitas lansia, lansia dan kader lansia)
- Membagi kuesioner untuk penjaringan sampel (20 lansia)
- Penjelasan tentang doa
- Penilaian kualitas hidup I
- Penejelasan kegiatan kedepan
Intervensi
- Doa pagi - sore (10 - 15 menit)
- Mengisi lembar kontrol doa
- Hari ke-2 Diingatkan melalui sms (yang memiliki hp)
- Hari ke-4 didatangi ke rumah untuk pengukuran kualitas hidup II (post)
Susudah Intervensi
- Pengumpulan data
- Analisa
- Pembahasan
- Laporan
BAB IV: Hasil dan Pembahasan
Gambaran Tempat Penelitian
Dukuh Joho, Desa Condong Catur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, DIY
- Termasuk wilayah perkotaan

- Dekat dengan fasilitas publik

- Dekat dengan pusat pemerintahan (desa dan kecamatan)

- Kegiatan ekonomi berjalan dengan baik

- Program -program pemberdayaan masyarakat : Posyandu Lansia
Karakteristik Responden
Usia Harapan Hidup DIY 74 tahun (IPM,2012)
Tingkat pendidikan berhubungan dengan kualitas hidup (Belvis et. al, 2008)
Pertambahan usia lansia berpengaruh pada kemampuan fungsional fisik (Fernandez & Ballsteros, 1998)
Janda atau duda memiliki kualitas hidup yang lebih rendah dibandingkan dengan yang berstatus menikah (Rugerri, 2005)
Pendapatan berhubngan dengan kualitas hidup (Indra,2011)
Kualitas Hidup Lansia Sebelum Pengamalan Doa
Nilai rata – rata kualitas hidup
78,15
. Nilai terendah
62
, nilai tertinggi
92
.
Program kegiatan pada komunitas lansia mempengarui keadaan kualitas hidup lansia;

- Secara umum kegiatan komunitas lansia > meningkatkan interaksi sosial :
Hasil penelitian Andreas (2012) melaporkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara interaksi sosial dan kualitas hidup lansia.

-
Pengajian Lansia :
Kegiatan keagamaan meningkatkan kualitas hidup lansia (Krause,2009)
- Senam :
Senam berpengaruh pada domain fisik dan psikologi kualitas hidup (Fiona et al, (2009)

- Pelayanan kesehatan dan gizi lansia :
Gizi yang baik akan meningkatkan kualitas hidup (Amarantos, 2001)

- Wilayah perkotaan :
Lansia yang tinggal di daerah perkotaan memiliki kualitas hidup yang lebih tinggi di bandingkan dengan lansia yang tinggal di pedesaan (Abay Mude et. al, 2011)
Tabel 2. Gambaran kualitas hidup lansia sebelum pengamalan doa di komunitas lansia Dukuh Joho, Desa Condong Catur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Februari 2014, (n=20).
Kualitas Hidup Lansia Setelah Pengamalan Doa
Nilai rata - rata kualitas hidup setelah pengamalan doa sebesar
82,65
Kegiatan Keagamaan (Doa)
Kegiatan keagamaan dapat memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kualitas hidup (Paul et al., 2012).
Perubahan Kondisi Spritual
perubahan kondisi spiritual merupakan salah satu parameter yang mempengaruhi kualitas hidup (WHO, 1996)
Perasaan & Persepsi subjektif
Semakin baik kemampuan lansia dalam mengatur perasaan dan persepsi subjektif
maka akan semakin baik kualitas hidupnya
(Velutic, 2004 cit Lavorka et al., 2009).
Doa Meningkatnya Kualitas Hidup Lansia
Uji t berpasangan kualitas hidup lansia sebelum dan setelah pengamlan doa
nilai significancy 0,001 (p < 0,05), artinya terdapat perbedaan nilai yang bermakna antara kualitas hidup lansia sebelum dan setelah pengamalan doa. Doa memiliki pengaruh yang significant terhadap kualitas hidup lansia.
Uji t berpasangan pada domain fisik kualitas hidup lansia sebelum dan setelah pengamlan doa
nilai significancy 0,001 (p < 0,05), artinya terdapat perbedaan nilai yang bermakna pada domain fisik kualitas hidup lansia sebelum dan setelah pengamalan doa. Doa memiliki pengaruh yang significant terhadap domain fisik kualitas hidup lansia.
Uji t berpasangan domain psikologis pada kualitas hidup lansia sebelum dan setelah pengamlan doa
nilai significancy 0,016 (p < 0,05), artinya terdapat perbedaan nilai yang bermakna domain psikologis pada kualitas hidup lansia sebelum dan setelah pengamalan doa. Doa memiliki pengaruh yang significant terhadap domain psikologis kualitas hidup lansia.
Pada penelitian ini domain psikologis memiliki peningktan nilai yang paling tinggi dibandingankan domain kualitas hidup lainya, Keadaan tersebut sesuai dengan penelitian Hasnani, F. (2011) yang menemukan bahwa dimensi psikologis merupakan dimensi kualitas hidup yang paling dipengaruhi oleh spiritualitas.
Uji t berpasangan pada domain sosial kualitas hidup lansia sebelum dan setelah pengamlan doa
nilai significancy 0,001 (p < 0,05), artinya terdapat perbedaan nilai yang bermakna pada domain sosial kualitas hidup lansia sebelum dan setelah pengamalan doa. Doa memiliki pengaruh yang significant terhadap domain sosial kualitas hidup lansia.
Uji t berpasangan pada domain lingkungan kualitas hidup lansia sebelum dan setelah pengamlan doa
nilai significancy 0,001 (p < 0,05), artinya terdapat perbedaan nilai yang bermakna pada domain lingkungan kualitas hidup lansia sebelum dan setelah pengamalan doa. Doa memiliki pengaruh yang significant terhadap domain lingkungan kualitas hidup lansia.
Pada penelitian ini domain lingkungan memiliki nilai peningkatan terendah dibandingkan domain kualitas hidup lainya. Hal ini karena pada waktu penelitian masi dirasakan efek dari letusan Gunung Kelud (abu vulkanik) yang mempengarui keadaan lingkungan di tempat penelitian. WHO, (2011) menyebutkan bahwa kebebasan, keselamatan, polusi dan kondisi iklim merupakan aspek yang berkaitan dengan domain lingkungan.
BAB V : Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
Doa memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup lansia di komunitas lansia Dukuh Joho, Desa Condong Catur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Saran
1. Bagi Praktisi Kesehatan diharapakan dapat mempertimbangkan pemanfaatan doa sebagai terapi untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.

2. Bagi lansia diharapakan dapat mengamalkan doa secara rutin, selain diniatkan sebagai perintah agama berdoa secara rutin merupakan suatu usaha untuk meningkatkan kualitas hidup.

3. Bagi penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian dengan jumlah responden yang lebih besar dengan metode pengamalan doa yang berbeda. Metode penelitian qualitatif bisa dipilih untuk mengetahui keadaan kaulitas hidup secara lebih personal dan mendalam.

Daftar Pustaka
Antara News. 2011. Lansia miskin ksb banyak di daerah terisolir. Diakses dari URL: http://www.antarantb.com/print/15298/lansia-miskin-ksb-banyak-di-daerah-terisolir pada tanggal 4 Juli 2014 jam 10:58

Amarantos, E., Martinez, A., & Dwyer, J. 2001. Nutrition and Quality of Life in Older Adults. The Journal of Gerontology: 56 ; pp 54-64.

Komisi Nasional Lanjut Usia. 2010. Buku Profil Penduduk Lanjut Usia 2009. Jakarta.

Brandon, L. W., & Staven, J. S. 2010. Preyer and Subjective Well-Being: An Exammination of Six Different Types of Prayer. TheInternational Journal for Psychologi of Religion, 20:59-68, 2010

Buku Profil Kesehatan Sleman Tahun 2012. Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, 2012.

Byrd RC. 1988. Positive Therapeutic Effects of Intercessory Prayer in a Coronary Care Unit Population. South Med J. 1988: 81: 826-9.

PENGARUH DOA TERHADAP KUALITAS HIDUP LANSIA DI KOMUNITAS LANSIA DUKUH JOHO, CONDONG CATUR, DEPOK, SLEMAN, YOGYAKARTA
SKRIPSI
Disusun oleh:
Tulus Tri Prasetyo
10/299877/KU/14022

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UGM
YOGYAKARTA
2014
Full transcript