Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Untitled Prezi

No description
by

Annisa Shella Fildzah

on 6 August 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Untitled Prezi

Kajian Tentang Persebaran Manusia di Indonesia
Persebaran Manusia di Kepulauan Indonesia
Perkembangan Teknologi Dan Sistem Kepercayaan Dalam Masyarakat

Bangsa ini memasuki wilayah Indonesia pada tahun 1500 sampai 500 SM dengan melalui dua jalan, yaitu
Jalan barat (melalui Semenanjung Melayu terus ke Sumatera dan selanjutnya tersebar ke seluruh Indonesia) dan
Jalan timur (melalui Filipina terus ke Sulawesi dan selanjutnya tersebar ke seluruh Indonesia). Orang-orang Melayu Tua ini berkebudayaan Batu Muda (Neolitikum). Benda-benda buatan mereka masih menggunakan batu namun telah sangat halus.
Kebudayaan kapak persegi dibawa bangsa Proto Melayu melalui jalan barat, sedangkan kebudayaan kapak lonjong melalui jalan timur. Sebagian dari mereka ada yang bercampur dengan ras kulit hitam.Bangsa Proto Melayu kemudian terdesak ke arah timur setelah kedatangan bangsa Deutro Melayu. Pada masa sekarang masih dapat ditemukan keturunan bangsa Proto Melayu seperti suku bangsa Dayak, Toraja, Batak, Papua (Irian Barat) dan sebagainya.
Pendapat Para Ahli Mengenai Kehidupan Awal
Asal Usul dan Persebaran
Manusia di Indonesia

^.^
^.^
*Annisa Shella Filzah
*Atania Christanti
*Fitri Andani
*Gress Nadya Sari
*Predrika Br G
*Sartika Triasti
*Windy Anggreini

1.Kajian Kern tentang Persebaran Manusia dan Bahasa Austronesia
Berbagai jenis ras manusia diperkirakan berasal dari Asia Tengah. Dari penemuan tulang belulang kuno, tampak bahwa mereka terdiri dari berbagai ras, seperti : Papua Melanesoid, Europoid, Mongoloid, dan Australoid.
Percampuran mereka melahirkan bangsa melayu yang berkulit sawo matang. Mereka menyebar melalui sungai dan lembah ke daerah pantai. Dari Indo Cina mereka menyebar ke Kamboja, Muang Tai yang kemudian menjadi bangsa Austro Asia.
Penyebaran ke Asia Timur dan Tenggara melahirkan keluarga bahasa Austronesia yang menurunkan empat kelompok besar, yaitu : Bahasa Melayu (Indonesia), Melanesia, Mikronesia, dan Polinesia
Dalam penyebaran bahasa– bahasa Austronesia yang sedemikian luas, Indonesia menjadi pangkalan bagi penyebaran lebih lanjut dari bangsa Austronesia. Dari bagian barat Indonesia ke pantai pantai ujung selatan India dank e Madagaskar. Dari bagian timur Indonesia ke Melanesia, Mikronesia, dan seterusnya.
H. Kern, berpendapat bahwa istilah- istilah yang terdapat juga di Madagaskar, Filipina, Taiwan, dan beberapa pulau di Lautan Pasifik.
Istilah tersebut antara lain : padi, rotan, buluh, nyiur, pisang, pandan, ubi, mata, dan lima. Kesamaannya juga terdapat pada system imbuhan dan susunan tata bahasa. Jadi kesimpulannya adalah bahasa Melayu berasal dari satu induk yang ada di Asia.
Dan dapat disimpulkan pula bangsa- bangsa pendukkunng bahasa Austonesia adalah Campa, Cochin- China, dan Kamboja beserta sekitarnya sepanjang pantai.
2. Kajian tentang Persebaran Pendukung Kebudayaan Kapak persegi
Daerah persebaran kapak persegi dan kapak lonjong dari zaman Neolitikum, menurut Von Heine Geldern persebaran kebudayaan kapak persegi berasal dari daerah Yunan di Cina Selatan, yaitu di daerah hulu sungai, kebudayaan dan manusia pendukungnya menyebar menuju ke hilir sehingga sampai di Asia Tenggara.
Pendukung Kebudayaan kapak persegi adalah bangsa Austronesia.
Kebudayaan kapak persegi ini, kemudian mempuyai pusatnya di daerah Tonkin. Karena letaknya dekat dengan laut , akibatnya mereka memiliki kepandaian membuat perahu bercadik yang menjadi kepandaian khusus dari pendukung kebudayaan kapak persegi. Dengan perahu perahu ini mereka menyebar ke Malasya Barat kemudian ke Sumatra, Jawa, Bali, dan terus ke timur. Sebagian dari mereka menuju Kekalimantan. Dari Kalimantan Barat Laut kebudayaan kapak persegi itu tersebar ke Filipina, Formosa, dan Jepang.
3.Kajian Hornel tentang Persebaran Manusia dengan Perahu Bercadik
Hornel menyimpulkan bahwa perahu bercadik adalah perahu khas bangsa Indonesia. Keberadaannya di Negara lain karena pengaruh/ dibawa oleh bangsa Indonesia.
Di India Selatan ada beberapa suku yang menurut cortak kebudayaannya dan fisiknya mirip orang Indonesia.
Yaitu, suku Parawar dan shanar suku disana terkenal dengan penyelam mutiaranya, perahu bercadik, dan perkebunan kelapa. Diperkirakan kelapa berasal dari Indonesia melelui Srilangka. Sedangkan yang lebih jauh lagi di Madagaskar juga menggunakan perahu bercadik.
Teori Asal Usul Masyarakat Indonesia
Keberadaan masyarakat awal di Kepulauan Indonesia diketahui dan didukung oleh beberapa teori dan pendapat yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh ahli.
Beberapa petunjuk tentang keberadaan masyarakat awal di Kepulauan Indonesia antara lain dikemukakan oleh tokoh-tokoh di bawah ini.
1.Max Muller menyatakan bahwa asal dari bangsa Indonesia adalah daerah Asia Tenggara.

2.Prof. Dr. H. Kern menyatakan bahwa bangsa Indonesia berasal dari daerah Campa, Kochin Cina, Kamboja. Kern juga menyatakan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia mempergunakan perahu-perahu bercadik menuju kepulauan Indonesia.

3.Van Heine Geldern berpendapat bahwa bangsa Indonesia berasal dari daerah Asia.

4.Willem Smith menyatakan dalam penelitiannya tentang asal-usul bangsa Indonesia melalui penggunaan bahasa oleh bangsa Indonesia.

5.Hogen menyatakan bahwa bangsa yang mendiami daerah pesisir Melayu berasal dari Sumatera.
6.Drs. Moh. Ali menyatakan bahwa bangsa Indonesia berasal dari daerah Yunan.

7.Prof. Dr. Kroom menyatakan bahwa asal-usul bangsa Indonesia dari daerah Cina Tengah, karena pada daerah Cina Tengah terdapat sumber-sumber sungai besar. Mereka menyebar ke wilayah Indonesia sekitar tahun 2000 SM sampai tahun 1500 SM

8.Mayundar menyatakan bahwa bangsa-bangsa yang berbahasa Austronesia berasal dari India, kemudian menyebar ke Indo-China terus ke daerah Indonesia dan Pasifik.

9.Prof. Moh. Yamin menentang semua pendapat yang dikemukakan oleh para ahli. Dia berpendapat bahwa asal bangsa Indonesia dari daerah Indonesia sendiri.

Dr. Brandes yang dikirim ke Indonesia pada tahun 1884 menyatakan bahwa bangsa yang bermukim di kepulauan Indonesia memiliki banyak persamaan dengan bangsa-bangsa pada daerah-daerah yang membentang dari sebelah utara pulau Formosa, sebelah barat daerah Madagaskar, sebelah selatan yaitu tanah Jawa; Bali, sebelah timur sampai ke tepi pantai barat Amerika
Berdasarkan teori-teori atau pendapat-pendapat dari beberapa ahli disimpulkan, ada dua hal yang menarik tentang asal-usul bangsa yang menempati daerah kepulauan Indonesia.
Pertama, bangsa Indonesia berasal dari daerah Indonesia sendiri.
Kedua, penduduk yang menempati daerah kepulauan Indonesia diperkirakan berasal dari daratan Asia.
Walaupun demikian, terdapat pula pendapat dari beberapa ahli yang menyebutkan bahwa masyarakat awal yang menempati wilayah Indonesia termasuk rumpun bangsa Melayu. Bangsa Melayu langsung jadi nenek moyang bangsa Indonesia sekarang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
a) Bangsa Proto Melayu ( Melayu Tua )
b) Bangsa Deutro Melayu ( Melayu Muda )
Bangsa Proto Melayu
Suku Dayak
Suku Batak
Suku Toraja
Deutro Melayu
Bangsa Melayu Muda memasuki kawasan Indonesia sekitar 500 SM secara bergelombang.
Mereka masuk melalui jalur barat, yaitu melalui daerah Semenanjung Melayu terus ke Sumatera dan tersebar ke wilayah Indonesia yang lain.
Kebudayaan mereka lebih maju daripada bangsa Proto Melayu. Mereka telah pandai membuat benda-benda logam (perunggu). Kepandaian ini lalu berkembang menjadi membuat besi. Kebudayaan Melayu Muda ini sering disebut kebudayaan Dong Son. Nama Dong Son ini disesuaikan dengan nama daerah di sekitar Teluk Tonkin (Vietnam) yang banyak ditemukan benda-benda peninggalan dari logam.
Daerah Dong Son ini ditafsir sebagai tempat asal bangsa Melayu Muda sebelum pergi menuju Indonesia. Hasil-hasil kebudayaan perunggu yang ditemukan di Indonesia di antaranya adalah kapak corong (kapak sepatu), nekara, dan bejana perunggu. Benda-benda logam ini umumnya terbuat dari tuangan (cetakan). > Bivalve / Cire Perdue
Keturunan Deutro melayu misalnya suku bangsa Jawa, Melayu, Bugis, Minang, dan sebagainya
Suku Jawa
Suku
Minang
Suku
Melayu
a. Perkembangan alat
dan Teknologi
b.Sistem Kepercayaan
Masyarakat
Peningkatan alat alat batu dari kasar menuju batu halus kemudian menggunakan alat alat dari logam. Alat alat tersebut sebelum dihaluskan seperti:
a)Kapak Perimbas ( bagian tajamnya berbentuk cembung )
b)Kapak Penetak ( Ketajamannya berbentuk liku liku )
c)Pahat Genggam ( Ketajamannya berbentuk terjal )
d)Kapak Genggam ( Ketajamannya berbentuk runcing ) Ditemuikan di Pegunungan Pacitan, Sukabumi, Ciamis, Lahat Sumatra, Cabbenge Sulawesi.

Peningkatan teknologi yang sudah dihaluskan seperti kapak persegi dan kapak lonjong.
Tujuan pembuatan alat ini adalah untuk mempermudah memperoleh bahan makanan yang menjadi kebutuhan pokok.
1.Kepercayaan kepada nenek moyang

2.Kepercayaan bersifat Animisme
Animisme merupakan kepercayaan masyarakat pada suatu benda yang memilki ruh atau jiwa.Awal munculnya di dasari oleh pengalaman dari masyarakat.

3.Kepercayaan bersifat Dinamisme
Dinamisme merupakan kepercayaan bahwa tiap benda punya kekuatan gaib

4.Kepercayaan bersifat Monmisme
Kepercayaan ini adalah kepercayaan terhadap Tuhan YME.
Sistem Kepercayaan Masyarakat
a. Masyarakat berburu dan berpindah-pindah
1. Perkembangan teknologi :
a. Kehidupan masih sangat sederhana
b. Peralatan yang mereka ciptakan juga masih
sederhana
c. Alat-alat tersebut terbuat dari bahan-bahan
yang ada di liongkungan mereka seperti batu,
kayu, tulang, dan tanduk rusa
d. Peralatan dari tulang dan tanduk rusa
digunakan untuk mencabut ombi-umbian atau
menikam binatang buruan
e. Peralatan utama adalah kapak perimbas
(chopper) dan kapak penetak (chopping tool)
2. Sistem kepercayaan:
Perkembangan sistem kepercayaan pada masyarakat Indonesia berawal dari kehidupan masyarakat berburu dan mengumpulkan makanan yang dapat dirinci sebagai berikut :
a. Kepercayaan ,masyarakat pada dewa-dewa
tergambar pada lukisan di dinding gua
b. Lukisan itu juga mengandung arti kekuatan atau
simbol kekuatan pelindung untuk mencegah roh
jahat
c. Lukisan itu juga berkaitan dengan keperluan ilmu
perdukunan, misalnya untuk meminta hujan dan
kesuburan atau memperingati suatu kejadian
penting
b. Masyarakat bercocok tanam dan beternak
Dalam kehidupan menetap manusia sudah dapat meghasilkan sendiri kebutuhan-kebutuhan hidupnya, walaupun tidak seluruhnya. Namun demikian, dalam kehidupan menetap pola pikir manusia terus berkembang dan semakin maju
1) Perkembangan tekmologi
a. Mereka telah mampu membuat tempat untuk memasak dan menyimpan makanan
b. Tempat memasak tersebut dari tanah liat yang dibakar (gerabah)
c. Alat-alat penunjang dari batu sudah diperhalus
d. Sudah memuat peralatan dari batu indah (kalsedon), batu api dan batu lainnya
2) Sistem kepercayaan
a. Telah mempunyai pandangan tertentu terhadap kehidupan setelah kematian
b. Mereka mulai memberi penghormatan terakhir yang layak kepada orang yang meninggal
c. Mereka beranggapan bahwa orang yang meninggal akan pergi ke suatu tempat di dunia lain
d. Sebagai bekal untuk perjalanan yang jauh, anggota keluarganya menyertakan barang-barang tertentu bagi kehidupan mereka kelak di dunia lain
e. Apabila orang yang meninggal memiliki kekuatan lain atau berilmu, diharapkan jiwa orang tersebut masih dapat berhubungan dengan masyarakat yang ditinggalkannya, terutama untuk dimintai nasihat dalam memutuskan masalah
c. Masyarakat perundagian
1) Perkembangan tekmologi
Pada zaman ini, teknik peleburan biji logam, pembuatan benda-benda dari logam (tembaga, perunggu, dan besi), dan pembuatan rumah juga ditemukan
Contoh:
2) Sistem Kepercayaaan
a. Inti kepercayaan mereka adalah pemujaan kepada roh nenek moyang
b. Kepercayaan ini terus berkembang dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat
c. Setiap tindakan atau kegiatan masyarakat yang dianggap penting harus didahului dengan upacara atau persembahan kepada nenek moyang
d. Kepercayaan dalam masyarakat perundagian mempunyai kedudukan yang sangat penting (terbukti dengan ditemukannya berbagai alat yang dipakai untuk melaksanakan upacara dan bangunan-banguan pemujaan)
Teori Yunan didukung oleh beberapa sarjana seperti R.H Geldern, J.H.C Kern, J.R Foster, J.R Logen, Slametmuljana, dan Asmah Haji Omar. Secara keseluruhan, alasan-alasan yang menyokong teori Yunan yaitu sebagai berikut.
1) Kapak Tua yang ditemukan di wilayah Nusantara memiliki kemiripan dengan Kapak Tua yang terdapat di Asia Tengah. Hal ini menunjukkan adanya migrasi penduduk dari Asia Tengah ke Kepulauan Nusantara.
2) Bahasa Melayu yang berkembang di Nusantara serumpun dengan bahasa yang ada di Kamboja. Hal ini menunjukkan bahwa penduduk di Kamboja mungkin berasal dari Dataran Yunan dengan menyusuri Sungai Mekong.
Migrasi dari Sungai Mekong
Teori Yunan merupakan teori yang paling populer dan diterima oleh banyak kalangan.
Berdasarkan teori Yunan, orang-orang Nusantara datang dan berasal dari Yunan. Kedatangan mereka ke Kepulauan Nusantara ini melalui tiga gelombang utama, yaitu
perpindahan orang Negrito, Melayu Proto, dan juga Melayu Deutro.
1) Orang Negrito
Orang Negrito merupakan penduduk paling awal di Kepulauan Nusantara. Mereka diperkirakan sudah mendiami kepulauan ini sejak 1000 SM. Hal ini didasarkan pada hasil penemuan arkeologi di Gua Cha, Kelantan, Malaysia. Orang Negrito ini kemudian menurunkan orang Semang, yang sekarang banyak terdapat di Malaysia. Orang Negrito mempunyai ciri-ciri fisik berkulit gelap, berambut keriting, bermata bundar, berhidung lebar, berbibir penuh, serta ukuran badan yang pendek.
2) Melayu Proto
Perpindahan orang Melayu Proto ke Kepulauan Nusantara diperkirakan terjadi pada 2.500 SM. Mereka mempunyai peradaban yang lebih maju daripada orang Negrito. Hal ini ditandai dengan kemahirannya dalam bercocok tanam.
3) Melayu Deutro
Perpindahan orang Melayu Deutro merupakan gelombang perpindahan orang Melayu kuno kedua yang terjadi pada 1.500 SM. Mereka merupakan manusia yang hidup di pantai dan mempunyai kemahiran dalam berlayar.
Teori Yunan
Teori Nusantara
Teori Nusantara menyatakan bahwa asal mula manusia yang menghuni wilayah Nusantara ini tidak berasal dari luar melainkan mereka sudah hidup dan berkembang di wilayah Nusantara itu sendiri.

Teori Nusantara didukung oleh sarjanasarjana sepertiJ. Crawford, K. Himly, Sutan Takdir Alisjahbana, dan Gorys Keraf. Akan tetapi, nampaknya teori Nusantara kurang populer dan kurang banyak diterima oleh masyarakat. Teori Nusantara didasarkan pada alasan-alasan seperti di bawah ini.
1) Bangsa Melayu dan bangsa Jawa mempunyai tingkat peradaban yang tinggi. Taraf ini hanya dapat dicapai setelah perkembangan budaya yang lama. Hal ini menunjukkan bahwa orang Melayu tidak berasal dari manamana, tetapi berasal dan berkembang di Nusantara.

2. K. Himly tidak setuju dengan pendapat yang mengatakan bahwa bahasa Melayu serumpun dengan bahasa Champa (Kamboja). Baginya, persamaan yang berlaku di kedua bahasa tersebut adalah suatu fenomena yang bersifat “kebetulan”.
Teori “Out of Africa”
Hasil penelitian mutakhir/kontemporer menyatakan bahwa manusia modern yang hidup sekarang ini berasal dari Afrika. Setelah mereka berhasil melalui proses evolusi dan mencapai taraf manusia modern, kemudian mereka bermigrasi ke seluruh benua yang ada di dunia ini.

Pada teori out of Africa, manusia yang hidup di Indonesia sekarang ini merupakan hasil proses migrasi manusia modern yang berasal dari Afrika tersebut.
Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa fosil-fosil manusia purba yang ditemukan di Indonesia atau khususnya di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur tidak mempunyai hubungan langsung dengan manusia modern.
Dengan demikian, nampaknya jenis-jenis manusia purba yang pernah hidup di Indonesia khususnya Jawa, sepertiMeganthropus Palaeojavanicus, Pithecanthropus Erectus, Homo Soloensis, Homo Wajakensis, dan sebagainya telah mengalami kepunahan. Mereka pada akhirnya digantikan oleh komunitas manusia yang berasal dari Afrika yang melakukan proses migrasi hingga sampai di Kepulauan Nusantara.
Nampaknya teori out of Africa perlu terus dikaji dan disosialisasikan, sehingga dapat diterima oleh masyarakat.

Namun Homo Erectus yang pernah tinggal di Pulau Jawa mempunyai sejarah menarik karena dapat bertahan sekitar 250.000 tahun lebih lama dari jenis yang sama yang tinggal di tempat lain di Asia, bahkan mungkin bertahan sekitar 1 juta tahun lebih lama dari yang tinggal di Afrika. Umur fosil Homo Erectus terakhir yang ditemukan di Ngandong dan Sambungmacan (Jawa Tengah) sekitar 30.000 sampai 50.000 tahun. Homo Erectus (“java man”) di Pulau Jawa diduga pernah hidup dalam waktu yang bersamaan dengan Homo Sapiens (manusia modern).
3. Manusia kuno Homo Soloensis dan Homo Wajakensis yang terdapat di Pulau Jawa. Penemuan manusia kuno ini di Pulau Jawa menunjukkan adanya kemungkinan orang Melayu itu keturunan dari manusia kuno tersebut, yakni berasal dari Jawa.

4. Bahasa yang berkembang di Nusantara yaitu rumpun bahasa Austronesia, mempunyai perbedaan yang sangat jauh dengan bahasa yang berkembang di Asia Tengah yaitu bahasa Indo-Eropah.
Full transcript