Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Tatalaksana Intelijen

No description
by

helmy destanto

on 22 June 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Tatalaksana Intelijen

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
NOMOR P- 53 /BC/2010

Unit intelijen sebagaimana dimaksud meliputi
a. Subdirektorat Intelijen pada Direktorat Penindakan dan
Penyidikan.
b. Seksi Intelijen pada Kantor Wilayah atau Kantor Pelayanan Utama.
c. Subseksi Intelijen pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea
dan Cukai Tipe Madya.
d. Subseksi Intelijen pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea
dan Cukai Tipe A1/A2.
e. Subseksi Penindakan dan Sarana Operasi pada Kantor
Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3.
f. Subseksi Penindakan dan Penyidikan pada Kantor Pengawasan
dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B.


Bagian Pertama Kegiatan Intelijen
(1) Kegiatan intelijen dilaksanakan oleh Unit Intelijen dalam rangka pendeteksian dini atas pelanggaran.
Unit Intelijen adalah unit pengawasan di lingkungan Direktorat
Jenderal Bea dan Cukai yang melaksanakan tugas dan mempunyai
fungsi intelijen dalam pengelolaan informasi berupa pengumpulan,
penilaian, analisis, distribusi, dan evaluasi data atau informasi
berdasarkan database dan/atau informasi lainnya yang
menunjukkan indikator risiko pelanggaran kepabeanan dan cukai

(2) Kegiatan intelijen sebagaimana dimaksud di atas
dilaksanakan dengan kegiatan pengelolaan informasi sesuai siklus
intelijen, meliputi:
a. pengumpulan data atau informasi;
b. penilaian dan analisis data atau informasi;
c. pendistribusian data atau informasi; dan
d. evaluasi dan pemutakhiran data atau informasi.
Pengumpulan data atau informasi dapat bersumber dari internal DJBC dan eksternal DJBC
Surveillance adalah kegiatan pengamatan terhadap orang, tempat, sarana pengangkut dan/atau obyek tertentu secara berkesinambungan pada periode tertentu yang dilakukan secara tertutup dalam rangka pengumpulan atau pendalaman data atau informasi yang dapat menunjukkan adanya indikasi pelanggaran kepabeanan dan/atau cukai.
Monitoring adalah kegiatan pengamatan terhadap data-data transaksi pelayanan dan pengawasan kepabeanan dan/atau cukai.
Kegiatan yang bersifat kegiatan lapangan dilakukan dengan surat tugas dan dibuat laporan

Penilaian dan Analisis Data atau informasi :
Penilaian dilakukan dengan pengklasifikasian data atau informasi berdasarkan LI dalam rangka menentukan kelayakan data atau informasi untuk dilakukan analisis.
Pengklasifikasian informasi dilakukan berdasarkan kriteria tertentu berupa kehandalan sumber dan validitas informasi yang diperoleh.
Hasil penilaian data atau informasi dituangkan dalam Lembar Klasifikasi Informasi (LKI).


Hasil pengumpulan data atau informasi dilakukan dengan penyeleksian data atau informasi dengan penelitian terhadap lingkup informasi yang berkenaan dengan kepabeanan dan/atau cukai dalam rangka menentukan kelayakan data atau informasi untuk dilakukan klasifikasi.
Hasil pengumpulan data atau informasi sebagaimana dituangkan dalam Lembar Informasi (LI).
Hasil pengumpulan data atau informasi dikelola dalam Pangkalan Data Intelijen yang berisi informasi yang bermanfaat untuk pengawasan kepabeanan dan/atau cukai, antara lain pangkalan data: importir atau eksportir, pengusaha barang kena cukai, PPJK, komoditi, dan lalu lintas penumpang pesawat udara.

d. rekomendasi untuk audit, perbaikan sistem dan prosedur atau lainnya; atau

e. informasi lainnya, antara lain meliputi kecenderungan pelanggaran yang bersifat umum atau peta kerawanan yang dapat digunakan sebagai salah satu dasar pelaksanaan patroli.
(2) Produk intelijen bersifat terbatas pada Unit Pengawasan atau pihak terkait:
Pendistribusian produk intelijen dilaksanakan: a. secara elektronik melalui hubungan langsung antar komputer atau melalui sistem Pertukaran Data Elektronik; atau b. secara manual, dalam hal distribusi secara elektronik tidak dapat dilakukan.
(2) Untuk kecepatan dan kerahasiaan, NHI atau NI dapat disampaikan lebih awal melalui faksimili, radiogram, telepon, atau surat elektronik mendahului penyampaian.

(1)Lembar Kerja Analisis Intelijen (LKAI) dengan penerbitan produk intelijen berupa :

a. Nota Hasil Intelijen (NHI) yang memuat informasi mengenai indikasi kuat adanya pelanggaran kepabeanan dan/atau cukai yang bersifat spesifik dan mendesak dari Unit Intelijen, untuk segera dilakukan penindakan oleh Unit Penindakan Kantor Pelayanan;

b. Nota Informasi Penindakan (NIP) yang memuat informasi mengenai indikasi adanya pelanggaran kepabeanan dan/atau cukai yang bersifat spesifik dari Unit Intelijen, untuk dapat dilakukan penindakan oleh Unit Penindakan Kantor Pusat atau Kantor Wilayah secara horizontal;

c. Nota Informasi (NI) yang memuat informasi mengenai indikasi adanya pelanggaran kepabeanan dan/atau cukai yang bersifat umum atau spesifik untuk dapat dilakukan penelitian mendalam oleh Unit Intelijen di Kantor Wilayah atau Kantor Pelayanan;

Tatalaksana Intelijen
Bagian KeduA
Pengumpulan Data atau Informasi
Bagian Keempat
Pendistribusian Data atau Informasi
Tatalaksana Intelijen
Definisi Intelijen

Informasi yang dihargai atas ketepatan waktu dan relevansinya, bukan detail dan keakuratannya, berbeda dengan “data”, yang berupa informasi yang akurat, atau “fakta” yang merupakan informasi yang diverifikasi.

Bagian Pertama : Kegiatan Intelijen

Bagian Kedua : Pengumpulan Data atau Informasi

Bagian Ketiga : Penilaian dan Analisis Data atau Inormasi

Bagian Keempat : Pendistribusian Data atau Informasi

Bagian Kelima : Pemutakhiran Data

Tatalaksana Intelijen
Dasar Hukum
Bagian Ketiga
Penilaian dan Analisis Data atau Informasi
Analisis data atau informasi dilakukan dengan mencocokkan, membandingkan, menguji dan meneliti data atau informasi berkaitan dengan indikasi pelanggaran kepabeanan dan/atau cukai.
Analisis data atau informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan berdasarkan :
1. Lembar Klasifikasi Informasi (LKI) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (3); atau
2. Nota Pengembalian Informasi (NPI) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (4) huruf b.
Hasil analisis data atau informasi dituangkan dalam Lembar Kerja Analisis Intelijen (LKAI).
Untuk pendalaman atau pematangan dalam analisis data atau informasi dapat dilakukan pengumpulan data atau informasi

Bagian Kelima Pemutakhiran Data
(1) Pemutakhiran data dalam profil intelijen yang meliputi profil penumpang, profil perusahaan, profil komoditi, profil pengusaha barang kena cukai, dan profil lainnya, dilaksanakan oleh Subdirektorat Intelijen berdasarkan informasi dan masukan dari Kantor dan/atau Direktorat terkait.
(2) Pemutakhiran data dalam Profil Intelijen dapat dilakukan berdasarkan Profil Penyidikan yang berasal dari Unit Penyidikan.
(3) Subdirektorat Intelijen menerima Profil Penyidikan
(4) Profil Penyidikan oleh Unit Intelijen digunakan sebagai dasar penyusunan analisis pasca penindakan (post seizure analysis).
(5) Analisis pasca penindakan (post seizure analysis) sekurang-kurangnya memuat :
kronologis pelanggaran;
modus operasi;
indikator risiko pelanggaran;
analisis kebijakan atau peraturan perundang-undangan;
proses penanganan pelanggaran; dan
kesimpulan dan saran.

Subdirektorat Intelijen dapat melaksanakan penyebaran informasi hasil penindakan kepada seluruh Unit Intelijen.
Penyebaran informasi dilaksanakan segera dengan penerbitan Distribusi Informasi Penindakan (DIP) yang dibuat berdasarkan Informasi Penindakan (IP).
DIP digunakan sebagai masukan dalam pengolahan data atau informasi.


Unit Intelijen menerima permintaan Nota Profil (NP) yang memuat Profil Intelijen dari Unit Penyidikan.
Nota Profil (NP) sekurangkurangnya memuat identitas dan data pelanggaran dari orang dan/atau perusahaan.
Penyampaian Nota Profil (NP) kepada Unit Penyidikan dilakukan oleh:
a. Subdirektorat Intelijen berdasarkan permintaan dari Sub Direktorat Penyidikan;
b. Unit Intelijen Kantor Wilayah berdasarkan permintaan dari Unit Penyidikan Kantor Wilayah;
c. Unit Intelijen Kantor Pelayanan berdasarkan permintaan dari Unit Penyidikan Kantor Pelayanan;
Dalam hal Profil Intelijen tidak tersedia pada Unit Intelijen Kantor Wilayah atau Kantor Pelayanan, permintaan Nota Profil oleh Unit Penyidikan Kantor diajukan kepada Subdirektorat Intelijen melalui Subdirektorat Penyidikan.
Berdasarkan permintaan Nota Profil , Subdirektorat Intelijen menyampaikan Nota Profil kepada Unit Penyidikan Kantor dengan tembusan Subdirektorat Penyidikan.
Dalam hal permintaan Nota Profil terkait dengan NPP, Subdirektorat Intelijen menyampaikan Nota Profil kepada Unit Penyidikan Kantor dengan tembusan Subdirektorat Narkotika dan Subdirektorat Penyidikan.

KELOMPOK 2 :
Tugas Presentasi Pengawasan dan Penyidikan Kepabeanan dan Cukai
Bobby Febrian Ramadhan (1)
Deni Andriyanto (3)
Hafidz Sulthon R. (8)
Kasbia Putra P. (10)
Retno Zaesal Puji Pamungkas (22)
Ubaidillah Fathoni (30)

Bagian Ketiga
Penilaian dan Analisis Data atau Informasi
Full transcript