Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Pancasila dalam konteks HAM

No description
by

Riski Savitri

on 9 January 2017

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Pancasila dalam konteks HAM

Pancasila dalam konteks HAM
Menurut UU No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dinyatakan bahwa HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh Negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatannya, serta perlindungan harkat dan martabat manusia.

Sejarah HAM
Sejarah hak asasi manusia dimulai di Inggris dengan lahirnya Magna Charta (1215), yaitu perlindungan tentang kaum bangsawan dan gereja.
Pada tahun 1776 di Amerika Serikat terdapat Declaration of Independence (Deklarasi Kemerdekaan) yang di dalamnya memuat hak asasi manusia dan hak asasi warga Negara.

Ciri khusus HAM
Hakiki (ada pada setiap diri manusia sebagai makhluk Tuhan).
Universal, artinya hak itu berlaku untuk semua orang.
Permanen dan tidak dapat dicabut.
Tak dapat dibagi, artinya semua orang berhak mendapatkan semua hak.

Implementasi HAM dalam PANCASILA
HAM merupakan salah satu contoh dari penerapan pancasila sila kedua.
Sila kedua pancasila ini mengandung nilai-nilai kemanusiaan yang mengakui adanya :
Harkat dan martabat manusia
Semua manusia adalah bersaudara
Setiap manusia berhak diperlakukan secara adil
Setiap manusia wajib mengembangkan kehidupan bersama yang semakin berbudaya (beradab).

HAM di Indonesia
Materi yang berkenaan dengan HAM oleh pendiri negara Indonesia telah dimasukan dalam
perumusan Pancasila
dan
UUD 1945.
Jenis Hak-hak Asasi Manusia
Sistem nilai universal dari Pancasila yang melandasi HAM
Praktik Pelanggaran HAM di Indonesia
Salah satu kasus pelanggaran HAM yang sangat membekas adalah sentralisasi kekuasaan yang dilakukan oleh orde baru selama lebih kurang 32 tahun, dengan pemusatan kekuasaan pada Pemerintah Pusat nota bene pada figure seorang Presiden, telah mengakibatkan hilangnya kedaulatan rakyat atas negara sebagai akibat dari penguasaan para pemimpin negara terhadap rakyat.
Upaya Pencegahan Pelanggaran HAM di Indonesia
Supremasi hukum dan demokrasi harus ditegakan.
Desentralisasi melalui otonomi daerah.
Merubah paradigma penguasa menjadi pelayan masyarakat.
Kaum perempuan berhak untuk menikmati dan mendapatkan perlindungan yang sama.
Adanya kontrol dari masyarakat (Social control) dan pengawasan dari lembaga politik terhadap upaya-upaya penegakan hak asasi manusia yang dilakukan oleh pemerintah.

Pandangan bangsa Indonesia tentang HAM
1.Pembukaan UUD 1945 (uraian HAM masih bersifat sangat umum)

2.Batang Tubuh UUD 1945 (uraian lebih rinci)

3.Tap-Tap MPR dan Undang-undang

Uraian HAM dalam batang tubuh UUD 1945
Hak atas kewarganegaraan (pasal 26 ayat 1, 2);

Hak kebebasan beragama (Pasal 29 ayat 2);

Hak atas kedudukan yang sama di dalam hukum dan pemerintahan (Pasal 27 ayat 1);

Hak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat (Pasal 28);

Hak atas pendidikan (Pasal 31 ayat 1, 2);

Hak atas kesejahteraan sosial (Pasal 27 ayat 2, Pasal 33 ayat 3, Pasal 34).

Ketetapan MPR No. XVII/MPR/1998 tentang
Hak Asasi Manusia
Tercantum Piagam HAM yang isinya :
1. Hak untuk hidup.
2. Hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan.
3. Hak mengembangkan diri.
4. Hak keadilan.
5. Hak kemerdekaan.
6. Hak atas kebebasan informasi.
7. Hak keamanan.
8. Hak kesejahteraan
9. Kewajiban menghormati hak orang lain dan kewajiban membela negara.
10. Hak perlindungan dan pemajuan.

1. Hak-hak asasi pribadi meliputi kebebasan menyatakan pendapat, memeluk agama, bergerak, dan sebagainya;
2. Hak-hak asasi ekonomi yaitu hak untuk memiliki sesuatu, membeli, dan menjual serta memanfaatkannya;
3. Hak-hak asasi politik yaitu hak untuk ikut serta dalam pemerintahan, hak pilih, hak untuk mendirikan partai politik dan sebagainya;
4. Hak-hak asasi untuk mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan.

Nilai religius atau keTuhanan
Nilai Kemanusiaan
Nilai
Persatuan
Nilai
Kerakyatan
Nilai
Keadilan
Nama Kelompok :
Fendi Rianto
Prasta Erlangga
Riski Savitri
Slamet Sugiyanti
Full transcript