Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

memahami budaya akademik dan etos kerja,sikap terbuka dan ad

No description
by

FITRI ANA

on 15 November 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of memahami budaya akademik dan etos kerja,sikap terbuka dan ad

ETOS KERJA DALAM ISLAM


PENGERTIAN BUDAYA AKADEMIK
1. Definisi Budaya
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.

2. Definisi akademik
akademik adalah keadaan orang-orang bisa menyampaikan dan menerima gagasan, pemikiran, ilmu pengetahuan, dan sekaligus dapat mengujinya secara jujur, terbuka, dan leluasa.

3.Definisi Budaya Akademik
Budaya akademik (Academic culture), Budaya Akademik dapat dipahami sebagai suatu totalitas dari kehidupan dan kegiatan akademik yang dihayati, dimaknai dan diamalkan oleh warga masyarakat akademik, di lembaga pendidikan tinggi dan lembaga penelitian.

CIRI-CIRI PERKEMBANGAN BUDAYA AKADEMIK

“Ciri-Ciri Perkembangan Budaya Akademik” yang meliputi berkembangnya:
1. Penghargaan terhadap pendapat orang lain secara obyektif;
2. Pemikiran rasional dan kritis-analitis dengan tanggungjawab moral;
3. Kebiasaan membaca;
4. Penambahan ilmu dan wawasan;
5. Kebiasaan meneliti dan mengabdi kepada masyarakat;
6. Penulisan artikel, makalah, buku;
7. Diskusi ilmiah;
8. Proses belajar-mengajar, dan
9. Manajemen perguruan tinggi yang baik



TRADISI AKADEMIK

Tradisi Akademik adalah “Tradisi yang menjadi ciri khas kehidupan masyarakat akademik dengan menjalankan proses belajar-mengajar antara dosen dan mahasiswa; menyelenggarakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta mengembangkan cara-cara berpikir kritis-analitis, rasional dan inovatif di lingkungan akademik.”

sejumlah ciri masyarakat ilmiah yang harus dikembangkan dan merupakan budaya dari suatu masyarakat akademik, yang terdiri dari :
1. Kritis
2. Kreatif
3. Obyektif
4. Analitis
5. Konstruktif
6. Dinamis
7. Dialogis
8. Menerima kritik



SIKAP ADIL
Etika Kerja dalam Islam

Adapun hal-hal yang penting tentang etika kerja yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :




Definisi etos
Ethos berasal dari bahasa Yunani yang berarti sikap, kepribadian, watak, karakter serta keyakinan atas sesuatu.

Definisi kerja
Kerja dalam pengertian luas adalah semua bentuk usaha yang dilakukan manusia, baik dalam hal materi maupun non-materi, intelektual atau fisik maupun hal-hal yang berkaitan dengan masalah keduniawian atau keakhiratan.


Rasulullah SAW bersabda: “
bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu hidup selamanya, dan beribadahlah untuk akhiratmu seakan-akan kamu mati besok.”

Pada hakikatnya, pengertian kerja semacam ini telah muncul secara jelas, dalam pengertian ini memperhatikan empat macam pekerja :
1) al-Hirafiyyin;
2) al-Muwadzofin
3) al-Kasbah
4) al-Muzarri’un

\Rasulullah SAW bersabda,
“Sesungguhnya Allah mencintai salah seorang diantara kamu yang melakukan pekerjaan dengan itqon (tekun, rapi dan teliti).” (HR. al-Baihaki)

Pandangan Islam tentang pekerjaan perlu kiranya diperjelas dengan usaha sedalam-dalamnya. Sabda Nabi SAW yang amat terkenal bahwa nilai-nilai suatu bentuk kerja tergantung pada niat pelakunya.

Tinggi rendahnya nilai kerja itu diperoleh seseorang tergantung dari tinggi rendahnya niat. Niat juga merupakan dorongan batin bagi seseorang untuk mengerjakan atau tidak mengerjakan sesuatu
1. Adanya keterkaitan individu terhadap Allah
2. Berusaha dengan cara yang halal dalam seluruh jenis pekerjaan.


sikap terbuka mencorak tingkah laku kita dalam mencari ilmu.
Sikap terbuka menjadikan skop pencarian ilmu kita lebih luas.
Ini kemudiannya menjadikan seseorang yang mempunyai ilmu yang luas dan mendalam, untuk pemikiran yang jauh dan condong pula untuk bersikpa hormat pada yang lain karena ia tahu bahawa yang lain juga ada kebaikan dan menghargai pula kebaikan yang pernah ia temui dari yang lain.
Sebaliknya, sikap tertutup menyebabkan ilmu seseorang terbatas pada sumber tertentu saja yang boleh menyebabkan kedangkalan dalam berfikir.
Lebih buruk lagi, ia menyebabkan sikap buruk dan negatif terhadap yang lain kerana sangkaan bahawa hanya sumber ilmunya sahaja yang baik atau betul.

sikap terbuka
Adil sering diartikan sebagai sikap moderat, obyektif terhadap orang lain dalam memberikan hukum, sering diartikan pula dengan persamaan dan keseimbangan dalam memberikan hak orang lain., tanpa ada yang dilebihkan atau dikurangi. Seperti yang dijelaskan Al Qur’an dalam surah Ar Rahman/55:7-9
“ Dan Allah telah meninggikan langit-langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan) suapaya kamu jangan melampaui batas neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu”

KEISTIMEWAAN SIKAP ADIL/MODERAT

1. Sikap adil/moderat akan menjamin kelangsungan sebuah konsep.
2. Sikap moderat/adil lebih menjamin keadaan istiqamah (lurus) dan terhindar dari penyimpangan.
3. Sikap adil/moderat menunjukkan nilai khairiyyah (kebaikan).
4. Posisi adil/moderat adalah posisi yang paling aman
5. Sikap adil/moderat adalah simbol kekuatan
6. Posisi adil/moderat adalah pusat persatuan dan kesatuan.

SISI MODERAT/KEADILAN DALAM AJARAN ISLAM

Sikap adil dalam syariah Islam dapat kita lihat dalam setiap sendi ajarannya, baik secara teoritis maupun aplikatif, tarbawiy (pendidikan) maupun tasyri’iy(peraturan). Islam sangat moderat dalam bidang akidah, pemahaman, ibadah, ritual, akhlaq, adab, hukum dan peraturan.

1. Aqidah
2. Ibadah
3. Akhlaq
4. Tasyri’

memahami budaya akademik dan etos kerja, sikap terbuka dan adil

oleh kelompok 10:
habibi
fitriana
shinta ariyanti


sikap terbuka
Full transcript