Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

backward design

guru kanisius - mei 2015
by

Boni Melq

on 21 May 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of backward design

backward design
Sasaran
Menjelaskan kerangka pikir dan prinsip "backward design" sebagai sarana merancang kurikulum sekolah (KTSP)
berbasis PPR
Hasil yang Diinginkan
3 tahap
logika berpikir "Backward Design"
bukti pencapaian hasil belajar
SMP Kanisius Semarang
griya paseban | 22-23 Mei 2015

Rancangan kegiatan pembelajaran
Latar Belakang:
Gagasan KTSP
maka KTSP = kurikulum seharusnya ...
KTSP
sekolah kanisius?
Backward Design
terlambat mengumpulkan administrasi
metode pengajaran bernuansa instruksi
materi ajar berfokus pada buku pegangan (textbook)
anak didik dipaksa mengetahui banyak hal tanpa memahaminya dengan sungguh
bisa dibayangkan, bagaimana Anda mengajar selama ini?
Kurikulum
Satuan Tingkat
Pendidikan
visi - misi
sekolah
konsep dasar
penyusunan
kurikulum
aturan
penilaian
Kalender
Akademik
pengembangan
anak didik
1. menuntun bagaimana guru mengajar?
2. menuntun apa yang seharusnya diajarkan?
3. fokus pada hal-hal penting
4. disusun by design > pedoman aktivitas PBM
Jika KTSP itu khas sekolah, sejauh mana KTSP sekolah KANISIUS berbeda dgn sekolah lain?
Apakah KTSP sungguh mewadahi ciri khas sekolah?
Jika KTSP dijiwai oleh VISI-MISI dan TUJUAN pendidikan KANISIUS, sejauh mana GURU mengupayakan pencapaian visi-misi dalam KBM sesuai dengan bidang studinya?
Apakah SILABUS dan RPP sungguh menuntun guru dlm mengajar?

1. rumah seperti apa?
2. design rumah yang dinginkan
3. rancang strategi:
kumpul uang, belanja, cari tukang ...
Backward Design
backward design adalah salah satu cara/kerangka berpikir yang membantu kita menyusun kurikulum, assessment dan kegiatan belajar yang berdampak pada pemahaman siswa yang lebih dalam
guru = designer
Sejak awal kita menentukan hasil akhir yang ingin kita capai.
Fokusnya adalah membantu siswa sampai kepada pemahaman tentang ide-ide penting sehingga menyiapkan mereka menghadapi beragam situasi baru
8 prinsip BwD
1. cara pikir "yang disengaja"
2. tujuan = memperdalam pemahaman siswa
3. tujuan relevan dan penilaian tepat
4. pemahaman : dapat menjelaskan, menafsirkan, mengaplikasikan, menganalisis, bisa berempati, pengenalan diri
5. direncanakan di awal = menghindari textbook dan orientasi pada aktivitas mengajar
6. guru = pelatih pemahaman; fokus memastikan pembelajaran sungguh dipahami
7. tinjauan rutin
8. perbaikan prestasi terus-menerus
a. Lebih menjamin ketercapaian tujuan (tujuan pembelajaran dan bukti pencapaian hasil jelas terumuskan di awal).

Mengapa Backward Design?
b. Lebih menjamin kesesuaian antara strategi pembelajaran yang digunakan dengan tujuan dan rancangan bukti pembelajaran.
c. Menghindari disorientasi. Guru tidak hanya mengacu buku pegangan (textbook) dan tidak kehilangan fokus (yang sangat boleh jadi membuat pengajarannya melebar ke mana-mana).
d. Mempermudah kepala sekolah dan guru sendiri untuk melihat apakah yang diajarkan, sama dengan yang dituliskan.
Goal
Evidence
Strategy
Tujuan
kita mengidentifikasi hasil yang diinginkan.
Di sinilah kita membidik tujuan berkaitan dengan apa yang harus siswa tahu, mengerti, dan mampu lakukan.
Fokus dari tahap ini adalah guru menentukan pemahaman yang akan selalu diingat oleh siswa setelah mengikuti pelajaran.
Dipertimbangkan beberapa pertanyaan yang cukup provokatif untuk membimbing penyelidikan siswa ke dalam ide-ide besar.
Essential Learning
a. Materi Pokok ditentukan dengan menganalisa kompetensi dasar yang ada.
- Pengetahuan: berkaitan dengan apa yang harus diketahui siswa. Pengetahuan di sini meliputi faktual, konseptual, prosedural.
- Keterampilan: berkaitan dengan apa yang harus bisa dibuat atau dihasilkan siswa dan apa yang harus bisa didemonstrasikan oleh siswa.
- Sikap : berkaitan dengan apa yang harus diterapkan oleh siswa.
Materi Pokok
Indikator
Understanding
School Value
b. Indikator: adalah kombinasi antara materi pokok dengan kata kerja operasional.
c. Understanding: diperoleh dari analisa SK dan KD. Understanding ini berupa kalimat lengkap, fokus pada gagasan besar, tidak dapat dimengerti secara langsung dan penuh. Secara khusus apa yang akan diingat siswa ketika mereka menjadi dewasa. Ini merupakan salah satu kunci backward design. Seseorang tidak bisa belajar hanya dengan menghafal. Belajar yang benar adalah tentang menggali lebih dalam.
dalam merumuskan school value guru menuliskan nilai-nilai hidup yang muncul dari essential learning (materi pokok, indikator, understanding) dan melihat kesesuaian nilai-nilai tersebut dengan nilai-nilai yang diperjuangkan oleh sekolah. Untuk mudahnya, school value ini bisa ditemukan dalam visi-misi sekolah, dan seluruh tradisi baik yang sudah diperjuangkan selama ini.
Penilaian
Evidence merupakan bukti pencapaian hasil. Pada tahap kedua kita mempertimbangkan bukti pembelajaran.
Bagaimana kita akan tahu apakah siswa telah mencapai hasil yang diinginkan dan memenuhi standar isi? Bagaimana kita akan tahu bahwa siswa benar-benar memahami ide-ide besar yang diberikan? Apa yang akan kita terima sebagai bukti kemampuan mereka?
Mendesain rancangan bukti hasil belajar di depan akan membantu guru merancang strategi pembelajatan yang lebih sesuai dengan tujuan dan bukti hasil belajar.
Penilaian
Assessment yang lain
APA: Anchor Performance Assessment
Self Assessment
Informal check for understanding
untuk memberikan informasi kepada guru dan siswa tentang proses pembelajaran yang telah berlangsung. Beberapa contoh yang bisa diberikan: exit pass, retelling, response cards, physical response, dll.
pertanyaan
Pertanyaan terbuka yang menuntut siswa berpikir kritis tidak hanya sekedar menghafal. Maka tentu akan banyak kemungkinan jawaban dan strategi untuk menjawab soal.
Quiz dan Tes
mengukur informasi faktual, konsep dan keterampilan yang terpisah-pisah. Pada bagian ini umumnya hanya ada satu jawaban yang benar.
unjuk produk.
kriteria penilaian dalam bentuk rubrik.
Untuk membuat APA ini, guru perlu melihat lagi bagian understanding yang sudah dirumuskan lalu mengidentifikasikannya dengan konteks dunia nyata.
3. Rencana Pembelajaran
Rencana kegiatan ini berkaitan dengan apa saja yang perlu diajarkan dan dilatihkan kepada siswa, dan bagaimana hal (pelajaran) seharusnya diajarkan?
Pada bagian ini urutan kegiatan juga dipertimbangkan supaya sesuai hasil yang diinginkan.
Dalam merencanakan kegiatan pembelajaran, kita mempertimbangkan unsur-unsur WHERETO (dijelaskan di bawah) sebagai pedoman. Pedoman ini akan membuat pembelajaran menjadi menarik dan efektif, serta membantu untuk tetap berfokus pada tujuan dan bukti pencapaian hasil.
a. Where: tujuan, ekspektasi, relevansi dan nilai perlu disampaikan kepada siswa di awal proses pembelajaran. Tujuan berkaitan dengan tujuan pembelajaran. Ekspektasi berkaitan dengan tugas beserta kriteria (rubrik) yang harus dipenuhi. Relevansi dan nilai lebih berkaitan dengan alasan mempelajari materi tersebut. (PPR = “konteks siswa”).

b. Hook: melibatkan, hal yang dapat membuat siswa tertarik dan terlibat secara penuh (misalnya: pertanyaan provokatif, tantangan, fakta aneh, masalah, prediksi eksperimen, pengalaman pribadi, humor).

c. Equip: perlengkapan yang dimaksudkan berupa pengetahuan/informasi dan keterampilan yang diberikan untuk membekali siswa dalam memenuhi tuntutan hasil belajar. Ini akan membantu siswa untuk mengeksplorasi essential learning.
c. Equip: adalah pengetahuan/informasi dan keterampilan yang diberikan untuk membekali siswa dalam memenuhi tuntutan hasil belajar. Ini akan membantu siswa untuk mengeksplorasi essential learning.

d. Rethink and Revise: kesempatan memperbaiki/merevisi pekerjaan berdasar feedback yang diberikan. Ini akan membantu siswa memperdalam pemahamannya.

e. Evaluate: self assesment, siswa diberi kesempatan untuk melakukan evaluasi diri.

f. Tailor: merangkai seluruh rencana yang sudah disiapkan supaya bisa mengakomodasi keberagaman siswa (entah itu konteks pemahaman ataupun ketertarikan mereka terhadap materi yang akan diajarkan).

g. Organize: Seluruh Strategi terangkai dan terorganisir dgn baik dan logis.
Bwd dan ppr?
BWD : cara berpikir sistematis dalam menyusun rencana kegiatan pembelajaran
PPR :
dimensi refleksi yang penting untuk membentuk pola pikir/suara hati siswa. PPR mengarah pada karakter competence, conscience, compassion (3 C).
3 C harus dicapai by design bukan by chance apalagi by accident. Maka perlu UBD/BWD
Pengalaman - Aksi = tidak cukup. Pentingnya refleksi melampaui hafalan, bahkan melampaui penalaran.
Refleksi = mendorong siswa memikirkan pentingnya apa yang dipelajari. Dengan demikian ia berkembang menjadi pribadi 3 C.
Understanding by Design!
yang utama:
Full transcript