Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Istri Polisi Mutilasi Anak yang baru berusia 1 tahun

No description
by

Dina Mardinawati

on 4 October 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Istri Polisi Mutilasi Anak yang baru berusia 1 tahun

Istri Polisi Mutilasi Buah hatinya yang baru berusia 1 tahun
Sejumlah saksi pembunuhan disertai mutilasi yang dilakukan Mudmainah alias Iin (30) sempat melihat membawa dua buah hatinya untuk membeli pulsa. Penjual pulsa Apin (50) mengatakan, pada Minggu, 2 Oktober 2016 siang, Iin membawa anaknya Arjuna (1) dan Kalisa (2) mendatang konter untuk membeli pulsa.
Mutilasi yang dilakukan Iin terhadap dua buah hatinya, Arjuna (1), dan Kalisa (2), membuat tetangga menjadi heran. Pasalnya, tak ada konflik yang terjadi antara keluarga kecil yang baru menikah beberapa tahun lalu. "Pernikahannya baik-baik saja, Iin sayang banget sama anaknya, kehidupan mereka mesra, maklum kan pengantin baru," tutur Maryam (54), warga sekitar lokasi
Mutmainah alias Iin
Deny menggendong Kalisa (2) sehabis menemukan Istrinya membunuh bayi laki-lakinya
Jenazah Alm Arjuna (1) dibawa kerumah duka
Conclusion
Kasus
Diduga alami stress berat, Mudmainah (28), tega memutilasi anak kandungnya sendiri yang masih berumur satu tahun, di Kawasan Gang Jaya 24 Tegal Alur, Cengkareng, Jakarta Barat
Foto Alm. Arjuna (1) tersebar di media Whats app
Treatment yang digunakan
Treatment yang digunakan ada 2 yaitu,

1. Pendekatan Behaviorisme

Melakukan variasi kondisi stimulus.serta mencatat perubahan respon spesifik. Klien yang berkecenderungan kecil menggunakan tes proyeksi, menggunakan subjective ratings yang objektif.

2. Pendekatan Psikodinamik

Mengungkap makna simbolik dari perilaku. Klien akan lebih disusulkan bercerita sambil menceritakan perlahan dengan tes TAT atau Rorschach.


Foto Kontrakan Deny dan Iin Setelah ada pembunuhan
Analisis
Berdasarkan teori psikoanalisa Sigmund Freud, dilihat dari struktur kepribadiannya:
Iin memiliki dorongan id yang besar, yaitu dia tidak bisa mengontrol dirinya untuk tidak membunuh anak kandungnya sendiri dikarenakan tekad untuk menyembuhkan sang kakak. Ditambah lagi dengan tuntutan superego yang kuat dari ilmu yang dipelajarinya, menyebabkan ia bertindak seakan hal tersebut boleh saja dilakukan pada lingkungan masyarakat.

Akibatnya ego yang muncul ialah Iin benar-benar membunuh dengan cara memutilasi anaknya. Pada kasus Iin, ia mengalami beberapa defense mechanism. Pertama, denial ketika ditanya perasaannya membunuh anaknya dan mengira itu hanya boneka saja. Ia juga mengalami represi ketika bertemu di lingkungan masyarakat. Sehingga para tetangga tetap mengenal baik dirinya dan tidak percaya mengapa ia berbuat seperti itu..

Kejadian itu terjadi di kamar kontrakannya, Jalan Jaya 24, No 24, RT04/10, Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu 2 Oktober 2016 sekira pukul 21.00 WIB. Tak jauh dari pasar Menceng, Kalideres, Jakarta Barat. "Jari tangan, kakinya, hingga kemalauanya ikut dipotong," tutur Maryam (54), warga sekitar ketika ditemui di lokasi.
Selanjutnya menurut pola keluarga patogenik, Keluarga Mudmainah termasuk ke dalam Keluarga Antisosial yaitu keluarga yang menunjukkan sikap antisosial, dimana keluarga tersebut menganut nilai yang tidak disetujui oleh masyarakat sekitarnya, yaitu Mudmainah mempelajari ilmu tertentu serta pembunuhan dan berdasarkan kriteria yang didasarkan pada prosedur diagnosis, Mudmainah termasuk ke dalam Berisiko bagi diri sendiri dan orang lain serta perilaku yang tidak dapat diterima secara budaya dan sosial.

Berisiko bagi diri sendiri dan orang lain
Mudmainah selain memutilasi anak keduanya dia juga mengancam tetangga serta suaminya dan dia juga melukai telinga Kalisa

Perilaku yang tidak dapat diterima secara budaya dan sosial
Sementara perilaku yang tidak dapat diterima secara budaya dan sosial yaitu perilaku Mudmainah yang tiba-tiba memutilasi anaknya, padahal menurut tetangganya, hubungan dia dengan suaminya serta dia dan anak-anaknya baik-baik saja

Dari penuturan Karimin, diketahui, keluarga kecil itu baru dua bulan mengontrak. Kehidupan harmonis sering ditunjukannya kepada warga. Seperti bermain dengan anak dan berpergian bareng. Usai menghabisi nyawa buah hatinya, Iin terlihat bugil dan menghidangkan beberapa potong bagian tubuh anaknya di piring plastik ruang tamu kontrakannya.
Tersangka pemutilasi bayinya sendiri, diduga mengalami gangguan psikologis. Sebelum kejadian pembunuhan itu, dia diketahui sering ketakutan dan berhalusinasi melihat hal aneh. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar (Kombes) Awi Setiyono mengatakan, sepekan sebelum pembunuhan, Mudmainah juga sering menangis dan berbicara sendiri. “Dia terlihat seperti depresi berat. Wajahnya juga sering pucat,”
Sebelum kejadian pembunuhan itu, dia diketahui sering ketakutan dan berhalusinasi melihat hal aneh. Ini terlihat dari kondisi darah yang sudah mengering dan teriakan anak pertama, Kalisa (2). Tetangga korban sebelah kamar, Karimin (55), mengatakan, sejak siang sekira pukul 13.00 WIB, dirinya mendengar teriakan histeris Kalisa.
Teriakan itu terdengar berulang kali hingga menjelang sore hari. Sembari berteriak, kuat dugaan ia berlari sekeliling kamar kontrakan.Meski curiga dengan hal tersebut, namun Karimin tak berani menegur, ia memilih diam, sebelum akhirnya Deny datang ke kontrakan sekitar pukul 20.00 WIB.
Apin menuturkan, saat membeli pulsa itu, Iin terlihat begitu sayang dengan kedua anaknya. "Arjuna digendong dan dia mencium kepala bayinya itu berulang ‎kali," ucapnya. Sementara Kalisa, lanjut Apin, terlihat dituntun dan sesekali bocah mungil itu merengek manja minta jajan. Meski demikian, Iin sabar meladeni Kalisa, ketiga kemudian ke warung untuk membeli jajan. "Dia (Iin) sayang banget sama anaknya. Enggak pernah ada marah-marah kepada kedua anaknya," ucapnya.
Tindakannya dilakukan agar salah satu kakaknya yang bisu bisa bicara kembali.
Keterangan itu diapat dari Kakak Iin yang bernama Wahidin.
"Untuk mengobati kakak yang bisu ada lima yang dipotong, kuping, lidah kemaluan dan jari kaki. Lidahnya harus ditindik,"

Penyebab tingkah laku abnormal Iin disebabkan oleh psikologis dan sosiokultural. Pada tingkah laku abnormal psikologis Iin ialah ia ingin menyembuhkan kakaknya agar bisa kembali berbicara. Sedangkan pada sosiokultural ajaran ilmu tertentu yang di berikan padanya mempengaruhi aktivitas dia sehari hari. Berbicara sendiri, merasakan hal gaib dan mendengar perintah untuk membunuh anaknya.
Full transcript