Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Pengertian Pemotong dan Pemungut Pajak

No description
by

panca ruli

on 29 March 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Pengertian Pemotong dan Pemungut Pajak

Pemotongan dan Pumungutan Pajak
Pemotongan secara umum berarti pihak yang dipotong membayar pajak dengan cara dipotong dari dasar pemotongan pajak. Contoh PPH Pasal 21/26 dan PPH Pasal 23
Pemungutan secara umum berarti pihak yang dipungut membayar pajak diluar dasar pemungutan pajak, contoh PPh 22, PPN dan PPnBM
Mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP kekantor Pelayanan Pajak

Kewajiban Bendaharawan Pemungut PPh Pasal 22
a. Hendaknya Bendahara mempunyai Rekanan yang telah memiliki NPWP sehingga akan berlaku tarif pemungutan sebesar 1,5% dan SSP adalah atas nama dan NPWP rekanan, tetapi ditandatangani oleh Bendahara selaku Pemungut PPh Pasal 22
4. Kewajiban pemotong PPh 23
a. Memberikan bukti pemotongan/pemungutan PPh pasal 23 kepada WP
5. Kewajiban pemotong pajak PPh 26
a. Menyetor hasil pemotongan setelah pemotongan atau selambat-lambatnya tanggal 10 masbulan berikutnya
Pengertian Pemotong dan Pemungut Pajak
PPh Pemotongan dan Pemungutan adalah salah satu bentuk teknik pengumpulan pajak yang mempercayakan pemungutan pajak kepada pihak ketiga. Pajak Penghasilan yang dipotong atau dipungut pada hakikatnya adalah pembayaran dimuka
Kewajiban Pemotong PPh Pasal 21/26
Menghitung, memotong, menyetorkan dan melaporkan yang terutang untuk setiap bulan kalender
Memberikan bukti pemotongan pph 21 atas penghasilan yang diterima atau diperoleh pegawai tetap atau penerima pension berkala paling lama 1 bulan setelah tahun kalender berakhir.
b. Bendahara dalam hal ini memungut Pajak si Penjual. Bagi Rekanan PPh Pasal 22 yang telah dipungut Bendahara dapat dikreditkan di SPT Tahunan sebagai pengurang PPh Terutang
c. menyetor ke bank persepsi atau Kantor Pos dan Giro pada hari yang sama dengan pelaksanaan pembayaran atas penyerahan barang,
b. Menyetorkan hasil pemotongan ke kas Negara(bank-bank pemerintah,kantor pos, dan giro) dengan menggunakan formulir Surat Setoran Pajak (SSP)
c. Melaporkan hasil pemotongan atau pemungutan dengan surat pemberitahuan SPt masa PPh psl 23
b. Menyampaikan surat pemberitahuan masa selambat-lambatnya tanggal 20 masa bulan berikutnya.
Jenis Penghasilan /Beban yang merupakan objek Potongan dan pemungutan
pasal 21.
Penghasilan gaji
uang pensiun
honorarium

pasal 22
impor barang
penyerahan atau penjualan produk2 tertentu

pasal 23
deviden
bunga
pasal 26
pensiun
hadiah dan penghargaan
prinsip taxable deductible merupakan prinsip dalam perencanaan pajak yaitu :
mengubah biaya biaya yang tidak boleh dikurangkan menjadi biaya yang boleh dikurangkan atau sebaliknya mengubah penghasilan yang merupakan objek pajak manjadi penghasilan yang bukan objek pajak
Perencanaan Pajak untuk Transaksi Potongan Pemungutan
Penghematan Pajak PPh Pasal 22 dengan cara menggunakan Angka Pengenal Impor (API) karena bisa melakukan tax saving sebesar 5%. Dimana jika memiliki API maka tarif hanya 2,5% dibandingkan non API yang mencapai 7,5% dari nilai impor.
Perencanaan Pajak untuk Transaksi Pot/Put
Full transcript