Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Copy of Analisis utang luar negeri terhadap pertumbuhan Indonesia ta

No description
by

arifta nuzulla

on 28 October 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Copy of Analisis utang luar negeri terhadap pertumbuhan Indonesia ta

115020400111006
ARIFTA NUZULLA
URAIAN TEORITIS
Metode Penelitian
1. Ruang lingkup
Kesimpulan
1. Dari hasil estimasi, hubungan antara kedua variabel yaitu Hutang luar negeri dan pertumbuhan ekonomi memiliki hubungan 2 arah atau feedback, artinya kedua variabel tersebut saling mempengaruhi satu sama lainnya.
Analisis utang luar negeri terhadap
pertumbuhan ekonomi Indonesia
tahun 2007-2011

PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
PERUMUSAN MASALAH
TUJUAN PENELITIAN
MANFAAT
Perekonomian Indonesia mengatasi guncangan ekonomi dari luar adalah membengkaknya pengeluaran yang dikeluarkan oleh pemerintah sehingga mengakibatkan defisit pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Juli 2011 berjumlah 1.733,64 triliun Rupiah yang dialokasikan untuk lingkungan hidup sebesar 10,6 triliun Rupiah, kesehatan 14,69 triliun Rupiah, perumahan dan fasilitas umum 26 triliun Rupiah, pertahanan 64,3 triliun Rupiah, pendidikan 95,6 triliun Rupiah, dan ekonomi 97,5 triliun Rupiah.

TOTAL HUTANG
Jumlah itu naik 56,79 triliun Rupiah jika dibandingkan dengan jumlah utang luar negeri Indonesia pada Desember 2010 yang sebesar 1.676,85 triliun Rupiah
PERUMUSAN MASALAH
timbal balik utang luar negeri dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2007-2011
keseimbangan jangka panjang antara utang luar negeri dengan
pertumbuhan ekonomi indonesia tahun 2007-2011
hubungan antara utang luar negeri dengan pertumbuhan ekonomi
di Indonesia sebelum dan sesudah krisis tahun 2008
TUJUAN PENELITIAN
1. Untuk mengetahui hubungan timbal balik antara utang luar negeri dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia
2. Untuk mengetahui hubungan keseimbangan jangka panjang antara utang luar negeri dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia
3. Untuk mengetahui pengaruh Utang luar negeri (foreign debt) terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sebelum dan sesudah krisis moneter tahun 2008.

perhitungan laju pertumbuhan ekonomi
Pertumbuhan ekonomi adalah proses dimana terjadi kenaikan produk nasional bruto riil atau pendapatan nasional riil. Jadi perekonomian dikatakan tumbuh atau berkembang bila terjadi pertumbuhan output riil. Definisi pertumbuhan ekonomi yang lain adalah bahwa pertumbuhan ekonomi terjadi bila ada kenaikan output perkapita. Pertumbuhan ekonomi menggambarkan kenaikan taraf hidup diukur dengan output riil per orang (Boediono, 1981:2)
PDB Menurut harga berlaku
PDB menurut harga konstan
FAKTOR PENENTU PERTUMBUHAN EKONOMI
faktor internal
faktor ekternal
ΔPDB (t) = [PDB (t) – PDB (t-I) / PDB (t-I)] × 100 %
r = [n - 1 ] x 100%
atau dengan compounding factor,
tn = t0 (1 + r )n-1

Pertumbuhan ekonomi
2007 = 6,3 %
2008 = 6,1%
2009 = 4,5%
2010 = 6,0%
2011= 6,2%
GDP
2007 = Rp 3.957 T
2008 = Rp 4.954 T
2009 = Rp 5,613 T
2010 = Rp 6,311 T
2011 = Rp 7,071 T
menurunnya kinerja nereca pembayaran
tekanan pada nilai tukar rupiah
dorongan pada laju inflasi
Dari perspektif negara donor setidaknya ada dua hal penting yang dianggap memotivasi dan melandasi bantuan luar negeri ke negara-negara debitor. Kedua hal tersebut adalah motivasi politik (political motivation) dan motivasi ekonomi (economi motivation), dimana keduanya mempunyai keterkaitan yang sangat erat yang satu dengan yang lainnya (Basri, 2003 : 101).
timbulnya utang luar negeri
beban cicilan
Teori
TEORI
kenaikan investasi
menjaga dan mempertahankan tingkat pertumbuhan untuk perubahan dan perombakan substansial
mobilitas sumber dana dan transformasi struktural
indokator mengukur beban utang
Debt service ratio
Debt to export ratio
Debt to GDP Ratio
2. Jenis dan Sumber Data
3. Metode Analisis
4. Hipotesa
1. Uji T
2. Uji F
3. Uji OLS
4. Uji Normalitas
UJI PENYIMPANGAN ASUMSI KLASIK
a. multikolinearitas
b. autokolinearitas
H1 : Utang luar negeri ( foreign debt ) memiliki hubungan dua arah yang signifikan dengan pertumbuhan ekonomi, ceteris paribus.
H2 : Utang luar negeri memiliki hubungan keseimbangan jangka panjang yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, ceteris paribus.
H3 : Utang luar negeri memilki hubungan positif dengan pertumbuhan ekonomi sebelum dan sesudah krisis ekonomi, ceteris paribus.

Pertumbuhan
Ekonomi
Krisis
Moneter
UTANG
LUAR NEGERI
krisis moneter dan faktor-faktor penyebabnya
BEBAN CICILAN DAN BUNGA
Di awal krisis Utang luar negeri kita bertambah
US$ 42, 3 milyar.
Terdiri dari:
a. Pinjaman dari IMF sebanyak US$ 11,2 milyar,
b. Pinjaman multilateral sebanyak US$10.0 milyar,
c. Pinjaman bilateral sebanyak US$ 21,1milyar

c. Heteroskedastisitas
2. Berdasarkan hasil uji kointegrasi menunjukkan bahwa kedua variabel utang luar negeri dan pertumbuhan ekonomu memiliki hubungan stasioner pada tingkat second difference yang berarti bahwa terdapat hubungan jangka panjang antara utang luar negeri dan pertmbuhan ekonomi Indonesia.

3. Utang luar negeri memiliki pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi sebelum dan sesudah krisis moneter. Hal ini ditunjukkan oleh koefisien utang luar negeri yaitu sebesar 0.555. Artinya setiap kenaikan utang luar negeri sebesar 1% maka pertumbuhan ekonomi akan naik sebesar 0.555%, ceteris paribus.
Saran
1. Perkembangan utang luar negeri harus diperhatikan agar tetap berada pada posisi normal dan menguntungkan pembangunan ekonomi bukan untuk menambah beban perekonomian di Indonesia.
2. Perkembangan pertumbuhan ekonomi tiap tahunnya harus diperhatikan agar tetap stabil peningkatannya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat
3. Krisis ekonomi harus tetap diwaspadai karena dapat menghambat laju pertumbuhan ekonomi dan sendi-sendi perekonomian yang pada akhirnya dapat mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi.
Full transcript