Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Alat Perekat Hidrolisis

No description
by

Nurhani Humaira

on 6 September 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Alat Perekat Hidrolisis

Bahan Perekat Hidrolisis

design by Dóri Sirály for Prezi
Bahan perekat hidrolis adalah suatu bahan yang apabila dicampur dengan air akan membentuk pasta kemudian mengeras dan setelah mengeras tidak larut kembali dalam air. Jadi bahan perekat hidrolis akan bersifat sebagai perekat apabila berhubungan dengan air.

1. Batuan gips dari alam dipanasi terlebih dahulu pada suhu ± 60°C – 65°C
supaya mudah digiling menjadi tepung gips.
2. Tepung hasil gilingan kemudian dipanggang pada teromol berputar dengan
suhu tidak boleh lebih dai 170°C.
3. Pemanggangan dilakukan selama 1 jam pada suhu tetap, kemudian
diangkat dan disimpan pada tempat kering.
4. Tepung gips hasil pemanggangan digiling halus dan diayak sehingga
kehalusannya lolos pada saringan 170 mesh.
5. Tepung gips yang sudah diayak disimpan pada tempat yang tertutup rapat. 6. Gips hemihidrat yang digunakan sebagai adukan akan mengalami
pengerasan dalam waktu 5 – 10 menit.


Pengertian
Gips merupakan batuan sedimen, yang terbentuk dari proses kimia di alam dengan bantuan kapur dan sulfat, maka terjadi senyawa baru yang membentuk CaSO4.

Pengertian Gips
JENIS-JENIS
GIPS
Gips yang dari alam merupakan senyawa stabil
berbentuk CaSO4 2 H2O.
Gips hemihidrat : Apabila gips alam dipanasi pada suhu di atas 100°C, maka sebagian air molekulnya terlepas dan membentuk CaSO4 ½ H2O dan bersifat tak stabil
Gips anhidrat (CaSO4): mempunyai sifat yang keras dan membatu dan tidak dapat digunakan sebagai bahan perekat pada adukan.

Nurhani H.
Risna B.
Rofita C.

> Gips bila dicampur dengan air akan cepat
mengeras, tidak kuat terhadap iklim
> Gips tidak larut dalam asam garam
> Dalam pembakaran, dapur pembakaran
harus betul-betul bersih dari benda-benda
lainnya

SIFAT-SIFAT GIPS
>
Bila gips alam dipanasi pada suhu di atas 40ºC, maka air

hablurnya mulai menguap.
>
Bila gips alam dipanasi sampai suhu 130ºC - 170ºC, tidak semua air hablurnya menguap sehingga gips mempunyai sifat cepat dapat menarik air kembali. Gips ini disebut dengan gips hemihydrat. Gips jenis ini yang digunakan sebagai bahan perekat hidrolis.

CaSO42H2O CaSO4 H2O-1 H2O
150o C Gips Hemydrat
>
Bila gips alam dipanasi di atas 200ºC semua air hablurnya menguap sehingga gips berubah monad gips anhidrida yang bersifat tidak dapat menarik air dari luar (membatu) sehingga tidak dapat digunakan sebagai bahan perekat.
KEGUNAAN
>Dibuat cetakan untuk membuat benda keramik.
>Untuk dicetak dibentuk hiasan, patung, atau lainnya.
>Dibidang kesehatan dipakai untuk :
- Tepung pembalut, apabila pasien mendapat patah
tulang.
- Sebagai penambal gigi.
- Sebagai cetakan gigi.
>Sebagai perekat hidrolis untuk membuat elemen bangunan.
>Sebagai adukan plesteran
>Sebagai perekat pembuatan kapur tulis
>Dalam pembuatan tahu.

KAPUR
Zaman dahulu pembuatan kapur dilakukan dengan cara membakar batu kapur pada tungku-tungku sederhana. Hasil pembakaran ini kemudian dicampur dengan air dan terbentuklah bahan perekat.
Pada saat ini, kapur banyak digunakan dalam bidang pertanian, industri kimia pharmasi, industri baja, industri karet, industri kertas, industri gula, industri semen, dll.

    a. Batu kapur kalsium (CaCO3) dengan kemurnian
tinggi, bila unsur lain < 5 %
b. Batu kapur Magnesia (CaCO3MgCO3) bila
mengandung 5 – 20 % magnesia magnesium
karbonat.
c. Batu kapur dolomite, bila mengandung
magnesium karbonat > 30 % tetapi < 44 %.

Jenis-Jenis Batu KapurBerdasarkan Kemurnian
D.Batu kapur hidrolis, bila mengandung > 5 % senyawa lain
yang terdiri dari alumina, silica dan besi.
E.Margel, batu kapur yang tercampur tanah liat didapat dalam
bentuk gumpalan lunak dan mudah terlepas. Batu kapur
jenis ini biasanya digunakan sebagai bahan dasar semen.
F.Marmer dan batu kapur padat. Batu kapur ini mengandung
bermacam-macam senyawa lain yang mengalami
metamorphose sehingga mempunyai warna bermacam-
macam, bentuk kristal berbeda-beda dan keadaannya padat
dan keras.

Untuk menghasilkan 1 ton kapur tohor, secara teoritis diperlukan 1,79 ton batu kapur kalsium atau 1,9 ton batu kapur magnesium. Tetapi dalam prakteknya diperlukan minimal 2 ton batu kapur untuk menghasilkan kapur tohor. Hal ini tergantung dari jenis tungku pembakar, efisiensi tungku, sifat batu kapur dan kecermatan dalam pelaksanaan pembakaran dalam tungku. 

Pengolahan Batu Kapur menjadi Kapur
MUTU KAPUR
    Mutu kapur yang dihasilkan suatu industri sangat dipengaruhi oleh :
> mutu dan kemurnian batu kapur sebagai bahan baku
> kesempurnaan pembakaran
> pemadaman kapur tohor.

Perekat hidolis yang biasa digunakan terdiri dari :
1. Gips hemihidrat
2. Kapur padam
3. Pozzolan
4. Semen Portland
JENIS-JENIS BAHAN PEREKAT HIDROLISIS
> Mempunyai sifat plastis yang baik (tidak
getas)
>Sebagai mortel, member kekuatan pada
tembok.
>Dapat mengeras dengan cepat dan mudah.
Mudah dikerjakan.
>Mempunyai ikatan yang bagus dengan batu
atau bata.

SIFAT-SIFAT
1. Prosentase bagian yang aktif dalam kapur, yaitu
kadar CaO, SiO, Al2O3 dan MgO.
2. Kehalusan butiran. Kapur tidak boleh mengandung
butiran kasar, yang biasanya terdiri dari bagian
kapur yang belum terbakar sempurna, terbakar lewat
atau belum terpadamkan.
3. Kekekalan bentuk adukan yang terbuat dari kapur
tersebut.
4. Kekuatan adukan yaitu berupa kuat tekan adukan
yang terbuat dari campuran kapur, pasir dan air.
5. Mengenai mutu dan sifat kapur untuk banguunan
dan pengujiannya tercantum dalam SII 00244-80.
Sifat-sifat Penting Yang Menentukan Mutu Kapur
KEGUNAAN
> Sebagai bahan ikat pada mortel
> Sebagai bahan ikat pada beton. Bila dipakai
bersama-sama Semen Portland, sifatnya
menjadi lebih baik dan dapat mengurangi
kebutuhan semen Portland.
> Sebagai batuan jika berbentuk batu kapur.
> Sebagai bahan pemutih.
Full transcript