Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Copy of Tetes Mata Fisostigmin

No description
by

REZHA ANDHIKA PUTRA

on 17 December 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Copy of Tetes Mata Fisostigmin

Tetes Mata Fisostigmin
ANGGOTA :
Resha Firstiara
Redita Putri
Reski Alhumaira
Ria Amalia
Rini Prasetyaningrum
Riska Kusuma Ratih
Rivaldi
Syarat-syarat harus dipertimbangkan dalam pembuatan dan kontrol terhadap produk optalmik adalah
Kejernihan
Larutan mata harus bebas dari partikel asing dan jernih, kejernihan ini dapat diperoleh dengan filtrasi.
Bahan aktif
Buffer
Viskositas
pH
Idealnya, sediaan mata berada pada pH yang ekuivalen dengan cairanmata yaitu 7,4
Isotonitas (tonisitas)
Stabilitas
Stabilitas obat dalam larutan tergantung pada sifat kimia bahan obat, pH produk, metode penyimpanan (khususnya pengaturan suhu), zat tambahan larutan dan tipe pengemasan. Obat seperti fisostigmin, aktif dan cocok pada mata pada pH 6.8.
Zat tambahan
Pewadahan

PENGERTIAN
Tetes Mata adalah sediaan steril berupa larutan atau suspensi, digunakan untuk mata, dengan cara meneteskan obat pada selaput lendir mata disekitar kelopak mata dan bola mata.
(Farmakope Indonesia edisi III, 1989 : 10)

Tetes mata dapat mengandung bahan-bahan antimikroba seperti antibiotik, bahan antiinflamasi seperti kortikosteroid, obat miotik seperti fisostigmin sulfat atau obat midriatik seperti atropin sulfat.

( Martindale edisi 36, hal 1884 )


Sifat-sifat yang harus dimiliki tetes mata antara lain:
steril
bebas dari partikel-partikel asing
bebas dari efek mengiritasi
mengandung pengawet yang cocok untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme yang berbahaya.
isotonis
stabil secara kimia
Wadah melindungi isi bahan terhadap cahaya
Wadah mempunyai segel yang memuaskan
Pentil karet atau pentil dari bahan-bahan lain adalah penyerap dan sebaiknya dijenuhkan dengan pengawet yang digunakan dalam larutan mata
Wadah di desain untuk penetes yang siap digunakan dan melindungi terhadap kerusakan dan kontaminasi.
Wadah dilengkapi dengan pengaturan racun
Wadah non gelas tidak bereaksi dengan obat-obat atau partikel lain yang menjadi isi larutan.
Keuntungan Tetes Mata
Lebih stabil dibandingkan salep mata
Tidak mengganggu penglihatan saat digunakan

Kerugian Tetes Mata
Waktu kontak yang relatif singkat antara obat dan permukaan yang terabsorsi
Bioavaibilitas kurang

FORMULA

R/ Physostigmini Sulfas 40 mg
Natrii Pyrosulfis 10 mg
Acidi Barici solutio conservans hingga 10 ml


(Formularium Nasional edisi kedua, 1978 : 243-244)

* Acidi Barici solutio conservans adalah larutan yang dibuat dari 2 gram Asam Borat, 10 mg Benzalkonium Klorida, 100 mg Dinatrium Edetat dan air secukupnya hingga 100 ml.
Physostigmini Sulfas (C15H21N3O2)2.H2SO4


agen parasimpatomimetik yang bekerja secara tidak langsung, adalah alkaloid yang biasanya diperoleh dari bibit matang kering Physostigma venenosun.
(AHFS: 2717)

Pemerian: Serbuk putih, tidak berbau, kristal halus. Deliquescent di sebagian besar udara dan menjadi warna merah pada paparan panas, cahaya, atau udara, atau kontak dengan logam dalam waktu lama.

Kelarutan: Larut dalam 1:4 air, 1:0,4 alkohol, dan 1:1200 eter.

Khasiat: Menurunkan tekanan intaokuler pada glakuoma.
(Martindale 36th edition: 1884)

Suhu Leleh: 135°C-140°C
(Parmacopee Netherland edisi V, 1929 : 443)



Natrii Pyrosulfis (Na2S2O5)

Nama Lain: Sodium Metabisulfite

Pemerian: Krisal tidak berwarna atau serbuk kristal putih atau hampir putih.

Kelarutan: Sangat mudah larut dalam air, sangat amat mudah larut dalam alkohol.

pH: 3,5-5,0

Inkompatibilitas dan stabilitas: Sulfur dioksida
(Martindale 36th edition: 1662)

Khasiat: Antioksidan.
(Farmakope Indonesia edisi III, 1979 : 419)
Acidum Boricum (H3BO3)
Nama Lain: Acide borique; acidum boricum

Pemerian: Tidak berbau, tidak berwarna, sisik hampir seperti mutiara berkilau, atau kristal, atau bubuk putih, sedikit kasar bila disentuh.

Kelarutan: Larut dalam 1:18 air, 1:4 air mendidih, 1:18 alkohol, 1:6 alkohol panas, dan 1:4 gliserol.

Stabilitas: Mudah menguap. Membentuk kompleks dengan gliserol yang merupakan asam kuat dari asam borat

Khasiat: biasanya dengan Borax sebagai Buffer dan Antimikroba
(Martindale 36th edition: 2268)


Benzalkonii Chloridum
Campuran alklibenzil-dimentilammonium klorida [C6H5.CH2.N(CH3)2.R]Cl

Nama Lain: Bensalkoniumklorid, Benzalconio Cloruro

Pemerian: Serbuk putih atau putih kekuningan, atau potongan gelatin putih kekuningan, higroskopis dan bersabun jika disentuh.

Kelarutan: Sangat mudah larut dalam air dan dalam alkohol; bentuk anhidrat larut dalam 1:100 eter, 1:6 benzena.

Inkompatibilitas: Sabun, sitrat, iodida, nitrat, permangan salisilas, garam perak, tartrat, dan zink oksida dan sulfat.

Khasiat: Bahan pengawet pada sediaan mata dengan konsentrasi 0,01%-0,02%.
(Martindale 36th edition: 1629)
Dinatrii Edetat (C10H14N2Na2O8.2H20)

Mengandung tidak kurang dari 99,0% dan tidak lebih dari 101,0% C10H14N2Na2O8 dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan.

Pemerian: Serbuk hablur; putih

Kelarutan:Larut dalam air
(Farmakope Indonesia edisi IV: 329)
Aqua Sterile Pro Injectione
adalah air yang dimurnikan dengan cara destilasi atau proses pemurnian untuk menghilangkan zat kimia atau mikroorganisme.

Nama lain: Aqua ad iniectabilia; Aqua ad injectionem
(Martindale 36th edition: 2414)

Pemerian: Cairan, jernih, tidak berwarna; tidak berbau.
(Farmakope Indonesia edisi IV: 112)
Perhitungan Bahan
pH: 4,0-6,0
( Martindale 36th edition: 1463)
Cara Pembuatan
Tinjauan Sifat Fisika Kimia Bahan Obat
Full transcript