Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Penyimpangan Sosial

Perilaku Menyimpang, Sikap Anti Sosial, Pengendalian Sosial
by

likuidita yona

on 25 February 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Penyimpangan Sosial

Perilaku Menyimpang 3 Istilah yang Berkaitan dengan Sikap Antisosial Sifat Pengendalian Sosial Lembaga Pengadilan Sosial Quote Pengendalian Sosial Peter L. Berger Pengertian 1. Anti Konformitas (rebellion) Penyimpangan Sosial Preventif
semua bentuk pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya pelanggaran
ex: razia SIM Kepolisian Lembaga Pendidikan




Pengadilan Tokoh Masyarakat




Adat Istiadat Perilaku Menyimpang, Sikap Antisosial, dan Pengendalian Sosial Pengertian James Van der Zanden Perilaku menyimpang merupakan perilaku yang dianggap sebagai hal tercela dan di luar batas toleransi sejumlah besar orang Robert M.Z.Lawang Perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial, dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang untuk memperbaiki perilaku tersebut Bruce J, Cohen Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan kehendak masyarakat Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma yang ada di dalam masyarakat. Ciri-Ciri Perilaku Menyimpang
Penyimpangan harus dapat didefinisikan
Penyimpangan bisa diterima dan ditolak
Penyimpangan itu relatif 1. 2. 3. 4. Penyimpangan dilakukan terhadap budaya ideal 5. Terdapat norma-norma penghindaran dalam penyimpangan 6. Penyimpangan sosial bersifat adaptif Contoh-Contoh Perilaku Menyimpang Danke! Adinda Pradnya Pinastika (X5/02)
Likuidita Yona Ramadini (X5/08)
Vianeztia Violetta Yosari (X5/20)
Alvirkan Hafidz Arafadh (X5/23)
Amar Tazaka (X5/24)
Eric Kurniawan (X5/27) Sikap Antisosial @dindapinastika @likuiditaa_yona @vianeztiaviolet @nalvirkhan @tazakaa @EricKoerniawan GROUP I Penyalahgunaan Narkoba Perkelahian Pelajar Seks di Luar Nikah Kecanduan Alkohol Menurut Kathleen Stassen Berger, sikap antisosial sering dipandang sebagai sikap & perilaku yang tidak mempertimbangkan penilaian & keberadaan orang lain di sekitarnya.

dibagi menjadi 2:
dilakukan secara sengaja
dilakukan karena tidak peduli 2. Aksi Antisosial 3. Antisosial grudge pelanggaran terhadap norma-norma & nilai-nilai yang disengaja (ex : mencuri, membunuh, dll.) menempatkan kepentingan pribadi di atas kepentingan umum (ex: manipulasi keuangan organisasi) dendam terhadap masyarakat / aturan sosial tertentu sehingga menimbulkan perilaku menyeleweng (ex: KDRT) Pengendalian sosial adalah berbagai cara yang digunakan masyarakat untuk menertibkan anggotanya yang menyimpang. Joseph S. Roucek Pengendalian sosial adalah segala proses baik direncanakan maupun tidak, bersifat mendidik, mengajak, bahkan memaksa warga masyarakat agar mengikuti kaidah dan nilai-nilai sosial yang berlaku. pengendalian sosial (social control) adalah pengawasan kepada suatu masyarakat agar tercipta keserasian. Ciri-ciri:
1. memiliki metode tertentu
2. bertujuan mencapai keseimbangan antara stabilitas dengan perubahan2 yang terjadi
3. dapat dilakukan oleh suatu kelompok terhadap individu/kelompok lain
4. terkadang tanpa disadari terdapat timbal balik Represif
bertujuan untuk mengembalikan keserasian yang pernah terganggu karena terjadinya suatu pelanggaran
ex: mendenda pelanggar peraturan lalu lintas Fungsi Pengendalian Sosial 1. Mempertebal keyakinan masyarakat terhadap norma sosial
a. melalui lembaga pendidikan (sekolah/keluarga)
b. melalui sugesti sosial
c. menonjolkan kelebihan norma-norma yang dimaksud
2. Mengembangkan rasa malu
3. Mengembangkan rasa takut
4. Menciptakan sistem hukum Agar anggota masyarakat tetap melakukan perbuatan baik & memberi contoh yang baik pula kepada orang lain di sekitarnya, berilah imbalan, seperti reward, pujian, penghormatan, dan lain sebagainya :p Sebab Terjadinya Perilaku Menyimpang Sudut Pandang Sosiologi Proses interaksi sosial, internalisasi nilai, dan kontrol sosial, tidak selalu sempurna. Selalu ada hal-hal yang bisa mengakibatkan perilaku seseorang tidak sesuai dengan tuntutan masyarakat. Akibatnya, terjadilah perilaku menyimpang. Perilaku menyimpang karena sosialisasi Perilaku menyimpang disebabkan oleh adanya gangguan pada proses penyerapan norma dan nilai saat sosialisasi, dan juga saat pengamalannya. Seseorang biasanya hanya menyerap nilai dan norma yang sesuai dengan dirinya / orang orang sekitarnya.
(ex: remaja yang bergaul dengan teman-teman yang berpakaian kurang sopan akan ikut berpakaian serupa) Perilaku menyimpang karena anomie Anomie diartikan sebagai suatu keadaan masyarakat tanpa norma Perilaku menyimpang karena differential association Menurut Edwin H. Sutherland, penyimpangan terjadi akibat adanya asosiasi yang berbeda terhadap kejahatan. Semakin tinggi derajat interaksi dengan orang yang berperilaku menyimpang, semakin tinggi pula kemungkinan seseorang bertingkah laku menyimpang.
(ex: seorang anak yang tinggal di lingkungan pencopet akan memiliki kecenderungan yang tinggi untuk belajar mencopet) Perilaku menyimpang karena pemberian julukan Bila kita mencap seseorang sebagai orang yang menyimpang, maka cap tersebut akan mendorong orang itu untuk berperilaku menyimpang (dikemukakan oleh Edwin H. Lemert)
ex: misal A mencuri penghapus B, B dan teman-temannya memanggil A pencuri, maka A akan mengidentifikasikan dirinya sebagai pencuri sejati dan melanjutkan, mempertegas, dan meningkatkan tingkat tindakan pencuriannya Anomie adalah situasi tanpa norma dan tanpa arah, sehingga tidak tercipta keselarasan antara kenyataan yang diharapkan dan kenyataan sosial yang ada. Ini terjadi karena di dalam suatu masyarakat terdapat banyak norma dan nilai yang bertentangan. Yang terjadi adalah konflik nilai, sehingga masyarakat tidak mempunyai pegangan untuk menentukan arah perilakunya. Gejala ini merupakan kenyataan dasar pada masyarakat modern. Emmile Durkheim Anomie disebabkan adanya ketidakharmonisan antara tujuan budaya dengan cara-cara legal yang disepakati masyarakat untuk mencapai tujuan budaya tersebut.
Penyimpangan sosial terjadi ketika orang melakukan cara tak legal untuk mencapai tujuan budaya (yang dimaksud tujuan budaya di sini menurup penelitiannya di Amerika Serikat adalah kekayaan) R
O
B
E
R
T K. M
E
R
T
O
N Konformitas sikap menerima tujuan budaya yang telah disepakati masyarakat dan berusaha mencapai tujuan tersebut secara legal Inovasi sikap menerima tujuan budaya yang telah disepakati namun menolak untuk memakai cara-cara legal dan telah disepakati guna mencapainya Ritualisme sikap menolak tujuan budaya namun tetap mempergunakan cara-cara yang legal dan telah disepakati untuk mencapai tujuan Retratisme sikap menolak tujuan budaya dan cara-cara legal yang telah disepakati masyarakat untuk mencapainya Pemberontakan sikap menolak tujuan budaya dan cara-cara legal untuk mencapainya, lalu mencoba untuk menciptakan tujuan budaya yang baru Sudut Pandang Biologi Sebagian besar ilmuwan abad ke-19 berpandangan bahwa kebanyakan perilaku menyimpang disebabkan oleh faktor-faktor biologis., seperti tipe fisik tubuh. Ilmuwan yang melakukan studi tentang ini beberapa di antaranya adalah Sheldon dan Cesare Lombroso. Sedangkan para ilmuwan lainnya menganggap faktor biologis tidak berpengaruh sama sekali. Sudut Pandang Kriminologi dibagi menjadi 2 teori:
1. Teori Konflik (konflik budaya & kelas sosial)
2. Teori Pengendalian (kepercayaan, ketanggapan, keterikatan, dan keterlibatan) a. Konflik budaya
terjadi apabila dalam suatu masyarakat terdapat sejumlah kebudayaan khusus yang masing-masing cenderung tertutup sehingga mengurangi kemungkinan timbulnya kesepakatan nilai.
b. Konflik kelas sosial
terjadi akibat suatu kelompok menciptakan peraturan sendiri untuk melindungi kepentingannya. a. Kepercayaan
mengacu pada norma yang dihayati
b. Ketanggapan
sikap tanggap seseorang terhadap pendapat orang lain
c. Keterikatan
berhubungan dengan berapa banyak imbalan yang diterima seseorang atas perilakunya yang konformis
d. Keterlibatan
mengacu pada kegiatan seseorang dalam berbagai lembaga masyarakat Sudut Pandang Psikologi Teori psikologi berpandangan bahwa penyakit mental dan gangguan kepribadian berkaitan erat dengan beberapa bentuk perilaku menyimpang. Sigmund Freud membagi diri manusia menjadi 3 bagian: Id (tidak sadar, naluriah, dan impulsif), Ego (sadar dan rasional), Superego (menyerap nilai kultural, sebagai suara hati). Jenis-Jenis Perilaku Menyimpang A. Berdasarkan kekerapannya 1. Penyimpangan Sosial Primer
bersifat sementara, orang yang melakukannya masih dapat diterima oleh masyarakat karena tidak melakukan penyimpangan secara terus menerus.
2. Penyimpangan Sosial Sekunder
dilakukan oleh pelaku secara terus-menerus meskipun telah diberi sanksi, orang yang melakukannya dikenal secara umum sebagai "pelanggar" dan tidak diterima oleh masyarakat B. Berdasarkan jumlah orang yang terlibat 1. Penyimpangan Individu
dilakukan sendiri tanpa orang lain
2. Penyimpangan Kelompok
dilakukan bersama-sama dalam suatu kelompok tertentu "Those who talk about individuality the most are the ones who will become the most object to deviation, and in a few years it may be the other way around. Some day everybody will just think what they want to think, and then everybody will probably be thinking alike" -Andy Warhol-
Full transcript