Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Pergi ke Tanah Suci, Sucikan Hati dan Jiwa

Dipersembahkan kepada sahabat-sahabat yang hendak menunaikan ibadah umrah-haji agar menjadi perjalanan yang menyejarah.
by

Rifki Sya'bani

on 2 April 2012

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Pergi ke Tanah Suci, Sucikan Hati dan Jiwa

Pergi ke Tanah Suci, bukan
Sekedar Jalan-Jalan Biasa

mengemas perjalanan ibadah jadi begitu berkesan
bukti tertinggi kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya
Sebagai pilar ke-5 dari sendi dasar rukun Islam
“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta [yang kurus] yang datang dari segenap penjuru yang jauh, (QS. al-Haj 22:27).
sebagai napak tilas dalam meneladani konsep ketauhidan Nabi Allah Ibrahim 'Alaihissalaam.
Mengapa kita harus pergi haji?
Terciptanya suatu suasana indah untuk saling mengenal diantara sesama muslim dari berbagai penjuru dunia yang bebeda ras, budaya, bahasa dan warna kulit.
Ibadah haji mengokohkan tali ukhuwwah Islamiyyah. Tak ada perbedaan antara sikaya dan simiskin atau yang berkulit putih dan yang berkulit hitam.
Ibadah haji insya Alloh dapat menggugah semangat para da’i untuk selalu berjuang menegakkan Islam bila ia ingat apa yang pernah dilakukan oleh Rosululloh Shollallahualaihi wasallam, dimana dalam setiap musim haji beliau senantiasa menawarkan Islam kepada para jamaah haji yang datang dari berbagai negeri.
Terampuninya dosa-dosa kecil, bahkan menurut sebagian pengikut Madzhab Hanafi juga dosa-dosa besar.
Kebersihan jiwa akan didapatkan orang yang berhaji. Kemudian dari sini terbersit dalam hati untuk kembali meperbaiki kualitas keimanan serta peribadatannya kepada Alloh.
Manfaat pergi haji/umrah
bagaimana persiapan sebelum berangkat umrah dan haji?
bagaimana melakukan persiapan financial?
Persiapan fisik? mental? ilmu?
seberapa perlukah kita ikut KBIH?
apa maksud dari "kemandirian dan kebersamaan"
Bagaimana Cara Mempersiapkan
Perjalanan Umrah dan Haji yang
penuh keberkahan?

Niat Kuat dan lurus hanya mengharap ridho Allah
Personal Behavior
Fisik dan Jasmani yang kuat dan prima
Living cost/Biaya Hidup
Perlengkapan
Ilmu
Apa yang perlu kita persiapkan?
sebagaimana sebuah perjalanan ke luar negeri dalam waktu lama, maka pergi haji/umrah memerlukan perencanaan dan persiapan yang matang
Beberapa Hikmah dalam rangkaian Haji/umrah
Pengakuan Keesaan Tuhan, serta penolakan terhadap segala macam dan bentuk kemusyrikan baik berupa patung-patung, bintang, bulan dan matahari bahkan segala sesuatu selain dari Allah swt.
Keyakinan tentang adanya neraca keadilan Tuhan dalam kehidupan ini, yang puncaknya akan diperoleh setiap makhluk pada hari kebangkitan kelak.
Keyakinan tentang kemanusiaan yang bersifat universal, tiada perbedaan dalam kemanusiaan seseorang dengan lainnya, betapa pun terdapat perbedaan antar mereka dalam hal-hal lainnya.
jika niat benar tetapi caranya salah ia bukanlah amal. Caranya benar tetapi niatnya salah maka ia bukanlah juga amal. Karena Amal itu haruslah niat dan caranya benar
personal behavior:
Peliharalah sikap dan prilaku positif pada setiap kondisi dan situasi, kepada siapa pun dan di mana pun.
Selalu ucapkan “Alhamdulillah” pada setiap kondisi; apakah baik atau buruk. Jadikanlah dua kendaraan yaitu syukur dan sabar sebagai tunggangan yang terbaik dalam setiap saat.
Renungilah setiap kondisi buruk dengan kemungkinan-kemungkinan kondisi yang lebih buruk sehingga hati dan fisik kita lebih siap untuk menerima segala kondisi yang terjadi.
Perbanyak dzikir dan istighfar agar bisa selalu menjaga dan menghadirkan hati pada ruang-ruang kebaikan.
Biasakan diri pada kondisi tidak nyaman saat ditengah-tengah kerumunan orang atau antrian panjang.
kita setidaknya akan mengalami ujian fisik atas 3 kondisi:

Jetlag akibat perjalanan jauh, 8 jam dalam perjalanan dengan pesawat udara. Mengalami perbedaan waktu akan menyebabkan perubahan dan penyesuaian jam-jam biologis tubuh.

Perbedaan iklim dan cuaca yang ekstrim. Udara di Arab Saudi lebih kering dengan kelembaban udara yang sangat berbeda dengan di tanah air yang basah dan lembab. Sementara itu saat-saat musim panas, suhu udara bisa begitu ekstrim jauh lebih panas dari suhu rata-rata tertinggi di Indonesia. Rentan mengalami dehidrasi, gangguan pernapasan, dll.

Pelaksanaan ibadah umrah dan haji kita sepakati tentu memerlukan fisik yang prima, berjalan, lari-lari kecil, tidur di tenda, bahkan di alam terbuka, dan belum lagi konsekuensi berdesak-desakan, mengantri dan menunggu. Jika tidak mampu disikapi dengan baik justru akan menimbulkan kelelahan fisik dan mental yang berikutnya akan menyebabkan kondisi tubuh menjadi lemah
tips yang bisa dilakukan dalam rangka mempersiapkan fisik dan jasmani kita sebelum berangkat ke tanah suci:
Makanlah makanan yang halal dan thoyib
Jangan makan berlebihan
Olah raga teratur sesuai kemampuan
Perbanyak aktivitas jalan kaki
Biasakan dengan aktivitas yang mudah terkena paparan panas sinar matahari secukupnya, terutama jika berangkat haji di musim panas. Hal ini agar tubuh mudah menyesuaikan dengan temperature udara yang ekstrim
Pergi haji memang merupakan seni traveling yang unik, beda dan special. Barang yang dibawa diharapkan lengkap, praktis dan benar-benar berguna untuk segala aktivitas. Barang anda akan dibatasi oleh jumlah kapasitas bagasi/barang yang boleh di bawa pergi-pulang
Hal ini penting untuk senantiasa ditanamkan dalam benak setiap calon jamaah haji.
“What did The Prophet Muhammad Shalallahu ‘alaihii wassalaam say, do or didn’t do?”
--
apa yang Rasulullah katakan, laksanakan dan tidak laksanakan dalam rituah ibadah umrah dan haji?


Maka persiapan ilmu dalam melaksanakan ibadah umrah dan haji ini begitu penting dan harus mantap. Bertaburannya Kelompok Bimbingan Haji tentu menjadi salah satu alternatif solusi.

Sayangnya hal ini justru kemudian meninabobokan calon jamaah haji. Banyak dari mereka kemudian terbuai dengan kata-kata manis para pembimbing haji, “Ibu-Ibu dan Bapak-bapak tidak usah khawatir dan payah-payah menghapal doa-doa karena nanti di sana akan dibimbing oleh petugas dari kami.” Akhirnya mereka sangat bergantung dengan para pembimbing ini.
Pada kenyataannya di lapangan pembimbing haji tak selamanya bisa diandalkan. Banyak kegiatan ibadah yang akhirnya dilakukan oleh jamaah secara mandiri.
Maka alangkah baiknya jika calon jamaah haji bisa mempersiapkan bekal pemahaman dan ilmu tentang manasik haji ini dengan sebaik-baiknya dan mampu melaksanakan seluruh rangkaian ritual ibadah haji dan umrah secara mandiri.

Karena dengan pemahaman yang memadai maka kita bisa lebih menikmati perjalanan ibadah kita.

Jangan terbebani dengan harus menghapal sederet doa-doa khusus untuk setiap rangkaian kegiatan ibadah. Hapalkan yang bisa dihapal dan sisanya cukup dibaca saja dari buku doa yang dibagikan Depag sebagai bagian dari kelengkapan. Jika lafal arabnya tidak bisa dihapal cukup hapal dan pahamkan terjemaahannya saja, tidak ada masalah. Dan tidak ada salahnya jika berdoa dengan doa khusus gubahan sendiri misalnya.
Prinsip kebersamaan dan kemandirian


Kebersamaan
maksudnya adalah senantiasa bisa saling berbagi dan menjaga fasilitas umum milik bersama yang disediakan oleh pemerintah Indonesia, maktab maupun pemerintah Saudi Arabia dalam rangka melayani kebutuhan jamaah haji.

Kemandirian
yang dimaksud adalah bahwa setiap jamaah haji mampu melaksanakan seluruh ritual dan rangkaian kegiatan ibadah secara mandiri dan pula mampu mengelola diri dalam rangka memenuhi seluruh agenda ibadah maupun lainnya selama di tanah suci secara baik.
Merancang Kegiatan di
tanah Suci

Prinsip barang bawaan bagi jamaah haji adalah:
lengkap,
artinya dapat memenuhi hampir semua kebutuhan selama bermukim di tanah suci baik untuk keperluan sehari-hari, sampai dengan keperluan khusus ibadah.
Praktis,
artinya berfungsi pada banyak keperluan/fungsi ganda, mudah di bawa, relatif ringan, dan mudah digunakan.

Terlalu banyak membawa pakaian justru mubazir dan merepotkan


Pastikan barang-barang yang dibawa adalah benar-benar dibutuhkan dan bermanfaat di tanah suci. Pikirkan kembali barang-barang sekunder yang sebenarnya bisa dan mudah ditemukan di tanah suci. Apakah perlu dibawa atau tidak?

Pilihlah pakaian yang sesuai dengan musim dan iklim di tanah suci. Pilih pula pakaian yang multifungsi bisa untuk segala macam aktivitas. Usah pikirkan soal paduan warna dan lain-lain. Yang penting sopan, sesuai syariat, dan nyaman. Ingat kita pergi untuk beribadah bukan untuk fashion show.. Pilihlah warna pakaian yang netral dan tidak mencolok pandangan. Lebih utama warna hitam, coklat atau putih.
Berikut ini hal-hal yang patut dipertimbangkan untuk dibawa:
Tas praktis untuk membawa dan membungkus sepatu-sendal (shoe bag)
Stone bag atau kantong tempat menyimpan batu untuk melempar jumrah
Buku catatan kecil dan kartu nama (berisi e-mail address dll)
Bantal leher (a blow-up travelling neck-pillow), sangat bermanfaat saat beristirahat di atas pesawat dan atau bis
buatlah kelompok kecil untuk mengkaji dan mengaji bersama secara rutin. Saling memberi taushiyah dan berbagi hikmah harian.
buatlah target kecil untuk amal harian. Berapa halaman minimal membaca Quran, membaca buku, sholat malam, sholat dhuha, dll.
usahakan sesering mungkin sholat berjamaah di Masjidil Haram saat di Mekkah walaupun pemondokan terletak agak jauh. Buatlah jumlah minimal dalam satu hari, misalkan minimal 3 kali sehari, dsb. Syukur-syukur pemondokan terletak tidak jauh dari masjid utama tersebut. Demikian pula saat di Madinah
aturlah jadwal dan agenda belanja.
Kunjungi tempat-tempat sejarah sebagai bentuk napak tilas agar dapat merasakan dan menghayati perjuangan dan semangat dakwah Nabi dan para sahabat. Bacalah buku-buku shirah dan kisah-kisah para sahabat.
perlunya managemen dalam mengelola gaya hidup (pola tidur, pola makan) dan aktivitas selama di sana.
Ingat Sehat-mu sebelum Sakit-mu, Ingat Luang-mu sebelum Sempit-mu...
good behavior-- selalu
syukur+sabar+ikhlas
; akan menghadirkan jiwa yang tenang dan khusu'... kita jadi tidak mudah stress dan tertekan. MENIKMATI setiap hidangan dan skenario kejadian dengan sebaik-baiknya sikap
Naik Bis? antri.
beli makanan? antri.
ke toilet? antri.
mau mandi? antri.
mau wudhu? antri.
sesuaikan perlengkapan dan baju anda dengan kondisi iklim saat berada di sana!
1.Jaga asupan air, usahakan minum sejam sekali. Hal ini untuk menjaga kemungkinan dari dehidrasi dan kehilangan cairan tubuh

2.Jagalah pola makan, dan berhati-hati dengan makanan yang akan dikonsumsi

3.Perhatikan kebersihan serta higenisitas makanan dan sanitasi di tempat pemondokan

4.Perbanyak makan buah-buahan dan sayuran segar

5.Jika memungkinkan tambah asupan yogurt atau susu/laban untuk memenuhi kebutuhan dan keseimbangan ion/garam tubuh dan asupan kalori.

6.Jangan melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak ada kaitannya dengan ibadah haji

7.Istirahat yang cukup, dan atur jam biologis secara baik.

8.Jangan memaksa diri, bersabarlah dan tenang dalam segala hal

9.Hindari tubuh dari terpaan panas dan hembusan angin yang menyengat secara langsung

10.Gunakanlah pakaian yang sopan, mampu menolak panas dan melindungi dari dingin

11.Pakailah pelembab kulit dan bibir untuk menghindari iritasi dan kekeringan

12.Jika ada keluhan kesehatan segeralah menghubungi petugas kesehatan di maktab masing-masing
Menjaga kesehatan selama
di tanah suci

hindari perdebatan yang tidak perlu.
The days of Hajj/umrah requires 100% of your health and strength.
1.Hendaknya setiap kita menawar barang jangan terlalu “merendahkan” diri dengan merayu-rayu penjual dengan berlebihan. Jagalah martabat diri. Bicaralah seperlunya, jaga adab interaksi dengan lawan jenis. Jika memang tidak cocok harganya silakan tinggalkan dan carilah di tempat lain.

2.Jangan mudah percaya dengan bujuk rayu penjual.

3.Hati-hati dengan barang “anyone SR 2” (serba 2 riyal). Biasanya barangnya dalam kondisi tidak sepenuhnya baik.

4.Jangan gusar dan kecewa jika ada penjual yang bersikap ketus dan tidak sepenuh hati melayani, misalkan melempar uang kembalian atau bermuka masam. Tidak mengapa karena hal demikian lebih baik daripada menghadapi penjual yang berwajah manis penuh rayuan gombal dan bermata genit.

5.Ingatlah, bahwa meski anda berada di tanah suci, bukan berarti semua orang yang anda jumpai dalam kondisi hati yang baik dan bersih pula. Kejahatan tetap selalu ada, maka waspadalah.

6.Bagi kaum perempuan, ingatlah bahwa anda pergi untuk beribadah, dan belanja adalah ‘efek samping’ saja, maka perhatikanlah penampilan anda secara wajar, jangan mengundang pandangan mata bersalah dari kaum adam apalagi bersolek berlebihan yang justru menimbulkan fitnah.

7.Meski anda laki-laki cobalah juga menjaga jarak dengan beberapa penjual laki-laki yang melakukan pendekatan secara tidak wajar. Meskipun kita harus tetap ramah, namun waspada itu jauh lebih baik. Hal ini saya alami sendiri bagaimana ada salah seorang penjual yang merangkul memeluk dan menyentuh bagian-bagian dari tubuh secara tidak wajar.

8.Jika terpaksa harus berjalan sendirian, terutama bagi kaum hawa, maka sebaiknya jangan memisahkan diri dari keramaian. Jika ada sosok orang mencurigakan membuntuti cepat-cepat menghindar dan meminta pertolongan kepada sesama jamaah haji asal Indonesia.

9.Jika naik taksi, maka aturlah supaya yang masuk dahulu adalah laki-laki terlebih dahulu baru pasangan perempuannya. Begitu sebaliknya jika hendak turun,
TIps Belanja:
Istighfar dan perbanyak dzikir sambil mengevaluasi diri
Tenang-tenang. Jangan panik
Gunakan alat bantu, peta, kompas, GPS atau petunjuk lainnya
Bertanya kepada petugas Haji Indonesia
Jika tidak berjumpa dengan petugas, bertanyalah kepada sesama jamaah haji, usahakan yang ditanya orang yang lebih muda, meyakinkan dan tentu bukan orang yang sama-sama tersesat loh. Lebih utama jika orang satu daerah asal.
Jika menguasai bahasa Inggris atau Arab tentu akan mudah untuk bertanya ke pusat informasi. So, jangan sungkan bertanya!
Tips pra
ktis saat ters
esat
sepakati tempat berkumpul, tandai tempat yang mudah dijangkau dan mudah diingat (clock tower, abraj al bait, dsb.)
tandai tempat-tempat penting baik di dalam masjidil haram atau di tempat lain
biasakan menggunakan alat bantu navigasi (peta, kompas dsb) atau arah mata angin
gunakan handphone dengan sim card local (Mobily, STC atau Zain) sebagai alat komunikasi.
Tips bepergian selama di tanah suci
jagalah penampilan dengan santun dan syar'i
jangan menampakkan aurat di depan orang lain selain mahram-nya, meski di dalam pemondokan sekali pun.
jangan bepergian sendirian tanpa kawalan atau teman seperjalanan
jika ada lelaki asing mendekati atau membuntuti segera menghindari dan bergabung dengan kelompok jamaah terdekat
jangan berhias secara berlebihan
Khusus Muslimah
sebaiknya gunakan nomor simcard operator lokal. Nomor simcard dari operator Indonesia dipakai untuk menerima sms dari kerabat di Indonesia. Selebihmya gunakan saja simcard yang dijual bebas di tanah suci.

Untuk fasilitas internasional roaming dan akses layanan data pun cukup beragam.
Do:
senantiasa berbaik sangka
patuhi segala peraturan yang berlaku
bijaklah senantiasa menyikapi perbedaan pendapat dalam perkara cabang dalam ibadah, namun kokohkan diri dalam pemahaman tauhid dan aqidah yang lurus dan benar
jangan sungkan untuk bertanya kepada yang lebih ahli
jadilah duta bangsa yang santun.
cobalah saling menyapa dan berkomunikasi dengan saudara sesama muslim dari berbagai negara lain. Perkaya wawasan dan pengalaman dengannya.
Do and do not at HARAM
DO NOT! :
egois dan berburuk sangka
membawa jarah, jimat dan hal-hal yang berbau klenik dan merusak aqidah
merusak fasilitas umum
merasa paling benar
manajemen barang bawaan
smart budgeting, smart packaging
Better buying an experience rather than buying a thing
TIPS BELANJA di TANAH SUCI

1.Ingat selalu bahwa anda pergi ke Mekkah dan Madinah yang paling utama adalah dalam rangka ibadah. Minimalkan waktu untuk kegiatan yang tidak terkait langsung dengan ibadah, sehingga dapat membatasi penggunaan waktu untuk shopping secara berlebihan. :)

2.Jika anda adalah orang yang termasuk “shop until you drop” maka aktivitas shopping sebaiknya dilakukan setelah selesai seluruh rangkaian ibadah haji/umrah, selain anda bisa lebih menikmati tentu juga barang-barang biasanya akan makin turun seiring mulai kembalinya jamaah haji ke negaranya masing-masing.

3.Buatlah daftar nama dan barang yang hendak dibeli.

4.Buatlah daftar tanya-jawab sederhana sebelum anda memastikan untuk membeli sesuatu:
a.Apakah barang tersebut tidak ada di Indonesia?
b.Apakah barang tersebut lebih murah dibandingkan di Indonesia?
c.Apakah barang tersebut lebih baik kualitasnya dibandingkan di Indonesia?
d.Apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan?
e.Apakah barang tersebut akan digunakan sebagai buah tangan atau oleh-oleh?
f.Apakah barang tersebut mudah dibawa pulang? Ingatlah bahwa bagasi tas kita dibatasi oleh aturan dari panitia penyelenggaran perjalanan ibadah haji (Depag/Kemenag)
g.Cukupkah uang yang anda miliki sekarang dan sisanya sebagai living cost hingga pulang nanti?
Sebelum membeli parfum favorit, t-shirt, sepatu atau jam, atau yang lain pastikan merk yang anda beli benar-benar autentik. (misalkan: Panasonic, bukan Pensonic; Lacoste, bukan Locaste; Citizen, bukan Citazen; dll)
Semoga Allah Subhanahu wa ta'ala berkenan menjadikan kita sebagai haji yang mabrur.
Your behavior and the way you live your life after returning from hajj is an indication of the acceptance of your hajj from Allah. Please keep Allah's gift and honour in your heart by the best of actions and manners.
Full transcript