Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Sosial Masyarakat Jepang saat ini.

No description
by

virga pusparini

on 9 June 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Sosial Masyarakat Jepang saat ini.

Sosial Masyarakat Jepang saat ini.
Bushido
Usaha untuk mengungguli bangsa barat dengan menyerap dan menguasai kelebihan-kelebihan mereka disertai dengan semangat juang yang tinggi .
Oleh :

Ayik Ulifatun N. 135110601111030
Dini Kurnia G. 135110601111021
Virga Pusparini 135110607111005
1. Gi ( Integritas)
Gi merupakan dasar dari keseluruhan sikap mental terkait dengan keselarasan pikiran, perkataan dan perbuatan dalam menegakkan kejujuran dan kebenaran.
2. Yu (keberanian)
Yu merupakan ekspresi kejujuran dan keteguhan jiwa untuk mempertahankan kebenaran, walaupun dalam menegakkan kebenaran penuh tekanan dan hambatan.
3. Jin (Murah Hati)
Makna jin adalah mencintai sesama, kasih sayang dan simpati. Secara umum masyarakat dan generasi Jepang saat ini masih memiliki dan menerapkan nilai-nilai jin dalam bentuk kepedulian pada lingkungan, kepedulian pada masalah-masalah sosial masyarakat.
4. Rei (Hormat dan Santun
Kepada Orang Lain)
Penerapan rei pada masyarakat Jepang saat ini masih terlihat dan bahkan menjadi salah satu karakter masyarakat Jepang. Penanaman reidilakukan sejak usia dini di rumah dan sekolah, sehingga dalam semua aspek kehidupan masyarakat Jepang reisangat diutamakan.
5. Makoto-Shin
(Kejujuran dan Ketulusan)
Penerapan Makoto-Shin pada masayarakat Jepang dewasa ini terlihat pada seluruh aspek kehidupan masyarakat. Ketidakjujuran dan ketidakbenaran dianggap sebagai hal yang memalukan sehingga ajaran tentang Makoto-Shin diberikan sejak usia dini di dalam rumah tangga dan sekolah.
6. Meiyo (Menjaga Nama Baik
dan Kehormatan
Meiyo dalam keseharian masyarakat Jepang tampak sangat menonjol. Salah satu sikap Meiyo adalah menjaga kualitas diri dengan cara tidak membuang-buang waktu untuk hal-hal yang tidak penting dan menghindari perilaku yang tidak berguna. Secara umum kita tidak pernah menemui orang Jepang sedang bersantai tanpa kegiatan atau bergunjing. Dalam keadaan bersantaipun orang Jepang tetap melakukan kegiatan seperti membaca atau mengirim email, membuat catatan atau kegiatan lainnya. Oleh karena itu bangsa Jepang merupakan salah satu bangsa yang gila kerja untuk meraih tingkat kehormatan yang tinggi.
7. Chugo
(Kesetiaan Pada Pemimpin).
Chugo dalam masyarakat Jepang masa kini adalah kesetiaan kepada pimpinan, atasan dan guru. Demi menjaga nama baik dan kehormatan pimpinan, atasan maupun guru, masyarakat Jepang mau bekerja keras semaksimal mungkin.
8. Tei (Peduli)
Dalam lingkungan masyarakat Jepang modern etika yang terkait dengan tei terlihat nyata. Secara umum masyarakat Jepang mulai dari usia dini sampai dewasa taat kepada aturan-aturan yang dibuat untuk keamanan, keselamatan dan ketertiban. Mayarakat Jepang secara tertib mentaati aturan lalu luntas, tata tertib di tempat pelayanan umum, tata tertib di ruang publik dan sebagainya.
SECARA UMUM
SEHARI - HARI
1. Pakaian
Keadaan iklim dari musim yang berganti - ganti sepanjang tahunnya, sangat berpengaruh besar terhadap pola kehidupan di Jepang.Biasanya orang Jepang menyesuaikan jenis pakaiannya sesuai dengan musim yang dialami.
2. Ofuro – Sentaku
(Mandi – Mencuci)
Mandi di Jepang, bukan hanya sekedar membersihkan diri, tapi berfungsi untuk menghangatkan badan terutama di musim dingin. Kebiasaan mandi di Jepang adalah satu kali dalam sehari dan biasanya dilakukan pada malam hari. Di musim-musim dingin biasanya mandi tidak dilakukan tiap hari.

Untuk mencuci pakaian sehari-hari dapat dilakukan di tempat cuci umum yang biasanya tersedia di asrama atau di kota - kota besar. Tempat cuci pakaian otomatis ini menggunakan uang logam seratusan
(koin) baik untuk cuci dan pengeringan. Jadi anda cukup membawa pakaian kotor dalam tas dan sekitar 2 jam anda dapat membawa pulang kembali dalam keadaan
kering dan bersih.
3. Tata Pergaulan
Dalam pergaulan sehari-hari di lingkungan kampus antara mahasiswa dan dosen atau di antara sesama mahasiswa berbeda dengan di kita. Antara mahasiswa dan dosen berlaku tata tertib, sopan santun yang cukup ketat. Terhadap guru/dosen atau yang digurukan berlaku julukan sensei, sementara di antara sesama mahasiswa terdapat sistem sempai - kohai atau senior-yunior.

Sebutan atau panggilan terhadap orang-orang di dalam atau di luar lingkungan kampus selain dari sensei berlaku panggilan san, baik terhadap pria maupun wanita. Dalam berinteraksi dengan orang Jepang secara langsung ataupun tidak langsung ada hal-hal yang perlu diperhatikan seperti orei (rasa terima kasih yang sering diungkapkan dengan ucapan arigato). Jika kita menerima jasa baik apakah itu kecil atau besar perlu mengucapkan arigato. Ucapan itu biasanya bukan saja pada waktu peristiwa terjadi, tetapi sering dikemukan setiap berjumpa lagi dengan si pemberi jasa dengan menyampaikan ucapan kono aida arigato gozaimashita (waktu itu terima kasih).

Selain Orei, orang Jepang juga sangat memperhatikan okaeshi, yaitu pemberian kembali jasa kita memberi sesuatu
kenang-kenangan pada orang Jepang, maka cepat atau lambat pasti si orang Jepang itu akan membalas kembali pemberian itu.
KEBISAAN UNIK MASYARAKAT JEPANG
Di Jepang, angka "4" dan "9" tidak disukai, sehingga sering tidak ada nomer kamar "4" dan "9"
Orang Jepang menyukai angka 8. Harga-harga barang kebanyakan berakhiran 8. Susu misalnya 198 yen. Tapi karena aturan sekarang ini mengharuskan harga barang yang dicantumkan sudah harus memasukkan pajak, jadi mungkin kebiasaan ini akan hilang.
Acara TV di Jepang didominasi oleh masak-memasak.
Jika naik taxi di Jepang, pintu dibuka dan ditutup oleh supir. Penumpang dilarang membuka dan menutupnya sendiri.
Tanda tangan di Jepang hampir tidak pernah berlaku untuk keperluan formal, melainkan harus memakai cap (hanko/inkan)
Naik sepeda tidak boleh dipakai boncengan, kecuali yang memboncengkannya berusia lebih dari 16 tahun dan anak yang diboncengkan berusia kurang dari satu tahun dan hanya seorang saja yang dibonceng.
Bila dilanggar, dendanya maksimal 20 ribu yen.
Kebiasaan Baik Masyarakat Jepang
Rajin dan Giat Belajar
Jepang bisa maju seperti sekarang ini karena mereka rajin belajar, murid - murid di Jepang biasa belajar sampai lebih dari 12 jam, dari pagi pukul 08.00 sampai pukul 17.00. Setelah selesai di sekolah mereka tidak langsung pulang tapi mereka belajar di Juku ( semacam bimbingan belajar). Mereka belajar di Juku bisa sampai pukul 22.00 dan baru pulang sekitar pukul 24.00. Kalau tidak ada kegiatan di juku mereka biasanya mengikuti les yang menunjang bakat mereka misalnya menari, karate, les piano dan lain-lain
Disiplin Waktu
Masyrakat Jepang sangat mengahargai waktu. Disana mereka berangkat kerja dan sekolah sangat pagi dan jarang sekali ada yang telat, itu juga dikarenakan mereka lebih suka berangkat dengan kendaraan umum seperti kereta, daripada berangkat dengan kendaraan pribadi mereka.
Sangat Kreatif dan Inofatif
Orang jepang bisa membuat berbagai macam kerajinan, misal memasak, membuat roti, origami, dan masih banyak yang lainnya.
Menjaga Tradisi
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Sampai saat ini masyarakat Jepang masih terus melestarikan tradisi dan budaya dari jaman dulu. Tidak heran jika Jepang menjadi salah satu negara yang memiliki budaya yang sangat menarik.
Kebiasaan Buruk Masyarakat Jepang
Bunuh
Diri

Hiki
komori

Pada tahun 2012 tercatat setidaknya 76 orang bunuh diri setiap harinya
Faktor bunuh diri yang sering terjadi adalah karena tekanan tanggung jawab ekonomi.
Hikikomori berasal dari kata menarik diri. Kebanyakan hikikomori adalah laki-laki, walau ada juga yang perempuan.
Faktor penyebab nya tidak begitu jelas, Namun kebanyakan publik menyalahkan faktor keluarga, Tekanan akademik di sekolah, pelecehan di sekolah (school bullying), dan video game di Jepang yang luar biasa menggoda.
Jumlah pastinya tidak diketahui pasti, ada yang menghitung sekitar 1 persen dari populasi. Ini berarti sekitar 1 juta orang Jepang hikikomori. Hitungan yang lebih konservatif berkisar antara 100 ribu dan 320 ribu orang yang hikikomori. Mereka biasanya berusia 20tahunan.
Yang mereka lakukan hanya diam dikamar dan bergulat dengan dunia maya, menonton anime, baca manga, bahkan terkadang aktivitas makan dan buang air kecil dilakukan dikamar. Walau tidak punya kamar mandi mereka akan menampunya di plastik atau botol.
Hal yang terekstrim yang mereka lakukan adalah ada yang menculik gadis kecil untuk "disimpan" sebagai "teman" di kamarnya. mereka mungkin akan melepaskan gadis tersebut jika mereka ingin, atau gadis itu harus mencari jalan keluarnya sendiri, atau dia tidak akan pernah bisa keluar lagi.
Semakin tua seseorang hikikomori, semakin kecil kemungkinan dia bisa berkompeten di dunia luarnya. Bila setahun lebih hikikomori, ada kemungkinan dia tidak bisa kembali normal lagi untuk bekerja atau membangun relasi sosial dalam waktu lama, menikah misalnya.

Beberapa tidak akan pernah meninggalkan rumah orang tuanya. Pada banyak kasus, saat orang tuanya meninggal atau pensiun akan menimbulkan masalah karena mereka tanpa kemampuan kerja dan sosial minimal – bahkan untuk membicarakan masalahnya dengan orang lain atau kantor pemerintah.
Full transcript