Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

PEMANFAATAN KAPUR DAN FLY ASH

No description
by

aditya febriant

on 6 March 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of PEMANFAATAN KAPUR DAN FLY ASH

rumusan masalah
tujuan penelitian
manfaat penelitian
tanah lempung ekspansif tanak awu
PEMANFAATAN campuran KAPUR DAN FLY ASH
pada tanah lempung ekspansif tanak awu ditinjau terhadap nilai cbr dan kuat tekan bebas

oleh
ADitya febrianto n
f1a 110 004

latar belakang
Tanah lempung ekspansif merupakan jenis tanah yang tersusun dari mineral lempung yang mempunyai karakter kembang dan susut yang besar apabila terjadi perubahan kadar air.
Montmorillonite
Montmorillonite disebut juga mineral dua banding satu (2 :1) karena satuan susunan keristalnya terbentuk dari susunan dua lempeng silika tetrahedral mengapit satu lempeng alumina oktahedral ditengahnya. Karena struktur inilah Montmorillonite dapat mengembang dan mengkerut.
Kaollinite
Kaolinite disebut sebagai mineral lempung satu banding satu (1 :1), bagian dasar struktur ini adalah lembaran tunggal silika tetrahedral yang digabung dengan satu lembaran alumina oktahedran (gibbsite) membentuk satu unit dasar dengan tebal kira-kira 7,2 Å (1 Å = 10-10 m) seperti yang terlihat pada Gambar
Illite
Illite memiliki formasi struktur satuan kristal, tebal dan komposisi yang hampir sama dengan montmorillonite. Perbedaannya adalah :
 Pengikatan antar unit kristal terdapat pada kalium (K) yang berfungsi sebagai penyeimbang muatan, sekaligus sebagai pengikat.
 Terdapat ± 20 % pergantian silikon (Si) oleh aluminium (Al) pada lempeng tetrahedral.
 Struktur mineralnya tidak mengembang sebagaimana montmorillonite

Tanah Lempung Ekspansif
Stabilisasi Kimiawi
variasi terbaik
variasi campuran
pemeraman benda uji
uji tekan stabilizer
(unaxial compression strenght)
tanah lempung ekspansif
tanak awu
uji fisik & mekanik
Nisak (2010), dalam penelitiannya menunjukan bahwa rata-rata potensi pengembangan dan tekanan pengembangan tanah lempung di area Bandara Internasional Lombok, pada kadar air rata-rata ( w ) 51,39% sebesar 14,35% dan 320 kPa.
a. Berapa persentase pencampuran kapur dan fly ash agar diperoleh nilai kuat tekan campuran bahan stabilizer yang paling maksimum?
b. Berapa persentase penambahan bahan stabilizer (campuran kapur dan fly ash) yang harus dicampurkan pada tanah lempung ekspansif agar diperoleh peningkatan nilai CBR dan kuat tekan yang paling optimum?
c. Bagaimana karakteristik tanah lempung ekspansif Tanak Awu sebelum dan sesudah di stabilisasi dengan bahan stabilizer?
d. Bagaimana pengaruh penambahan campuran bahan stabilizer terhadap nilai CBR dan kuat tekan tanah lempung ekspansif?

a. Untuk mengetahui persentase pencampuran dari fly ash dan kapur yang paling optimum sebagai bahan stabilizer melalui pengujian UCS.
b. Untuk mengetahui persentase penambahan bahan stabilizer terhadap sifat fisik tanah lempung ekspansif.
c. Untuk mengetahui karakteristik tanah lempung ekspansif sebelum dan sesudah di stabilisasi dengan bahan stabilizer.
d. Untuk mengetahui pengaruh yang diakibatkan dari penambahan bahan stabilizer terhadap nilai CBR dan kuat tekan tanah lempung ekspansif.

a. Memberikan hasil tentang perubahan nilai CBR dan kuat tekan tanah lempung setelah di stabilisasi dengan campuran fly ash dan kapur.
b. Memberikan informasi tentang campuran fly ash dan kapur sebagai bahan yang bisa digunakan dalam stabilisasi tanah lempung ekspansif.
c. Memberikan acuan bagi mahasiswa untuk meneliti dengan menggunakan bahan stabilisasi yang sama, namun pada sampel tanah atau lokasi pengambilan tanah dan juga metode pencampuran bahan stabilisasi yang berbeda.

Metodologi Penelitian
Penelitian dilakukan di Laboratorium Geoteknik Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram.

Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1. Sampel tanah lempung yang diambil ialah tanah terganggu (disturb soil), dimana lokasi pengambilannya di Desa Tanak Awu Kecamatan Penujak Kabupaten Lombok Tengah.
2. Sampel fly ash diambil dari PLTU Jeranjang, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat
3. Kapur yang digunakan diambil dari Desa Batunyale, Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah.

benda uji stabilizer
benda uji pengujian tanah lempung ekspansif
Tanah Lempung
1. DAS (1988)
Merupakan tanah yang terdiri dari partikel-partikel tertentu yang menghasilkan sifat plastis apabila dalam kondisi basah.
2. Bowles (1991)
Mendefinisikan tanah lempung sebagai deposit yang mempunyai partikel berukuran lebih kecil atau sama dengan 0,002 mm dalam jumlah lebih dari 50 %.
3. Hardiyatmo (1992)
Mengatakan sifat-sifat yang dimiliki dari tanah lempung yaitu antara lain ukuran butiran halus lebih kecil dari 0,002 mm, permeabilitas rendah, kenaikan air kapiler tinggi, bersifat sangat kohesif, kadar kembang susut yang tinggi dan proses konsolidasi lambat.

Risman (2008)
Lashari (2000)
tinjauan pustaka
any question ?
sekian dan terimakasih :)

kapur + fly ash
Nilai sudut gesek dalam meningkat dari 10,968° menjadi 26,265°
Nilai kohesi dari 10,825 ton/m2 menurun menjadi 7,575 ton/m2.
Pengembangan yang terjadi menurun dari 9,72 % menjadi 1,3% turun sebesar 8,62 %.
tanah lempung + kapur
Pemeraman 14 hari : nilai kuat tekan bebas sebesar 0,43 kg/cm2 meningkat menjadi 4,13 kg/cm2
Pemeraman 4 hari : nilai kuat tekan bebas sebesar 0,43 kg/cm2 meningkat menjadi 3,76 kg/cm2.
Stabilisasi tanah lempung
Definisi :
Upaya untuk memperbaiki sifat-sifat teknis tanah agar memenuhi standar/syarat teknis tertentu.
+
fly ash
kapur
batasan masalah
Penelitian hanya dilakukan pada tanah lempung dengan kondisi terganggu.
Sample tanah diambil dari Desa Tanak Awu, Kecamatan Penujak Kabupaten Lombok Tengah.
Fly ash yang digunakan sebagai bahan stabilizer dalam proses stabilisasi diambil dari PLTU Jeranjang.
Kapur yang digunakan sebagai bahan stabilizer ialah kapur hasil pembakaran batu gamping dari Desa Batunyale.
Penelitian ini hanya mencari pengaruh penambahan fly ash dan kapur terhadap parameter kuat tekan bebas dan nilai CBR.
Tidak dilakukan pengujian TCLP (Toxicity Characteristics Leachate Parameter) terhadap kandungan B3 pada fly ash.
Persentase penambahan fly ash dan kapur yang dibuat dalam beberapa variasi campuran, yaitu fly ash : kapur (80 : 20), (70 : 30), (60 : 40), (50 :50), (40 :60), (30 : 70) dan (20 : 80) dengan penambahan air tiap variasi campuran ialah 50, 100, 150, dan 200 ml.
Dilakukan pememeraman sampel tanah selama 7 hari dan perawatan juga dilakukan terhadap variasi bahan stabilizer selama 10 hari.
Full transcript