Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Plathyhelminthes & Nemathoda

No description
by

Verilyn H

on 24 March 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Plathyhelminthes & Nemathoda

Plathyhelmintes & Nemathoda
By: Monica Angel, Samuel Ary, Verilyn
X IPA 2

Plathyhelmintes
Ciri-Ciri
Tubuh pipih dosoventral dan tidak bersegmen.
Umumnya, golongan cacing pipih hidup di sungai, danau, laut, atau sebagai parasit di dalam tubuh organisme lain.
Cacing golongan ini sangat sensitif terhadap cahaya.
Beberapa contoh Platyhelminthes adalah Planaria yang sering ditemukan di balik batuan (panjang 2-3 cm), Bipalium yang hidup di balik lumut lembap (panjang mencapai 60 cm), Clonorchis sinensis, cacing hati, dan cacing pita.
Struktur Tubuh
Tubuh Platyhelminthes simetri bilateral yang berbentuk pipih.
Ukuran platyhelmintes hingga 20 meter panjangnya.
Platyhelminthes adalah hewan triploblastik yang terdiri dari ektoderm, mesoderm, dan endoderm.
Platyhelminthes tidak memiliki rongga tubuh atau aselomata.
Sistem pencernaan pada Platyhelminthes terdiri dari mulut, faring dan usus. Sistem pencernaan Platyhelminthes disebut sistem pencernaan satu lubang. Platyhelminthes tidak memiliki sistem respirasi dan ekskresi.
Pernapasan dilakukan secara difusi oleh seluruh sel tubuh Platyhelminthes. Platyhelminthes tertentu memiliki sistem saraf tangga tali.
Sistem saraf tangga tali terdiri dari sepasang simpu saraf (ganglia) dengan sepasang tali saraf yang memanjang dan bercabang melintang seperti tangga.
Organ reproduksi jantan dan betina berada di dalam satu individu Platyhelminthes sehingga disebut hermafrodit.
Platyhelminthes dapat dibedakan menjadi 3 kelas :
Turbellaria (cacing bulu getar)
Trematoda (cacing hisap)
Cestoda (cacing pita)
Klasifikasi
Merupakan cacing pipih yang dapat bergerak dengan menggetarkan bulu gatarnya.
Di permukaan ventral cacing ini terdapat yang dapat digetarkan
Sebagian besar Turbellaria adalah cacing yang hidup bebas
Panjang tubuh bervariasi dari 5-50 mm.
Dengan mikroskop biasa bulu getar tak terlihat.
Hidup di air laut,air tawar dan tanah basah.
Jarang yang hidup sebagai parasit
Melakukan fragmentasi
Turbellaria
Contoh :

Planaria
Merupakan cacing pipih yang hidup di air tawar yang jernih , yang belum mengalami pencemaran berat . biasanya cacing ini berlindung dibawah bebatuan. kepalanya nampak seperti segitiga. panjang tubuhnya dapat mencapai 2-3 cm, berwarna cokelat kehitaman. dibagian kepala terdapat dua bintik mata, fungsinya untuk membedakan gelap dan terang. jadi cacing ini tidak mampu melihat warna. Planaria bersifat fototropik negatif.

Planaria
Trematoda
Hidup sebagai parasit
Tidak bersilia dan tubuhnya dilapisi oleh kutikula agar tidak tercerna oleh tubuh inang
Memiliki alat pengisap yang dilenkapi dengan kait-kait untuk melekatkan diri pada inangnya
Memiliki batil isap perut dan batil isap mulut
Ada yang hidup ektoparasit ada juga yang hidup endoparasit.
Fasciola hepatica
, parasit pada hati ternak dan manusia
Clonorchis sinensis
, parasit pada hati manusia
Schistosoma japonicum
, cacing darah yang hidup dalam pembuluh balik perut
Fasciolopsis buski
, cacing isap yang hidup di dalam usus manusia, anjing, dan babi.
Paragonimus westermanii
, cacing isap yang hidup di dalm paru-paru vertebrata
Schipistoma haematobium
, pada pembuluh darah vena dari saluran kencing dan saluran pencernaan.
Contoh
Cestoda
Bentuk tubuh pipih seperti pita
Tidak bersilia
Tubuh ditutupi oleh kutikula
Memiliki saluran pencernaan makanan
Memiliki skoleks, sucker, dan rostelum
Memiliki dua hospes
Hewan hermaprodite
Mampu melakukan pembuahan sendiri
Bentuk infektif : Systecercus

Taenia saginata
dan
Taenia solium
Contoh
Daur hidupnya:
Proglotid (bersama feces) -> mencemari makanan babi -> babi -> usus babi (telur menetas jadi hexacan) -> aliran darah -> otot/daging (sistiserkus) -> manusia -> usus manusia (sistiserkus pecah -> skolex menempel di dinding usus) -> sampai dewasa di manusia -> keluar bersama feces
Penyakit yang disebabkan Platyhelminthes

Manfaat
Pada umumnya Platyhelminthes merugikan, sebab parasit pada manusia maupun hewan. Agar terhindar dari infeksi cacing parasit (cacing pita) sebaiknya dilakukan beberapa cara, antara lain:
Memutuskan daur hidupnya,
Menghindari infeksi dari larva cacing,
Tidak membuang tinja sembarangan (sesuai dengan syarat-syarat hidup sehat),dan
Tidak memakan daging mentah atau setengah matang (masak daging sampai matang).
Platyhelmintes yang menguntungkan: Planaria sp

Reproduksi
Reproduksi seksual terjadi pada siang pendek dan udara dingin.
Reproduksi seksual terjadi melalui perkawinan silang. Pada perkawinan silang, dua Planaria melekatkan diri pada bagian ventral sehingga lubang kelamin (porus genitalis) berhadapan dan bersinggungan, maka terjadilah fertilisasi internal . Hal ini dapat terjadi jika sel kelamin sudah masak. Planaria bersifat hermafrodit. Akan tetapi, sperma tidak dapat membuahi sel telur dari tubuhnya sendiri, karena masa pemasakan sperma dan sel telur berbeda.
Nemathoda
Ciri-Ciri
mikroskopis, namun ada juga yang mencapai panjang 1 meter.
Permukaan tubuh Nemathelminthes dilapisi oleh Kutikula.
Nemathelminthes sudah memiliki alat pencernaan yang lengkap mulai dari mulut, faring, usus, dan anus.
Nemathelminthes tidak memiliki sistem peredaran darah jadi sari sari makanan diedarkan melalui cairan pada pseudoselom.
Nemathelminthes tidak memiliki sistem respirasi. Jadi dia bernafas secara difusi melalui permukaan tubuh.
Organ reproduksi jantan dan betina terpisah dalam individu yang berbeda
Struktur Tubuh

Strukturnya sederhana.
Nematoda dewasa tersusun oleh ribuan sel-sel somatik, ratusan sel diantaranya membentuk sistem reproduksi.
Tubuh nematoda berupa tabung yang disebut sebagaipseudocoelomate.

Ciri morfologi nematoda:
Tubuhnya tidak bersegmen.
Bentuknya silindris memanjang, kecuali pada beberapa genera yang berjenis kelamin betina.
Simetris bilateral.
Merupakan binatang yang mempunyai tiga lapisan (triploblastik) atau terdiri dari tiga lapis blastula (lapisan ini terbentuk dan berkembang di dalam telur).
Mempunyai rongga tubuh semu.
Tubuhnya transparan (dan tidak berwarna).
Memiliki sistem organ tubuh lengkap, yang berupa sistem pencernaan (memanjang dengan bentuk esofagus yang bervariasi) sistem ekskresi, sistem syaraf, sistem pengeluaran, dan sistem reproduksi. Tidak memiliki sistem peredaran darah.
Nematoda parasit tanaman biasanya mempunyai stilet.
Klasifikasi nematode
Nemathelminthes dibagi menjadi dua kelas, yaitu Nematoda dan Nematophora.

Ascaris lumbricoides
(cacing perut)
merupakan cacing gilig parasit, tidak punya segmentasi tubuh dan memiliki dinding luar yang halus, bergerak dengan gerakan seperti cambuk. Cacing ini hidup di dalam usus halus manusia sehingga sering kali disebut cacing perut.
contohnya:
Ascaris lumbricoides
merupakan hewan dioseus, yaitu hewan dengan jenis kelamin berbeda, bukan hemafrodit. Ascaris lumbricoides hanya berkembang biak secara seksual. Ascaris lumbricoides jantan memiliki sepasang alat berbentuk kait yang menyembul dari anus disebut spikula. Spikula berfungsi untuk membuka pori kelamin cacing bretina dan memindahkan sperma saat kawin.
Infeksi cacing ini menyebabkan penyakit askariasis atau cacingan, umumnya pada anak-anak. Infeksi ini terjadi pada saat mengkonsumsi makanan atau minuman yang tercemar telur ascaris.

Ancylostoma duodenale
(cacing tambang)
Cacing ini dinamakan cacing tambang karena ditemukan di pertambangan daerah tropis.Cacing tambang dapat hidup sebagai parasit dengan menyerap darah dan cairan tubuh pada usus halus manusia.Cacing ini memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dari cacing perut.Cacing tambang Ancylostoma memiliki ujung anterior melengkung membentuk kapsul mulut dengan 1 -4 pasang kait kitin.Kait kitin berfungsi untuk menempel pada usus inangnnya.Pada ujung posterior cacing tambang jantan terdapat bursa kopulasi.Alat ini digunakan untuk menangkap dan memegang cacing betina saat kawin.Cacing betina memiliki vulva (organ kelamin luar) yang terdapat didekat bagian tengah tubuhnya.
Oxyuris vermicularis
(cacing kremi)
Cacing ini disebut cacing kremi karena ukurannya yang sangat kecil. sekitar 10 -15 mm. Cacing kremi hidup di dalam usus besar manusia.Cacing kremi tidak menyebabkan penyakit yang berbahaya namun cukup mengganggu.Telur cacing dapat tertelan bila kita memakan makanan yang terkontaminasi telur cacing ini.Cacing ini bertelur pada anus penderita dan menyebabkan rasa gatal.Jika penderita sering menggaruk pada bagian anus dan tidak menjaga kebersihan tangan, maka infeksi cacing kremi akan terjadi kembali.

Wuchereria bancrofti
(cacing rambut)
Cacing rambut dinamakan pula cacing filaria.Tempat hidupnya di dalam pembuluh limfa.Cacing ini menyebabkan penyakit kaki gajah (elefantiasis), yaitu pembengkakan tubuh.Pembengkakan terjadi karena akumulasi cairan dalam pembuluh limfa yang tersumbat oleh cacing filaria dalam jumlah banyak.Cacing filaria masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk Culex yang banyak terdapat di daerah tropis.


Trichinella spiralis
Cacing ini hidup pada otot manusia dan menyebabkan penyakit trikhinosis atau kerusakan otot. Manusia yang terinfeksi cacing ini karena memakan daging yang tidak dimasak dengan baik.
Cacing betina dewasa melubangi dinding usus halus, keturunan yang hidup terbawa oleh aliran darah menuju otot rangka kemudian menjadi kista.

Reproduksinya
Organ reproduksi jantan terdiri dari pembuluh testicular, seminal vesicle, lubang kulit genital , sepasang spicules, dan potongan tambahan.
Organ reproduksi betina terdiri dari saluran ovarian, seminal receptacle, uterus, vagina dan vulva.


Peranan
Peranan nemathelminthes bagi kehidupan manusia secara ekonomi tidak ada yang menguntungkan bahkan merugikan. Nemathelminthes kebanyakan adalah parasit pada manusia, tanaman, dan hewan


Kerugian
1. Infeksi cacing ini menyebabkan penyakit askariasis atau cacingan
2. Cacing ini menyebabkan penyakit kaki gajah
3. Cacing betina dewasa melubangi dinding usus halus, keturunan yang hidup terbawa oleh aliran darah menuju otot rangka kemudian menjadi kista.

Reproduksi aseksual terjadi pada siang panjang dan udara hangat. Reproduksi secara aseksual dengan regenerasi, yaitu diawali dengan badan yang bertambah panjang dan bagian tubuh dekat faring sedikit demi sedikit menyempit dan akhirnya terputus. Bagian yang terputus akan melengkapi diri. Masing-masing akan menjadi tubuh yang baru dan lengkap. Kemampuan untuk melengkapi bagian tubuh yang hilang atau rusak disebut regenerasi.Planaria dikenal memiliki daya regenerasi yang tinggi.
Thank You
Full transcript