Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Rancangan Pabrik Pengolahan Mineral Tembaga di Papua

No description
by

Luthfan Desmono Silalahi

on 23 April 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Rancangan Pabrik Pengolahan Mineral Tembaga di Papua

RANCANGAN PABRIK
PENGOLAHAN MINERAL
TEMBAGA DI PAPUA

Institut Teknologi Bandung
Tembaga merupakan salah satu komoditi utama Indonesia di sektor pertambangan
Latar Belakang dan Masalah
Menganalisis desain pembuatan pabrik pengolahan bijih tembaga menjadi konsentrat
Tujuan
Dasar Hukum
Hasil dan Desain
Agar dilakukan pembangunan pabrik smelter di Papua agar dapat menghemat biaya transportasi dan mengerahkan sumber daya manusia dari Indonesia bagian timur dengan membuka lapangan kerja baru.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Indonesia urutan keenam penghasil tembaga di dunia
#1 Chili
#2 Peru
#3 AS
#4 China
#5 Australia
#6 Indonesia
Logam penting ketiga dalam jumlah pemakaian setelah besi-baja dan aluminium
Dapat ditemukan dalam keadaan bebas
Konsumsi tembaga nasional meningkat seiring dengan meningkatnya perkembangan teknologi, pertumbuhan ekonomi masyarakat dan jumlah penduduk
Diperlukan adanya peningkatan kapasitas peleburan dalam negeri
Ada dua perusahaan tambang tembaga utama di Indonesia
PT Freeport Indonesia
PT Newmont Nusa Tenggara
Pengelolaan dan pengolahan bijih tembaga (Cu) di Indonesia masih sangat kurang
Kapasitas industri peleburan konsentrat tembaga di Indonesia masih terbatas
Nilai tambah yang didapat akan jauh lebih besar apabila konsentrat tembaga dapat diolah seluruhnya di dalam negeri
Pasal 1 ayat 1
Pasal 102
Pasal 103 ayat 1
UU No. 4 tahun 2009
Pemilihan Lokasi Pabrik
Pabrik metalurgi (sarana penggilingan dan penghasil konsentrat) PT. Freeport berada di area Milepost 74 di ujung Lembah Aghawagong pada ketinggian 2850 mdpl dengan permukaan relatif datar
Proses Pengolahan Tembaga
Tahap Kominusi
Membebaskan mineral-mineral tembaga dari ikatan zat-zat pengotornya dengan cara operasi peremukan dan penggerusan
Tahap Konsentrasi Flotasi
Memisahkan mineral-mineral Cu-Fe-S dan Cu-S pengotoran, meningkatkan kadar tembaga di konsentrat menjadi 30 %
Tahap Penghilangan Air
Dengan penyaring putar dan pengeringan hingga diperoleh konsentrat Cu yang kering (kandungan air sekitar 9%)
Penyimpanan konsentrat Cu dalam gudang konsentrat yang berkapasitas total sekitar 135.000 ton metric
Tahap Fire Refining
Biasa disebut pemurnian, dilakukan dalam rotary-furnace, reverberatory-furnace, dan heart-furnace. Memperoleh logam tembaga yang mempunyai kandungan 99%
Lebih lanjutnya, bijih berupa oksida dan karbonat direduksi menggunakan kokas untuk memperoleh tembaga, sedangkan bijih tembaga sulfida, biasanya kalkopirit (CuFeS2), terdiri dari beberapa tahap untuk memperoleh tembaga, yakni:
Analisis Bahan Baku
Chalcopyrite - CuFeS2 - 34,6%
Bornite - CuSFe2S3 - 55,6%
Cholcocite - Cu2S - 68,5%
Melactite - CuCO3Cu(OH)2 - 57,4%
Native Copper - Cu - 99,99%
Tata Letak Pabrik
1. Oxygen Power
2. Office
3. Lab
4. Smelter
5. Refinery
6. Water Waste Treatment Plant
7. Acid Plant
8. Water Reservoir
9. Storage
10. Flux and Coal
11. Concentrate Yard
Pengolahan limbah hasil pabrik tembaga
Slag: slag akan berlanjut pada proses Baosteel short slag treatment facility (BSSTF), melibatkan proses pendinginan
Limbah cair: melalui tahap penyaringan dan pengendapan
Limbah padat: dialihfungsikan sebagai bahan bangunan
Distribusi Tembaga
Potensi terbesar Indonesia adalah Papua
Potensi lain ada di Jawa Barat, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan
Analisis Ekonomi
Berdasarkan kriteria pada dasar asumsi, maka hasil estimasi kadar tembaga yang memberikan nilai impas pada tingkat produksi 1% Cu per ton produksi bijih adalah 0,43% Cu.
Tingkat produksi optimum (i=10%) dapat diperoleh apabila tambang mampu berproduksi pada tingkat 55 ktpd pada kadar tembaga 1% Cu.
Dari simulasi terlihat bahwa naik turunnya biaya produksi mempengaruhi titik impas kadar bijih yang ditambang.
Analisa sensitivitas titik impas kadar bijih tembaga sangat membantu dalam memperkirakan kemungkinan terburuk apabila terjadi penurunan harga jual dan atau naiknya biaya produksi yang berdampak pada kecilnya profit.
Pembangunan pembangkit listrik khusus PT Freeport harus dilakukan
sehingga tidak membebankan daya listrik PLN.

Pemerintah sebaiknya menjalankan undang undang Minerba yang disahkan pada tahun 2009 dengan konsekuen.
Terima kasih
Kelompok Metalurgi 01
Tahap Penyimpanan Konsentrat
Biaya Modal Investasi (CAPEX) dan Modal Kerja
Biaya Operasi (OPEX)
Proyeksi Pendapatan
Model Aliran Dana (Cash Flow Model)
Kriteria Keekonomian suatu proyek
Nilai Sekarang Bersih (Net Present Value = NPV)
Laju Pengembalian Internal (Internal Rate of Return/IRR)
Periode Pengembalian (Payback Period)
Analisis Kepekaan (Sensitivity Analysis)
Kelompok Metalurgi 01
M. Ilham Akbar 16414245
Anugrah Muzakki P. 16414249
Rizaldy H. M. 16414253
M. Okta Rizaldi 16414257
Ary Hidayat 16414261
Samuel Alfa 16414265
Luthfan Desmono 16414269
Nuresi Rantri D. W. 16414273
Adita Thifal R. 16414277
Haidar Ali R. 16414281
Virgiria Jeanette E. 16414285
Grinding Mill
Flotation Seperators
Ore Pass
Belt Conveyor
System
Full transcript