Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Proses Produksi Berita

No description
by

Elyvia Inayah

on 14 October 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Proses Produksi Berita

Proses Produksi Berita
Majalah SURABAYA City Guide

Kerangka
Konsep Kegiatan

Hasil Kegiatan
PEMBAHASAN HASIL
Definisi Berita
“Berita adalah apa yang harus anda ketahui yang tidak anda ketahui. Berita adalah apa yang terjadi belakangan ini yang penting bagi anda dalam kehidupan anda sehari-hari. Berita adalah apa yang menarik bagi anda, apa yang cukup menggairahkan anda untuk mengatakan kepada seorang seorang teman, ‘Hey, apakah kamu sudah mendengar…?’ Berita adalah apa yang dilakukan oleh pengguncang dan penggerak tingkat lokal, nasional, dan internasional untuk memengaruhi kehidupan anda.”

Edward Jay Friedlander, dkk. dalam bukunya Excellence in Reporting(Kusumaningrat & Kusumaningrat, 2009: 39)
Majalah
Kumpulan berita, artikel, cerita, iklan, dan sebagainya yang dicetak dalam lembaran kertas ukuran kuarto atau folio, dijilid dalam bentuk buku. Majalah biasanya terbit teratur, seminggu sekali, dua minggu sekali atau satu bulan sekali (Djuroto, 2004 : 11).

Rubrik
Romli (2008:113) menjelaskan pengertian rubrik yaitu alokasi halaman untuk memuat tulisan-tulisan tertentu yang setema. Nama halaman sebagai identitas bahwa halaman tersebut berisikan tulisan –tulisan bertema khusus, misalnya rubrik ekonomi berarti isinya berita-berita atau tulisan tentang ekonomi.

Gambaran Umum
Suara Surabaya Media adalah salah satu media grup terbesar di Surabaya, memiliki lima bisnis media diantaranya Radio Suara Surabaya FM 100, www.suarasurabaya.net, Surabaya City Guide, She Radio FM 99.6, dan Maja FM 100.7 Mojokerto.
Rubrik Majalah SCG
a. Welcome to Surabaya
b. Kuliner
c. Khas Surabaya
d. Kelana Kota
e. Rona Kota
f. Pick’up Point
g. Semarak Surabaya
h. Referensi (ref)
Struktur Keredaksian
Majalah SCG
Penasehat
Pimpinan Umum
Pimpinan Redaksi
Redaktur Pelaksana
Staf Redaksi
Fotografer
Artistik
Litbang
Marketing
Nilai Berita Perspektif Majalah SCG
Nilai berita yang ditonjolkan pada seluruh isi majalah adalah kedekatan (proximity). Nilai kedekatan ini lebih fokus pada sisi geografis, melihat konten majalah SCG yang mengulas tentang Surabaya dan pendistribusian medianya yang disebar di 211 pickup point di Surabaya dan sekitarnya.
Agenda Setting dalam Rubrik Khas Surabaya dan Rona Kota
Pemilihan tema majalah untuk rubrik Khas Surabaya yang berbeda-beda setiap bulannya dan tema tersebut disesuaikan dengan peristiwa yang terjadi pada bulan itu. Misalnya pada bulan Agustus, majalah SCG mengangkat tema jejak pahlawan di Surabaya karena pada bulan ini ada perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia yang identik dengan pahlawan dan sejarah.
pada Rubrik Khas Surabaya dan Rona Kota
Latar Belakang
Kehadiran televisi disusul new media atau internet saat ini mampu mengalihkan perhatian masyarakat dari media cetak (surat kabar, majalah, tabloid, dan buletin) yang dianggap konvensional.

Media Massa
Media Cetak (Suratkabar, majalah, tabloid, dsb)
Media Elektronik (TV & Radio)
New Media (Internet)

Sebagian media cetak masih mampu bertahan karena tetap konsisten pada ciri khas yang dimiliki, dan terus berinovasi sehingga segmentasinya tetap bertahan meski digempur persaingan.

Fenomena ini membuat sebagian perusahaan media cetak gulung tikar karena tidak mampu mempertahankan dan menciptakan inovasi dalam persaingan media.

(Sumadiria, 2006: 5) Dalam perspektif jurnalistik, setiap informasi yang disajikan kepada khalayak, bukan saja harus benar, jelas dan akurat, melainkan juga harus menarik, membangkitkan minat selera baca (surat kabar, majalah), selera dengar (radio siaran), dan selera menonton (televisi). Inilah antara lain yang membedakan karya jurnalistik dengan karya lainnya seperti karya ilmiah

Unsur kemenarikan ini yang diterapkan oleh majalah SURABAYA City Guide atau biasa dikenal dengan majalah SCG dalam mengemas informasi.

Berawal dari majalah bernama Mossaik, media cetak yang bernaung di bawah Suara Surabaya Media ini terus berinovasi selama kurun waktu cukup lama. Majalah SCG kini telah berusia tujuh tahun dan tetap konsisten menerapkan ciri khas dalam memilah informasi yaitu “focusing on Surabaya” yang juga dianut oleh Radio Suara Surabaya sebagai inti bisnis dalam media group ini.
Ciri khas Surabaya yang diusung majalah SCG ini sesuai dengan kriteria umum nilai berita yaitu kedekatan (proximity). Di saat media cetak terkenal lainnya membahas peristiwa besar dan membidik segmentasi nasional, majalah SCG mengupas sisi unik tentang Surabaya di setiap edisinya, sehingga mampu menarik minat pembaca dan pemasang iklan.

Penulis memilih melakukan PKN di majalah SCG karena masih banyak masyarakat Surabaya yang belum mengetahui keberadaan majalah SCG, mengingat majalah ini berada di bawah satu naungan Suara Surabaya Media, salah satu media group terbesar di Surabaya.

Hal lain yang paling membedakan SCG dengan majalah lainnya adalah majalah ini merupakan majalah tak berbayar atau free magazine, dan untuk mendapatkannya tersedia pick up point

Menurut penulis, majalah ini bisa menjadi alternatif bacaan ringan dan informatif seputar Surabaya.

Kemampuan penulis dalam menulis menjadi pertimbangan tersendiri yang melatarbelakangi penulis memilih melakukan PKN di majalah SCG.

Berdasarkan latar belakang fokus penulis yang menjadi staf redaksi magang dan ditugaskan untuk meliput berita untuk rubrik Khas Surabaya dan Rona Kota pada majalah SCG, maka penulis memilih tema

“PROSES PRODUKSI BERITA MAJALAH SURABAYA CITY GUIDE (SCG) PADA RUBRIK KHAS SURABAYA DAN RONA KOTA”

Dalam Praktik Kerja Nyata (PKN), penulis ditunjuk sebagai staf redaksi magang yang bertugas meliput berita untuk versi cetak yaitu rubrik Khas Surabaya dan versi online yaitu rubrik Rona Kota majalah SCG.
Nilai Berita
Aktualitas (Timeliness)
Kedekatan (Proximity)
Keterkenalan (Prominence)
Dampak (Consequences)
Human Interest:
ketegangan (suspense), ketidaklaziman (unusualness), minat pribadi (personal interest), konflik, simpati, kemajuan, seks, usia, binatang, dan humor.

Kusumaningrat & Kusumaningrat (2009: 61-66)

Jenis-jenis Berita
Straight News Report
Depth news report
Comprehensive news
Interpretative report
Feature story
Investigative reporting
Editorial writing

Sumadiria (2006: 69-71)
Feature (Berita Pelaporan Khas)
Feature merupakan bentuk berita ringan yang mendalam, menghibur, enak untuk disimak, dan biasanya menggunakan teknik “pengisahan sebuah cerita” (Cahya, 2012 : 15).

Teori Agenda Setting
Menunjuk pada kemampuan media massa untuk bertindak selaku agenda (catatan harian) bagi komunikan-komunikannya. Hal ini disebabkan media memiliki kapasitas untuk memilih materi atau isi pesan ini dapat diterima oleh komunikan sebagai sesuatu yang penting yang dapat memengaruhi sikap dan perilakunya mengenai suatu hal (Wiryanto, 2006: 56).
Proses News Gathering
Redaktur menugaskan reporter
Reporter membuat semacam planningsheet
Liputan dan mengolah berita
Berita diserahkan kepada redaktur untuk dinilai layak tidaknya untuk dimuat
Kusumaningrat & Kusumaningrat (2009:71-72)
7 Jenis Wawancara
a). Wawancara sosok pribadi (personal interview)
b). Wawancara berita (news interview)
c). Wawancara jalanan (man in the street interview)
d). Wawancara sambil lalu (casual interview)
e). Wawancara telepon (telephone interview)
f). Wawancara tertulis (written interview)
g). Wawancara kelompok (discussion interview)
Menurut Flyod G. Arpan yang dikutip oleh Mappapoto dalam Toward Better Communication
(Sumadiria, 2006: 107 – 108)
Sumber Berita
Menurut Errol Jonathan (Sumadiria, 2006: 98), berdasarkan materi isinya, sumber berita dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok besar:

Paper trail
Electronic trail
People trail
Macam Narasumber
a). Ilmuwan
b). Birokrat
c). Pejabat Humas
Kusumaningrat & Kusumaningrat (2009: 251 – 254)
Tujuan Praktik Kerja Nyata:
Untuk menerapkan materi komunikasi massa khusususnya bidang jurnalistik yang telah didapat selama perkuliahan

Untuk melatih dan mengenalkan pembelajaran kepada mahasiswa tentang realitas dunia kerja khususnya pada media cetak

Untuk mengetahui proses produksi berita pada majalah SURABAYA City Guide (SCG)
Manfaat Praktik Kerja Nyata:
Bagi Penulis: Mendapat kesempatan berpengalaman

Bagi Fakultas: Menjalin relasi dengan perusahaan

Bagi Perusahaan: Mendapat bantuan tenaga kerja
Penulis melaksanakan kegiatan PKN selama dua bulan, terhitung mulai 1 Juli 2013 – 31 Agustus 2013.

Kegiatan PKN penulis ini memfokuskan pada proses produksi berita yang diterbitkan oleh majalah SCG khususnya berita pada rubrik Khas Surabaya dan Rona Kota.

Profil Majalah SURABAYA City Guide
Nama Majalah : SURABAYA City Guide – Free Magazine
Ukuran : 17 cm x 24 cm
Jumlah Halaman : 4 hal cover dan 56 hal inside
Material : Art Paper 150 gr (cover) / Art Paper 85 gr (inside)
Distribusi : Surabaya dan sekitarnya (Sidoarjo, Gresik, dan Mojokerto)

Pickup Point
211 pick up point yang terdiri dari hotel bintang 3 – 5, café dan resto, rumah sakit, executive lounch bandara Juanda, Tourism Information Centre, Surabaya Tourism and Promotion Board, Travel Agent, Car Show Room and Station, Rent Car, Airport Taxi, City Taxi, Pelanggan dan Pesan Antar
Readership Profile
Social Economic Status (SES)
Gender : laki-laki (47,46%) dan perempuan (52,54%)

Usia : 10 – 19 tahun (1,69%), 20 – 29 tahun (47,46%), 30 – 44 tahun (33, 39%), dan 45 tahun ke atas (16,95%)

Education
Occupation
Filosofi Logo
Tempat Tinggal
Diawali terbitnya majalah Mossaik pada November 2002. Mossaik berisi 124 halaman dengan harga 49 ribu. Berisi informasi tentang jawa Timur. Majalah ini akhirnya dibekukan pada tahun 2006.
Sejarah SCG
Fase kedua, Divisi Mossaik Media Comm menerbitkan East Java Traveler. Isinya tidak jauh berbeda dengan Mossaik hanya fisiknya lebih diperkecil dan isinya diperpadat. Majalah ini tidak bertahan sampai satu tahun.
East Java Traveler
SCG diterbitkan pada 5 Mei 2006 yang dikonsepkan menjadi free magazine. Majalah ini berisi informasi kuliner, pariwisata, hotel, info transportasi dan hal-hal unik tentang Surabaya.
Surabaya City Guide
Selama PKN di majalah SURABAYA City Guide, penulis menghasilkan empat berita feature pada rubrik Khas Surabaya dan 17 berita pada rubrik Rona Kota baik yang diunggah di web suarabayacityguide.co.id dan majalah.
Penulis melaksanakan PKN selama dua bulan, terhitung sejak 1 Juli 2013 - 31 Agustus 2013.

Selama dua bulan, penulis membantu keredaksian SCG meliput berita Khas Surabaya dan Rona Kota pada majalah SCG edisi Agustus 2013 dan September 2013
Berita pada Rubrik Khas Surabaya
Pada dasarnya, berita yang dimuat dalam rubrik Khas Surabaya merupakan jenis feature.

Feature merupakan bentuk berita ringan yang mendalam, menghibur, enak untuk disimak, dan biasanya menggunakan teknik “pengisahan sebuah cerita” (Cahya, 2012 : 15).

Feature berbeda dengan jenis berita lainnya. Dalam laporan berita tersebut, reporter menyajikan informasi atau fakta untuk menarik perhatian pembaca dengan bergantung pada gaya penulisan (Sumadiria, 2006: 70).
Berita pada Rubrik Rona Kota
Berbeda dengan rubrik Khas Surabaya yang menerapkan gaya penulisan feature, dalam rubrik ini berita yang dimuat seluruhnya straight news, kecuali berita tentang komunitas.

Straight news report adalah laporan langsung mengenai suatu peristiwa. Biasanya berita jenis ini ditulis dengan unsur-unsur yang dimulai dari what, who, when, where, why, dan how (5W 1H) (Sumadiria, 2006: 69).

Penulisan straight news diterapkan dalam berita-berita event yang ada di Surabaya.
Proses Produksi Berita
Khas Surabaya
Proses Produksi Berita
pada Rona Kota
Penulis hanya diberi list narasumber yang menurut penulis menarik tinggal dipilih, tanpa diberi gambaran akan fokus liputan. Hal ini tentu saja secara tidak langsung menuntut penulis untuk peka dalam menggali informasi di lapangan, sehingga penulis menentukan sendiri fokus liputan.

Redaktur menugaskan reporter untuk meliput; kemudian reporter tersebut mencari dan mengumpulkan hal-hal yang diperlukan. Mempersiapkan diri sebelum melakukan wawancara bisa dikatakan mutlak hukumnya. Kusumaningrat & Kusumaningrat (2009: 71)

Berita yang dimuat dalam rubrik Khas Surabaya merupakan jenis feature, sehingga penulis perlu mencari referensi tentang narasumber yang akan diwawancara melalui internet atau arsip keredaksian.

Kusumaningrat & Kusumaningrat (2009: 294) menyatakan internet tidak hanya diperlukan untuk media pengiriman pesan saja. Internet juga menampilkan situs-situs yang memberikan informasi.
Selama tahap liputan, penulis menggunakan teknik wawancara berita (news interview), wawancara sosok pribadi (personal interview), dan sesekali telephone interview
Penulis juga pernah wawancara dengan birokrat .

Birokrat adalah orang yang untuk melaksanakan tugas-tugasnya, harus memperoleh kerjasama melalui media. Para birokrat menginginkan media untuk memahami dengan tepat apa yang perlu diketahui oleh publik Kusumaningrat & Kusumaningrat (2009: 251).
Selama tahap peliputan dalam kegiatan Praktik Kerja Nyata di majalah SURABAYA City Guide pengalaman penulis yang paling mengecewakan adalah peristiwa penolakan oleh narasumber untuk diwawancarai.

Menurut Kusumaningrat & Kusumaningrat (2009: 202) penolakan ini mungkin dilakukan karena narasumber tidak ingin menjadi saksi suatu peristiwa yang menyebabkan ia dipanggil ke kantor polisi atau ke pengadilan, atau juga mungkin ia takut mendapat teguran dari atasannya jika ia seorang
Setelah menulis feature, penulis menyerahkan tulisan kepada redaktur pelaksana atau pemimpin redaksi untuk diedit. Proses editing ini sebenarnya tidak diterapkan dalam majalah SURABAYA City Guide.
Djuroto (2004: 21) menyamakan istilah editor dengan redaktur yang bertugas menerima bahan berita dan menyeleksi mana yang layak terbit dan tidak. Redaktur pada tiap penerbitan pers tergantung banyaknya halaman atau bidang yang disajikan oleh penerbitan pers itu. Surat kabar atau majalah kecil yang terbit beberapa halaman, memiliki jumlah redaktur yang sedikit, tetapi penerbitan pers yang memiliki jumlah halaman banyak akan memiliki redaktur yang banyak pula.
Contoh berita feature SCG menggunakan nama pena pada akhir berita. Nama penulis atau nama pena pada setiap majalah SURABAYA City Guide memang biasanya tidak ditulis, kecuali jika penulisnya staf redaksi magang.

Hal ini berbeda dengan konsep feature secara menyeluruh. Sumadiria (2006: 154) dalam tabel perbedaan berita dan feature menyebutkan nama lengkap wartawan atau penulis cerita feature biasanya dicantumkan lengkap. Istilah ini kemudian disebut byline.
Accountability wartawan disembunyikan di balik tanggungjawab institusi. Padahal dua hal ini bisa dibedakan. Kalau seorang wartawan diberi byline, maka dia akan lebih bertanggungjawab terhadap isi laporannya karena publik akan tahu siapa wartawan yang bekerja relatif konsisten menghasilkan berita-berita yang bermutu, juga sebaliknya, publik akan tahu wartawan mana yang pernah bikin salah.

Harsono (2010: 42)
Jenis wawancara yang sering penulis terapkan dalam liputan adalah wawancara berita (news interview) dan wawancara jalanan (man in the street interview). Wawancara jalanan diadakan di jalan-jalan umum dengan menyetop dan menanyai orang yang lewat tentang pendapat mereka tentang suatu berita
(Sumadiria, 2006: 107) .
Liputan straight news pada rubrik Rona Kota ini sering melibatkan Humas sebagai narasumber, karena Humas adalah salah satu pejabat perusahaan yang dekat dengan para rekan media.

Pejabat Humas adalah jurubicara resmi suatu institusi yang menyediakan banyak sekali informasi dan membuka pintu lebar-lebar untuk mempertemukan wartawan dengan pejabat-pejabat yang berwenang, asalkan hasil liputannya seperti yang mereka inginkan Kusumaningrat & Kusumaningrat (2009: 254).
Biasanya, setiap hadir dalam suatu acara, penulis selalu diberi press release dari Humas. Press release berguna bagi penulis sebagai informasi tambahan dalam menulis berita. Menurut Errol Jonathan (Sumadiria, 2006: 98) salah satu sumber berita berupa press release, makalah dan dokumen yang disebut paper trail.
Rubrik Rona Kota yang berisi berita straight news dituntut untuk langsung cepat ditulis, agar berita tidak basi. Berbeda dengan feature Khas Surabaya yang memerlukan waktu beberapa hari dalam menyelesaikannya. Straight news hanya menekankan pada unsur 5W1H dalam penulisannya (Sumadiria, 2006: 69).
Setiap event yang sudah ditulis langsung diunggah ke web surabayacityguide.co.id pada rubrik Rona Kota. Berita yang terjadi selama satu bulan sebelum penerbitan majalah SCG. akan kembali dipilah oleh redaktur pelaksana dan pemimpin redaksi.

Pemilihan berita tersebut didasarkan pada kemenarikan berita tersebut dan profit oriented. Biasanya, liputan berita tentang event yang diadakan oleh pemasang iklan majalah SURABAYA City Guide pasti akan dimuat di majalah. Selain itu event yang diadakan oleh Suara Surabaya Media juga diprioritaskan untuk dipasang dalam rubrik ini.
Menurut teori Agenda Setting, media mempunyai kemampuan untuk menyeleksi dan mengarahkan perhatian masyarakat pada gagasan atau peristiwa tertentu. Media mengatakan pada kita apa yang penting dan apa yang tidak penting. Dengan kata lain, agenda media akan menjadi agenda masyarakatnya (Nurudin, 2009: 196).
Sumadiria (2006: 47) menyatakan seperti yang ditegaskan pasal 3 ayat (2) UU Pokok Pers No. 40/1999, pers nasional dapat berfungsi sebagai lembaga ekonomi. Sebagai lembaga ekonomi, penerbitan pers harus dijalankan dengan merujuk pada pendekatan dan kaidah ekonomi, efisiensi dan efektivitas. Secara manajerial perusahaan, pers harus memetik untung dan sejauh mungkin menghindari kerugian.
Harsono (2010: 45) dalam bukunya ‘A9ama’ Saya Adalah Jurnalisme mengatakan desain suratkabar selalu ada filsafatnya. Suratkabar misalnya, tak dianjurkan melulu berhalaman yang berisikan huruf. Ini membuat pembaca cepat bosan dan mata lelah.

Desain suratkabar juga membutuhkan garis tipis untuk memisahkan iklan dan berita. Garis ini adalah lambang pagar api atau firewall yang mencerminkan prinsip antara berita dengan iklan harus tegas dipisahkan. Iklan adalah iklan. Berita adalah berita.
PENUTUP
Kesimpulan
kurangnya koordinasi tentang fokus liputan dengan staf redaksi magang dari kebijakan keredaksian pada penulisan feature Khas Surabaya.

Kebijakan penulisan nama lengkap reporter yang meliput dalam Khas Surabaya juga tidak dicantumkan, padahal dengan menulis nama lengkap, reporter bisa memiliki tanggung jawab lebih akan berita yang ditulisnya, dan lebih berhati-hati dalam menulis.

Selain itu, penulisan beberapa straight news pada Rona Kota yang mengandung iklan pariwara (advertorial). Pilar komersial yang dianut majalah SCG dimaklumi, selama porsi berita yang ditulis tidak dicampur dengan porsi iklan, karena hal ini bisa membuat pembaca rancu akan berita yang sebenarnya dan iklan pariwara (advertorial) pada rubrik ini.
Rekomendasi

Koordinasi dengan staf magang baik reporter atau fotografer sangat dianjurkan ketika rapat redaksi atau setelahnya, sehingga reporter bisa menentukan fokus liputan dan arah berita yang akan ditulisnya.

Mempertimbangkan kembali akan kebijakan pencantuman nama lengkap pada tulisan feature pada rubrik Khas Surabaya dan nama pena pada straight news Rona Kota

Mempertimbangkan penulisan iklan pariwara (advertorial) yang tidak dicampur dengan redaksi yang khusus menulis berita.
Full transcript